
Hari demi hari berlalu,sudah 7 hari sejak netih memutuskan pindah keapartement nya.tak pernah satu kali pun kaisar menghubungi atau pun menemuinya dan itu membuat pikiran nya blank selama beberapa hari ini.
Gadis itu beranggapan jika semuanya telah berakhir dan itu membuat nya tak pernah fokus mengerjakan aktivitas apapun setiap harinya.
Seperti sekarang ini dia sedang berkutat dengan komputer didepan nya tapi pikirannya entah kemana karna sedari tadi dia hanya melamun,memandang setumpuk berkas didepan nya tanpa mau mengerjakan.
"Apa kau pikir semua pekerjaan mu akan selesai jika kau terus memandang nya seperti itu!!."Axellin berkata setengah berteriak,dia berani berbicara seperti itu karna memang dari awal mereka memutuskan jika tidak ada teman ketika bekerja.
saat sedang jam kerja mereka akan menjadi asing layaknya atasan dan bawahan.mereka akan profesional dalam pekerjaan.sungguh berbeda jauh sekali jika dibanding kan dengan mereka yang selalu bersikap layaknya orang gila.
Netih terjingkat kaget mendengar seseorang membentak nya,dia tersadar dari lamunan nya.
"Aku sedang tidak mood untuk berdebat X,aku benar benar lelah".Keluh netih suaranya terdengar lelah,dia menatap sendu axellin seolah tatapan itu mengatakan percayalah.
Axellin menghembuskan nafas kasar,seperti nya wanita duplikat nenek sihir ini benar benar kacau.karna biasanya jika dibentak seperti itu dia akan balas memaki nya dan mengeluarkan semua sumpah serapah nya.
Tapi kali ini tidak dari suaranya pun terdengar berbeda.
"Kau ini kenapa?".axellin mengalah seperti nya saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berdebat apalagi mengungkit kesalahan.
"Tidak".Singkat padat dan jelas itulah yang netih ucapkan.
Axellin menatap heran,Tidak katanya?jika tidak,tidak mungkin gadis yang biasanya mengoceh akan diam seperti patung.
Seribu pertanyaan muncul dibenak axellin namun dia mengesamping kesemua itu,toh tak mendapat jawaban dari nya langsung pun dia akan tetap tau dari orang lain.hebat bukan?.
"Pulanglah,seperti nya kau tak sehat?".Ucap axellin,percuma saja jika dia disini tapi pikiran nya ditempat lain.benar bukan?
Netih mengangguk dia mulai serapikan meja nya,saat hendak berdiri tiba tiba saja dunia nya berputar dan menghitam.
Brukkkkk
"Netih!!!."melihat netih tak sadarkan diri dengan sigap axellin menggendong nya dan membawa nya kerumah sakit.
___________
Edelwais hospital
Diatas ranjang terbaring gadis cantik dengan wajah pucat setenang air.yang masih setia memejamkan mata indah nya.walaupun dokter mengatakan tidak ada hal serius pada netih.Tapi itu tak membuat semua yang ada disana tenang,selama mata indah itu tak kunjung terbuka.
Sarah,nana,axellin dan radith semua ada disana masih setia menunggu gadis itu membuka matanya.bahkan evan langsung terbang dari negara nya ketika mendengar seorang gadis yang sudah dia anggap seperti adiknya jatuh sakit.
Sungguh beruntung Netih yang mendapatkan teman seperti mereka,yang selalu ada kala susah maupun senang.
Netih mengernyit ketika menyadari dirinya berada diruangan serba putih.bau rumah sakit yang khas menusuk indra penciumannya.ia mengedarkan pandangan nya lalu mata indah itu melihat beberapa wajah tak asing yang dipenuhi raut cemas.
"A..ku ada dimana?".Suara nya lemah bahkan hampir tak terdengar.semua yang ada langsung berdiri dan mengelilinginya.
"Kau ada dirumah sakit,kau tadi pingsan seharusnya kalau kau sakit tidak usah bekerja dan juga kata dokter tadi kau tidak makan selama beberapa hari kau ini kenapa?jika ingin mati jangan seperti caranya benar benar merepotkan".Oceh axellin yang tak dihiraukan oleh nya,semua yang ada disana tau jika apa yang axellin ucapkan itu bermaksud baik.
"Lalu kau gunakan untuk apa uang yang selama ini aku berikan?".Ketus sxellin meminta penjelasan.
"Aku mena---".
"aku heran bahkan disaat seperti ini kalian masih bisa berdebat".Radith menyela cepat,jika tidak dihentikan mereka bisa saja berdebat hingga tengah malam nanti.
semua yang ada disana hanya terkekeh geli karna perdebatan seperti itu bukanlah hal yang lazim lagi.
pertemanan mereka memang terbilang aneh dan jauh dari kata waras.karna disaat salah seorang terkena masalah maka yang lain akan siap menghujat dan juga menghina.itulah slogan saat grup mereka semua tercipta.sinting bukan?.
tapi jangan salah mereka semua juga tau waktu antara serius dan main main.
"Masalah mu masih belum selesai neth?".Kata sarah,dia tahu semua yang terjadi padanya.karna memang tidak ada rahasia diantara mereka.
Netih menggeleng lemah saat ini ia enggan sekali membahas semua hal itu.
"Jangan bilang kalau kalian semua memberitahu kaisar kalau aku sakit?".Netih menatap satu persatu semua yang ada disana,dia menatap dengan tatapan mengintimidasi.
Semua yang ada disana menggelengkan kepala nya pertanda tidak ada yang memberitahu kaisar tentang hal ini.
Netih menghembuskan nafas lega.
"baguslah".
"cepat selesaikan masalahmu,aku tak ingin kau sakit sakitan karna memikirkan pria itu".timpal nana dengan ketusnya.
"Apa yang harus aku selesaikan semua nya sudah selesai nana".ucapnya pelan.
Netih menundukan kepalanya,hati dan fisik nya benar benar lemah kali ini.inilah yang dia takutkan selama ini orang yang dia cintai akan pergi dan meninggalkan nya sendiri seperti 2 tahun lalu.
Dia sudah membangun benteng yang kuat untuk tak jatuh cinta pada kaisar,namun perlakuan manis kaisar padanya mampu meruntuhkan pertahanannya.
Dan tanpa sadar dia sudah jatuh cinta dalam diam.
"lekas membaik,aku berjanji akan mengajakmu ke pasar malam jika kau sembuh".Wajah yang tadinya ditekuk kini berubah menjadi binar bahagia ketika mendengar apa yang radith ucapkan.
Radith memang paling bisa dalam merubah suasana hatinya.
"Kau berjanji?".netih mengangkat jari kelingking nya membuat radith mau tak mau melakukan hal yang sama.
semua yang ada disana terkekeh melihat sifat netih yang menurutny sangat kekanak kanakan.
"Hemm aku berjanji".Ucap radith tanpa minat,seolah ia terpaksa melakukan nya.
Netih tersenyum bahagia dan mengucapkan terimakasih.