
Jullian masih terlihat begitu sumringah dan berharap sang MC dan dewi Oichi pujaan hatinya akan mengiyakan permintaan dari sahabatnya-Ellios untuk menyetujui dirinya menggantikan Ellios untuk mendapatkan hadiah-hadiah itu.
"Uhm ... begini. Tapi seharusnya hadiah ini hanya diberikan untuk ..." ucap sang MC terlihat sedikit ragu dan belum menyelesaikan ucapannya, karena tiba-tiba saja Oichi memotongnya.
"Baiklah. Karena kamu yang sudah terpilih oleh lampu sorot, maka kami akan menghargai permintaanmu. Dan temanmu yang bernama Jullian itu yang akan menggantikanmu." ucap Oichi menatap Ellios dengan sebuah senyuman yang begitu misterius, seperti ada yang sudah dia rencanakan saat ini.
Apa? Apakah aku sedang bermimpi? Oichi mengingat dan menyebut namaku. Yess!!! Rasanya malam ini aku bahagia sekali! Aku juga akan memiliki kesempatan untuk berduel bersama dengan Oichi. Aku juga akan mendapatkan foto dan tanda tangannya. Aku tak akan melupakan kebaikanmu sahabatku, Ellios!!
Batin Jullian begitu kegirangan hingga pemuda itu memeluk sahabatnya-Ellios saking bahagianya.
"Baiklah. Silakan segera naik ke atas panggung, Kak. Dewi Oichi sedang menantikan kakak ... jangan membuatnya menunggu terlalu lama lagi." ucap sang MC diiringi dengan tawa jenaka.
Sedangkan Oichi masih saja menatap Ellios dari kejauhan dengan tatapan yang sulit untuk digambarkan. Wajah ayunya memang dihiasi oleh senyuman menawannya, namun kali ini senyuman ini terlihat sedikit berbeda dari biasanya.
Berani sekali dia menolakku di depan para penggemarku! Ini adalah pertama kalinya aku ditolak oleh seorang pemuda setelah semua apa yang aku dapatkan selama inj! Siapa sebenarnya dia? Mengapa dia begitu berani dan percaya diri seperti ini untuk menolakku?!
Batin Oichi penuh dengan rasa keingintahuan dan penasaran yang tinggi. Namun ada rasa kesal dalam hatinya karena penolakan dari pemuda bernama Ellios itu. Baginya ini adalah sebuah tamparan yang sukses mempermalukan dirinya di hadapan ribuan penggemarnya.
Jullian segera menaiki venue mewah itu untuk segera berduet bersama Oichi. Meskipun merasa sangat gugup luar biasa, namun Jullia juga tak ingin mempermalukan Oichi saat berduet bersama. Sehingga dia harus menyanyi dengan sebaik mungkin.
Kini lighter dan lampu warna-warni mulai menyorot dan menyinari panggung dan seluruh venue mewah ini dengan berputar-putar, menjadikan panggung ini semakin menakjubkan dan luar biasa.
Permainan dari gitar, piano, bass, biola, dan drum mulai terdengar saling bersahutan menghasilkan melodi yang begitu indah dan ceria.
Jullian juga terlihat begitu bersemangat dan menyanyikan lagu Oichi dengan sangat baik di atas panggung. Duet mereka berjalan dengan sangat lancar.
.
.
.
.
.
Di dalam ruangan ganti, seorang gadis yang begitu cantik bak bidadari terlihat sedang duduk di depan sebuah meja rias. Pandangannya menatap lurus ke depan dengan begitu tajam, seakan sedang ada yang sedang mengganggu pikirannya saat ini.
"Ba-baik, Nona. Aku akan segera mencarinya dan akan segera membawanya kesini." sahut seorang pria berbadan kekar dengan mengenakan sebuah kacamata berlensa hitam yang sudah bertengger manis pada tulang hidungnya yang cukup mancung dan tegas.
