
Ellios masih terpaku cukup lama sambil menahan tubuh Oichi dengan memegang kedua lengan gadis cantik bak bidadari itu. Sedangkan pandangan mereka masih saling bertemu selama beberapa saat.
Namun setelah beberapa saat akhirnya Ellios segera mendorong tubuh ramping Oichi dan segera memalingkan pandangannya kembali ke arah lain untuk menutupi rasa canggungnya.
Wajah Ellios seketika merona dan begitu merah, bahkan sudah seperti seperti tomat saja. Karena sebelumnya Ellios juga sempat melihat belahan indah yang begitu menggoda, yang saat ini masih berada tepat di hadapannya.
"No-nona Oichi, jika sudah tidak ada yang ingin dibicarakan lagi denganku, maka aku akan segera pamit. Karena temanku sudah menungguku di bawah." ucap Ellios dengan sangat sopan, seperti biasanya.
DING ...
[ Misi akan segera dimulai, Nona. Misi kali ini adalah mengundang Ellios saat pesta ulang tahun nona. Dan nona harus berhasil mendapatkannya. ]
Sebuah suara notifikasi sistem yang diikuti oleh suara Cornor tiba-tiba mulaj terdengar oleh Oichi.
Mengundang dia dan mendapatkannya? Hhm ... seharusnya itu bukanlah hal yang sulit, Cornor. Aku akan segera mendapatkan pemuda unik ini dengan cepat. Sepolos apapun dia, dia pasti akan mengagumiku dan akan segera tergila-gila padaku.
Batin Oichi tersenyum miring menatap sisi samping wajah Ellios. Dia merasa sangat percaya diri untuk bisa menakhlukkan dan mendapatkan Ellios. Karena selama ini tak ada satupun orang yang tidak bisa dia takhlukkan.
"Ellios, datanglah ke pesta ulang tahunku lusa! Pengawalku akan menjemputmu lusa." ucap Oichi penuh harap Ellios akan memenuhi undangannya kali ini.
"A-ku akan mengusahakannya, Nona Oichi." sahut Ellios terbata dan masih saja menatap ke arah dinding dan tidak menatap Oichi sama sekali.
"Kamu harus datang, Ellios! Hal seperti ini sangat langka terjadi lo. Karena aku tidak sembarangan mengundang orang." ucap Oichi setengah berbisik dan masih tersenyum smirk menatap sisi samping wajah Ellios yang semakin merona.
"Uhm ... ba-baiklah. Aku akan datang ..." ucap Ellios akhirnya.
"Good choice, Handsome!" Oichi menyauti dengan senyum penuh kemenangan.
"Tapi ... bo-bolehkah aku mengajak Jullian untuk pergi, Nona Oichi?" imbuhnya yang tiba-tiba mengingat sahabatnya yang begitu mengidolakan Oichi.
"Jul-lian? Siapa dia" tanya Oichi mengerutkan sepasang alis indahnya, karena rupanya dia sudah sudah melupakan Jullian begitu saja.
"Jullian adalah temanku yang menggantikan aku untuk menerima hadiah dan naik ke atas panggung." ucap Ellios menjelaskan.
"Oh, temanmu yang itu ya. Baiklah. Kamu boleh mengajaknya kok." sahut Oichi sangat terpaksa.
Karena sebenarnya dia merasa keberatan. Karena dia hanya mengharapkan Ellios saja yang datang untuk menghadiri pesta ulang tahunnya yang ke 19 tahun lusa demi misinya kali ini.
Namun Oichi tak memiliki pilihan lain selain memenuhi permintaan dari Ellios, karena sepertinya Ellios hanya akan mau datang jika bersama dengan Jullian-sahabatnya. Sementara demi misinya, Oichi sangat mengharapkan kehadirannya. Begitulah pemikiran dari Oichi saat ini.
"Ba-baiklah. Kalau begitu aku permisi, Nona ..." ucap Ellios berniat untuk berpamitan, namun ucapan Oichi yang penuh dengan penekanan sukses menahannya seketika.
"Ya? Ada apa lagi, Nona?" tanya Ellios masih saja tak menatap Oichi sama sekali
"Ellios, mengapa kamu tidak mau melihatku sama sekali? Apakah wajahku terlalu buruk untuk dilihat? Sehingga kamu tidak menyukai saat memandangku?" tanya Oichi dengan kening berkerut menatap pemuda yang saat ini malah menunduk dan menatap sepatu sport putihnya sendiri.
