
Kaisar memelankan langkah,menggeret koper nya disisi sebelah kanan,saat maniknya memutar untuk memperhatikan sekitar.
Internasional Jonh F.kennedy tampak ramai siang itu,setelah kaisar menempuh perjalanan hampir 20 jam dari indonesia untuk menginjakan kaki dinegri paman sam ini.
Satu lambaian tangan dari seorang pria berparas khas negri paman sam tertangkap kilatan matanya,saat pria berambut pirang itu sontak menundukan kepala nya memberi tanda hormat.
melempar senyuman untuk membalas senyuman pria tadi,kaisar memacu lagi langkah nya lebih cepat.
"Selamat datang dinew york tuan kaisar,bagaimana perjalanan anda?"sapa sang pria dengan nada tenang,sesaat setelah kaisar berhenti tidak jauh darinya.
Melepaskan kaca mata yang ia gunakan sejak tadi,kaisar melebarkan senyumnya seraya mengguyar rambutnya perlahan.
"Baik sekali terima kasih sudah menyambutku dibandara"sahutnya
Pria itu mengangguk cepat,merasa tidak perlu berlama lama lagi berada dikerumunan orang,dia sudah mengarahkan tangan kearah kanan.
"Lewat sini"
Sebuah mobil berwarna biru metalik telah menunggu disalah satu sisi jalan,saat sang sopir kini tampak memutari mobil itu saat mendapati rekannya sudah berjalan dengan orang penting yang ia jemput siang itu.
Sang sopir membukakan pintu mobil penumpang belakang untuk kaisar,berbaik hati mengambil alih koper lelaki itu untuk dimasukan kedalam bagasi belakang.
Setelah kaisar masuk kedalam sana,ia kemudian masuk kepintu penumpang depan dan duduk disebelah supir yang sudah siap untuk mengemudi.
"anda pasti lelah tuan kaisar,ini akan memakan waktu perjalanan 30 menit.istirahatlah terlebih dulu saya akan membangunkan anda ketika sampai".
"Baiklah,terimakasih"Ucapnya pelan.
Sudah menyandarkan kepalanya dikursi,menutup mata saat ia melewatkan pemandangan kota new york yang begitu mengagumkan.
Kaisar tau dia melewatkan hal indah begitu saja,tetapi rasa penatnya tidak bisa ditahan lagi.setelah beberapa saat lelaki itu telah masuk kealam mimpi,berbaur dengan pikiran yang berterbangan saat raganya mulai tidak sadarkan diri.
****
Bunyi musik yang berdentam keras memenuhi setiap sudut ruangan yang didominasi warna cream ini,meskipun bibirnya tak henti bersiul mendayu mengikuti setiap aliran lirik lagu yang diputarnya.tapi,sesekali ia melirik benda pipih diatas meja seakan benar benar ada sesuatu yang sedang ia tunggu.
Gadis bermata hijau itu tampak sibuk dengan Nail polish yang akan membuat kukunya terlihat semakin menawan,bibirnya bergerak mengikuti lirik lagu senorita by shawn mendes dan camella cabello yang menjadi favoritnya.
Sepuluh menit berlalu nana telah selesai dengan Nail polish nya,mengabaikan meja yang berantakan akibat ulahnya gadis itu menguncir rambut pirang nya.sebelum mengambil ponsel diatas nakas.
"Ohh..brengsek,********,sialan"Dengan senang hati nana mengabsen kata kata kasar itu,ketika mata hijau itu melihat nominal angka yang langsung membuatnya terduduk lemas jika ia sampai membatalkan pemotretannya.
Nana mengangkat kedua kakinya keatas sofa,dia meremas rambut pirang nya frustasi.dan yang membuatnya frustasi bukan hanya tentang nominal uang itu,melainkan suara bel yang sedari tadi terus mengudara saling bertabrakan dengan suara musik yang ia putar dengan begitu kerasnya.
Nana menoleh pada ponsel meja terpampang nama netih,panggilan masuk!sudah jelas bukan siapa yang membuat onar diluar sana?tapi bagi nana ini sedikit ganjil bukankah mereka tinggal bersama?lalu kenapa harus menekan bel layaknya orang bertamu?
