
Supercar merah metalik itu melaju memasuki gerbang menjulang tinggi dengan lambang Consina ditengah tengah,lantas noah hanya menekan klakson mobil untuk membuka pintu gerbang otomatis itu.noah menginjak pedal gas nya saat gerbang terbuka,kedatangan nya disambut oleh popohonan tinggi yang tertata rapih dimansion mewah ini.
Pilar raksasa yang berdampingan dengan chandelier mewah yang tergantung ditengah menyambut kedatangan nya,terkadang noah heran kenapa keluarga consina tak memiliki mansion yang biasa biasa saja.apakah mereka berencana untuk menampung satu negara dimansion ini?
Mungkin pria tampan itu lupa jika mansion daddy kaisar jauh lebih besar dari ini.
"Apa kabar noah?"Suara lembut sarah membuat noah berjalan dan memeluk perempuan dengan kecantikan abadinya itu.
"Baik aunty"Jawab noah lalu memilih duduk disofa empuk itu.
"Kau mencari Raga?"
"Tentu saja aunty,karena mustahil jika aku datang kemari untuk mencari Jenika maid"Ucap noah menggoda sarah,membuat perempuan cantik itu tergelak.mengenal pria tampan itu sejak kecil membuat sarah bisa memaklumi setiap sifat ajaib dan kalimat absurd yang dimeluncur dari bibir noah.
Dan untuk jenika maid?Bagaimana bisa...tak mungkin kan noah turun selera menjadi nenek tua?
"Tak ada yang mustahil noah,bisa saja kan kau turun selera?"
"Owh...ayolah aunty itu very very impossibel"Noah mengerucutkan bibir nya seolah benar benar tak suka dengan pernyataan absurd sarah,Ck jenika maid?Bahkan dia lebih pantas menjadi nenek nya daripada menjadi kekasihnya.
"Chelsea?"
Tebak sarah yang membuat satu senyum tipis terbit dibibir noah,Chelsea adalah putri tunggal dari Nana dan antonio.entah mengapa semua orang menganggap noah menyukai gadis cantik itu.padahal yang sebenarnya noah sama sekali tak menyukainya,pria tampan itu hanya menganggap chelsea sebagai adiknya karena noah sangat terobsesi untuk memiliki adik perempuan.dan berakhir dengan kedekatan nya disalah artikan oleh orang lain.
"No aunty"Elak noah cepat,sepertinya ia harus secepatnya meluruskan kesalahan ini"Aku tak menyukai nya,sama sekali tidak"Jelas noah lalu meneguk minuman didepan nya.
Sarah menaikan satu alisnya keatas,perempuan cantik itu terlihat bingung.tentu saja ia bingung karena selama ini noah dan chelsea bagaikan kancing dan baju yang tak akan terpisahkan.jadi tak salahkan jika sarah berfikir noah menyukainya?Jika noah mengatakan tidak lalu apa nama yang pantas untuk hubungan mereka selama ini?.
"Tapi kalian--"
"Itu hanya salah paham,Aunty tau kan jika sejak kecil aku sangat terobsesi memiliki adik perempuan?"Sela noah cepat,membuat sarah mengangguk membenarkan ucapannya"Dan aku menjadikan chelsea sebagai pelengkap dari keobsesianku,tak salah bukan?"
Benar!kenapa selama ini tak pernah ada yang berfikir sampai kesitu?
"Tapi salahnya chelsea mengartikan itu semua dengan hal lain,hingga dia terus berharap dan cenderung bergantung padamu noah"
Suara raga terdengar ketika pria tampan itu sedang berjalan menuruni undakan tangga,membuat noah dan sarah menolehkan kepala serempak keasal suara itu.dan hal itu pula yang membuat noah kerepotan sebab ia harus selalu bermain petak umpet untuk menjauhi chelsea secara perlahan.
"Kau benar,dan untuk itulah aku menciptakan jarak dengan nya"
Noah tak mau semakin dekat dan terikat dengan nya,karena bagaimana pun noah tak pernah menyukai nya sebagai sesama lelaki dan perempuan.noah tak mau chelsea adik kecil yang ia sayangi harus tersakiti oleh perasaan cintanya yang tak terbalaskan.
"Kau menjauhinya noah?"Ucap sarah yang tak bisa menyembunyikan keterkejutan nya,wanita itu tak bisa lagi membayangkan bagaimana keadaan chelsea.gadis cantik itu terkena penyakit kanker darah stadium.dan noah adalah salah satu alasan nya untuk tetap melanjutkan hidup.bisa dikatakan chelsea tak bisa hidup tanpa noah.
"Aku sedang mencoba nya aunty"
"Apa menurutmu itu tak terlalu egois noah?,kudengar keadaan nya selalu memburuk sejak kau menjauhinya"Tanya raga yang entah sejak kapan sudah duduk disamping nya,Noah hanya diam tak berniat untuk menjawab pertanyaan dari pria dengan hodie oranye itu.
