Because Only You

Because Only You
Meet you



ditengah hiruk piruk kepadatan kota terlihat sekali matahari yang mulai akan turun ketempat asalnya.burung burung berlarian saling mengejar dan berlomba lomba untuk pulang.kendaraan berlalu lalang dan saling berhimpitan ditengah macet nya jalan kota.


dan disini lah sekarang seorang gadis cantik memakai dress putih selutut dengan make up tipis dan senyum ceria yang menambah kesempurnaan nya,dia melambaikan tangan menghentikan sebuah taksi karna hendak pergi ke suatu tempat yang sebenarnya sama sekali tak mau dia datangi,bagaimana tidak ibunya memaksa nya untuk pergi ke sebuah restoran untuk pergi menemui calon suaminya.


Ck,ibu benar benar keterlaluan bagaimana bisa aku dipaksa seperti ini.gumam nya dalam hati


15 menit berlalu taksi itu berhenti didepan sebuah restoran mewah gadis itu keluar dan membayar nya tak lupa mengucapkan terimakasih.dia melangkahkan kaki nya masuk dengan wajah datar dan tampak ekspesi.terlihat dia kebingungan dan tampak celingukan mencari seseorang,sampai staf restoran menghampiri nya.


"slmtpetang nona,apakah nona yang bernama nona netih?"staff restoran bertanya sambil tersenyum ramah.


"Iyaa,saya sudah membuat janji dengan seseorang tapi tak tau di meja nomer berapa",netih menjawab dengan senyum canggung nya,namun tak mengurangi sedikit pun kecantikannya.


"Tuan kaisar sudah menunggu anda nona,silahkan ikuti saya".wanita itu menuntun menunjukan sebuah jalan dan netih mengikuti nya dari belakang.


setelah beberapa saat mereka tampak berhenti disebuah ruangan yang begitu glamour,netih tampak melongo dan terkagum dengan ruangan yang begitu megah.kekagumannya hanya sesaat saat mata indah itu melihat sesosok pria tampan dengan ekpresi datar tapi tak sedikit pun mengurangi ketampanan nya.


dia terdiam beberapa saat,sampai sebuah suara memecahkan keterdiamannya.


"apa kau akan berdiri disana sampai tengah malam?".pria itu bertanya tanpa mengalihkan pandangan nya sedikit pun.


netih membisu beberapa saat dan dia tampak memikirkan sesuatu.ohh tuhan pria macam apa yang akan kunikahi ini.gumam nya dalam hati.


setelah berperang dengan pikirannya dia menghela nafas panjang dan memberanikan diri melangkah menghapiri pria itu.


pria itu menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan,yang ditatap pun merasa risih dan hanya bisa mengalihkan pandangan tanpa membuks suara.


"kenapa kau menatapku seperti itu?apa wajahku terlihat menyeramkan?".netih bertanya dengan wajah polos nya.sedangkan pria itu terdiam membisu dan mencerca pertanyaan nya.


_astaga kukira dia sama seperti wanita lainnya ternyata masih sangat polos_gumam kaisar


"ah tidak aku hanya melihat mu saja,apakah itu salah?".kaisar menjawab dengan mata yang masih menatapnya.


netih mengernyitkan alisnya dan tampak berfikir sampai beberapa saat dia hanya diam tak menjawab dan menganggukan kepala nya.


"jadi untuk apa kau mengajakku bertemu?"netih bertanya sambil mengambil sebuah minuman.


"tentu saja untuk membahas pernikah",jawaban kaisar mampu membuat netih tersedak sampai terbatuk batuk.sedangkan kaisar tampak menggigit bibir bawah nya karna mati matian menahan tawa,menurutnya ekspesi netih sangat lah lucu dan menggemaskan.


"apa kau gila,memang siapa yang mau menikah dengan mu".netih mengumpat dan menatap kaisar dengan tatapan tajam nya.


"gila apanya apa kau lupa kalo kita ini dijodohkan?,tanya kaisar dengan menahan tawanya.


"tapikan aku belum menyetujui nya,lagi pula ini adalah pertama kali nya kita bertemu bagaimana bisa langsung membahas pernikahan setidaknya berikan aku waktu,kau ini benar benar menyebalkan sekali",ucap netih panjang lebar dengan nada bicara tinggi dan wajah merah padam.


