
Ting tong Ting tong
"siapa sih pagi pagi gangguin orang lagi sibuk merajut mimpi".Tanya Radith sambil mengusap mata nya yang memerah.pemuda itu meregangkan tubuh nya dan menguap.
lalu berjalan kearah pintu dan membukanya.dia langsung terkejut karna tubuh nya didorong dan seseorang masuk begitu saja tanpa permisi.
"CK,kau itu perempuan udah punya tunangan dan tinggal tunggu waktu buat nikah.tapi kenapa kelakuan mu masih kaya bocah sih?masuk apartemen orang sembarangan.kau mau aku apa apakan?".tanya Radith dengan kesal sambil menutup pintu apartemen nya.gadis yang menyelonong masuk ke kamarnya hanya tertawa dan duduk disofa.
"ayolah dith aku sudah sering keluar masuk tempat ini tapi kenapa kau mempermasalahkan nya sekarang?"Netih berkata dengan wajah kesal yang dibuat buat.
Bukannya menjawab Radith malah kembali bergelung dibawah selimut untuk merajut mimpi.
Ketenangan Radith membuat netih meradang, ayolah dia datang kesini bukan untuk menemani Radith tidur tapi untuk mengeluarkan semua keluh kesah nya.
Radith tak tidur dia membuka sedikit matanya dan menatap wajah netih yang mulai berubah,dengan pipi menggembung dan wajah yang memerah.membuatnya meneguk Saliva nya dengan tegang.
"RADITH".teriak gadis itu,membuat Radith memejamkan mata dan merasakan pengang ditelinga nya.
Benarkan!.
bagaimana mungkin dia seberisik ini.?
"kau itu Brienam". ujar Radith dengan menenggelamkan wajah nya diatas bantal.
"Brienam? apanya?".tanya netih sambil mengerutkan alisnya,tentu dia bingung saat ini.
"Bri-Six".Ujar Radith sambil menunjukan jarinya yang berjumlah enam.
Netih mendengus tak suka mendapat jawaban receh itu,mending jika wajah Radith tersenyum.wajah Radith datar seperti jalan aspal yang baru jadi,hanya saja warna nya putih.
"Kau tidak mau menemaniku,aku sedang kacau saat ini".suara nya lemah netih mendudukan dirinya disisi Radith.
Radith melirik netih sekilas lalu dia mendudukan dirinya,dan meraih tubuh mungil netih masuk dalam dekapan nya.
Sontak tangis netih pun pecah dia menangis sejadi jadinya sampai air matanya membasahi kemeja yang dipakai Radith saat ini.
"Kau kenapa?apa dia menyakitimu lagi?".Tanya Radith dengan lembut,sebenarnya dia sudah cukup paham dengan apa yang terjadi karna hanya ada dua kemungkinan jika netih seperti ini.
Yang pertama karna max dan yang kedua adalah kaisar.
Netih masih tak menjawab apa yang Radith tanyakan,dia masih menangis tersedu mengeluarkan semua beban yang ada dihatinya.
Radith pun cukup mengerti keterdiamannya dia mengusap lembut bahu nya untuk menenangkan nya.
Setelah beberapa saat tangis nya mulai reda netih pun melepas rengkuhan nya.
"Dia lebih memilih wanita itu daripada aku dith". Ucapnya tersedu,kini hanya kepada Radith lah ia bisa mengadu.
Radith menatap netih bingung.
"Wanita itu siapa maksud mu?".Tanya Radith bingung.
Netih menarik nafas panjang,lalu dia mulai menceritakan dari awal dia bertemu Milena sampai dia tahu siapa sasaran dia selanjutnya.
Dia juga menceritakan tentang percakapan nya dan kaisar kemarin malam tanpa ada yang kurang dan dilebihkan.sampai dia memutuskan untuk tinggal diapartement nya sendiri lagi.
Persetan dengan amukan yang akan dia dapatkan dari ibunya.toh dia juga tak bisa merasakan apa yang putri nya rasakan.
"Kau tau kan apa konsekuensi yang bakal terjadi jika permainan nya hancur,aku adalah orang yang pertama dia cari.aku tak peduli sekalipun jika dia akan membunuhku hanya saja aku takut dia akan melukai keluarga ku dan orang orang terdekat ku".Manik mata indah itu menatap luas langit langit kamar,mungkin setelah ini dia harus membiasakan diri hidup seperti dulu.
