
Wanita paruh baya itu masih merasa begitu syok karena kehilangan tempat berjualannya. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa, karena sang pemilik adalah yang berkuasa sepenuhnya.
"Bibi tidak perlu khawatir. Bibi pasti akan mendapatkan tempat lain yang lebih bagus. Aku janji, aku juga akan membantu bibi Suzuna untuk mencarinya." ucap pemuda yang sejak dari tadi menemaninya.
Dia adalah Date, musisi jalanan yang selama ini bekerja di kedai ayam untuk menyanyi bersama teman-teman band-nya.
wanita paruh baya bernama Suzuna yang tak lain adalah ibu dari Ellios itu hanya mengangguk pelan dan berusaha untuk bersikap dengan tenang.
Namun disaat wanita paruh baya itu berbalik dan hendak meninggalkan kedai ayam ini, dia melihat Ellios yang berlarian memasuki kedai ayam krispi ini. Dengan langkah cepat Ellios mendatangi sang ibu dan Date yang masih berada tak jauh dari pria-pria ber-jas itu.
Selama beberapa saat Ellios memandangi dua orang dari pria ber-jas itu dengan kening berkerut. Seakan sedang ada yang sedang dia pikirkan saat ini.
"Ibu, Date ... sebenarnya ada apa ini? Apa yang sedang terjadi?" tanya Ellios saat sudah berada di hadapan sang ibu.
"Tempat ini sudah diambil alih oleh seseorang, Ellios." ucap Suzuna dengan raut wajah yang begitu kalut.
"Bagaimana bisa, Ibu? Bukankah ibu sudah membayar sewa tahunan tempat ini?" sahut Ellios sangat keheranan.
"Benar sekali, Ellios. Ibu sudah membayarnya. Namun rupanya tempat ini sudah dijual. Dan pemilik barunya akan segera memakai tempat ini. Jadi mau tidak mau kita harus segera meninggalkan tempat ini. Dan sebenarnya mereka juga memberikan uang ganti rugi kepada ibu. Namun masalahnya ibu tidak tau harus pindah berjualan dimana lagi? Biaya sewa tempat lain jauh lebih tinggi dan ibu tidak sanggup untuk membayarnya, Ellios. Lagipula mencari tempat yang tepat dan cocok itu tidaklah mudah."
Ucap Suzuna yang terlihat begitu kebingungan harus berbuat apa dan bagaimana saat ini. Dia terlihat murung, dan tentunya membuat Ellios tak tega melihat sang ibu seperti ini. Suzuna adalah satu-satunya harta berharga Ellios saat ini, karena hanya dialah yang Ellios miliki saat ini.
"Lagipula ... sudah belasan tahun ibu berjualan di tempat ini. Rasanya begitu berat untuk meninggalkan tempat ini." imbuh Suzuna menghela nafas, dan kini mulai menahan tangisnya.
"Ibu jangan khawatir. Aku akan mencoba berbicara dengan mereka. Date,.tolong temani ibuku dulu." ucap Ellios beralih menatap Date.
"Hhm, aku akan menemani bibi Suzuna." sahut Date mengangguk dengan cepat.
Sebenarnya siapa mereka ini? Mengapa mereka menginginkan tempat sederhana seperti ini? Jika dia adalah memang orang kaya yang memiliki banyak uang, lalu mengapa memilih tempat sederhana seperti ini? Bukankah mereka akan lebih baik membuka bisnis di kawasan perkotaan atau pusat perbelanjaan saja? Ini sedikit aneh dan tidak masuk akal. Sepertinya melakukan semua ini karena merencanakan sesuatu. Hhm ...
Batin Ellios yang masih melenggang untuk menghampiri salah satu pria dewasa ber-jas super necis itu dengan sepasang mata yang semakin menyipit. Namun kini pandangan Ellios mulai tertuju pada salah satu pria ber-jas itu.
Bukankah dia adalah salah satu pengawal dari Oichi? Aku pernah melihatnya saat aku menghadiri pesta ulang tahun di apartemennya. Apakah ini semua adalah perbuatan dari Oichi? Lalu apa alasan dia melakukan semua ini? Mengapa dia ingin sekali mengambil dan memakai kedai tua ini? Apakah dia juga ingin berbisnis ayam krispi? Aku rasa dia hanya akan tertarik dalam dunia hiburan saja. Sepertinya aku salah mengira.
Batin Ellios berpikir dengan sangat simpel, polos dan sederhana. Karena selama ini Ellios tak akan pernah berpikiran buruk tentang orang lain.
Kini Ellios sudah berdiri tepat di samping salah satu pria dewasa ber-jas super necis itu dan mulai memberanikan diri untuk bertanya kepada pria ber-jas itu.
"Permisi. Maaf, Tuan. Tapi aku ingin menanyakan sesuatu kepada tuan. Bolehkah aku?" ucap Ellios dengan sangat sopan.
