
"Kau yakin akan menemuinya sekarang?"
Kaisar mendengus kesal ini sudah kali ketiga kainan melontarkan pertanyaan yang sama padanya.seolah kainan meragukan dirinya.
"Apakau tau ini sudah ketiga kalinya kau menanyakan hal yang sama padaku?"
Kainan terkekeh geli dia sendiri tidak menyangka kenapa ia bisa jadi cerewet seperti ini.namun bukan hal mustahil juga apalagi ini menyangkut keluarga satu satunya.
"kenapa kau bisa tau aku sudah bertanya padamu 3 kali?apakau sengaja menghitungnya?"
"Jalankan mobil nya yang benar,kau tidak mau kan mati muda mengenaskan".
Hening!.kainan tak menghiraukan cibiran yang kaisar lontarkan,karna ada benar nya juga tak lucu rasanya jika tersebar berita seorang Billionaire muda mati mengenaskan karna kecelakaan.
Supercar hitam metalic itu memasuki basement apartemant elit.tempat dimana seseorang yang kaisar tuju tinggal.
kainan menekan bel beberapa kali tapi masih tak kunjung mendapat sahutan dari sipemilik kamar.sampai beberapa saat pintu terbuka menampakan seorang gadis cantik dengan wajah khas bangun tidurnya.
"Kalian?".
"Boleh kami masuk?"
"Masuklah".
Mereka bertiga sudah duduk berhadapan disofa yang ada di ruangan.suasana tampak hening.netih bertanya tanya dalam hati,untuk apa mereka kemari?sampai sebuah suara memecah keheningan.
"Neth".
Kaisar menatap dalam mata indah netih seolah ia tak rela jika harus kehilangan semua nya apa lagi dirinya.sedangkan netih hanya membalasnya dengan lirikan singkat.
"Jika kau datang kemari untuk meminta maap,aku sudah memaapkan mu.berbahagialah anggap saja hari hari yang kita lewati sebelum ini hanyalah sebuah mimpi".
Netih berucap mantap dia memberikan diri menatap dalam manik mata kaisar.seolah membuktikan bahwa ia tak main main dengan kata katanya.
Kainan Nampak tak nyaman karna harus berada disituasi secanggung ini,terdengar beberapa kali ia mengetuk bawah meja dengan ujung sepatunya.
"Apa kau terluka?"
Tanpa bertanya pun kaisar harusnya sudah tau jawabannya.memang nya wanita mana yang tidak akan terluka jika mengetahui lelakinya akan menikahi orang lain dan mencampakannya?tidak ada bukan!.
Netih mengalihkan pandangan nya kesamping gadis cantik itu tersenyum miris"Kenapa kau bertanya?padahal kau sendiri sudah tau jawabannya!"
"Maapkan aku"
Kaisar menunduk menyembunyikan raut bersalahnya.demi tuhan dia juga sama terluka nya disini,tapi dia sadar itu memang pantas untuknya.
Netih memutar bola matanya malas ia tampak sangat jengah mendengar permintaan maap kaisar.jika dia niat menghitung mungkin ini sudah yang ke seribu satu kali kaisar mengucapkan kata itu.
"Apakah ada yang masih ingin kau sampaikan kai?jika tidak kau bisa keluar!karna aku harus bekerja".
Pinta netih setengah mengusir,sebenarnya hari ini dia tidak bekerja dan memutuskan untuk cuti selama beberapa waktu.namun ia terpaksa berbohong karna netih benar benar malas bertatap muka dengan dua pria didepannya.
"Baiklah kami akan pulang jaga dirimu baik baik".
Kaisar dan kainan berdiri mereka berjalan menuju arah pintu,kaisar hendak menarik handle pintu namun tiba tiba terhenti ketika mendengar netih mengucapkan sesuatu.
"Selamat atas pernikahanmu,aku akan datang dan memberikan sedikit kejutan padamu.persiapkan dirimu".
Kaisar tertegun dan melirik sejenak menatap punggung wanita yang ia cintai berjalan menjauh dan hilang dari pandangannya.
*Siapkan dirimu!
Siapkan dirimu!
Siapkan dirimu*!
"Arrghhhh..".
Kaisar menjambak rambutnya frustasi karna kata kata itu terus saja terngiang dikepalanya.
_______
"Apakau baik baik saja?".
Saat ini kaisar sedang berada dipanti asuhan kasih tempat dimana wanita yang akan ia nikahi berada.meskipun kaisar tidak mencintainya akan tetapi ia juga tidak bisa menghindar dari tanggung jawabnya.
"Aku baik baik saja,bagaimana denganmu?"