Okelah,kaisar tidak mencintai nya tapi apakah harus dia juga mengorbankan gadis disampingnya demi orang lain yang sudah jelas jelas mustahil untuk bersama nya.
Radith memang bahagia karna pada akhirnya netih bisa melangkah meninggalkan semua kenangan masa lalu nya.
Tapi dia juga tak menyangka jika semuanya akan serumit ini.
"aku tau perasaan mu,tapi sudah lah mulai sekarang kau harus belajar hidup seperti dulu.kau harus menjadi netih yang mandiri dan tak bergantung pada siapapun.kau tenang saja sekalipun Milena akan melukaimu,aku pun masih sanggup untuk melindungimu".Ucap radith,di mengelus puncak kepala nya dengan sayang.
Netih membalas semua itu dengan senyuman yang terpatri apik dibibir indah nya.
"Terimakasih".hanya satu kata itulah yang keluar dari bibir nya.
Suasana hening beberapa saat,tiba tiba saja terlintas dipikiran radith untuk menggoda wanita disamping nya.
"Disini sangat sepi dan hanya ada kita berdua,apa kau tidak mau berolahraga pagi dengan ku?".Ucap radith sembari menyisir rambut nya kebelakang diiringi senyum devil nya.
Netih mengerutkan alisnya dan mencerca apa yang baru saja pria itu katakan.
"Jangan macam macam cepat mandi atau kau akan kukebiri".Netih memukul keras bahu radith sampai dia mengaduh tapi tetap tertawa keras.
radith selalu senang jika dia sudah berhasil menggoda nya da Inilah alasan kenapa radith selalu nyaman berada didekat netih sekalipun dia menyebalkan.
"Tanpa mandi pun aku masih terlihat tampan".Ucap radith penuh percaya diri.
Netih berdecih mendengar apa yang baru saja radith ucapkan.dia juga menyesal karna sudah mengatakan hal seperti itu.
"Ck,apa guna nya tampan jika sampai sekarang kekasih pun kau tak punya,aku bahkan ragu apa kau pernah berciuman?".Netih mencondongkan wajah nya kedepan,dia menanyakan pertanyaan telak.
Radith memutar bola matanya malas,apakah ini pantas disebut pertanyaan?.
"Kau benat benar menyebalkan".Radith sudah kehilangan kata kata,dia enggan menjawab pertanyaan yang pada akhirnya akan menyudutkan dirinya.
Ia memilih berlalu kekamar mandi mandi untuk membersihkan diri,sedangkan netih tergelak melihat wajah kesal radith.
_______
"Kemana wanita mu kai?".bariton suara itu memecah lamunan nya,Seseorang masuk kedalam ruang kamarnya.
Hening!.
Kainan terheran dengan sikap adiknya yang terlihat seperti sedang menanggung beban berat.terlebih lagi dia tak menemukan wanitanya kaisar disana.
"Dimana wanita mu?apa kau baik baik saja".Untuk kedua kalinya pria bertanya,namun kali ini nada nya sedikit lebih tinggi.
Kaisar tampak enggan sekali menjawab,namun ia tau jika kakaknya adalah mahkluk paling kepo didunia dan tidak akan diam jika belum tau segalanya.
"Dia pergi lagi".Ucap kaisar lemah,kali ini dia tak bisa menghalangi nya pergi karna bagaimanapun semua juga salahnya.
Kainan menghembuskan nafas kasar,dia heran kenapa mereka suka sekali bertengkar dan memilih pergi tanpa menyelesaikan nya.
Baginya ini benar benar merepotkan!.
"Alasannya?".Kainan tau jika kaisar sedang dalam suasana hati yang buruk,ingin sekali dia memaki kaisar saat ini namun dia juga tak mau menjadi korban amukan nya mengingat kaisar adalah pria yang memiliki tempramen tinggi.
Lalu kaisar mulai menceritakan semua yang terjadi kemarin malam,bukannya mendapat dukungan atau solusi ia malah mendapat umpatan dari kakak nya sendiri.
"Damn!.orang bodoh sepertimu memang pantas mendapatkan nya.kau lindungi saja wanita itu dan aku akan menikahi gadis mu".Umpat kainan sebelum berlalu dari ruangan tersebut menyisakan kaisar yang masih belum terima dengan ucapannya.