Become An Idol By System

Become An Idol By System
Misi Menyanyi Di Kedai Sederhana



Di dalam sebuah kamar di penthouse dari apartemen Azabu, terlihat seorang gadis termenung sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Dia menatap langit-langit dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Dan sesekali dia juga menghembuskan nafas kasarnya ke udara.


"Sebenarnya siapa preman-preman itu? Pihak kepolisian juga tidak berhasil membuat mereka membuka mulut. Bahkan mereka lebih memilih untuk menjalani masa introgasi dan hukuman. Dasar orang-orang yang bodoh!"


Gadis cantik yang tak lain adalah Oichi mendengus kesal dan sesekali memejamkan sepasang matanya dan merentangkan kedua tangannya.


DING ...


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Nona. Misi kali ini adalah menerima tawaran untuk melakukan sebuah performance di sebuah kedai makan kecil di prefektur Yokohama. ]


Tiba-tiba saja suara Cornor mulai terdengar dan membuat Oichi membuka lebar sepasang matanya kembali. Dia membelalak karena sangat terkejut akan misi kali ini yang menurutnya cukup konyol.


"Apa maksudmu, Cornor? Aku ini adalah seorang idol besar dan seorang dewi Oichi! Mana mungkin aku akan melakukan sebuah performance di sebuah kedai kecil? Ini sungguh sangat konyol! Dan apa yang akan dikatakan oleh management-ku? Lalu apa yang akan dikatakan orang-orang? Huuhh!! Cornor!! Kamu sungguhmembuatku pusing!!"


Celutuk Oichi yang tiba-tiba merasa kesal dan pusing dengan misi kali ini.


"Tidak bisakah kamu memberikan misi lain padaku, Cornor?" imbuhnya berharap Cornor akan menggantinya dengan misi lainnya.


[ Tidak bisa, Nona. ]


Balas Cornor singkat dan datar.


"Huuhhh!! Kepalaku tiba-tiba saja menjadi sangat pusing!!" Oichi merasa pusing kali ini dan memijit keningnya.


"Memang siapa sih yang begitu berani dan percaya diri memberikan penawaran dan mengundangku di kedai biasanya?!!" sungutnya kesal.


TRING ...


Ditengah kepusingannya yang bahkan belum mereda, tiba-tiba saja sebuah notifikasi yang terdengar dari ponsel mewah berlogo strawberry miliknya, menandakan ada sebuah pesan masuk.


Dengan malas Oichi meraih ponsel mewah berlogo strawberry itu dan memeriksa pesan itu.


"Ellios?" gumamnya setelah melihat nama Ellios di layar ponselnya.


Tak berpikir panjang lagi, Oichi segera membuka pesan yang dikirimkan oleh Ellios untuknya.


Malam, Oichi. Maaf jika tiba-tiba aku menghubungi dan memgganggu waktumu. Apakah kamu sedang sibuk? Ellios.


Kening Oichi berkerut setelah membaca pesan itu. Namun tanpa pikir panjang, Oichi segera menghubungi Ellios. Tak menunggu lama, panggilan itu sudah diangkat oleh Ellios.


"Hallo ..." terdengar sapaan ramah Ellios dari seberang line.


"Hallo, Ellios. Apakah ada sesuatu yang sedang ingin kamu sampaikan padaku?" ucap Oichi menerka-nerka.


Karena dari pesan, seolah-olah Ellios memang sedang ingin menyampaikan sesuatu kepada dirinya.


"Ehh? I-iya ... sebenarnya memang ada sih. Tapi aku akan mengatakannya jika kamu sedang tidak sibuk saja. Hehe ..."


"Katakan saja, Ell! Aku sedang tidak sibuk kok. Ada apa? Apakah kamu sedang membutuhkan seorang dokter spesialis? Jika kamu mau, aku akan merekomendasikan seorang dokter padamu untuk memeriksa kanker darahmu. Biar bagaimanapun kamu juga tetap harus berobat bukan?" ucap Oichi berpikir ke arah sana.


"Ti-tidak kok. Bukan soal itu, Oichi." ucap Ellios dengan cepat.


"Hhm? Lalu?" tanya Oichi kebingungan.


"Uhm ... begini, Oichi ... sebenarnya ..."


"Katakan saja, Ell. Tidak perlu sungkan. Bukankah kita adalah teman? Katakan saja padaku ..."


Dan tentu saja ucapan Ellios membuat Oichi" terdiam beberapa saat. Oichi sangat tidak menyangka, jika orang yang akan mengundang dirinya menyanyi ternyata adalah Ellios, teman spesialnya sendiri.