"Baiklah berapa lama waktu yang kau butuhkan?"tanya kaisar dengan tenang nya.


netih tampak mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan nya karna dia tau menikah bukanlah hal yang main main.dia diam dengan alis yang sedari tadi terus naik turun dan beberapa saat terdiam dia langsung mengembangkan senyumnya pertanda menemukan jawaban.


"aku meminta waktu selama 6 bulan,kau tau sendiri kan menikah itu bukan lah main main apalagi kita ini baru saling mengenal",seru netih sambil memasukan potongan steak kedalam mulut nya .


kaisar terdiam mencari jawaban yang tepat dan mempertimbangkan ucapan gadis didepannya,dia menatap netih dengan tatapan dalam dan setelah beberapa saat dia tampak membuka mulut dan hendak berbicara.


"Baiklah,tapi bisakah kita menjadi teman?"kaisar bertanya


"Teman?"


"Iya teman,bukankah kita akan menikah?bagaimana kita bisa menikah sedangkan kita tidak saling mengenal?ya setidaknya kita bisa menjadi teman kan?"ucap kaisar.


netih terdiam dan menganggukan kepala nya sambil tersenyum manis kearah kaisar.kaisar merasa terpukau dengan senyuman indah yang terukir dibibir indah nya,tanpa sadar dia pun ikut tersenyum.


tak lama senyum netih pun pudar dan berganti dengan wajah sedih dia teringat dengan max kekasih masa lalu nya.kaisar bingung dengan raut muka netih yang seketika menjadi murung dan berfikir kenapa dia bisa seperti itu.


"Kau kenapa?"Tanya kaisar dengan wajah bingung nya.


netih terdiam enggan sekali untuk menjawab tapi bagaimanapun dia juga harus tau alasan kenapa kaisar mau menikah dengan nya.


"Bisakah kau jujur padaku?"Tanya netih dengan raut muka serius.


"Apa?".


"kenapa kau mau menikah dengan ku?padahal aku tau lelaki seperti mu tak akan sulit mendapatkan seorang wanita?dan kenapa harus aku?".


"Jodoh".jawaban kaisar itu mampu membuat netih tampak melongo dan menggelengkan kepala nya.


"aku sebenarnya tidak mau menikah denganmu,apa aku tau itu?".ucap netih dengan wajah serius dan tatapan sayu nya.


"kenapa tak mau?apa aku tak cukup baik untuk mu?apa menurutmu aku ini pria brengsek?",pertanyaan beruntun dari kaisar dia mengatakan nya dengan nada pelan tapi siapapun pasti tau bahwa disana tersirat sebuah kemarahan.


netih menghela nafas panjang lalu berkata"bukan seperti itu maksud ku,aku tak mau menikah dengan mu bukan berarti kau buruk untukku jika kau berfikir seperti itu maka kau salah.aku hanya tak ingin kau menikahi wanita seperti ku wanita yang memiliki masa lalu yang sangat kelam,aku menolak semua ini karna aku tau kau adalah pria yang baik kau berhak bahagia.aku hanya tak ingin kau menikahi wanita yang memiliki bintak hitam dihati nya dan aku adalah wanita yang memiliki bintik hitam itu aku tau kita tak saling mencintai bahkan kita tak saling mengenal aku hanya takut setelah menikah secara tak langsung masa lalu ku akan menyakiti mu karna yang sebenarnya aku masih hidup didalamnya".ucap netih panjang lebar dan kaisar diam seribu bahasa seperti mulut nya terkunci ribuan gembok.dia tak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu.


mata indah itu mengeluarkan cairan bening yang penuh kesakitan dia tak mampu menahan nya lagi meski sudah mati matian menahan keras untuk tak menangis tapi bagaimapun dia harus tau alasan sebenarnya karna netih tak mau ada kebohongan,baginya kebohongan hanya akan mempersulit hidup nya saja.


"kenapa kau menangis?maap aku tak bermaksud untuk berkata seperti tadi?maapkan aku",kaisar berkata dengan nada bersalah dan menundukan kepala nya dia tak bisa melihat seorang wanita menangis apalagi itu karna nya.


"kenapa kau meminta maap,ini bukan salah mu aku hanya teringat sesuatu tadi maap karna harus menangis didepanmu."netih menjawab sambil mengibas ngibaskan tangan didepan wajah nya.


apa yang terjadi pada gadis ini,kenapa dia sepertinya menyimpan sebuah duka yang sangat besar.gumam kaisar


"lupakan saja,mari makan",ujar kaisar.mereka berdua makan dengan tenang hanya ada suara sendok yang berdenting dengan piring.