Pria ber-jas itu kini mulai berbalik dan menatap Ellios dengan tatapannya yang begitu dingin dan tajam. Namun sangat terlihat jika saat ini pria dewasa itu sedang memikirkan sesuatu dan mulai mengamati Ellios.
"Hmm. Apa kamu yang bernama Ellios?" pertanyaan dari pria berpakaian rapi itu kini telah sukses membuat Ellios semakin merasa terkejut dengan mata yang sedikit membulat.
Pria ber-jas hitam itu kini mulai tersenyum miring menatap Ellios dan maju beberapa langkah mendekati Ellios.
"Karena kamu berani menyinggung bos kami, makanya bos kami hanya ingin memberikan sedikit pelajaran untukmu, Bocah Ellios! Namun jika kamu mau menemuinya dan meminta maaf kepadanya, maka kami akan mengembalikan semua ini untuk kalian! Bahkan kami akan memberikan kedai ini sepenuhnya, dan kedai ini akan sepenuhnya menjadi milik dari ibumu!" ucap pria dewasa itu menatap lekat Ellios dan tersenyum miring.
Ellios terdiam menatap pria dewasa itu dan berusaha menerka kembali siapa sebenarnya bos yang mereka maksud.
Apakah benar jika semua ini adalah perbuatan dari Oichi?
Batin Ellios menerka-nerka kembali.
"Siapa bos kalian? Dan aku merasa tidak pernah menyinggung seseorang, Tuan." sahut Ellios masih dengan nada rendah dan sopan.
"Ckk ... benar-benar polos atau bodoh." gumam pria itu sangat pelan meremehkan Ellios.
Bahkan Ellios tak bisa mendengarnya dengan jelas.
"Bos kami adalah nona Maeda Oichi! Jika memang kamu ingin mendapatkan kedai ini kembali, maka temui dia dan minta maaf pada nona Oichi dengan benar!!" ucap pria itu menandaskan kembali.
"Nona Oichi?" gumam Ellios dengan sepasang alis yang berkerut saling berdekatan.
Seperti dugaanku sebelumnya Jadi memang benar Oichi yang melakukan semua ini? Baiklah, demi untuk ibu, maka aku harus menemui nona Oichi kembali dan meminta maaf kepadanya. Tempat ini mungkin memang sangat biasa dan sederhana. Namun tempat ini pasti sangat berharga dan memiliki banyak kenangan di dalamnya. Terlebih ayah pernah membantu ibu berjualan saat itu, meskipun hanya sebentar saja, namun semua kenangan itu pasti akan sangat berarti dan berharga untuk ibu.
Batin Ellios mantapkan dirinya sambil menatap sang ibu dari kejauhan.
"Baiklah. Tuan, tolong antarkan aku kepada nona Oichi. Aku akan meminta maaf kepada nona Oichi." ucap Ellios memutuskan tanpa ragu
"Hhm. Bakklah! Ayo ikut bersama kami!!" ucap pria dewasa itu segera berbalik dan mulai melenggang untuk meninggalkan kedai ayam ini.
Ellios mengikutinya. Namun tiba-tiba Suzuna menyusul dan menahan lengan Ellios, "Ellios! Kamu mau kemana?"
"Ibu. Aku akan pergi sebentar. Jangan khawatir, ibu akan tetap bisa berjualan di kedai ini kok. Aku hanya akan pergi sebentar saja." ucap Ellios tersenyum samar menatap Suzuna.
"Tidak, Ellios! Ibu mohon jangan pergi! Ibu akan berjualan di tempat lain saja. Tidak masalah. Mungkin sudah waktunya kita harus segera meninggapkan tempat ini. Dan mungkin saja ada rezeki lain di tempat lain."
Ucap Suzuna dengan cepat karena tak ingin membuat Ellios berhubungan dengan hal ini. Dia begitu mengkhawatirkan Ellios, karena dia sangat menyayangi Ellios, satu-satu harta berharganya di dunia ini.
Karena sebenarnya Suzuna membayangkan jika bos para pria itu adalah orang yang sangat seram, kejam dan menakutkan. Dan tentu saja Seuzuna begitu khawatir akan hal ini.
"Ibu tenang saja. Sebenarnya aku mengenal dengan bos mereka kok. Mungkin semua yang terjadi hanyalah sebuah kesalahpahaman. Aku akan menemuinya sebentar dan aku akan meluruskannya. Ibu tidak perlu khawatir." ucap Ellios tersenyum hangat dan meraih kedua jemari Suzuna lalu menciumnya.
"Baiklah. Aku pamit dulu, Ibu. Date, tolong jaga dan temani ibuku dulu. Aku akan pergi sebentar dan akan segera kembali lagi." ucap Ellios lalu segera meninggalkan tempat itu bersama dengan para pria ber-jas itu.