Become An Idol By System

Become An Idol By System
Penyembuhan Ajaib



Tiba-tiba saja lampu gantung raksasa itu terjatuh dengan begitu cepat. Dan ada sebuah bagian lampu yang menimpa bagian belakang tubuh Ellios, bahkan melukai punggung Ellios hingga menancap dan berdarah.


Beberapa orang tiba-tiba saja mulai berteriak histeris, namun mereka segera mengangkat lampu gantung raksasa itu kembali bersama-sama untuk menolong korban yang terkena lampu gantung raksasa itu.


"Oichi. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ellios yang masih berada tepat di atas tubuh Oichi, namun pemuda ini melupakan posisinya saat ini dan tidak segera bangun kembali.


Selama beberapa saat Oichi hanya terdiam lalu mulai mengangguk samar karena masih merasa terkejut luar biasa. Namun rasa syoknya kini bertambah saat melihat tangannya yang baru saja menyentuh punggung Ellios yang sudah berdarah.


"Ellios, punggungmu terluka. Punggungmu berdarah, Ellios." ucap Oichi mulai merasa cemas karena melihat darah pada pakaian Ellios dan jemarinya.


"Tenang saja, Oichi. Jangan khawatirkan aku. Ini akan baik-baik saja kok." ucap Ellios dengan santai.


"Lovely, segera aktifkan kemampuan menyembuhkan lukaku sekarang juga!" imbuh Ellios memerintahkan sang pemandu sistemnya setengah berbisik karena menahan rasa perih dan sakit luka pada punggungnya.


Oichi menghembuskan nafas lega mendengar ucapan dari pemuda itu, "Huft ... syukurlah jika seperti itu! Aku lupa jika kamu memiliki kemampuan itu. Terima kasih, Ellios." ucap Oichi merasa lebih lega dan mulai bisa tersenyum kembali.


"Hmm. Iya ... sama-sama." sahut Ellios berusaha untuk segera bangun dan segera membantu Oichi untuk bangun.


Namun rupanya Ellios dan Oichi malah melihat sebuah kerumunan orang yang berada tak jauh dari mereka berdua. Dan sepertinya ada seseorang yang sedang terluka parah saat ini selain dirinya.


Oichi dan Ellios mendatangi dan melihat kerumunan itu. Dan ternyata yang sedang terluka saat ini adalah tuan Raymond. Pada bagian dada atasnya terluka cukup parah, dan pakaian super mewahnya saat ini sudah berlumuran dengan darah segar.


Wajah yamg biasanya selalu terlihat penuh kharismatik dan berwibawa, kini sudah terlihat pucat dan tidak berdaya.


Oichi seketika juga menjadi begitu panik saat menyaksikan semua ini. Namu tidak untuk Ellios, pemuda ini mengerutkan kening dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Namun setelah beberapa saat, tiba-tiba saja Ellios mulai mendekat dan duduk bersimpuh di dekat tubuh tuan Raymond yang saat ini berada di atas pangkuan seorang gadis. Dan mungkin ungkin dia adalah putrinya, karena masih begitu muda dan cantik.


Dan saat ini mereka sedang menunggu tim medis yang sedang berada di dalam perjalanan menuju ke tempat ini.


"Maaf, permisi. Bisakah aku mencoba untuk mengobati luka dari tuan Raymond?" tanya Ellios tiba-tiba meminta ijin kepada gadis cantik yang sudah beruraian dengan lelehan air mata itu.


"Apa maksudmu? Mengobati bagaimana? Papaku sedang terluka parah seperti ini saat ini bagaimana kamu akan mengobatinya tanpa membawanya ke rumah sakit? Hiks ..." gadis itu menyauti dan masih menangis terisak saking khawatirnya.


"Tolong percaya padaku dan beri aku kesempatan, Nona! Aku bisa mengobati luka itu, Nona. Bahkan aku bisa mengobatinya lebih cepat tanpa obat. Dan semua akan aman, Nona. Aku berani menjaminnya!" ucap Ellios berusaha untuk meyakinkan gadis itu.


Gadis itu masih saja terdiam menatap Ellios rumit.


"Kita tidak boleh membuang-buang waktu, Nona. Jika kita masih saja menunggu tim medis itu akan terlalu lama. Biarkan aku mencobanya, Nona." ucap Ellios kembali meyakinkan.


"Baiklah ... silakan ... tolong selamatkan papaku!" ucap gadis itu akhirnya.


Semua orang yang berada ditempat itu kini sedikit minggir dan memberikan ruang untuk Ellios. Ellios duduk bersimpuh di hadapan mereka berdua dan mulai melakukan sesuatu. Dia terlihat sedang memfokuskan energinya pada satu titik, yaitu tangan kanannya.


Lalu setelah beberapa detik, Ellios mulai menempelkan telapak tangannya pada bagian tubuh tuan Raymond yang sedang terluka. Ellios juga sedikit menekan pada bagian luka itu dengan konsentrasi penuh. Peluh sebiji jagung juga mulai terjatuh ke bawah.


