
Ellios mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Dia beralih menatap ke arah lain, seakan sedang menerawang jauh, mengingat kehidupannya kembali. Sebuah kehidupan yang cukup jauh dari kata sempurna, bahkan sebenarnya cukup jauh dari kata biasa.
"Sebenarnya sistem yang aku miliki adalah sebuah sistem perpanjangan usia." ucap Ellios dengan jujur dan lirih.
"Perpanjangan usia? Memang apa yang terjadi denganmu, Ellios? Apa kamu memiliki sebuah penyakit, Ellios? Atau bagaimana?" tanya Oichi dengan ekspresi serius saking penasarannya menatap pemuda yang saat ini sedang duduk di hadapannya itu.
"Benar sekali, Oichi. Sebenarnya aku memiliki sebuah penyakit mematikan. Dan sebelum bertemu dengan sistem, sebenarnya sisa usiaku hanyalah tinggal dalam hitungan hari saja. Begitulah vonis dari seorang dokter yang saat itu memeriksa kesehatanku." ucap Ellios mulai teringat kembali dengan saat-saat itu yang membuatnya putus asa dan kehilangan harapan untuk hidup.
Ellios mulai menghela nafas kembali dan kembali mengeluarkannya perlahan. Masih dengan tatapan nanar, dia kembali melanjutkan ceritanya.
"Tiba-tiba saja di tengah-tengah keputusasaanku saat itu, sebuah sistem datang padaku. Dia memberikan penawaran padaku untuk menyelesaikan beberapa misi darinya dengan hadiah perpanjangan usia maupun hadiah lainnya lagi. Pada awalnya aku sama sekali tidak mempercayai semua itu. Namun rupanya semua yang terjadi itu adalah nyata. Dan kini kondisiku juga sudah mulai sedikit membaik, meskipun sebenarnya masih sangat jauh dari kata sehat."
Ucap Ellios bercerita dengan jujur dan mengukir senyuman tipis. Sebenarnya ini adalah pertama kalinya Ellios mengatakan hal semacam ini kepada orang lain tanpa menutup-nutupinya sedikitpun.
"Eh? Kalau boleh tau kamu sakit apa, Ellios?" tanya Oichi sangat ingin tau.
"Sebenarnya aku menderita kanker darah stadium akhir, Oichi." ucap Ellios dengan sangat lirih dan terdengar memilukan, namun akhirnya Ellios mulai mengukir senyum tipis kembali menatap lurus ke depan.
"Apa? Lalu apakah keluargamu tau jika kamu memiliki sebuah sistem, Ellios?" tanya Oichi cukup terkejut karena tak menyangka jika Ellios yang masih sangat muda ini memiliki sebuah penyakit mematikan.
Sungguh tak pernah terlintas dalam pikirannya selama ini. Oichi tak pernah menyangka, jika ternyata di dunia ini ada yang memiliki takdir hidup lebih berat dari dirinya.
"Selama ini tidak ada satupun orang terdekatku yang mengetahui jika aku sakit. Bahkan sejak aku duduk di bangku SMP tidak ada yang mengetahuinya. Namun kini ada Kakei dan kamu yang mengetahuinya. Aku harap kamu bisa menjaga rahasia ini dari ibu dan teman-temanku yang lain. Termasuk Jullian ... tolong jangan katakan pada Jullian, Oichi." pinta Ellios mulai beralih menatap Oichi penuh harap.
"Baiklah. Jangan khawatir. Aku akan menjaga rahasia ini. Namun mengapa kamu tidak jujur saja kepada orang tuamu atau teman-temanmu, Ellios? Mereka pasti juga tidak akan keberatan untuk merawatmu lebih baik lagi." tanya Oichi semakin penasaran dengan alasan Ellios menyembunyikan penyakitnya dari semua orang.