"Sebentar"bentak nana seraya berjalan cepat untuk menuju pintu.
Baru saja nana membuka daun pintu ia sudah dikejutkan dengan siapa yang berdiri didepan pintu.dugaan nya salah ternyata yang berdiri didepan pintu bukanlah netih melainkan kaisar!dan yang membuatnya semakin terkejut adalah sebuah koper besar yang berdiri persis disebelahnya.
Apa apaan ini!
"bukankah sangat tidak sopan membiarkan seorang tamu berdiri diluar layaknya seorang patung seperti ini"Kaisar menyela secepat yang ia bisa.
nana melongo lalu sedetik kemudian ia memutar bola matanya malas,gadis cantik itu membuka pintu lebar lebar mempersilahkan masuk.meskipun sebenarnya kehadirannya sama sekali tak ia inginkan.
"Huh aku sangat lelah"Ucap kaisar seraya mengeret kopernya masuk kedalam tak menghiraukan nana yang berdiri melongo karna ulahnya.
"Bisakah kau jelaskan ini kaisar?!"Tangkas nana sembari menutup pintu.
"Duduk dulu!"Pinta kaisar menepuk pelan sofa biru yang ada disamping nya seolah olah dialah tuan rumah nya disini.
"Bicaralah"
"Aku akan tinggal disini"Ucap kaisar dengan wajah datarnya,berbeda dengan ekspresi yang nana tampilkan ia seperti baru saja mendengar kalimat paling horor dimuka bumi.
"No!"Tolak nana mentah mentah tanpa negosiasi,sayangnya penolakannya sama sekali tak digubris oleh kaisar.pria tampan itu malah menanyakan hal lain disaat gadis didepannya sedang menatapnya seolah ingin menerkamnya hidup hidup.
"hmm,,dimana wanitaku?"Tanya kaisar kilatan matanya tampak menatap mengelilingi setiap sudut ruangan yang didominasi warna cream ini.
"Aku bertanya kenapa ada disini?Darimana kau tau tempat tinggalku?"
"Aku mencari wanitaku"
Nana sedikit menyesal kenapa harus bertanya hal seperti,tentu saja kaisar disini karna mencari wanitanya.tidak mungkin jika pria tampan itu bisa duduk didepannya karna mencarinya.
Mustahil
"Hanya itu?"
"Apakau sedang berharap aku datang kesini untuk mencarimu?"
Damn!kaisar memang tau cara mematahkan omongan semua orang.lelaki bermata biru ini memang jarang berbicara tapi jika sudah mengeluarkan kata mampu membuat nana ingin sekali menabrak nya dengan truk gandeng yang sangat besar.
Daripada meladeni kaisar yang membuatnya kesal,lebih baik nana memperhatikan kuku yang baru beberapa puluh menit dia hiasi dengan Nail polish berwarna merah.baginya itu jauh lebih menarik daripada membalas setiap kata yang keluar dari mulut kaisar yang mampu membuat tensi nya naik bahkan dalam hitungan detik.
Kaisar berdecak kesal ia sudah banyak buang buang suara tapi tak kunjung mendapat jawaban dari gadis didepannya,sungguh itu sangat bertolak belakang dengan sikap kaisar yang terkesan dingin dan tempramen nya yang tinggi.
"Gadis sialan!aku bertanya sekali lagi dimana wanitaku?"
Pertanyaan sederhana benar benar mampu membuat nana menatapnya dengan tajam,tapi tatapan mematikan itu sama sekali tak membuat kaisar ciut.pria tampan itu tampak tenang dengan wajah datar dan tanpa dosanya.
Nana menghela nafas pelan ingin rasanya ia memaki dan menjahit bibir tipis itu dengan tangannya,tapi semua niat baik itu ia urungkan.akan lebih baik ia memberitahunya agar pria tampan yang dominan menyebalkan itu cepat cepat berlalu pergi dan tidak mengganggu ketenangannya lagi.
"Dia di green wood cemetery"Ucapnya sembari mematikan musik yang suaranya mampu memecahkan gendang telinga siapapun yang mendengarnya.
"Green wood cemetery?"
"Dimana itu?"Tanya kaisar lagi
"Dibagian barat bronkly,datanglah kesana maka kau akan tau semuanya"