"Eumm.aku sudah selesai bolehkan aku pulang?."tanya netih dengan raut muka sedikit tidak enak kepada kaisar.


kaisar melirik nya dan terjadi lah adegan tatap tatapan untuk beberapa menit sampai kaisar berbicara dan memecah kecanggungan yang ada.


"tentu,tapi dengan satu syarat".jawab kaisar sedangkan netih tampak bingung dengan ucapan kaisar.


"syarat apa maksud mu?"tanya netih


"aku minta nomor ponsel mu".ujar kaisar sambil menyodorkan ponsel nya kearah netih.


netih mengambil ponsel itu,jari lentik nya nampak mengetikan beberapa nomor dan memberikannya lagi kepada kaisar.


"Sudah".


kaisar tampak tersenyum.


"terima kasih,aku akan menghubungimu nanti."ucap kaisar sambil tersenyum manis.netih tampak terdiam pasal nya ini adalah pertama kali nya melihat pria itu terseyum semanis itu.


jantung netih tampak berdegup sangat cepat melihat senyuman itu dan tanpa sadar dia berkata"sama sama".kata netih dengan senyum manis nya.


"baiklah aku pergi dulu permisi,dan sampai jumpa".ucap netih dengan senyum tipis nya tapi siapa sangka itu mampu membuat jantung kaisar berdegup cepat.dia langsung berlalu menyisakan kaisar yang tampak membisu dan tersenyum sendiri.


kaki nya melangkah melewari pandangan para pria yang menatap nya terpesona.dia terus berjalan mengabaikan bisikan para pria yang memuji dan mengaguminya.setibanya didepan dia langsung merogoh ponsel didalam tas nya dan menelpon seseorang.


"Hallo"...


"Kau dimana?kenapa sepertinya berisik sekali?".Tanya sipemilik suara disebrang telpon.


"aku sedang direstoran aku habisa berkencan kau percaya atau tidak aku tidak peduli,yang terpenting sekarang datang lah ke apartement ku ada sesuatu yang ingin kubicarakan.cepat aku akan menunggumu."seru netih sambil mengakhiri panggilannya tanpa menunggu jawaban dari temannya.


 


tut tut tut


 ditengah hiruk piruk kepadatan kota terlihat sekali matahari yang mulai akan turun ketempat asalnya.burung burung berlarian saling mengejar dan berlomba lomba untuk pulang.kendaraan berlalu lalang dan saling berhimpitan ditengah macet nya jalan kota.


dan disini lah sekarang seorang gadis cantik memakai dress putih selutut dengan make up tipis dan senyum ceria yang menambah kesempurnaan nya,dia melambaikan tangan menghentikan sebuah taksi karna hendak pergi ke suatu tempat yang sebenarnya sama sekali tak mau dia datangi,bagaimana tidak ibunya memaksa nya untuk pergi ke sebuah restoran untuk pergi menemui calon suaminya.


Ck,ibu benar benar keterlaluan bagaimana bisa aku dipaksa seperti ini.gumam nya dalam hati


15 menit berlalu taksi itu berhenti didepan sebuah restoran mewah gadis itu keluar dan membayar nya tak lupa mengucapkan terimakasih.dia melangkahkan kaki nya masuk dengan wajah datar dan tampak ekspesi.terlihat dia kebingungan dan tampak celingukan mencari seseorang,sampai staf restoran menghampiri nya.


"slmtpetang nona,apakah nona yang bernama nona netih?"staff restoran bertanya sambil tersenyum ramah.


"Iyaa,saya sudah membuat janji dengan seseorang tapi tak tau di meja nomer berapa",netih menjawab dengan senyum canggung nya,namun tak mengurangi sedikit pun kecantikannya.


"Tuan kaisar sudah menunggu anda nona,silahkan ikuti saya".wanita itu menuntun menunjukan sebuah jalan dan netih mengikuti nya dari belakang.


setelah beberapa saat mereka tampak berhenti disebuah ruangan yang begitu glamour,netih tampak melongo dan terkagum dengan ruangan yang begitu megah.kekagumannya hanya sesaat saat mata indah itu melihat sesosok pria tampan dengan ekpresi datar tapi tak sedikit pun mengurangi ketampanan nya.


dia terdiam beberapa saat,sampai sebuah suara memecahkan keterdiamannya.