"Semuanya sudah selesai. Tuan Raymond baik-baik saja dan luka itu sudah berhasil aku sembuhkan." ucap Ellios lega.


"Ehh?? Apa? Apa yang baru saja kamu katakan? Luka papa sudah berhasil disembuhkan?" tanya gadis itu kebingungan dan menatap Ellios dengan kening berkerut.


"Benar sekali, Nona." jawab Ellios seadanya.


Dan tentu saja semua ini membuat semua orang yang berada di tempat itu saling berbisik tidak mengerti. Mengapa Ellios bisa melakukan semua itu tanpa bantuan medis?


Tuan Raymond mulai tersadar kembali dan dia mencoba untuk duduk kembali dengan hati-hati. Bahkan dia sudah terlihat begitu sehat dan tidak kesakitan lagi seperti beberapa saat yang lalu. Hal ini semakin membuat semua orang menatapnya rumit.


"Pa-papa, apa papa sudah merasa lebih baik? Bagaimana dengan luka papa? Apa tidak sakit lagi?" tanya gadis itu menatap tuan Raymond cemas.


"Benar, Sayang. Tapi ini aneh sekali. Papa tidak merasakan rasa sakit lagi. Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" ucap tuan Raymond merasa sangat kebingungan dengan situasi saat ini. Padahal beberapa saat yang lalu dia merasakan sakit karena tubuhnya terluka, namun sekarang rasa sakit itu menghilang.


Karena masih tidak memahi semua ini, kini tuan Raymond mulai memeriksa luka pada tubuhnya, tepatnya pada dadanya. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat luka itu kini sudah menghilang tanpa bekas begitu saja.


Bahkan kulit tubuhnya masih terlihat begitu mulus tanpa meninggalkan sebuah bekas goresan benda tajam sedikitpun. Dan hanya ada sisa-sisa darah saja pada tubuh dan pakaiannya yang sobek karema terkena goresan sebelumnya.


"Eh?? Ini ... mengapa bisa tiba-tiba menjadi seperti ini? Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Ellios? Apa.yang sudah kamu lakukan padaku?" tanya tuan Raymond begitu kebingungan menatap Ellios.


"Sebenarnya aku hanya sedikit menggunakan keahlian dan teknik dalam untuk penyembuhannya saja, Tuan." jawab Ellios seadanya. "Uhm ... baiklah. Kalau begitu aku permisi, Tuan. Karena masih ada sesuatu yang harus aku lakukan saat ini." ucap Ellios mulai berpamitan.


Sebenarnya Ellios mulai merasa tubuhnya terasa sedikit tak bertenaga setelah menggunakan sebagian dari energinya dan kemampuan sistemnya untuk penyembuhan, bahkan dia juga terlihat pucat.


"Baiklah, pergilah. Terima kasih atas semua ini dan datanglah saat acara itu." ucap tuan Raymond semakin mengagumi Ellios dan semakin berharap agar Ellios mau bergabung dengan agensinya.


"Baiklah, Tuan. Aku akan mengusahakannya untuk datang. Dan semoga tuan Raymond segera pulih dan sehat kembali. Permisi, Tuan." ucap Ellios mulai bangkit dari duduknya dan mulai meninggalkan tempat ini.


"Oichi, aku pulang dulu." imbuhnya lagi saat berlalu melalui Oichi.


Namun bukannya menjawabnya, Oichi malah mengekori Ellios karena mengkhawatirkannya yang terlihat sudah semakin pucat setelah menggunakan kekuatan sistemnya. Bahkan 2 kqli Ellios menggunakan kemampuannya secara berturut-turut.


"Ellios, apa kamu baik-baik saja? Wajahmu sangat pucat saat ini." ucap Oichi masih mengekori Ellios dan terlihat begitu khawatir.


"Jangan khawatir. Aku baik-baik saja, Oichi. Aku hanya butuh untuk segera beristirahat saja kok. Kamu kembalilah, bukankah masih ada beberapa lagu yang masih harus kamu nyanyikan lagi, Oichi? Aku akan pulang dulu. Kamu semangatlah ..." ucap Ellios mulai berpamitan dan melenggang kembali meninggalkan Oichi.


"Tapi, Ellios kamu ..." sergah Oichi berusaha untuk mengejar Ellios kembali.


"Nona Oichi. Segera bersiaplah, Nona. Sebentar lagi adalah giliran nona Oichi untuk melakukan sebuah performance lagi di atas venue." tiba-tiba mulai terdengar suara seorang pria yang sukses menghentikan langkah Oichi.


Hingga akhirnya mau tak mau Oichi harus tetap berada di tempat ini karena sebuah tanggung jawab yang memang tak bisa ditinggalkan. Yaitu menyanyikan beberapa lagu kembali di atas venue.