Berani sekali dia menolakku di depan ribuan penggemarku!! Siapa kamu sebenarnya??!! Dan mengapa kamu begitu percaya diri melakukan semua itu kepadaku? Apa kamu memang sengaja ingin mempermalukanku? Cihh ... aku tak akan melepaskanmu!! Kamu harus membayar semuanya atas apa yang telah kamu lakukan padaku!
Batin gadis cantik berparas bak bidadari itu masih menatap tajam pantulan dirinya sendiri melalui cermin di hadapannya.
Sementara itu di tempat yang berbeda, dua orang pemuda terlihat sedang melenggang bersama menyusuri halaman Saitama Super Hall Arena di tengah dinginnya malam ini.
Salah satu dari mereka terlihat begitu berbahagia, sangat terlihat melalui raut wajah dan juga bahasa tubuhnya yang selalu menari-nari saking berbahagianya. Mereka berdua adalah Ellios dan Jullian. Dua orang pemuda yang selalu menghabiskan waktu berdua bersama, baik saat mereka di kampus atau saat di akhir pekan.
"Syalalala ya-ha ... hari ini aku begitu bahagia karena bisa menyanyi bersama sang dewi Oichi yang begitu mempesona dan cantik seperti bidadari. Aku juga mendapatkan album terbaru, foto dan tanda tangannya!! Ya~ha ... emmuuuchhh ... ini benar-benar seperti mimipi saja! Aku bisa menyanyi bersama Dewi Oichiku di panggung yang sama! Ahhh ... senangnya hatiku!!"
Ucap Jullian kegirangan dan menciumi foto sang idol kesukaannya beberapa kali, idol pujaannya yang baru saja berduet dengannya beberapa paat yang lalu.
Ellios yang melihat tingkah Jullian yang begitu berlebihan hanya menggelengkan kepalanya dan menepuk jidatnya. Dia menghembuskan nafas kasarnya ke udara saat melihat tingkah konyol sahabatnya.
Namun tiba-tiba saja ada dua pria dewasa dengan setelan jas yang begitu rapi super mewah dan mengenakan kacamata hitam yang sudah bertengger dengan manis di atas tulang hidung mereka mulai datang dari arah seberang dan menghampiri mereka berdua.
"Tuan Ellios Yozhikawa. Bos kami sedang ingin bertemu dengan tuan. Dia sedang menunggu tuan di ruang gantinya." ucap salah satu dari pria dewasa yang cukup sangar namun tampan itu.
"Siapa bos kalian?" tanya Ellios begitu kebingungan dan waspada.
Dan sebenarnya Ellios juga merasa sedikit takut saat melihat paras kedua pria dewasa yang sangat sangar itu. Bahkan Jullian juga seketika merubah ekspresi wajah riangnya dalam sekejap, dan mulai menatap serius kedua pria dewasa itu.
"Bos kami adalah nona Maeda Oichi. Dia sudah menunggu tuan di ruang gantinya. Mari segera ikut bersama dengan kami untuk segera menenuinya. Karena bos kami tidak suka menunggu terlalu lama." ucap salah satu dari pria dewasa itu dengan sangat ramah.
Namun seramah apapun, pria dewasa itu juga masih terlihat cukup seram dan menakutkan. Karena parasnya memang sudah seperti itu.
Mendengar nama Maeda Oichi disebut oleh pria dewasa ini, kini sukses membuat Jullian menganga lebar kembali. Dia merasa terkejut bukan main karena dewi Oichi-nya yang sangat dipuja dan digilainya selama ini, kini sedang ingin bertemu dengan sahabatnya. Tentu saja ada sebuah rasa bangga tersendiri untuknya.
Sedikit cerita tentang Ellios dan Jullian. Kedua pemuda itu sebenarnya adalah pemuda biasa yang sedang melakukan study di Universitas Tokyo / Todai dan mengambil jurusan IT semester ke-5.
Hari ini Jullian yang beruntung mendapatkan give away berupa 2 tiket untuk menonton live concert Oichi di Saitama Super Hall Arena, memutuskan untuk mengajak Ellios untuk menemaninya menyaksikan live concert itu. Karena selama ini Ellios-lah satu-satunya sahabat yang dimiliki oleh Jullian.