"apa kau akan berdiri disana sampai tengah malam?".pria itu bertanya tanpa mengalihkan pandangan nya sedikit pun.


netih membisu beberapa saat dan dia tampak memikirkan sesuatu.ohh tuhan pria macam apa yang akan kunikahi ini.gumam nya dalam hati.


setelah berperang dengan pikirannya dia menghela nafas panjang dan memberanikan diri melangkah menghapiri pria itu.


pria itu menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan,yang ditatap pun merasa risih dan hanya bisa mengalihkan pandangan tanpa membuks suara.


"kenapa kau menatapku seperti itu?apa wajahku terlihat menyeramkan?".netih bertanya dengan wajah polos nya.sedangkan pria itu terdiam membisu dan mencerca pertanyaan nya.


_astaga kukira dia sama seperti wanita lainnya ternyata masih sangat polos_gumam kaisar


"ah tidak aku hanya melihat mu saja,apakah itu salah?".kaisar menjawab dengan mata yang masih menatapnya.


netih mengernyitkan alisnya dan tampak berfikir sampai beberapa saat dia hanya diam tak menjawab dan menganggukan kepala nya.


"jadi untuk apa kau mengajakku bertemu?"netih bertanya sambil mengambil sebuah minuman.


"tentu saja untuk membahas pernikah",jawaban kaisar mampu membuat netih tersedak sampai terbatuk batuk.sedangkan kaisar tampak menggigit bibir bawah nya karna mati matian menahan tawa,menurutnya ekspesi netih sangat lah lucu dan menggemaskan.


"apa kau gila,memang siapa yang mau menikah dengan mu".netih mengumpat dan menatap kaisar dengan tatapan tajam nya.


"gila apanya apa kau lupa kalo kita ini dijodohkan?,tanya kaisar dengan menahan tawanya.


"tapikan aku belum menyetujui nya,lagi pula ini adalah pertama kali nya kita bertemu bagaimana bisa langsung membahas pernikahan setidaknya berikan aku waktu,kau ini benar benar menyebalkan sekali",ucap netih panjang lebar dengan nada bicara tinggi dan wajah merah padam.


"Baiklah berapa lama waktu yang kau butuhkan?"tanya kaisar dengan tenang nya.


netih tampak mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan nya karna dia tau menikah bukanlah hal yang main main.dia diam dengan alis yang sedari tadi terus naik turun dan beberapa saat terdiam dia langsung mengembangkan senyumnya pertanda menemukan jawaban.


"aku meminta waktu selama 6 bulan,kau tau sendiri kan menikah itu bukan lah main main apalagi kita ini baru saling mengenal",seru netih sambil memasukan potongan steak kedalam mulut nya .


kaisar terdiam mencari jawaban yang tepat dan mempertimbangkan ucapan gadis didepannya,dia menatap netih dengan tatapan dalam dan setelah beberapa saat dia tampak membuka mulut dan hendak berbicara.


"Baiklah,tapi bisakah kita menjadi teman?"kaisar bertanya


"Teman?"


"Iya teman,bukankah kita akan menikah?bagaimana kita bisa menikah sedangkan kita tidak saling mengenal?ya setidaknya kita bisa menjadi teman kan?"ucap kaisar.


netih terdiam dan menganggukan kepala nya sambil tersenyum manis kearah kaisar.kaisar merasa terpukau dengan senyuman indah yang terukir dibibir indah nya,tanpa sadar dia pun ikut tersenyum.


tak lama senyum netih pun pudar dan berganti dengan wajah sedih dia teringat dengan max kekasih masa lalu nya.kaisar bingung dengan raut muka netih yang seketika menjadi murung dan berfikir kenapa dia bisa seperti itu.


"Kau kenapa?"Tanya kaisar dengan wajah bingung nya.


netih terdiam enggan sekali untuk menjawab tapi bagaimanapun dia juga harus tau alasan kenapa kaisar mau menikah dengan nya.


"Bisakah kau jujur padaku?"Tanya netih dengan raut muka serius.


"Apa?".


"kenapa kau mau menikah dengan ku?padahal aku tau lelaki seperti mu tak akan sulit mendapatkan seorang wanita?dan kenapa harus aku?".


"Jodoh".jawaban kaisar itu mampu membuat netih tampak melongo dan menggelengkan kepala nya.


"aku sebenarnya tidak mau menikah denganmu,apa aku tau itu?".ucap netih dengan wajah serius dan tatapan sayu nya.


