Become An Idol By System

Become An Idol By System
Makan Malam Bersama Alecio



Seperti biasa, di akhir pekan Oichi akan menggunakan waktunya untuk bekerja sampingan di mini market di dekat kompleks perumahan Eden.


Berita tentang dirinya yang akan segera debut belum tersebar pada publik, sehingga situasi masih aman untuknya melakukan segala aktifitasnya seperti hari-hari biasanya.


Disaat mini market sedang sepi, Oichi selalu menggunakan kesempatan itu untuk tetap berlatih. Entah itu vocal araupun tarian. Karena di depan tempat kasirnya, ada sedikit tempat yang bisa dia gunakan untuk berlatih menari.


"Wherever you are, i'll always make you smile. Wherever you are, i’m always by your side. Whatever you say, kimi wo omou kimochi. I promise you forever right now."


Oichi kembali berlatih menyanyi sambil merapikan beberapa barang di suatu rak. Dia begitu menikmati saat bernyanyi, hingga tak menyadari jika ada pelanggan yang mulai memasuki mini market ini.


"Suara yang sangat indah. Pemilik suaranya juga sangat cantik." tiba-tiba terdengar suara jernih seorang pemuda.


Oichi terkejut dan dia segera berhenti bernyanyi. Disaat dia menoleh ke belakang dia sudah melihat ada Sky yang sudah berdiri dengan gagahnya sambil menimang-nimang sekaleng minuman dinginnya yang baru saja dia ambil dari lemari dingin


"Se-senior Sky ... ma-maaf. Aku keasyikan menyanyi hingga aku tidak menyadari jika senior Sky datang." ucap Oichi terlihat sangat malu dan menyesal.


Meskipun tak lama lagi Oichi akan menjadi seorang idol, dia masih selalu bekerja profesional dan menghormati para pelanggan yang datang ke mini market tempat dia bekerja.


"Hhm? Aku akan mengadukanmu kepada bosmu deh! Karena kamu tidak melayaniku dengan baik dan malah mengacuhkanku begitu saja!" ancam Sky tiba-tiba.


"Ja-jangan, Senior Sky. Aku mohon jangan deh. Aku masih membutuhkan pekerjaan ini, Senior Sky. Please ..." ucap Oichi penuh harap.


"Uhm ... baiklah. Aku tidak akan mengadukannya kepada bosmu deh. Tapi ada syaratnya." ucap Sky yang sepertinya mulai merencanakan seauatu.


"Hhm? Syarat? Apa syaratnya, Senior Sky? Jika aku bisa memenuhinya, maka aku akan memenuhinya."


"Sangat mudah kok syaratnya. Kamu hanya perlu menemaniku makan saja. Bagaimana? Aku akan menunggumu hingga kamu pulang bekerja." ucap Sky menaikkan kedua alisnya beberapa kali saat menatap Oichi.


"Tap-tapi, Senior ... hari ini aku tidak bisa. Karena hari ini aku sudah ada janji. Maaf ..." ucap Oichi.


"Hhm? Begitu ya? Baiklah. Bagaimana jika besok? Besok sepulang bekerja deh!" ucap Sky tak menyerah dengan mudah.


"Hhm? Besok ya? Aku akan mengusahakannya deh."


"Baiklah! Kalau begitu sampai jumpa besok, Oichi!" ucap Sky sambil memberikan beberapa lembar uang dengan nominal lebih dari cukup untuk membayar minuman kalengnya. Lalu dia segera meninggalkan mini market.


...šŸšŸšŸ...


Di sebuah kafe yang berada tak jauh dari Tokyo Skytree, terlihat seorang pemuda dan seorang gadis remaja sedang duduk bersama sedang menikmati beberapa hidangan makanan yang baru diantarkan oleh seorang waitress.


"Kenapa tidak dimakan? Apa makanannya tidak enak? Kamu boleh memesan makanan yang lainnya lagi kok jika kamu mau." tanya Oichi karena melihat Alecio yang hanya memakannya sedikit saja dan seperti tidak sedang berselera makan. Bahkan dia hanya memainkannya dengan mengaduk-aduknya saja.


