
Kaisar menghampiri dan memeluk tubuh nya dari belakang.tanpa sadar seseorang tengah menyaksikan nya dengan hati tak rela.
kai aku senang kau berhasil melupakan ku,tapi melihatmu seperti itu hatiku sedikit sakit.apakah aku juga memiliki sedikit perasaan padamu kai?batin clara bersuara.
Netih melirik lalu tersenyum sekilas melihat siapa yang memeluknya.
"Ada sesuatu yang ingin kubicarakan sayang".ucap nya setengah berbisik,ia tak mau ada orang lain yang mendengarnya karena ini benar benar penting.
Kaisar tak menghiraukan ucapannya dia hanya pokus mencium leher jenjang milik wanitanya.
Kemesraan mereka membuat beberapa orang berdecak sinis,ada yang juga menatap dengan tatapan geli karena mereka benar benar tak mengenal tempat.
"Baiklah,ayo kita pulang aku juga ingin sekali berolahraga".Kaisar membisikan kata itu tepat ditelinga nya,dengan nada yang sedikit menggoda.
Netih tampak melongo sampai akhirnya ia mengerti kemana arah pembicaraan kaisar,gadis cantik itu menyikut keras perut sispax kaisar sampai dia mengaduh kesakitan.
"Tutup mulut mu!.atau aku tak akan membiarkan mu menyentuhku sampai kita resmi menikah".Netih berkata dengan penuh ancaman.mendengar hal itu kaisar langsung mengerucutkan bibir nya.
selalu saja itu yang jadi ancaman nya.rutuk kaisar dalam hati
"Baiklah baiklah".kaisar berucap pasrah,dia mengalah karena baginya tak ada hal yang lebih menyenangkan dari menjamah wanita nya.
Netih terkekeh geli karena ancaman nya benar benar berhasil pada kaisar.
"Tunggu disini!aku akan menemui Milena untuk memastikan semuanya".Gadis cantik itu melepas tangan yang melingkar diperut nya.ia berjalan dan melangkah kan kaki nya perlahan.
"Tunggu!".pinta kaisar.
Netih menolah menatap bingung kaisar.
"Ada apa?".
"apa yang akan kau lakukan?".Kaisar bertanya dengan sedikit cemas,dia takut wanita nya tak bisa mengendalikan diri dan membuat kekacauan.
Jangan lupa jika wanitanya adalah duplikat nenek sihir,yang akan selalu marah pada apapun yang membuat nya kesal.bahkan hal kecil sekalipun.
Masih ingat bukan saat dia pergi selama 2 Minggu hanya karena kesalah pahaman kecil?CK,sulit dipercaya.
"Aku berjanji tak akan membuat kekacauan jika itu yang kau takut kan".netih berkata seolah sudah tau apa yang ada dipikiran kaisar.
Sedangkan kaisar mengangguk dan tersenyum lega mendengar apa yang netih ucapkan.
Netih menghampiri seorang gadis yang tengah menyesap wine dengan anggun nya.dia duduk didepan nya tanpa dipersilahkan.dia menatap gadis itu diiringi dengan senyum devil yang penuh dengan arti.
Gadis itu adalah Milena!.
"lama tidak bertemu, ternyata kau sudah punya tumbal yang baru ya".Kata netih tanpa berbasa basi,ia bukan lah tipe orang yang suka beramah tamah karena baginya itu hanya membuang waktu.
Milena menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan,mungkin jika bisa ia ingin sekali menghindar sekarang mengingat gadis didepan nya sangat tak mudah untuk dihadapi.
"apa maksud mu?".Milena bertanya dengan bingung nya.sebenarnya ia sudah mengerti arah pembicaraan nya hanya saja ia takut jika gadis didepan nya hanya memancing nya.
Netih adalah gadis yang sangat baik,namun jangan salah jika sudah berhadapan dengan musuh dia bisa menjadi cerdik dan licik.
Dengan IQ yang dimiliki nya ia bisa melakukan apapun,namun meskipun begitu dia tak pernah menggunakan kepintaran nya untuk merugikan orang lain.
