Become An Idol By System

Become An Idol By System
Make Over ??



Namun sebenarnya Ellios sudah mendengar semua itu, karena mereka memang berbicara dengan cukup keras dan berada tak jauh darinya. Dan sebenarnya hal ini sangat membuat Ellios merasa kurang nyaman dengan gosip yang. sedang mereka bicarakan.


Namun seperti biasanya, Ellios lebih memilih diam dan melupakannya saja karena tak mau memusingkannya. Dia menutup mata dan telinganya seolah tidak melihat dan tidak mendengar semua itu.


"Hello, Ellios." sapa Oichi dengan senyum lebar saat dia sudah berhadapan dengan Ellios. "Maaf ya jika aku sangat terlambat karena jalanan cukup macet." ucap Oichi memperlihatkan raut wajah menyesal.


"Oh, tidak masalah kok. Kamu bisa datang ke kedai ini saja, kami sudah merasa sangat senang kok. Biar bagaimanapun, kamu sudah sangat mengupayakan untuk datang. Terima kasih ya ..."


Balas Ellios dengan ramah seperti biasanya, dia tidak pernah marah dan kesal terhadap orang lain. Bahkan dia tak pernah memiliki pemikiran buruk terhadap orang lain.


"Hhm. Tentu saja aku akan datang donk! Karena aku sudah berjanji padamu, Teman spesialku! Dan kamu tentu juga tau bukan, jika aku datang karena Cornor!"


Jawab Oichi menyikut lengan Ellios, dan pada kalimat terakhirnya dia memelankan suaranya agar tidak didengar oleh orang-orang yang sedang berada di sekitarnya.


Ellios meringis dan mengusap tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Dan ucapan Oichi tentu saja semakin membuat hampir semua orang yang berada di sekitar mereka membulatkan mata dan membuka mulutnya cukup lebar.


"Apa yang baru saja dikatakan oleh Oichi? Teman spesial? Ellios yang biasa-biasa itu dan Oichi teman spesial?? Apakah itu artinya ..." celutuk mereka semakin syok sambil menatap Oichi dan Ellios secara bergantian dari kejauhan.


GREEPP ...


Ellios yang sudah kebingungan sendiri harus bersikap bagaimana, kini segera meraih tangan Oichi dan segera mengajaknya untuk masuk ke dalam kedai, lalu mengantarnya ke belakang panggung pertunjukan yang berukuran cukup mungil di dalam kedai itu.


Namun panggung yang biasanya terlihat kecil dan sederhana ini, kini sudah disihir dan didekorasi sedemikian rupa hingga terlihat begitu cantik dan memakjubkan oleh Ken, Date dan teman-teman mereka lainnya.


"Ellios! Sebenarnya ada apa? Mengapa tak sabaran sekali hingga menarikku seperti itu? Apa kamu tau body guard ku yang bernama Hakken itu cukup galak dan menyeramkan lo!!" ucap Oichi malah menggoda Ellios dengan tawa kecilnya yang manis.


"Ahh ... maaf. Aku tidak bermaksud untuk melukaimu. Tapi ... mereka semua sudah salah paham dengan hubungan kita. Aku harap kamu tidak terlalu ..."


"Sudahlah, Ellios! Biarkan saja! Biarkan saja mereka sibuk dengan pemikiran mereka sendiri seperti itu. Untuk apa kita memusingkan mereka. Sebaiknya kita hanya fokus dengan kehidupan kita masing-masing bukan? Hehe ..."


Ucap Oichi memotong ucapan Ellios sambil merapikan sedikit rambutnya yang sebenarnya sudah terlihat sangat rapi dengan melihat pantulan dirinya melalui sebuah cermin mungil lucu yang baru saja diambilnya dari slingbag super mewahnya, berwarna putih yang bertabur dengan kristal-kristal indah yang berkilauan itu.


