
"Boleh aku masuk"
Suara yang sangat familiar ditelinga netih mengudara ketika pintu terbuka,gadis cantik itu melirik melihat siapa yang sudah mengganggu ketenangannya.itu nana si supermodel yang dengan senang hati membawa nya kenegara penuh kenangan ini.
Jangan tanya kenangan dengan siapa!karna sudah pasti itu dengan max sang kekasih pujaan masalalunya.
"Hmm"Gumam netih seraya keluar dari balkon itu dan menutup pintu mengingat ini adalah musim dingin,jika pintu itu dibiarkan terbuka tidak menutup kemungkinan jika gadis cantik itu akan membeku kedinginan.
Lalu melangkah pelan kearah sofa yang ada didepan cermin,netih menatap pantulan cermin yang ada dihadapan nya.matanya seakan terkunci oleh bayangan nya sendiri.
"Kau serius?"
Netih menoleh kearah nana,netih kenal betul dengan gadis si hobi memakai pria itu.namun,ada yang sedikit berbeda dari biasanya nada bicara temannya itu terdengar sedikit ragu.hingga netih tertawa sumbang menghampiri nana yang terduduk disofa dengan pakaian santainya.
"Katakan"ucap netih seraya duduk disamping dinding kaca,melihat tingkah nana yang sedikit aneh menurutnya.mata indah itu menatap luas pemandangan alam yang memanjakan matanya.
"Kau serius akan kembali dengan nya lagi?setelah semua yang terjadi?"tanya nana yang membuat netih terdiam
"apa karna dia yang telah mengambil milikmu yang berharga itu?"tanya nana lagi melihat keterdiaman teman nya itu.
Pertanyaan nana seolah menenggelamkan netih dalam lamunannya.kini kejadian beberapa waktu silam berputar dikepalanya bak kaset rusak yang saling menyerobot untuk ditampilkan lebih dulu.
"Jangan takut jatuh hanya karna kau sudah rusak,dan lihat aku"Perkataan nana seolah menarik keras kepala netih untuk menatapnya"Bukankah cinta itu buta?yang tak akan bisa melihatmu seperti apa!"
Netih kagum kepada nana ternyata selain mahir memakai pria,jalan pikiran gadis bermata hijau itu memang patut diacungi jempol.
"Siapa yang mengajarimu hal seperti itu"Netih menyipitkan matanya seolah benar benar tak percaya jika yang mengatakan hal luar biasa itu adalah seorang Camella seana.
"Kau tetap akan menjadi gadis yang baik sekalipun barang berhargamu telah terkoyak!lihat aku,aku bahkan jauh lebih rusak dibandingkan dirimu.tapi tak pernah sekali pun aku terpikir akan kembali pada lelaki yang sama.bukan berarti aku tak memikirkan masa depanku,hanya saja aku sudah yakin jika suatu saat nanti pasti akan datang seorang pria yang siap menerima setiap lembaran masa lalu kelamku"
Netih terdiam karna semua yang nana ucapkan memang benar.meskipun 1 tahun lebih muda darinya tapi jalan pikiran gadis yang memakai kemaja hitam itu tak main main.
"Aku kembali padanya karna aku mencintainya nana,bukan karna hal lain termasuk yang kau pikirkan tadi"
Itu membuat nana memutar bola matanya jengah,Ya kata itulah yang mampu merampas kewarasan seseorang.Dan itulah yang membuat nana tak ingin jatuh pada pelukan siapapun.
"Whatever,lalu bagaimana dengan ray?"Tanya nana yang lagi dan lagi membuat netih terdiam dalam kebingungan.
"Kau menolaknya?"
"..."
"Jawab aku net!"
Masih ingat dengan jelas diingatan netih saat ray dengan lantang nya mengatakan cinta dihadapan ribuan manusia.dan yang membuat netih makin bingung adalah gadis itu tak melihat sisi keraguan didalam matanya.
"Aku bingung nana"
Netih menunduk dan menutup wajah nya dengan kedua tangannya.siapapun yang melihat itu pasti tau jika gadis itu sedang menahan tangis.