Raut bahagia terpancar jelas dari wajah cantik karel.gadis itu tampak sangat senang karna kaisar perhatian padanya.meskipun sebenarnya itu semua ditujukan pada bayinya.
Tapi,sedetik kemudian raut cemas berganti diwajahnya melihat wajah tampan kaisar dipenuhi lebam kebiru biruan.
Karel terlihat sangat khawatir namun entah kenapa reaksinya kali ini begitu menjijikan dimata kaisar.jika saja itu adalah netih maka kaisar akan senang hati dan bermanja manja dengan nya.
Karel meraba raba dengan lembut setiap luka yang ada diwajah tampan kaisar,yang langsung ditepis halus olehnya.
"aku baik baik saja".
Karel tampak tak puas dengan jawaban nya,ia kembali bertanya dan masih dengan nada khawatirnya"lalu ini kenapa?"
"Kemarin aku sempat mengalami kecelakaan kecil,dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan".
"Apa?Kenapa tidak ada yang memberitahuku sama sekali huh?".
Karel tampak sangat kesal,bagaimana bisa ayah dari anaknya mengalami hal sulit tapi tak seorang pun memberitahunya.benar benar keterlaluan.
"Memangnya kau siapa?".
Pertanyaan sederhana itu mampu membuat kekhawatiran karel melebur seketika dan berganti dengan rasa kecewa.
Karel menundukan wajah nya menyembunyikan wajahnya yang tampak berkaca kaca."Akuu.."
"Sudahlah aku datang kemari hanya untuk memastikan keadaanmu,sepertinya kau baik baik saja aku harus pergi karna nanti malam aku akan pergi keacara pesta temanku".
saat kaisar hendak melangkah kan kakinya tiba tiba saja karel mencekal erat tangannya.
"Bolehkan aku ikut?".
"Terserah kau saja".
ingin sekali kaisar menolak namun ia masih ingat jelas dengan perkataan dokter tempo lalu.
Karel tersenyum penuh kemenangan lalu berkata"Terima kasih".
_________
"Apa kau kalah taruhan?"
sedari tadi radith terus saja mengoceh atau lebih tepatnya mengintograsi netih dengan pertanyaan pertanyaan nya yang tak bermutu.
"Lebih baik kau diam dan makan yang banyak,daripada kau terus saja merecoki ku".
Netih kesal karna radith tak pernah bisa diam.come on guys,dia butuh ketenangan saat ini sepertinya dia melakukan kesalahan dengan datang keapartement nana.
Karna saat ini semua orang tampak sedang berkumpul ditempat yang sama.bukannya mendapat ketenangan disini malah ricuh dengan keributan.
"Aku tau kau sedang dalam masalah,tapi kau tidak perlu menutupinya dari kami karna itu benar benar bukan gaya mu".
Evan berucap santai dengan memasukan potongan steak daging sapi kedalam mulutnya.mengenal netih cukup lama membuat evan tau bagaimana karakternya.
Netih menatap kesal mereka satu persatu mulai dari nana,radith evan hingga sarah.jangan tanyakan axellin dimana!karna sudah pasti saat ini ia sedang sibuk mencumbu wanitanya.
"Kaisar tadi datang keapartement ku"
Pernyataannya mampu membuat perhatian semua teralihkan.bahkan evan yang tengah sibuk makan pun langsung menaruh garpuh nya dan menatap serius kearahnya.
"Untuk apa?".
Itulah pertanyaan yang dilontarkan radith dan terkesan mewakili semuanya.
"Apa dia sudah menjelaskan semuanya?"tanya evan
"Bagaimana keputusan finalnya?apa kalian benar benar akan berakhir sad ending?".Timpal nana.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku tadi?".ujar radith.
"kau tidak luluh dengan kata kata bualannya kan?".Tanya sarah penuh selidik.
Netih menghela nafas mendengar pertanyaan beruntun dari semua temannya.jika boleh memilih ia lebih baik diam karna saat ini netih enggan sekali menjawab semua pertanyaan mereka semua.
"Dia hanya datang untuk meminta maap".
"Hanya itu?".Tanya radith yang tidak percaya.
"Ya".balas netih sekenanya karna memang itulah kenyataannya.
"Sudahlah lupakan masalah ini,toh pada akhirnya tetap aku juga yang akan menang".
Netih menepuk dada nya dengan bangga,membuat semua yang ada disana berdecih jijik namun tetap tertawa.untuk sesaat ia dapat menghilangkan sejenak masalahnya.
"Sarah,nana temani aku nanti malam".
Tak banyak bertanya sarah dan nana langsung membalas dengan anggukan kepala.