Dan keterkejutan Oichi membuat gadis yang memiliki paras cantik itu terdiam selama beberapa saat.


"Ughh ... maaf, Oichi. Lupakan saja semua itu. Anggap saja aku tidak pernah mengatakannya kepadamu. Aku tau kamu adalah idol besar dan tentunya memiliki jadwal yang sangat padat. Kamu tentunya juga tidak akan sembarangan melakukan performance. Dan pastinya management-mu lah yang akan menentukan semua itu. Maaf ..." ucap Ellios lagi sebelum Oichi menjawabnya.


Dan sepertinya Ellios merasa sangat menyesal karena sudah mengatakan hal ini. Sebenarnya Ellios dipaksa oleh Date untuk mengundang Oichi menyanyi di kedai ayam krispi milik ibu Ellios. Date memaksa Ellios untuk melakukannya karena Date mengira jika Ellios dan Oichi memiliki hubungan yang cukup dekat.


"Aku akan datang! Aku akan menyanyi di kedai ayam krispi milik ibumu, Ellios!" ucap Oichi dengan cepat.


"Ha? Apa? Apa aku tidak salah dengar, Oichi? Kamu akan menyanyi di kedai ayam krispi ibuku? Bahkan tanpa meminta ijin management-mu terlebih dulu?" ucap Ellios seakan masih tak mempercayai semua ini.


"Hhm. Tenang saja! Mereka pasti akan memberikan ijin untukku kok." ucap Oichi asal.


Huft. Akunharus membujuk kal Yue untuk mengurus semua ini. Karena mau tak mau aku memang harus menerima permintaan dari Ellios. Jika aku tidak menerimanya, maka misiku akan gagal kembali. Dan aku akan mendapatkan pinalti lagi.


Batin Oichi menghela nafas.


"Akhir pekan aku memiliki waktu kosong selama 2 jam saat sore sebelum aku konser ke Osaka saat malamnya. Aku akan datang ke kedai saat itu." ucap Oichi kemudian.


"Ba-baiklah. Terima kasih banyak, Oichi. Kami akan mempersiapkan semuanya untuk penampilanmu saat itu." ucap Ellios dengan nada penuh kebahagiaan.


"Hhm. Okay, Ellios. Thanks ya ..."


"Ehh? Tidak perlu berterima kasih. Justru seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu. Karena kamu sudi untuk datang. Uhm ... kalau boleh tau berapa untuk bayarannya? Aku akan mentrasfernya untukmu. Tapi ... mungkin aku tidak akan bisa membayarnya sekaligus. Dan mungkin aku akan beberapa kali mencicilnya ..."


"Apa? Apa yang sedang kamu bicarakan, Ellios? Kamu tidak perlu membayarnya!" pangkas Oichi menyela.


"Ehh? Tapi ... bagaimana bisa seperti itu?"


"Uhmm ... anggap saja sebagai permintaan maaf dariku untuk apa yang telah aku lakukan padamu dan ibumu. Jadi ... kamu tak perlu memikirkan bayarannya."


"Tapi, Oichi ..."


"Jika kamu terus memaksa dan mendesakku seperti ini untuk membayarku, maka aku tak akan mau untuk menyanyi di kedai ibumu!" ancam Oichi yang sebenarnya hanya sedang bercanda saja .


Karena tidak mungkin Oichi akan benar-benar menolak permintaan dari Ellios, atau misinya akan kembali gagal dan dia akan menerima pinalti lagi.


"Ohhh ... baiklah-baiklah! Aku tidak akan memaksamu lagi deh!" ucap Ellios dengan cepat karema khawatir Oichi akan berubah pikiran.


Namun tiba-tiba saja Oichi malah tertawa renyah setelah mendengarkan ucapan Ellios.


"Ellios. Apapuj yang terjadi aku akan tetap datang! Jika tidak misiku akan gagal kembali deh ..."


"Misi? Apakah pemandu sistemmu memberikan sebuah misi yang berhubungan dengan ini?"


"Hhm. Cornor tiba-tiba saja memberikan misi ini padaku. Jika sejak awal aku tau jika orang yang mengundangku adalah kamu, maka aku tidak akan pusing memikirkannya, Ell." lagi-lagi Oichi tertawa kecil.


"Haha ... iya ... Oichi, sudah dulu ya. Ibu sedang memanggilku."


"Ohh okay!!"


Panggilan itu berakhir, dan Oichi merasa cukup lega karena orang yang berhubungan dengan misinya kali ini adalah Ellios. Dengan suasana hati yang sudah membaik, kini dia meraih guling dan memejamkan sepasang matanya.


...🍁🍁🍁...