"Uhm? Tidak perlu kok. Semua makanan ini sangat lezat kok. Mana mungkin aku tidak menyukainya? Aku akan memakannya!" ucap Alecio tegang dan kaku.


Dia segera menikmati ramen uddon miliknya yang masih hangat. Dan sesekali menikmati susu hangat miliknya.


"Oh. Oke deh kalau begitu." ucap Oichi santai dan terus saja mentantap makanannya.


"Ngomong-ngomong selamat ya, Oichi. Akhirnya kamu akan segera debut." ucap Alecio masih saja dengan nada bicara datar dan dingin. Terlihat cuek, namun juga terlihat peduli.


"Hhm. Aku sangat beruntung sekali karena bisa terpilih tahun ini! Karena kata orang-orang untuk bisa debut sangatlah tidak mudah. Mereka bahkan bisa menjadi trainee selama bertahun-tahun untuk bisa debut. Pokoknya aku senang sekali!!" ucap Oichi penuh binar.


"Kamu pesanlah beberapa makanan lagi, Alecio! Kalau perlu kamu bisa memesan semua makanan disini! Aku akan mentraktirmu deh! Karena aku sedang sangat bahagia! Hehe ..." imbuh Oichi.


"Kamu pikir perutku adalah perut karet ya? Huuhh ..." Alecio menggerutu dan malah membuat Oichi semakin tertawa renyah karena merasa lucu.


"Ahaha ... iya juga ya. Ehh ... tapi jangan dipesan juga semua makanannya deh. Karena uang yang aku punya masih tidak akan cukup untuk membayar semuanya. Maaf, aku lupa." ucap Oichi menepuk keningnya sendiri. Antara rasa malu dan segan bercampur menjadi satu.


Selama beberapa saat Alecio tercengang menatap Oichi, namun dia terlihat mengulum senyuman dan segera menutupinya dengan punggung telapak tangannya.


"Jika memang seperti itu, maka biarkan aku saja yang mentraktirmu malam ini deh. Jangan memaksakan diri untuk mentraktirku. Karena aku kalau sudah mau makan, maka tidak akan mudah untuk berhenti lo. Jadi biarkan aku saja yang mentraktir makan malam hari ini deh!" ucap Alecio tiba-tiba.


Dia mengatakan hal seperti itu, karena dia tak ingin membebani Oichi. Biar bagaimanapun Alecio tau jika Oichi hidup seorang diri dan membiayai segala kebutuhan hidupnya seorang diri.


Meskipun dia terkenal dingin dan cuek, namun dia tidak akan berbuat jahat dan menindas orang lain hanya untuk kepentingannya sendiri.


"Eh? Tidak bisa seperti itu dong, Alecio! Aku sudah berjanji untuk mentraktirmu jika aku berhasil debut! Dan malam ini aku ingin menepatinya! Jadi aku yang akan mentraktirmu!" tandas Oichi pelan, namun penuh dengan penekanan.


"Serius nih? Aku bisa makan banyak loh. Bagaimana jika uangmu tidak cukup untuk membayarnya nanti?"


"Eh? Itu ... itu nanti ... jika memang tidak cukup, maka boleh kan aku meminjam uangmu dulu, Alecio?' tanya Oichi konyol dan seketika membuat Alecio melongo tak percaya. "Aku janji akan menggantinya nanti kalau aku sudah punya uang dari bekerja atau menyanyi deh!"


"Sudah deh. Tidak perlu memaksakan diri seperti itu. Aku yang akan membayar semuanya malam ini. Anggap saja sebagai perayaan awal dari keberhasilanmu deh. Okay? Dan lagi, aku tidak suka hal-hal seperti hutang atau berhutang. Jika aku mampu maka aku akan memberikannya." jawab Alecio dengan entengnya dan kembali menikmati ramen uddon miliknya.


"Wow!! Rupanya kamu memiliki sisi lain yang tersembunyi ya, Alecio! Kamu sangat baik ya meskipun selalu terlihat dingin dan menyebalkan! Jika kamu seperti ini, kamu akan membuat para gadis semakin menyukaimu deh!" ucap Oichi berbinar dan sangat jujur, namun hanya sebatas kagum dan bukan lebih.


Alecio yang mendengarkan pujian itu seketika tersedak makanannya.