Become An Idol By System

Become An Idol By System
Menghadapi Berandalan Misterius



Dua pria berpenampilan bak preman itu kini mulai melenggang mendatangi Oichi lalu mulai mencekal masing-masing tangan Oichi dengan kuat.


"Siapa kalian?! Berani sekali kalian menyentuhku sembarangan dan memperlakukan aku seperti ini?!" ujar Oichi berusaha untuk melepaskan diri dari kedua pria itu dan terlihat sangat marah.


Pria itu tersenyum miring menatap Oichi, "Kamu tidak perlu tau siapa kami! Tugas kami hanyalah untuk melenyapkanmu saja!! Atau paling tidak untuk merusak wajah cantikmu agar kamu tidak merasa paling tinggi dan paling cantik di dunia ini!" sahut pria yang memegangi sisi tangan kanan Oichi.


"Dasar preman kurang ajar!! Pergi dari sini sebelum para pengawalku datang dan memberi kalian pelajaran!! Kalian akan menyesal!!" ancam Oichi yang masih berusaha untuk melepaskan diri dari kedua pria yang sedang mencengkeram kedua tangannya dengan kuat.


"Ckk ... semua pengawalmu sudah kami bereskan dengan sangat rapi!! Bahkan keamanan apartemen juga sudah kami lumpuhkan! Tidak aku sangka, ternyata keamanan disini dan para pengawalmu sangat lemah. Ckk ...!" ucap pria yang memegangi tangan kiri Oichi.


"Tidak mungkin!! Kalian pasti berbohong! Bahkan ada Hakken! Dan dia sangat kuat dan tidak mudah untuk dikalahkan!" kilah Oichi.


"Body guard tampanmu itu sedang pergi meninggalkan apartemen Azabu beberapa saat yang lalu. Jika tidak bisa menghadapinya secara langsung, maka kami membuatnya meninggalkanmu bukan? Ternyata cara ini benar-benar berhasil!"


"Cih!! Sebenarnya siapa yang menyuruh kalian untuk melakukan ini?!" ucap Oichi sudah merasa sangat kesal luar biasa.


"Kamu tidak perlu mengetahui semua itu!!" jawab sang bos yang masih berdiri di seberang dengan lantang dan suara yang menggelegar.


"Kalian!! Cepat lepaskan nona Oichi sekarang juga!!" kali ini Ellios memberanikan diri untuk mulai bertindak dan berniat untuk melawan mereka.


Suaranya yang biasanya selalu terdengar ramah, kini juga sedikit dia perbesar agar tak terlihat seperti seorang pemuda yang sangat lemah dan tak berguna saat di hadapan mereka semua.


"Kalian berdua!! Cepat urus bocah lemah satu ini!!" titah sang bos berandalan mulai memerintahkan dua orang lagi anak buahnya untuk membereskan Ellios.


Kedua pria sangar lainnya kini mulai melenggang semakin mendekati Ellios. Sementara dua orang pria lainnya masih mencengkeram Oichi dan tidak memberikan kelonggaran sedikitpun untuk Oichi. Bahkan kedua pergelangan tangan Oichi hingga menjadi merah.


Kedua pria yang sudah semakin dekat dengan Ellios, kini melayangkan tinjunya secara bergantian untuk menghantam wajah Ellios.


Namun dengan sangat gesit dan gerakan super cepat, Ellios bisa menghindari semua serangan itu dengan sangat baik, bahkan mereka tak bisa menyentuh Ellios sama sekali. Hal itu cukup membuat semua orang terkejut, termasuk Oichi. Karena selama ini Oichi tak mengira Ellios memiliki kelebihan seperti ini.


SWUSHH ...


SWOSHH ...


Selama beberapa saat mereka menyerang, namun sama sekali tak bisa menyentuh Ellios. Dan pergerakan yang begitu cepat itu tentunya cukup membuat lelah kedua berandalan itu. Karena berulang kali tinju super kuat mereka layangkan, namun serangannya sama sekali tak bisa mencapai target dengan baik.


"Kalian jangan diam saja dan hanya melihat mereka bertiga!" ucap sang bos menatap tajam kedua anak buahnya yang masih mencengkeram Oichi. "Lakukan saja tugas kalian berdua dengan baik dan cepat selesaikan tugas kali ini!!" imbuhnya dengan sangat garang dan menakutkan.


