
Jari jemari lentik itu memutar lensa dengan penuh percaya diri membidik mangsa,senyum nya mengembang ketika melihat Lcd display kamera dslr ditangan nya.kulit putih yang dibalut jaket jeans itu membuat Valencia sofia leondias menjadi satu satunya mahkluk paling cantik yang pernah diciptakan tuhan.
Gadis cantik itu kembali mengalungkan tali camera dileher nya,mencari titik sempurna untuk membidik mangsa.Berbeda dari para gadis pada umumnya yang melakukan berbagai treatment perawatan ketika malam hampir tiba,Valencia terlihat berdiri didepan balkon kamar nya memusatkan kamera berburu sunset tiba yang akan membuat nama nya mendunia.
Valencia sofia leondias,gadis cantik bak bidadari khayangan yang memiliki ambisi menjadi seorang fhotografer propesional.ia bisa saja mendapatkan semua itu dengan mudah,mengingat seberapa besar kekuasaan ayahnya.akan tetapi Valencia percaya hasilnya akan terasa sangat berbeda jika itu semua berkat kerja kerasnya sendiri.
"Wajahmu itu sangat tak cocok dengan pekerjaan yang kau lakukan baby"bariton suara itu mengudara ketika pintu kamar nya terbuka,Shit!Gadis cantik itu menghentikan aksinya seraya mengumpat melihat siapa yang tengah mengganggu ketenangan nya.
"Ini hobi bukan pekerjaan"Ucapnya santai seolah itu sudah menjadi kalimat rutinitasnya,Valencia berjalan menuju arah sofa seraya mengambil sebotol air mineral yang bisa menuntaskan dahaga nya.Ia tak berniat melanjutkan lagi kesenangan nya karena sekali konsentrasi nya pecah maka akan sulit untuk membangun nya kembali.
Terlebih saat ini joey simenyebalkan ada didekatnya yang sudah pasti akan terus merecokinya,Terkadang Valencia heran kenapa harus joey yang menjadi kakanya?Tapi bukan itu yang menjadi masalah nya hanya saja Valencia tak suka dengan joey yang banyak bicara dan tak bisa diam.Ck seperti wanita saja.
Joey menyandarkan tubuh nya pada dinding kokoh itu,Menolehkan kepalanya kesamping mata hijau itu menatap Valencia dengan tatapan yang tak terbaca"Hobi yang membuatmu tergila gila?...Bagaimana dengan pekerjaanmu?"
"Pelankan bicaramu?"Valencia melirik keadaan sekitar berharap tak ada yang mendengar apa yang pria itu ucapkan barusan"Sial aku gagal"Sambung nya lagi seraya mengguyarkan rambutnya frustasi.
Joey terkekeh geli gadis ini memang keras kepala,padahal ia bisa mendapatkan semua nya dengan mudah tapi ia masih tetap bersikeras memilih jalan yang susah.Membuat joey sedikit tak mengerti dengan jalan pikiran saudara kembar beda lima belas menit nya itu.
"Kau tak berminat untuk memanpaatkan kecantikanmu itu?..."
"Contohnya untuk?"
Valencia menyandarkan tubuh nya dibahu sofa,wanita cantik itu terlalu malas jika harus berurusan dengan joey saudara kembar nya.sembari fokus pada ponsel nya membalas deretan orang orang yang akan menjadi ladang uang untuknya.
"Menjadi modelnya"Joey merampas paksa ponsel itu dari genggaman nya,ia tak suka valencia tak menghargainya ketika sedang berbicara.
Valencia hanya bisa berdecak kesal,karena disatu sisi ia juga menyadari kesalahan nya.satu hal yang selalu axellin ajarkan padanya adalah kesopanan dan menghargai orang yang lebih tua.Tapi Cia sedikit kesal kenapa yang harus ia hormati adalah joey si pria yang menyebalkan.
"Thank untuk saran mu,Tapi aku tak suka memanpaatkan apapun yang ada dalam diriku.Aku lebih suka mengandalkan meskipun sangat mahir dalam kata gagal,setidaknya itu lebih baik"
Joseph menyudahi lebih dulu perdebatan yang mungkin akan menuju pada pertengkaran jika terus dilanjutkan.akan sangat sulit berbicara dengan orang yang memang sudah memiliki ambisi tinggi seperti valencia.karena satu kata akan dibalas ribuan kata.
"Kau akan tinggal disini kan Cia?"Tanya joey memastikan,hingga membuat gadis cantik itu memutar bola matanya malas.come on jika dihitung ini sudah keseribu satu kalinya ia bertanya.
"Jawaban ku masih sama seperti saat pertama kali kau bertanya joey"Cia memasang wajah datar,seraya memainkan kuku indahnya seolah hal itu jauh lebih menarik daripada joey.
"Aku hanya memastikan"
"Bukan memastikan namanya jika kau bertanya sampai berkali kali"Dengus nya sedikit kesal"that his name cerewet joey"
Menurutnya nya akan lebih baik jika joey memakai rok saja!Agar mulut dan penampilan sama.
"Cerewet ya?...Apa ya?"Joey memegang pelipis nya seraya berfikir keras.Valencia hanya menggeleng geli kenapa tuhan memberikan nya otak hanya sebesar biji kacang?Yang hanya mahir memainkan wanita saja.
Joey hanya mengerti bahasa indonesia secara garis besarnya saja,meskipun memiliki darah asli negri seribu pulau ini.joey sama sekali belum mengerti dengan budaya dan bahasa gaul yang sering digunakan masyarakatnya.
"Hablador"Lalu valencia tergelak apalagi ketika melihat perubahan raut wajah joey yang berubah seketika,meskipun kembar akan tetapi mereka tak identik baik itu dari segi rupa maupun pemikiran.
"Rumah akan sepi jika aku tak banyak bicara cia"Joey merubah posisi nya pria tampan itu duduk seenaknya,hingga tonjolan kejantanan nya tercetak sempurna.membuat cia memalingkan wajah nya tampak salah tingkah.Ayolah...meskipun mereka bersaudara tetap sajakan mereka itu seorang manusia dengan jenis kelamin berbeda?Tak bisakah joey sedikit menjaga sopan santun nya?
Titik tak ada ahlak!.
"Bisakah kau perbaiki posisi mu joey!"Pinta cia dengan wajah memerah menahan malu"Demi tuhan aku benar benar tak nyaman"
Joey tergelak kencang seraya memperbaiki posisi duduk nya"Kukira kau akan tergoda cia"Pria tampan itu memegang perutnya yang terasa sakit akibat kelelahan tertawa.
Kau kira aku ini seorang bicth joey?...Ish jangan samakan aku dengan mereka.
"Tak ada yang menarik darimu joey"cia mendengus kesal"Perbaiki duduk mu atau kau akan kuadu kan pada momy"Ancaman jitu itu benar benar ampuh untuk seorang joey,tak ada yang ia takuti selain lunetta.wanita itu jika sudah marah akan lebih seram daripada macam betina.
"Aku berpikir jika kau itu tak adalah seorang lesbian"