
Hari ini begitu cerah, langit juga terlihat cerah, dan sinar mentari menyinari dengan hangat. Setelah melakukan perjalanan dengan mobil mewahnya, Oichi segera turun terlebih dulu. Sementara Hakken masih memarkir mobil, dan Yue masih akan menemui salah satu kru.
Pagi ini mereka mendatangi sebuah tempat yang akan dijadikan untuk lokasi syuting acara yang akan diselenggarakan oleh Diamond Entertaiment bersama dengan Dream Group yang sudah memiliki nama yang sangat melejit di seluruh dunia.
Kedua perusahaan besar ini kini akan mengadakan sebuah acara variety show dan beberapa tantangan yang akan melibatkan beberapa idol besar dari Diamond Entertaiment.
Dan hari ini mereka akan melakukan survey bersama terlebih dulu di tempat ini. Namun kali kini juga akan ada Ellios, Oichi, Ken, maupun beberapa idol besar lainnya mulai menuju ke tempat itu.
Tempat ini terlihat lebih menyerupai seperti sebuah tempat tak terawat para berandalan dan sebuah penjara kotor atau tempat penyekapan saja. Hawanya juga terasa panas dan pengap.
Namun kali ini tuan Raymond berhalangan hadir untuk membersamai mereka disaat akan melakukan survey bersama, karena saat ini dia sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan di luar kota. Jadi asistennya yang akan menggantikan dia saat ini.
Beberapa pria dewasa berperawakan tinggi besar serta mengenakan pakaian serba hitam terlihat memimpin mereka berjalan di depan di lokasi yang akan dijadikan untuk tempat syuting itu.
"Syuting acara spesial itu akan dilakukan di tempat ini. Kalian semua akan berpura-pura sedang menjalankan sebuah uji nyali dan dikurung di dalam kamar masing-masing. Sebisa mungkin tetaplah bertahan di dalam kamar itu. Namun jika sudah tak sanggup, kalian bisa memberikan informasi kepada kami, yaitu dengan cara melambaikan tangan ke arah kamera." ucap salah satu pria dewasa itu mulai menjelaskan.
Oichi dan para idol itu sebenarnya merasa cukup aneh akan semua hal ini, dan menganggap ini sedikit tidak wajar. Bahkan mereka masih mengawasi sekitar bangunan usang ini sambil berjalan mengekori pria-pria dewasa yang sedang memandu mereka itu.
Bahkan mereka semua diharuskan meninggalkan ponsel masing-masing sebelum memasuki tempat ini. Dan kali ini setiap idol mulai dikawal oleh seorang pria dan diantarkan pada sebuah ruangan kamar masing-masing.
Kini Oichi mulai diantarkan oleh salah satu dari pria dewasa yang mengenakan T-shirt hitam yang begitu press body itu. Bahkan sekatan-sekatan pada tubuhnya itu terlihat begitu nyata. Bukan hanya Oichi saja, namun para idol lainnya juga sudah mulai diantarkan oleh pria pemandu lainnya.
CEKLEKK ...
KLLANGG ...
Sebuah ruangan kecil dengan pintu berbahan baja mulai dibuka oleh pria yang sedang memandu Oichi saat ini. Begitu panas, kecil dan sangat pengap. Lalu pria pemandu itu sedikit minggir dan memberikan jalan untuk Oichi.
"Silakan masuk, Nona Oichi." ucap pria pemandu itu mengulurkan tangan kanannya ke arah dalam ruangan pengap itu dengan telapak tangan yang terbuka.
Sebenarnya Oichi masih merasa cukup aneh dan curiga dengan semua ini. Dia tidak segera masuk dan masih mengawasi ruangan itu dari luar.
"Sebenarnya tempat apa ini? Mengapa tempatnya seperti ini? Apa kalian tidak salah membawa kami?" tanya Oichi masih sangat curiga.
"Karena konsepnya adalah uji nyali, jadi kami menyesuaikan dengan tema kali ini, Nona. Sebelumnya tuan Raymond juga sudah mengetahui semua ini kok."
Oichi tak menjawabnya. Dia melenggang beberapa langkah memasuki ruangan kecil, kotor dan sangat pengap itu. Oichi masih mengawasi sekelilingnya.
