
Oichi menatap lekat para pria penjaga sangar yang ada di hadapannya itu secara bergantian. Sebuah senyuman ayu namun begitu penuh misteri mulai tersembul menghiasi wajah Oichi yang begitu sempurna.
"Kalian berdua, dengarkan aku baik-baik! Patuhi semua perintahku dan segera serahkan diri kalian ke kantor polisi terdekat!" titah Oichi menatap lekat-lekat kedua pria penjaga sangar itu secara bergantian.
Seketika pandangan kedua pria penjaga itu mulai berubah datar. Pandangannya seakan menjadi kosong. Dan tanpa banyak berkata-kata dan menjawab, kedua pria penjaga sangar itu mulai melenggang dengan patuh dan meninggalkan tempat ini untuk menjalankan perintah yang sudah diberikan oleh Oichi untuknya.
Tentu saja Ken yang menyaksikan semua ini merasa bingung bukan main. Dia sungguh tidak mengerti mengapa kedua pria penjaga yang memiliki paras menyeramkan itu tiba-tiba saja begitu patuh terhadap perintah Oichi
Mengapa kedua pria sangar itu bisa dengan mudahnya mematuhi ucapan dan perintah dari Oichi? Ini cukup aneh sekali.
Batin Ken saat masih menatap kepergian kedua pria penjaga itu yang melenggang dengan kaku dan datar, dan malah terlihat menyerupai zombi saja.
Namun belum sempat Ken mempertanyakan semua itu kepada Oichi, kini tiba-tiba saja terdengar derap langkah seseorang yang begitu tergesa-gesa, dan tentunya hal itu membuat Ken dan Oichi kembali waspada saat menatap ke arah koridor gelap di depan dimana suara itu berasal.
Kini Ken sudah bersiap kembali dengan memungut sebuah tongkat besi yang kebetulan tergeletak di atas lantai yang tak jauh darinya. Kini derap langkah itu terdengar semakin mendekat dan semakin, hingga membuat Ken menggenggam tongkat besi itu semakin kuat.
Dia sudah bersiap untuk mengayunkan tongkat besi itu disaat pria penjaga yang lainnya menghadangnya kembali.
Setelah beberapa saat, sebuah siluet hitam dari seorang pria mulai terlihat di depan mereka berdua, tak terlihat dengan begitu jelas wajah dan tubuhnya karena pencahayaan yang sangat minim.
"Hei!! Cepat berhenti dan jangan mendekat!! Atau kamu akan merasakan dasyatnya pukulan dari tongkat besi ini!!" hardik Ken mengancam orang tersebut.
Dan hal itu sukses membuat siluet hitam itu menghentikan langkah kakinya di tengah lorong yang gelap dan sedikit sempit ini.
Namun diluar duggaan, tiba-tiba saja siluet itu mulai melangkah kembali dan membuat Ken menjadi lebih waspada, namun dia juga reflek sedikit melangkah mundur beberapa langkah.
"Aku sudah memperingatkan kamu, tapi kamu malah mengabaikanku begitu saja! Maka rasakan semua ini!! Hiiiaatthh ..." ucap Ken sembari mengayunkan pemukul besinya ke udara dan bersiap untuk menghantamkannya ke arah siluet hitam yang sudah semakin berjalan mendekatinya itu
GREPP ...
Namun dengan begitu cepat siluet hitam yang sudah berdiri tepat di hadapan Ken kini menangkap tongkat besi itu dengan begitu mudah. Namun tak berhenti sampai disini saja, Ken masih berusaha untuk menyerang kembali dan menarik tongkat besi itu kembali.
Namun Ken sama sekali tak bisa melakukannya dengan mudah, siluet hitam itu rupanya cukup kuat dan sangat sempurna menahannya. Dan tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang pemuda yang begitu familiar untuknya.
"Hei, Ken! Ini aku!" ucap siluet hitam itu tiba-tiba dan sukses membuat Ken menghentikan perlawanan.
