Become An Idol By System

Become An Idol By System
Tempat Tinggal Baru



Oichi terkesima saat memasuki apartemen barunya. Semua terlihat begitu mewah, elegan, luas, dan berkelas. Bukan hanya desain interior yang memberikan kesan mewah dan elegan, namun semua furniture yang mengkapi semua di dalamnya juga bukan kaleng-kaleng.


Semua ruangan sangat lengkap. Bahkan juga ada walk ini closet yang sudah lengkap dengan pakaian branded, tas super mahal, sepatu yang bervariasi, dan aksesoris-aksesoris lainnya lagi yang tentunya berkelas dan mewah.


"Whoa!! Cornor ... semua barang-barang mewah ini apakah benar-benar milikku? Apartemen penthouse ini? Ini seperti mimipi saja. Bahkan aku masih seorang pelajar ..." gumam Oichi takjub dan masih mengamati apartemen barunya.


[ Benar sekali, Nona Oichi. Semua barang-barang ini adalah milik nona secara sah. Surat kepemilikan juga sudah ada dan tersimpan di kamar nona. ] Corner menyauti.


"Jika semua ini dijual, pasti akan sangat mahal! Ehh ... tidak! Aku tidak boleh menjualnya! Aku juga membutuhkan tempat tinggal saat ini. Tapi ... jika aku menjual apartemen dan semua barang-barant ini, lalu tinggal di rumah yang lebih sederhana ... pasti akan lebih menguntungkan. Uangnya juga bisa aku gunakan untuk biaya hidup dan kuliah. Hhmmm ..." Oichi mulai berpikir ke arah sana.


[ Apa nona yakin ingin menjual semua ini? Nona akan segera debut, dan sudah akan resmi menjadi seorang idol. Tempat tinggal yang aman dan nyaman akan sangat diperlukan. ]


Sahut Corner memberikan sarannya.


"Hhm ... kamu benar juga, Cornor. Aku akan sangat menbutuhkan semua ini. Huft ... ya sudah deh! Sebaiknya aku menikmati semua ini saja!! Yuuu-huuu!!" Oichi berubah dalam sekejap dan mulai menari-nari di dalam apartemen barunya.


Wajahnya terlihat penuh binar karena bahagia. Krcantikan, bakat, cinta, dan kekayaan kini sudah dia dapatkan semuanya. Hal yang sangat mustahil dia dapatkan di masa lalu, namun kini sydah dia dapatkan semuanya! Tentu saja hal ini sangat membuatnya bahagia!


"Aku harus menghubungi Ken!!" ucapnya tiba-tiba langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ken.


Namun hal mengejutkan terjadi, panggilannya memang diangkat oleh seseorang. Namun bukan Ken yang mengangkatnya, melainkan seorang gadis.


"Halo ..." sapa gadis yang berada di seberang line.


Senyuman penuh binar Oichi seketika membeku dan perlahan mulai memudar.


"Apakah ada Ken?" tanya Oichi akhirnya.


"Ken sedang mandi. Ini siapanya ya? Jika ada pesan, aku akan menyampaikan kepada Ken nanti." ucap gadis itu.


"Uhm. Itu ... tidak penting kok. Aku hanya temannya.ya sudah lain kali saja aku akan menghubunginya lagi. Maaf jika sudah mengganggu. Sampai jumpa." ucap Oichi segera memantikan panggilan itu.


Oichi melihat jam pada ponselnya yang memperlihatkan pukul 9 PM. Membuatnya mengkerutkan keningnya penuh tanda tanya.


"Sudah malam Ken malah mandi dan bersama seorang gadis? Whoaa ... aku sungguh tidak menyangka jika ternyata Ken adalah orang yang seperti itu. Apakah dia tinggal bersama seorang gadis dan hidupbebas?" Oichi menerka-nerka penuh rasa curiga dan berpikiran buruk tentang Ken.


Lalu dia mulai mengirimkan pesan untuk salah satu teman sekelasnya, dimana Oichi sudah pernah berjanji akan mentraktirnya setelah dia lolos untuk debut.


Aku lolos dan akan segera debut lo!! Besok setelah aku pulang bekerja sampingan, aku akan mentraktirmu. Bagaimana? Oichi.


Setelah mengetiknya, Oichi segera mengirimkan pesan itu untuk teman prianya. Hanya dalam beberapa detik saja, pesan itu sudah dibalas oleh temannya.


TRING ...


