Become An Idol By System

Become An Idol By System
Keputusan Ken



Ellios kembali meyakinkan Oichi untuk melakukannya bersama-sama dengan tugasnya masing-masing. Pemuda itu menatapnya lekat dan kembali berkata.


"Oichi, apa kamu melupakan sesuatu jika aku memiliki kekuatan sistem? Aku akan menggunakan kampuan mata tembus pandangku untuk mencari alat peledak itu. Dan aku akan segera menemukan alat peledak itu secepatnya. Kamu tenang saja dan tidak perlu khawatir. Yang terpenting kalian semua harus segera bisa keluar dari tempat ini! Jika kalian semua sudah berhasil keluar dari tempat ini, secepatnya hubungi kepolisian! Apa kamu mengerti, Oichi?" ucap Ellios kembali menatap lurus-lurus Oichi.


Meskipun sebenarnya masih cukup berat untuk menyetujui rencana dari Ellios inj, namun pada akhirnya Oichi mengangguk pelan dan terlihat sangat ragu-ragu.


"Hhm. Baiklah. Kamu, berhati-hatilah dan segeralah menyusul kami, Ellios. Aku akan menunggumu ..." ucap Oichi meskipun masih dengan berat hati, namun dia tak bisa lagi untuk menolak rencana Ellios.


"Ya. Kamu tenang saja. Keberadaan dari dari sistem adalah untuk membantu dan memperbaiki nasib buruk seseorang. Sistem akan selalu melindungi kita dan memberikan kekuatannya untuk kita!! Kamu juga selalu berhati-hatilah, Oichi!" ucap Ellios kembali tersenyum tipis.


"Hhm. Baiklah, Ellios ..." jawab Oichi kembali lirih.


"Sampai jumpa ..."


Akhirnya mereka berdua mulai berpisah dan menjalankan tugasnya masing-masing dengan begitu hati-hati, namun berusaha untuk sesegera mungkin menyelesaikannya.


Oichi segera mendatangi kamar Ken lagi dan mengeluarkan Ken. Setelah itu mereka segera membebaskan para idol lainnya dari tempat penyekapan dengan segerombolan kunci yang telah didapatkan oleh Oichi sebelumnya.


Meskipun sempat beberapa kali mereka dipergoki oleh sang pria penjaga, namun dengan cepat Oichi segera menggunakan kekuatannya kembali tanpa sepengetahuan Ken maupun para idol lainnya.


Mereka berhasil membebaskan seluruh idol dari tempat penyekapan, namun Ken bersikeras untuk tidak mau meninggalkan tempat ini tanpa Ellios, terlebih saat Ken mengetahui jika di dalam gedung ini sudah dipasang dengan alat peledak.


Ken bersikeras dan malah ingin mencari Ellios. Dia kembali memasuki bangunan tua itu disaat para idol lainnya sudah meninggalkan gedung tua ini.


"Ken, kita harus segera keluar dari tempat ini!" sergah Oichi.


"Tidak, Oichi! Aku tidak akan meninggalkan Ellios seorang diri di tempat ini! Aku harus mencari dan menyusulnya!! Aku harus menemukan dia dan keluar bersama dengannya!" ucap Ken terlihat sangat khawatir.


Rasa khawatirnya terlihat begitu berlebihan, seolah-olah Ken sedang mencemaskan seorang sahabat ataupun saudaranya sendiri. Hingga dia tak mau untuk meninggalkan Ellios seorang diri dalam keadaan bahaya


Pemuda yang selalu berpenampilan super keren, stylish dan fashionable itu akhirnya tetap nekat untuk mencari Ellios. Ken bersikeras untuk memasuki bangunan tua itu kembali dan berusaha untuk segera mencari Ellios.


Sementara para idol lainnya sudah meninggalkan tempat itu dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Sedangkan Oichi berusaha untuk mengejar dan menyusul Ken kembali memasuki gedung tua itu.


GREPP ...