"Baiklah, Ellios. Jangan khawatir. Aku akan menjaga rahasia ini. Dan semoga saja sistem yang kamu miliki bisa bermanfaat untukmu, Ellios. Uhm ... aku juga minta maaf kepadamu, karena aku sudah berbuat jahat kepadamu dan ibumu. Aku ... aku melakukan semua itu karena sikapmu membuatku kembali teringat dengan masa laluku yang sudah aku kubur rapi dan rapat. Maafkan aku, Ellios ... karena aku sudah jahat padamu. Maaf ..." ucap Oichi dengan tulus dan terlihat sangat merasa bersalah dan menyesal.
"Hhm. Tidak masalah kok. Aku tidak pernah merasa marah dan kesal kepadamu, Oichi. Setiap tingkah dan perilaku dari seseorang, pasti memiliki sebuah alasan tertentu. Begitu juga denganmu, kamu pasti juga memiliki alasannya." jawab Ellios dengan ramah dan tak sedikitpun tersimpan dendam di dalamnya.
"Hhm. Terima kasih, Ellios ..."
"Kalau boleh tau, kamu terlihat sangat sempurna, bahkan seperti tak memiliki tanpa cela dan kekurangan. Mengapa kamu terpilih oleh sistem, Oichi?" tanya Ellios yang kali ini cukup penasaran dengan kehidupan yang dialami oleh Oichi yang selalu terlihat sempurna itu.
Oichi mulai mengalihkan pandangannya, beralih menatap kaca bening jendela yang berada di kamar apartemennya dan mulai menghela nafas selama beberapa saat. Hingga akhirnya Oichi mulai menceritakan tentang dirinya tanpa ragu kepada Ellios. Dan ini adalah pertama kalinya dia menceritakan rahasia besar hidupnya kepada orang lain.
"Kedua orangtuaku bercerai saat aku duduk di bangku sekolah dasar. Mereka menikah kembali dengan pasangan masing-masing. Dan saat itu aku lebih memilih untuk tinggal bersama dengan ayah dan keluarga barunya. Dan tak lama setelah itu, ibu kandungku meninggal karena sakit keras." ucap Oichi mulai bercerita lirih.
"Namun setelah ayahku meninggal, mama tiriku tak pernah mengurusku sama sekali. Dia bahkan selalu memperlakukanku dengan kejam. Dia sangat tak berhati. Hingga akhirnya setelah seminggu ayah meninggal, dia malah menikah lagi dengan pria yang jauh lebih muda darinya. Wanita itu terkadang dengan kejamnya menyiksaku tanpa ampun. Bahkan suami barunya juga sangat kejam dan selalu menyiksa atau mengurungku di dalam gudang. Kehidupanku di sekolah juga sangat membuatku merasa seperti seorang sampah dan membuatku menyesal pernah terlahir di bumi ini."
Oichi masih bercerita dengan suara yang semakin bergetar dan memilukan. Bahkan ada genangan pada kedua manik-manik indahnya karena kembali mengingat masa-masa itu
"Mereka selalu membuliku, mengejekku dan memperolokku, karena aku anak yatim piatu yang jelek, bau dan tak terawat, Ellios. Mereka semua menjauhiku saat itu. Tidak ada satupun dari mereka yang mau berteman atau dekat denganku saat itu. Dimanapun aku berada, seakan aku tak memiliki tempat. Aku merasa sangat tak berdaya saat itu. Ingin rasanya aku mati saja saat itu ..." kini sepasang mata Oichi sudah mulai terlihat semakin berkaca-kaca.
"Hingga akhirnya, takdir mempertemukanku dengan sebuah sistem idola atau penakhluk. Sistem yang aku miliki saat ini. Disaat itulah perlahan hidupku mulai berubah. Dan mereka juga mulai mandangku. Aku ingin semua orang yang pernah berbuat jahat dan menindasku mulai memujaku dan menyesali semua perbuatannya itu! Aku ingin menampar mereka semua! Aku ingin mereka melihatku berada di puncak!!" ucap Oichi begitu lirih.
Mendengar pengakuan dan semua kisah dari masa lalu Oichi cukup membuat Ellios terkejut seakan masih tidak percaya, jika ternyata Oichi yang selalu terlihat sangat sempurna di mata semua orang dan tidak memiliki kekurangan, rupanya memiliki masa lalu kelam yang begitu menyakitkan.