"Ti-tidak, Nona Oichi. Nona Oichi sangat cantik seperti bidadari tanpa sayap. Mana mungkin nona Oichi jelek? Tidak akan ada yang berpikiran seperti di dunia ini, Nona."
Sahut Ellios dengan asal, dan sebenarnya ucapan yang bari saja Ellios katakan saat ini adalah ucapan dari Jullian yang selalu mengatakan jika dewi Oichi begitu cantik bak bidadari tak bersayap. Ellios sering sekali mendengar untaian kata itu dari Jullian, hingga membuat Ellios hafal di luar kepala.
Oichi yang mendengarnya ucapan Ellios, seketika tertawa kecil dan membungkam mulutnya dengan jemari lentiknya yang indah. Dia semakin merasa percaya diri untuk bisa menyelesaikan misi kali ini.
"Terima kasih. Sudah cukup banyak orang yang mengatakan hal seperti yang kau katakan barusan." ucap Oichi tersenyum manis dan penuh percaya diri.
"Karena nona Oichi memang sangat cantik seperti bidadari. Uhm ... baiklah. Kalau begitu aku permisi, Nona Oichi. Kasihan Jullian sudah menungguku terlalu lama." ucap Ellios dengan ramah dan mulai sedikit membungkukkan badan jangkungnya lalu mulai berbalik dan meninggalkan ruangan ganti ini.
Sedangkan Oichi masih saja menatap kepergian Ellios dengan kedua tangannya yang saling disilangkanya di bawah dadanya. Senyuman misterius dan penuh dengan rasa ingin tau masih menghiasi wajah cantik dengan polesan make up natural itu.
Keningnya mulai berkerut, membuat sepasang alis indahnya berkerut saling berdekatan.
"Ellios, apakah sedikitpun kamu tidak tertarik padaku? Cih ... rasanya ini sungguh aneh sekali! Dan ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan seorang pemuda yang sama sekali tidak menginginkan aku seperti ini. Setidaknya ... bukankah seharusnya kamu melihatku dan mengagumiku? Tapi dia malah selalu menghindariku dan tidak mau menatapku sama sekali. Pemuda bernama Ellios itu sungguh sangat berbeda dari pemuda lainnya. Sebenarnya ada apa? Aku rasa ada yang tidak beres."
Gumam Oichi masih merasa sakit hati dan kesal sendiri karena mendapatkan perlakuan dari Ellios yang sangat berbeda dengan orang-orang yang pernah dia temui sebelumnya.
"Tapi lhat saja! Aku akan membuktikan jika tak ada pria yang bisa menolak pesona dari diriku!! Semua pemuda akan memujaku! Karena aku memiliki sebuah sistem untuk menakhlukkan semua orang dan dunia!! Aku adalah idol paling bersinar dan akan menggenggam seluruh dunia!" gumam Oichi tersenyum miring masih menatap lekat sebuah pintu yang baru saja dilalui oleh Ellios.
...🍁🍁🍁...
Bonus visual dan sedikit tetntang Ellios.
Ellios adalah pemuda yang begitu pendiam dan introvert tingkat dewa. Ellios adalah pemuda yang tidak terlalu menonjol di kampusnya. Karena dia memang pemuda biasa, kolot, kuper dan seorang putra dari seorang wanita tua yang hanya berjualan ayam krispi saja.
Satu-satunya kelebihan dia adalah otak yang genius. Hobinya cukup unik dan fantastis. Dia sering menghabiskan waktu luangnya dengan bermain-main di dunia digital dan membuat rancangan program yang bisa berguna untuk semua orang.
Bisa dikatakan satu server dengan Alecio, namun Ellios berada di tingkat yang lebih tinggi dari Alecio. Namun sikapnya sangat berbeda jauh dengan Alecio yang dingin. Ellios memang cuek terhadap lingkungannya, namun sebenarnya dia sangat ramah dan baik hati.
Satu-satunya teman yang dia miliki saat itu adalah hanya Jullian seorang. Namun akhir-akhir ini dia mendapatkan beberapa teman yang cukup menonjol di kampusnya. Bahkan akhir-akhir ini Ellios juga mulai dikenal di kampusnya. Cukup mencurigakan, namun semua jawabannya bisa kita dapatkan di To Be An Immortal Human By System.