Okay. Alecio


Begitulah pesan balasan singkat dari pemuda dingin itu. Oichi hanya membaca dan tidak membalasnya lagi. Dia sudah merasa lelah dan ingin segera membersihkan dirinya lalu beristirahat.


Cukup lama Oichi tertegun karena merasa takjub melihat kamar mandi super mewahnya. Ada sebuah bathtub, kaca besar, meja lengkap dengan peralatan mandi, sebuah tempat khusus untuk mandi dengan menggunakan shower dan beberapa benda lainnya lagi. Bahkan terlihat seperti tempat mandi seorang putri istana saja.


Akhirnya Oichi melakukan ritual mandinya dengan memilih untuk berendam. Karena seumur hidupnya dia tak pernah mencoba hal seperti ini. Cukup lama dia menikmatinya dengan sabun busa yang harum dan lembut.


Setelah merasa puas, akhirnya Oichi menyudahi ritual mandinya dan segera beristirahat.


...🍁🍁🍁...


Sementara itu, beberapa saat yang lalu di sebuah kediaman mewah di prefektur Tokyo. Dua orang pemuda terlihat tengah asyik bermain dan adu karakter game faforit mereka berdua dengan duel di dalam sebuah console game.


Pertarungan sengit dan seru sangat membuat kedua pemuda tampan itu melupakan waktu dan apapun yang berada sekitarnya.


"Ayo!! Ayo!! Sedikit lagi aku menang!!" ucap salah satu pemuda itu semakin mempercepat pergerakan tangannya dalam menggerakkan serangannya menggunakan sebuah controller stick.


"Jangan mimpi kamu, Sky!! Akulah raja dunia game! Kamu tak akan pernah bisa mengalahkanku!" tandas pemuda lainnya yang tak lain adalah Alecio.


TRING ...


Ponsel Alecio bergetar dengan sebuah notifikasi mulai terdengar. Melihat nama di layar ponselnya terpampang nama Oichi, membuatnya melepaskan controller stick-nya begitu saja, dan dia segera membaca pesan dari Oichi.


Sudut-sudut bibirnya mulai ditariknya membentuk sebuah senyuman manis, dan dia juga segera membalas pesan Oichi dengan cepat.


Oichi mengajakku berkencan? Eh ... bukan!! Dia hanya ingin mentraktirku makan saja!! Biar bagaimanapun dia sudah pernah berjanji padaku sebelumnya bukan! Jadi dia harus menepatinya donk! Aku harus bersikap cool! Tapi aku tidak boleh menolaknya! Jadi balas singkat saja!! Hhm. Begitu lebih bagus!!


Batin Alecio masih berusaha untuk bersikap cool kepada Oichi, padahal sebenarnya dia juga sudah mulai mengagumi sosok Oichi.


"Yesssss!!! Aku menang!!" teriak Sky tiba-tiba membuyarkan Alecio yang masih berbunga-bunga karena sebuah pesan dari Oichi, hingga membuat duelnya bersama Sky terabaikannya begitu saja.


"Ahh!! Sial!! Aku jadi kalah!! Ini tidak adil! Ayo kita ulang sekali lagi!!" celutuk Alecio tak terima dengan kekalahannya.


"Enak saja!! Aku tidak mau! Jelas-jelas aku sudah mengalahkanmu loh! Lagipula siapa sih yang mengirimkan pesan untukmu hingga membuat kamu berbunga-bunga seperti itu?! Apakah jangan-jangam kamu sudah memilki kekasih?" selidik Sky berusaha untuk mengintip layar ponsel Alecio yang masih berada di dalam menu sebuah pesan.


"Tidak ada dan kamu tidak perlu tau!" tandas Alecio, dan dengan cepat pemuda tampan ini segera mengunci layar ponselnya lagi.


Dia juga segera bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Sky.


"Hei!! Kamu mau pergi kemana? Belikan aku makan malam dulu! Bukankah kamu sudah mengatakan akan membelikannya untukku jika aku mengalahkanmu?!!" teriak Sky tak terima.


Namun Alecio tak menghiraukannya dan malah pergi ke kamarnya dan memeriksa walk in closet miliknya.


"Gawat! Semua pakaian sudah pernah aku kenakan semuanya! Besok aku pakai yang mana ya ..." gumamnya kebingungan sambil masih memeriksa beberapa pakaiannya.


Padahal pakaian koleksinya cukup banyak dan tentunya sangat keren, stylish, fashionable dan berkelas.