"lalu kau akan menolaknya?kau tau kan jika itu akan melukainya?"Sargah nana yang tampak tak terima dengan pernyataannya.ingin rasanya nana memukul kepalanya dengan balok besar berharap dia bisa sadar dan melihat siapa yang benar benar tulus mencintanya.
"Justru karna aku tak mau melukainya aku menolaknya,bisakah kau berfikir dari arah sudut pandangku!hidup bersama dengan orang yang tidak kita cintai itu tidak mudah!"jelas netih berharap nana akan mengerti bahwa dia juga sama terlukanya disini.
Nana mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya,untuk hal seperti ini nana akui jika jiwa debat netih azura alexsandra petrov memang patut diacungi jempol.dan bukan nana namanya jika tak bisa membalas ucapan netih,karena kecekatan dan keterampilannya membuat nama Camella seana berkilau diantara para supermodel berkelas.
Bahkan pernah disebut sebut jika nana adalah supermodel dengan bayaran termahal sibenua asia dan eropa.lantas itu tak membuat gadis dengan mata hijau itu mau terikat pada siapapun.karna dalam dunia pekerjaannya semua adalah lawan tak peduli soal apapun lagi.
"Bukankah cinta bisa datang seiring berjalannya waktu?"
Netih menghela nafas pelan memang tak ada guna nya berdebat dengan seorang nana karna dia tak akan pernah mau kalah dan mendengar siapapun,dia akan memperjuangkan apapun apa yang menurutnya benar tak peduli dengan tanggapan orang lain.
"Kenapa kau bisa yakin akan hal itu?"
Bukannya menjawab netih malah memutar ucapan untuk mematahkan pertanyaan nana.
"Tentu saja,sekalipun aku tidak pernah jatuh cinta tapi aku cukup bisa menyimpulkan semua nya dengan orang orang disekelilingku yang menjadi buktinya"
"Siapa?"
"Kau dan kaisar!"
Selalu ada jawaban jika berhadapan dengan wanita jenius seperti nana,tak heran jika ia bisa bergonta ganti pasangan tanpa mencoreng nama nya.seperti yang kita tau dia adalah salah satu wanita paling tidak baik dimuka bumi.
Netih menghembuskan nafas prustasi rasanya kepalany sudah hampir mau pecah memikirkan kaisar dan rai.sepertinya tak hanya sampai disitu karna setiap ucapan yang dilontarkan nana ternyata diterima baik oleh otak kecilnya.dan semakin menambah beban pikirannya.
Daripada mengindahkan setiap ucapan nana yang tiada habis nya,gadis cantik itu memilih berjalan dalam diam menuju lemari pakaian dan mengambil sebuah mantel broken white.lalu menyambar tas selempang berwarna senada dengan bajunya.setiap gerakan nya itu tak lepas dari pandangan nana yang menatap nya dengan bingung.
"Kau mau kemana?"
Bola mata hijau itu tak lepas memperhatikan setiap gerak gerik seorang gadis yang beberapa menit yang lalu berdebat dengannya.
"Menemui max"
"Apa itu berarti kau sudah menerima rai?"
Nana tetaplah nana yang akan selalu memaksakan kehendaknya,netih menghembuskan nafas frustasi dia kira keterdiamannya akan membuat nana mengerti bahwa ia tak menyukai pembahasan kali ini.
"Menemui max bukan berarti menerima rai nana".
Suara netih terdengar bersungguh sungguh ia mengerti akan niat baik nana yang mengkhawatirkan masa depannya,tapi netih tak suka menjadi benteng kebahagiaan orang lain apalagi kebahagiaannya sendiri yang menjadi taruhannya.
Bolehkah dia egois kali ini?dia hanya ingin hidup bahagia dengan kaisar.
Hanya kaisar!.
"Lalu?"
Mengabaikan pertanyaan nana,netih benar benar perlu meluruskan situasi ini"Nana aku menolak nya karna aku tak bisa mencintainya,sungguh.aku hanya mencintai kaisar aku tak ingin melukainya lebih dalam tolong mengerti posisiku!dan aku tak ingin ada pembahasan seperti ini lagi untuk kedepannya!"
Nana hendak membuka mulutnya untuk berbicara namun ia urungkan,setelah netih berbalik dan berlalu pergi tanpa sepatah kata.