"Baik, Bos!" sahut mereka berdua kompak dan segera membuka pisau lipat nya tajamnya untuk membereskan Oichi.


Namun sebelum itu terjadi, tiba-tiba saja Oichi menggunakan lutut kanannya untuk menyerang salah satu dari mereka berdua. Oichi mengangkat lutut kanannya dan berhasil mengenai alat vital salah satu berandalan itu dengan cukup keras, hingga membuat pria itu melepas cengkeramannya.


DUAGHHH ...


Disaat tangan kanannya sudah terlepas, kini Oichi segera menggigit tangan berandalan yang berada disisi kirinya hingga tangan pria itu seketika berdarah.


"Arghh ... sialan!! Dasar wanita jal*ng ini!!" geram pria itu meraih dan menarik rambut Oichi dengan sangat kasar.


"Arghhh ... berani sekali kamu berbuat seperti ini kepadaku!! Akan aku pastikan kalian semua akan segera membayar semua ini!! Kalian akan mendekam di penjara dam menikmati balasan dariku!!" geram Oichi berusaha untuk melepaskan diri dari pria itu.


Namun berandalan itu malah semakin menarik Oichi dan malah mencekik leher jenjangnya dengan kuat.


Sial!! Aku tak memiliki kemampuan bela diri apapun sama sekali! Bahkan kemampuan dari sistem hanya bisa untuk menyihir mereka semua dan membuat mereka tunduk kepadaku. Namun mengapa kali ini mereka semua tak terpengaruh? Sebenarnya apa yang terjadi, Cornor?


Batin Oichi tak mengerti. Dia merasa sangat bingung dan masih berusaha untuk melepaskan cekikan pria itu.


[ Karena saat ini nona Oichi sedang menjalani masa pinalti, karena telah gagal dalam menjalankan misi sebelumnya. Maka semua kekuatan itu akan dinonaktifkan selama lima hari. ]


Jawab Cornor sang pemandu sistem menjelaskan.


Cihh ... sial!! Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang, Cornor?! Ughh ... aku sudah tidak tahan lagi. Aku tidak bisa bernafas ... rasanya sesak sekali ... ughhh ...


Batin Oichi dengan raut wajah yang sudah memerah.


Dia mulai meraba-raba di sekitar nakas hingga akhirnya Oichi menemukan sebuah vas bunga kecil. Oichi segera mengambilnya lalu menghantamkannya mengenai kepala berandalan itu hingga berdarah.


PRANGG ...


"Arghh ... sial ... dasar ****** sialan kau!!" erang berandalan itu kesakitan dam mulai menghempaskan tubuh Oichi dengan sangat kasar.


Hempasan yang cukup kuat dan kasar itu membuat tubuh Oichi terlempar dan menabrak pinggiran meja hingga membuat keningnya berdarah. Bahkan tubuh Oichi juga ambruk di atas lantai tak berdaya dengan nafas yang naik turun.


"Ughh ... uhukk ... uhuk ..." Oichi memegangi dadanya dan terbatuk-batuk karena cekikan dari berandalan itu beberapa saat yang lalu membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Kini pria yang sempat di tendang oleh Oichi sudah melenggang mendekati Oichi kembali dan sudah mempersiapkan pisau lipatnya untuk segera menyerang.


Langkahnya kini semakin dia percepat dan mulai mengayunkan pisau lipat itu ke arah Oichi yang masih terduduk tak berdaya sambil memegangi lehernya yang masih sakit.


"Hiathh ... rasakan ini gadis yang sangat sombong dan merasa paling cantik di dunia ini!! Mati kau!!" pekik pria sangar itu dengan sebuah pisau yang sudah bersiap untuk menghunus punggung Oichi, karena posisi Oichi saat ini sedang terduduk dengan posisi membelakangi pria itu.


Sementara Ellios yang masih sibuk menghadapi 2 pria sangar lainnya yang masih saja berusaha untuk selalu menyerang dan menjatuhkannya, terlihat begitu syok saat melihat semua itu.


"Nona Oichi!!!" pekik Ellios dengan mata yang membulat.