
Pagi menyapa sinar matahari masuk melalui cela tirai kamarnya,membuat netih terbangun karna silaunya.
Gadis itu mengejapkan mata beberapa kali mengumpulkan kesadaran.tiba tiba saja netih melamun memikirkan seseorang yang sudah lama ia rindukan.
Siapa lagi jika bukan kaisar.
Ia sama sekali tak pernah memberikan nya kabar setelah hari itu,bagaimana kabarnya?apa dia baik baik saja?gadis cantik itu bertanya tanya dalam hatinya.
Harusnya hari ini adalah jadwal kepulangan nya tapi karna ada sedikit masalah,akhirnya dia dan axellin menundanya.
Sumpah demi apapun dia benar benar merindukan kaisar.perasaan nya terasa campur aduk mengingat 2 minggu lagi adalah hari pernikahan nya.
saat sedang sibuk bertarung dengan pikirannya terdengar ketukan pintu yang memecah lamunan nya.
tok tok tok
Netih beranjak malas menuju pintu kamar dan membuka nya.terlihat seorang wanita cantik sudah siap dengan pakain santai nya.
Luneta terlihat memakai celana jeans pendek berwarna hitam dipadukan dengan kemeja berwarna kuning polos.rambut panjang yang digerai dan bibir merah merona yang menambah kesan seksinya.
Pantas saja axellin tergila gila padanya,ternyata dia secantik ini.gumam netih dalam hati
Netih mengernyit kan alis seolah tak mengerti .mau kemana dia dengan pakaian rapih,sepagi ini?
"Ada apa?".Netih membuka pintu lebar lebar mempersilahkan lunetta masuk kedalam kamarnya.
"Ayoo".Pinta lunetta tanpa basa basi.
"Sepagi ini?kemana?".
"Owh...ayolah apakau tak mau menikmati kota madrid sebentar saja sebelum kita kembali keindonesia".Balas gadis itu dengan riang nya,membuat netih tersenyum dan mengangguk setuju.
semalam Axellin berhasil membujuk lunetta mati matian untuk ikut dengan nya keindonesia dan menikahinya disana.awalnya gadis itu menolak namun axellin berhasil membujuk nya dengan rayuan menye menye yang hampir membut netih ingin muntah mendengarnya.
"Baiklah tunggu aku bersiap".netih menyambar handuk cepat dan berlalu kedalam kamar mandi secepat kilat.membuat lunetta menggeleng akan tingkah nya.
25 menit berlalu gadis cantik itu telah siap dengan pakaian santai nya.netih memakai celana jeans pendek berwarna biru langit dipadukan dengan sweater kebesaran dan sepatu kets senada dengan bajunya.membuat nya terlihat sangat manis.
Lunetta bahkan tampak melongo melihat keelokan rupanya,gadis itu tersenyum namun sedetik kemudian senyum nya memudar bersamaan dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca.
Netih terhenyak melihat perubahan sikap nya yang tiba tiba.apakah ada yang salah dengannya?
"Hei ada apa?"netih menghapus cairan bening yang lolos begitu saja dari wajah cantik lunetta.
Lunetta menggeleng seolah memberitau dia baik baik saja,namun jawaban itu tak membuat nya puas dan kembali bertanya.
"apa ada sesuatu yang mengganggumu?apa axellin menyakitimu?".
"haruskah aku mengatakannya?"
"katakan apapun yang ingin kau katakan,aku akan siap mendengarnya".ucap netih dengan nada yang dibuat selembut mungkin agar tak membuat lunetta takut dan menganggap nya teman.
"apa kau dan x hanya berteman?melihat mu aku jadi ragu.kalian selalu bersama rasanya tidak mungkin jika axellin tidak tertarik padamu".Gadis itu menunduk menyembunyikan airmata nya.
Netih tersenyum dia mengangkat wajah lunetta untuk menatap matanya.jika itu ketakutannya makan ia salah karna meskipun mereka telah bersama untuk waktu yang lama tak pernah sama sekali ada cinta diantara mereka.
Netih menghela nafas dan melanjutkan kalimatnya.