"Ken!! Tunggu!" Oichi meraih dan menahan lengan kanan Ken karena mengingat pesan dari Ellios sebelumnya untuk segera meninggalkan tempat ini. "Kita harus segera pergi dari tempat ini! Kita harus segera meninggalkan tempat ini, Ken! Ellios akan segera menyusul kita. Dia akan baik-baik saja. Percayalah padaku, Ken!" imbuh Oichi yang sebenarnya sangat bertolak belakang dengan hati nuraninya sendiri.


Karena sebenarnya Oichi juga begitu mengkhawatirkan Ellios saat ini. Namun saat ini tak ada pilihan lain, karena dia juga telah berjanji kepada Ellios untuk segera meninggalkan tempat ini bersama para idol lainnya. Namun di luar dugaannya, Ken juga bersikeras untuk mencari Ellios.


Ken berbalik dan hendak melanjutkan niatnya kembali. Namun belum sempat Oichi menghalangi niat Ken kembali, tiba-tiba saja di hadapan mereka sudah ada dua orang pria dari arah seberang yang melenggang semakin mendekati mereka berdua.


Ken dan Oichi mulai menghentikan langkah kakinya dan menatap kedua pria sangar itu dengan begitu waspada dengan pandangan yang selalu mengekorinya.


Ken mengedarkan pandangannya di sekelilingmya yang cukup gelap, hingga akhirnya pemuda pemilik rambut keren kemerahan itu melihat ada sebuah kayu kecil tergeletak di atas lantai tak jauh dari tempatnya berpijak.


Dengan cepat Ken mulai meraih sebuah kayu kecil yang, lalu mulai mengayun-ayunkannya ke arah kedua pria penjaga itu dengan pergerakan yang cepat, seakan Ken sedang memberikan sebuah peringatan


"Hei, kalian berdua jangan ada yang berani mendekat!" ucap Ken memperingatkan kedua pria penjaga berbadan kekar itu masih dengan mengayun-ayunkan kayu kecil itu ke arah kedua pria itu.


Namun peringatan dari Ken malah membuat kedua pria penjaga itu tertawa terbahak-bahak, karena mungkin mereka terlalu meremehkan kekuatan Ken yang hanya unggul dalam hal musik dan suara. Lalu salah satu dari pria itu mulai merebut kayu itu dari Ken dan mematahkannya begitu saja.


KRAKK ...


Ken yang sebenarnya cukup ngeri saat melihat kedua pria kuat yang cukup menyeramkan dengan gaya bak gaya ganster itu kini memberanikan diri untuk melayangkan tinjunya ke arah salah satu dari mereka dan berhasil mengenai perut mereka.


BUAGHH ...


Namun rupanya serangan tinju dari Ken tak memberikan damage apapun untuk pria penjaga itu. Pria penjaga itu malah tertawa terbahak-bahak karena serangan dari Ken.


"Gwahahaha ... tinju macam apa ini?! Kamu lemah sekali, Pria cantik! Tinju darimu sungguh tak terasa sakit sama sekali untukku! Namun seranganmu malah membuatku merasa seperti sedang digelitiki saja. Ini sungguh geli sekali! Gwahahah ..." pria penjaga itu kembali tertawa menggelegar, saat Ken sudah beberapa kali melayangkan tinjunya kembali.


Melihat semua ini, Oichi sempat menghela nafas dan menahan tawa gemas. Rupanya Ken tidak cukup handal dalambela diri, dan dia hanya berbakat dalam dunia vocal dan musik saja.


Huft ... dasar Ken! Baiklah, tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan kemampuan sistemku lagi! Jika tidak, Ken juga akan terluka. Cornor, segera aktifkan kemampuan memikatku!


Batin Oichi dengan cepat agar kedua pria penjaga itu tak melukai Ken yang saat ini masih sedang berusaha untuk menghajar salah satu pria itu.


[ Baik, Nona Oichi. Kemampuan memikat akan segera diaktifkan. ]


DING ...


Setelah beberapa detik, akhirnya Oichi mulai melenggang dengan anggun mendekati mereka bertiga. Senyuman smirk, yang begitu manis namun misterius mulai menghiasi wajah ayunya.


"Oichi, jangan mendekat! Menjauhlah! Aku akan berusaha untuk menghadapi mereka." ucap Ken saat menyadari kehadiran Oichi.