"Kau memang benar sih, Oichi. Selama itu aku juga selalu seperti itu saar menjalani hari-hariku. Memikirkan ucapan dan pandangan orang lain terhadap kita, hanya akan membuat kita merasa lelah. Dan tentu saja itu hanya membuang-buang waktu dan merusak suasana hati kita saja." ucap Ellios menyetujui perkataan Oichi.


Oichi malah tersenyum tipis mendengar ucapan dari Ellios dan segera menyimpan kembali cermin mungil yang begitu lucu itu di dalam slingbag super mewahnya kembali.


"Benarkah itu? Sebenarnya aku dulunya juga sangat super biasa, Ellios!" sahut Oichi tersenyum simpul sembari melirik Ellios, pemuda yang sebenarnya cukup manis dan tampan dengan dua titik tahi lalat tipis yang berada di bawah mata sisi kanan serta di tulang pipi sisi kiri.


"Ellios, orang biasa-biasa saja, namun akan menjadi orang yang sangat luar biasa jika kita berani untuk sedikit melangkah dan memberikan sebuah sentuhan ajaib." ucap Oichi dengan senyum misterius menatap Ellios.


"Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti, Oichi." ucap Ellios dengan kening berkerut menatap gadis cantik dengan paras bak bidadari itu.


Oichi yang masih memamerkan senyum misteriusnya, kini mulai menjentikkan tangan kanannya ke udara untuk memberikan sebuah isyarat. Dan hanya dalam hitungan detik saja, beberapa anak buahnya dan Ken mulai mendatangi mereka berdua.


Ellios menatap kedatangan mereka dengan ekspresi kebingungan dan masih tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi saat ini.


"Ken! Cepat lakukan!" ucap Oichi dengam senyum misteriusnya sesekali melirik Ken, pemuda tampan yang selalu berpenampilan stylish dan fashionable yang saat ini sudah menjadi idola para kawula muda.


"Baik, siap laksanakan, Nona Oichi!" sahut Ken sengaja menggoda Oichi dengan penghormatan seakan sedang menghadap seorang putri.


Ken juga tersenyum lebar dan segera mencekal tangan Ellios. Mendapatkan perlakuan dari Ken, sempat membuat Oichi mengerucutkan bibir merah tipisnya beberapa senti ke depan, namun pada akhirnya dia mulai tertawa kecil sembari mendorong Ken dan Ellios agar segera pergi.


"Sudah cepat sana kalian pergi! Dan jangan sampai membuat bintang besar seperti aku menunggu lama!" ucap Oichi dengan tawa kecilnya.


"Ehh, hei!! Lakukan apa? Apa yang akan kalian lakukan padaku?" tanya Ellios masih belum memahami situasi saat ini.


Namun tidak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaan Ellios. Ken malah dengan cepat menarik Ellios dan diikuti oleh beberapa pengawal Oichi lainnya untuk menuju ke dalam salah satu ruangan kecil yang juga berada di dalam kedai ayam krispi ini. Dan Ellios hanya bisa menurut saja dengan ekspresi yang masih kebingungan namun pasrah.


Dan ternyata Ken dan Oichi sudah merencanakan sesuatu sebelumnya secara diam-diam. Dan kali ini Ken mulai merubah penampilan Ellios. Bahkan Ken juga sedikit merubah gaya rambut Ellios, dan membuatnya terlihat semakin tampan dan menawan.


Sangat berbeda dari biasanya! Benar-benar terlihat bukan seperti Ellios yang kolot dan biasa-biasa saja. Meskipun hanya dengan menggunakan beberapa alat dan aksesoris seadanya saja, namun semua itu cukup menakjubkan dan memberikan damage yang luar biasa!


Setelah beberapa saat, mereka sudah kembali lagi untuk menemui Oichi yang masih berada di belakang panggung mungil itu dan terduduk di sebuah kursi putarnya sambil memaninkan ponselnya.


"Sudah kuduga! Yang biasa-biasa saja tentu saja bisa berubah menjadi luar biasa dengan sebuah sentuhan ajaib!!" gumam Oichi menengadahkan wajahnya menatap Ellios yang baru saja datang bersama Ken.