"CK,jangan pura pura bodoh,kau tau kan kalau aku tau segalanya termasuk rencana busuk mu itu".Gadis itu tergelak,seolah ia benar benar sudah memukul telak gadis didepan nya.
Raut muka Milena menghitam,sorot matanya menjadi dingin demi apapun ia benar benar muak dengan gadis didepan nya yang selalu mencampuri urusannya.
bagaimana wanita ini bisa tau rencanaku,gawat sialannn.dia benar benar tak bisa diremehkan.
"Kuharap kau tak mencampuri urusanku,atau kau akan menyesal". Milena benar benar tak tau harus berbicara apa karena menurut nya percuma jika hanya buang buang suara dan tenaga.
Mengelak pada seorang netih bukan lah hal mudah!. mengingat betapa cerdik nya dia.
"Kau mengancam ku nona,kau pikir aku akan takut".Lagi dan lagi netih tak bisa menghentikan gelak nya,sebenarnya dia tak ingin tertawa hanya saja melihat raut wajah Milena membuat nya semakin ingin menggodanya.
"Kau tenang saja selama kau tak. membawaku dalam urusan mu aku tak akan ikut campur,jangan berlebihan dalam menyiksanya karena dia tak sekuat diriku"Ucap netih untuk kedua kalinya,ia masih tergelak dan langsung berlalu dari sana tanpa menunggu jawaban Milena karena baginya itu benar benar tidak penting.
Persetan dengan apa yang akan Milena lakukan karena ia juga tak peduli,hanya saja mungkin seseorang akan peduli pada masalah ini itulah sebab nya dia mencoba memancing Milena dan ternyata benar semua sesuai dugaannya.
Sasaran Milena kali ini adalah Clara,oh tidak bukan Clara lebih tepat nya adalah Mattew dan Clara adalah sebagai umpan nya.
Demi apapun dia benar benar tak peduli sekali pun gadis itu harus mati ditangan kotor milena,hanya saja ketidak pedulian nya pasti akan menjadi pukulan telak bagi seseorang.
Dan dia adalah kaisar!.
Gadis berambut hitam itu tau jika kaisar masih mencintai Clara yang kini sudah menjadi istri dari mattew Jordanio seorang pengusaha yang sukses dibidang properti.
Ada sedikit rasa sesak mengingat kenyataan itu,dia bisa saja bersikap egois dan tak membantunya hanya saja netih tak mau kaisar dan Mattew berakhir sama seperti dirinya.
Kehilangan seseorang dengan cara yang menyakitkan,bahkan luka itu masih ada tapi perlahan luka itu hilang semenjak dia mengenal kaisar.
Ahh max aku jadi merindukanmu.
Kaki jenjang itu melangkah membawa nya pada seorang pria yang sudah beberapa bulan mengisi hidupnya.
"Aku sudah selesai,bisakah kita pulang sekarang?". Netih berucap dengan datar nya,membuat semua yang ada melirik menatapnya.
Kaisar tersenyum melihat sikap netih yang selalu ingin terlihat angkuh didepan orang lain,padahal sebenarnya dia adalah gadis yang baik dan cenderung menyebalkan jika sudah mengenal dekat dengan nya.
"Sudah,apa kau sudah lelah?".Tanya kaisar.
"Jawabannya ada pada pertanyaan mu'sudah'".Balas netih dengan ketus nya.
Kaisar menghembuskan nafas kasar,tidak bisakah wanita nya bersikap romantis sehari saja?dia selalu saja merusak suasana.
"Baiklah ayo kita pulang sayang".Kaisar beranjak berdiri dan merengkuh pinggang wanitanya dengan mesra.
Lalu dia berjalan berpamitan kepada semua teman nya,tak lupa juga kepada seseorang yang sudah pernah menetap dihatinya.
Tunggu!.
pernah!.
apa kah rasa itu sekarang sudah hilang?.
Tentu saja sudah hilang karena kini hanya ada netih dihatinya.