"Jika itu ketakutan mu,aku akan berhenti bekerja agar kau merasa nyaman berada disisi axellin.aku mengenalnya dengan sangat baik meskipun kepribadiannya terbilang cukup buruk tapi sebenarnya dia adalah pria hangat dan peduli pada sekitarnya.kau tau kau adalah satu satunya wanita yang berhasil membuat nya bertekuk lutut.karna sebelum bertemu dengan mu wanita hanya lah mainan untuknya".
Lunettan menggeleng tak setuju dengan kata pertama yang diucapkan netih.jika dia berhenti axellin pasti akan mencari penggantinya.bagaimana jika wanita?tidak itu tidak boleh!lune lebih percaya padanya dari pada wanita diluar sana.
Jika netih setidaknya dia sudah cukup menilai bahwa dia adalah gadis baik baik yang tak mungkin tega menghancurkan kebahagiaan orang lain.
"maap jika kau tersinggung dengan perkataanku,kau tak boleh berhenti karna axellin pasti membutuhkan mu"
"Apa kau menganggap aku akan berhenti karna perkataanmu tadi?".
Lunetta mengangguk dan menundukan wajahnya.
"Kau salah lune,aku pasti tetap akan berhenti meskipun kau tak memintanya.karna setelah aku menikah aku pasti akan sibuk dengan rutinitasku sebagai seorang istri,kau mengerti itu kan?".Netih mengusap lembut kepala gadis yang satu tahun lebih muda dibawahnya.
Lunetta memeluknya dengan perasaan haru,ini pertama kalinya ada seseorang yang memperlakukan nya layaknya manusia.mengingat selama ini ia hidup sebatang kara dalam kesengsaraan membuat tak sedikit manusia menggunjingkan nya,bahkan tak segan menghinanya.
"Senang bertemu dengan mu".
Tanpa mereka sadari dua pasang telinga telah mendengar semua pembicaraanya dengan perasaan bahagia.Dia adalah axellin yang sudah berdiri sejak dimana pembicaraan mereka dimulai.
"Kini aku tau alasan kuat mengapa begitu banyak orang yang menyayangimu,kau begitu tulus net aku berterimakasih pada daddy karna telah mempertemukan ku dengan orang sebaik dirimu,semoga kau bahagia setelah ini".
axellin berkata lirih sebelum akhirnya memilih pergi dari sana menyisakan dua wanitanya yang masih terhanyut dengan perasaan haru.
Netih melepaskan rengkuhannya dia mengembangkan senyum tulus nya.
"Apa boleh aku meminta sesuatu padamu?".
"Apa?"
"Jaga axellin bahagiakan dia kau tau kan tak mudah untuknya mendapatkanmu,dan cintai dia dengan sepenuh hatimu".
"tanpa kau minta pun aku pasti akan melakukannya,dari awal aku memang mencintainya hanya saja aku terlambat menyadari nya".Lunetta tertawa hambar merutuki kebodohannya.
"baguslah jika begitu sekarang aku sudah bisa melepasnya dengan perasaan tenang".
Lunetta mengerutkan alis pertanda tak paham.
"Maksudmu?"
"Aku adalah orang yang disumpah untuk selalu menemaninya dan aku hanya bisa terlepas dari sumpah itu hanya pada saat axellin bahagia dengan wanita pilihannya dan sekarang dia sudah menemukannya".jelas netih dengan menatap lunetta tatapan itu seolah mengatakan'kau adalah orangnya'.
"Aku beruntung karna kau yang harus terpilih untuk melakukan sumpah itu kau begitu tulus melakukannya net".
"Dan itu suatu kebanggan untukku,sudahlah ayo kita pergi sekarang.aku yakin saat ini x pasti sedang mengumpat karna menunggu kita terlalu lama".
"Kenapa?".
"Karna dia adalah orang paling tidak sabaran nomer 1 didunia".pernyataan sederhana nya mampu membuat gelak tawa lunetta pecah seketika.
sepanjang perjalanan mereka berbincang bincang bahkan sampai membuat gelak tawa keduanya semakin pecah.
"Wah sepertinya hanya aku disini yang tidak bahagia".