Ruangan ini sangat kecil dengan ukuran kira-kira 2 meter × 3 meter. Di dalam ruangan ini ada sebuah pembaringan dengan ukuran single di dalamnya. Ada juga sebuah meja dan kursi kayu tua. Ruangan ini juga dilengkapi dengan jendela yang begitu kecil dan berjeruji besi kuat.
Dan sebenarnya jika lebih diperhatikan, tempat ini benar-benar lebih menyerupai sebuah penjara saja.
"Hei, Paman. Apa kamu yakin jika kita akan melakukan syuting di tempat semacam ini? Ini sungguh sangat berlebihan!" ucap Oichi tak terima dan masih merasa sangat curiga.
BLAMM ...
CEKLEKK ...
Dia segera menguncinya kembali dan meninggalkan Oichi di tempat itu sendirian dengan keadaan terkunci dan gelap.
"Ehh?? Hei, Paman jelek!! Apa yang kamu lakukan padaku?!! Cepat keluarka aku dari sini!!" Oichi berusaha menggedor dan membuka pintu itu. "Paman, jangan pergi!! Keluarkan aku dari sini!!"
Namun setelah beberapa menit berteriak memanggil mereka, tak ada satupun dari mereka yang mendatangi Oichi. Hingga membuat Oichi merasa kelelahan sendiri dan terduduk di atas lantai kotor itu.
"Cihh!! Berani sekali dia melakukan semua ini padaku!! Sial! Aku sudah menduga jika semua ini sangat mencurigakan sejak awal. Rupanya memang ada yang tidak beres." gumam Oichi lagi.
"Andai saja salah satu dari mereka ada yang datang lagi, maka aku bisa menggunakan kekuatanku untuk menakhlukkan mereka dan membuat mereka melepaskanku. Huftt ..." ucapnya murung dan menatap lurus ke depan.
"Sebenarnya tempat macam apa ini? Dan siapa sebenarnya mereka? Dan mengapa mereka melakukan semua ini?!" gumam Oichi berpikir keras.
"Mengapa mereka ingin mengurung para Idol dari Diamond Entertaiment? Apa tujuan utama mereka? Apakah mereka melakukan sabotase untuk Dream Group? Ataukah memang ada sesuatu dibalik semua kerjasama ini?" gumam Oichi pelan dan mencoba untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya itu.
"Cornor, apakah kamu sama sekali tidak bisa membantuku saat ini? Apa yang harus aku lakukan?" ucap Oichi putus asa.
[ Tidak bisa, Nona. Kekuatan yang nona miliki hanyalah untuk menakhlukkan mereka. ]
Jawab Cornor yang sukses membuat Oichi mendengus kesal.
Namun tiba-tiba pandangan Oichi fokus menatap ventilasi kecil di seberang. Dia berusaha untuk berdiri kembali dan memeriksanya, memastikan sesuatu jika ventilasi itu bisa digunakan untuk pintu keluar atau tidak.
Sebenarnya ukuran ventilasi itu begitu kecil. Namun Oichi memutuskan untuk menggunakannya. Namun disaat Oichi hendak memanjat, tiba-tiba saja pintu terbuka.
CEKLEKK ...
BRAKK ...
"Nona Oichi. Aku mendengar nona sedang berteriak karena kehausan. Aku datang untuk membawakan minum. Setelah ini akan dilanjutkan kembali proses syutingnya." seorang pria membawakan sebotol minuman untuk Oichi.
Oichi mendatangi pria itu dan menatapnya penuh intimidasi.
"Apa kamu yakin ini adalah ruangan syutingnya?" sindir Oichi.
"Benar sekali, Nona Oichi. Ini adalah ruangan nona. Jika sudah merasa tidak nyaman, maka nona bisa memberitahukan kepada kru dengan memberikan kode dan melambaikan tangan ke arah kamera." ucap pria pemandu Oichi itu kembali.
Namun Oichi bukanlah orang yang bodoh, kali ini Oichi tidak akan diam saja. Dia merasa situasi yang terjadi saat ini adalah cukup aneh, ditambah lagi pria pemandu yang pertama memandunya itu terkesan begitu tak sabaran untuk meminta Oichi segera memasuki ruangan itu. Setelah itu mengurungnya, dan kini dia tak akan melewatkan sebuah kesempatan ini.
Hingga pada akhirnya Oichi mulai mengaktifkan salah satu kemampuan sistemnya untuk menguasai kendali dari pria pemandu yang kali ini datang kembali padanya.