Lalu Ken mulai menatap seseorang itu dengan lebih detail dan teliti. Dan rupanya dia adalah Ellios. Ken menghembuskan nafas penuh dengan kelegaan di udara setelah menyadari hal itu.
"Ellios? Huft ... ternyata kamu ya. Aku kira kamu adalah salah satu komplotan dari mereka. Huft ... syukurlah jika kamu sudah datang. Sekarang kita harus segera meninggalkan tempat ini!! Ayo!! Kata Oichi ada sebuah alat peledak di tempat ini. Ini bahaya sekali!!" ucap Ken mulai meraih tangan Ellios dan menggiringnya untuk segera menuju ke pintu keluar.
Huft! Rupanya hubungan mereka berdua sangat dekat ya. Pantas saja Ken terlihat begitu mengkhawatirkan Ellios ...
Batin Oichi menatap punggung kedua pemuda yang berlari di hadapannya.
"Kamu tenang saja, Ken! Alat peledak itu sudah tidak akan berfungsi lagi kok. Aku sudah menjinakkannya dengan memotong aliran listrik dari pemicu ke detonator. Dengan begitu mereka tak akan bisa meledakkannya. Hehe ..."
Sahut Ellios disela-sela langkah yang mulai mengantarkan mereka hingga akhirnya mereka bisa melihat cahaya rembulan di langit yang gelap dan dingin malam ini.
"Eh? Benarkah itu, Ellios? Wah kau sungguh genius yang hebat sekali!!" puji Ken sesekali melirik Ellios dengan ekspresi takjub.
"Ahaha ... tidak seperti itu kok, Ken. Aku hanya memutuskan salah satu kabelnya saja kok. Sehingga membuat alat peledak itu menjadi tidak berfungsi lagi. Hehe ..." sahut Ellios dengan tawa kecil sambil mengusap tengkuknya.
"Tidak-tidak! Kamu memang sangat genius luar biasa, Ellios! Kau adalah mahasiswa yang terbaik dan terhebat urusan otak!! Kamu adalah mahasiswa kesayangan para profesor dan lektor di kamlis kita! Kamu memang keren!" puji Ken dengan tulis dan tersenyum lebar melirik Ellios.
Ellios hanya tersenyum malu saat Ken terus saja memujinya secara berlebihan.
Mereka bertiga segera pergi menyusul para idol lainnya untuk ke kantor polisi dan memberikan kesaksian atas kasus ini. Tak lupa mereka juga segera menghubungi para manager masing-masing dan juga mereka menghubungi tuan Raymond yang masih berada di luar kota.
Hingga akhirnya tuan Raymond yang sedang berada di luar kota, akhirnya segera memutuskan untuk segera kembali ke Tokyo setelah mendengarkan kabar ini. Karena tentu saja dia sangat mengkhawatirkan para idolnya. Dan tentu saja dia ingin segera menyelesaikan masalah yang cukup besar yang melibatkan agensinya saat ini.
...🍁🍁🍁...
Suatu ketika, Ellios meminta Oichi untuk menemuinya. Dan hal ini bersangkutan dengan permintaan Ellios yang sebelumnya.
Mereka membuat janji bertemu di Yummy restaurant dan mengambil VVIP room agar bisa berbincang dengan lebih leluasa. Sementara beberapa pengawal Oichi hanya menunggunya di luar ruangan VVIP itu.
"Ellios, kamu mengatakan jika kamu menginginkan sesuatu dariku saat itu. Sekarang katakan padaku. Apa yang kamu inginkan?" tanya Oichi sambil menikmati strawberry youhurt yang manis dan sedikit asam itu.
"Benar sekali, Oichi. Dan aku mengajakmu bertemu saat ini adalah karena hal itu." sahut Ellios dengan hati-hati.
Namun belum sempat terjadi perbincangan diantara mereka kembali, tiba-tiba terdengar sebuah notifikasi sistem yang diikuti oleh suara Zero sang pemandu sistem milik Oichi.
DING ...
[ Misi akan segera dimulai, Nona Oichi. Misi kali ini adalah mengabulkan harapan teman terdekat nona saat ini. Semoga beruntung. ]