"kenapa tak mau?apa aku tak cukup baik untuk mu?apa menurutmu aku ini pria brengsek?",pertanyaan beruntun dari kaisar dia mengatakan nya dengan nada pelan tapi siapapun pasti tau bahwa disana tersirat sebuah kemarahan.


netih menghela nafas panjang lalu berkata"bukan seperti itu maksud ku,aku tak mau menikah dengan mu bukan berarti kau buruk untukku jika kau berfikir seperti itu maka kau salah.aku hanya tak ingin kau menikahi wanita seperti ku wanita yang memiliki masa lalu yang sangat kelam,aku menolak semua ini karna aku tau kau adalah pria yang baik kau berhak bahagia.aku hanya tak ingin kau menikahi wanita yang memiliki bintak hitam dihati nya dan aku adalah wanita yang memiliki bintik hitam itu aku tau kita tak saling mencintai bahkan kita tak saling mengenal aku hanya takut setelah menikah secara tak langsung masa lalu ku akan menyakiti mu karna yang sebenarnya aku masih hidup didalamnya".ucap netih panjang lebar dan kaisar diam seribu bahasa seperti mulut nya terkunci ribuan gembok.dia tak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu.


mata indah itu mengeluarkan cairan bening yang penuh kesakitan dia tak mampu menahan nya lagi meski sudah mati matian menahan keras untuk tak menangis tapi bagaimapun dia harus tau alasan sebenarnya karna netih tak mau ada kebohongan,baginya kebohongan hanya akan mempersulit hidup nya saja.


"kenapa kau menangis?maap aku tak bermaksud untuk berkata seperti tadi?maapkan aku",kaisar berkata dengan nada bersalah dan menundukan kepala nya dia tak bisa melihat seorang wanita menangis apalagi itu karna nya.


"kenapa kau meminta maap,ini bukan salah mu aku hanya teringat sesuatu tadi maap karna harus menangis didepanmu."netih menjawab sambil mengibas ngibaskan tangan didepan wajah nya.


apa yang terjadi pada gadis ini,kenapa dia sepertinya menyimpan sebuah duka yang sangat besar.gumam kaisar


"lupakan saja,mari makan",ujar kaisar.mereka berdua makan dengan tenang hanya ada suara sendok yang berdenting dengan piring.


"Eumm.aku sudah selesai bolehkan aku pulang?."tanya netih dengan raut muka sedikit tidak enak kepada kaisar.


kaisar melirik nya dan terjadi lah adegan tatap tatapan untuk beberapa menit sampai kaisar berbicara dan memecah kecanggungan yang ada.


"tentu,tapi dengan satu syarat".jawab kaisar sedangkan netih tampak bingung dengan ucapan kaisar.


"syarat apa maksud mu?"tanya netih


"aku minta nomor ponsel mu".ujar kaisar sambil menyodorkan ponsel nya kearah netih.


netih mengambil ponsel itu,jari lentik nya nampak mengetikan beberapa nomor dan memberikannya lagi kepada kaisar.


"Sudah".


kaisar tampak tersenyum.


"terima kasih,aku akan menghubungimu nanti."ucap kaisar sambil tersenyum manis.netih tampak terdiam pasal nya ini adalah pertama kali nya melihat pria itu terseyum semanis itu.


jantung netih tampak berdegup sangat cepat melihat senyuman itu dan tanpa sadar dia berkata"sama sama".kata netih dengan senyum manis nya.


"baiklah aku pergi dulu permisi,dan sampai jumpa".ucap netih dengan senyum tipis nya tapi siapa sangka itu mampu membuat jantung kaisar berdegup cepat.dia langsung berlalu menyisakan kaisar yang tampak membisu dan tersenyum sendiri.


kaki nya melangkah melewari pandangan para pria yang menatap nya terpesona.dia terus berjalan mengabaikan bisikan para pria yang memuji dan mengaguminya.setibanya didepan dia langsung merogoh ponsel didalam tas nya dan menelpon seseorang.


"Hallo"...


"Kau dimana?kenapa sepertinya berisik sekali?".Tanya sipemilik suara disebrang telpon.


"aku sedang direstoran aku habisa berkencan kau percaya atau tidak aku tidak peduli,yang terpenting sekarang datang lah ke apartement ku ada sesuatu yang ingin kubicarakan.cepat aku akan menunggumu."seru netih sambil mengakhiri panggilannya tanpa menunggu jawaban dari temannya.


 


tut tut tut