"Itu benar noah,kau tau kan jika hanya kau yang menjadi alasan hidup nya"Sarah membenarkan apa yang raga ucapkan,berbicara tentang chelsea tidak dipungkiri jika wanita parubaya itu sangat menyayanginya apalagi sarah yang sama sekali tak memiliki anak perempuan.
"Aku tak mau menjadi benteng untuk kebahagiaan orang lain aunty"Noah menarik napas panjang,Pria tampan itu begitu lelah semua orang selalu saja menghakiminya tanpa pernah mau tau bagaimana perasaan nya"Memang nya mau sampai kapan dia akan terus bergantung hidup padaku?"
"Baiklah lanjutkan saja pembicaraan kalian"Sarah berdiri dan bersiap untuk beranjak pergi,ini adalah pembahasan antar anak muda dan tak seharusnya ia ada disini.
"Kemana mom?"Raga mendongak menolehkan kepala untuk menatap wanita cantik yang telah melahirkan nya.
"Kekamar"Ucap sarah singkat sebelum melangkah pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Kenapa semalam kau tidak datang?"Tanya raga seraya mengangkat kaki nya keatas sofa,membiarkan kaki putih mulus tanpa celah itu menikmati lembutnya sofa yang didominasi warna biru ini.
"Mommy tidak mengijinkan ku"Seperti biasa noah sipemain wanita ini selalu menjadi anjing penurut jika berurusan dengan netih,hingga membuat raga berdecih seakan tak percaya dengan jawaban yang didapatkan nya.
Raga sangat tau jika noah begitu menghormati netih sehingga apapun yang wanita ucapkan sangat mustahil untuk noah mengatakan tidak.Tetapi raga lebih yakin masih ada alasan dibalik itu semua,sangat tidak biasa seorang noah melewatkan Butterfly every friday hanya karena netih?mustahil mengingat noah adalah salah satu pria paling tak baik dimuka bumi.
"Aku tak percaya"Raga tersenyum meremeh melihat noah yang tampak terdiam seraya mengaduk minuman didepan nya"Sepertinya ada hal lain yang membuat mu tak bisa hadir,apakah itu chelsea?"
"Kau sudah mengetahuinya jadi aku tak perlu repot repot untuk menjawab nya"Ucap noah seolah tak peduli,ia benar benar muak jika sudah membicarakan soal chelsea.
"Ponselmu!"
Buru buru noah mengambil ponsel yang tergelak diatas meja itu,takutnya ms tiger yang menelpon nya,Tapi...Noah berdecak kesal mengundang tatapan tanya dari raga.pria dengan tempramen tinggi itu sangat mudah sekali hancur mood nya.
"Kau kenapa?"tanya raga bingung melihat teman nya yang sedikit aneh menurutnya.
Bukan nya menjawab noah malah memperlihatkan layar ponsel nya sebagai jawaban,chelsea panggilan masuk!Sudah jelaskan siapa yang membuat noah seperti itu.
"Tell me what to do!"Noah meremas rambutnya frustasi,pria itu sudah kehabisan alasan untuk menjauhi chelsea.
Raga terkekeh geli,sudah lama ia tak melihat noah sefrustasi itu"Angkat saja!"
"Hallo"Suara lemah itu terdengar jelas diindra pendengaran noah ketika line telfon tersambung.
"Ya,ada apa?"Ucap noah malas,hingga membuat raga mencubit pelan perutnya seolah mengingatkan jika tak seharusnya noah seperti itu.
"Noah aku sakit"
Suara itu terdengar berbeda jika tadinya setelah mendengar kalimat itu noah akan berlari dan memeluknya,sekarang pria tampan itu meremas rambut nya frustasi tak tau apa yang harus dia lakukan lagi.mata biru itu beralih menatap raga yang hanya bisa mengangkat kedua bahunya seakan tak peduli dengan kemelut batin yang sedang noah jalani.
Teman laknat kau raga.
"Bukan kah sudah kubilang jangan terlalu kelelahan,kau tidak mendengar ucapan ku chel?"
"Aku mendengarmu noah"Terdengar helaan nafas disebrang telfon sana"Kau tau kan hidup ku tak akan lama lagi?aku membutuhkan mu noah"
Alasan itu lagi!Demi apapun noah benar benar muak,tapi isak tangis chelsea membuktikan jika gadis itu sangat menderita dan itu karena nya.
"Kau akan tetap hidup,sejak kapan chelsea Giovanni job berubah menjadi pesimis seperti ini?"Suara noah diiringi nada khawatir meskipun sebenarnya kebanyakan nada terpaksa didalam nya.
"Kapan kau akan menemuiku noah?Aku merindukanmu"
"Secepatnya"
"Kau sudah--"
"Kututup mommy memanggilku"Noah mematikan telpon itu sepihak,tak siap mendengarkan rengekan manja chelsea yang selalu memintanya menemaninya setiap saat.