
Suara gelak tawa mengudara menguasai ruangan.suasana malam tampak berbeda kali ini dengan lampu kerlap kerlip yang menambah kesan mendominasi.
Semua tampak menikmati dan mengisi pesta dengan canda tawa,namun tidak untuk seorang gadis yang sedari tadi hanya memainkan pinggir bibir gelas nya dengan telunjuk.
Bosan!.
Satu kata itulah yang gadis itu rasakan!.bagaimana tidak jika biasanya dia disuguhkan dengan hentakan music dissjoke sedangkan dipesta kali ini dia dijamu dengan music genre romantis!.
Ck yang benar saja!.
Semua tampak sibuk dengan obrolan masing masing,sedangkan netih tampak celingukan karna tak memiliki satupun teman disana.apalagi kebosanan makin melandanya.
Saking asyik nya dengan aktivitas nya sampai dia tak menyadari bahwa seseorang sudah duduk tepat disebelahnya.
"Kau sepertinya bosan sekali disini".seorang gadis bertanya dengan lembut nya.
Netih tak mengalihkan pandangan nya,gadis cantik itu tetap pokus pada gelas yang tengah ia mainkan.
"Bagaimana aku tak bosan setiap hari aku selalu disuguhkan dengan hentakan musik dj dan seka-----?".Netih menjawab jemawa,ia menggantungkan kata kata nya ketika menyadari apa yang baru saja ia ucapkan.
Netih menatap wanita disamping nya sekilas,gadis itu terkejut sontak ia langsung menutup mulut nya dan menundukan kepala nya sembari merutuki kebodohannya.
Sedangkan gadis disamping nya hanya terkekeh geli melihat sikap nya.
Benar benar menggemaskan.
"Maap".Ucap netih pelan
"Tidak harus nya aku yang minta maap karna pesta ku sudah membuat mu tak nyaman".clara mengusap lembut bahu nya,tak lupa dengan senyum manisnya.
"Itu salahku maap ya mulutku memang kadang gabisa direm kalo lagi bosan".Netih tertawa geli mengusir kecanggungan,meskipun sebenarnya ia merasa enggan berkata saat ini.
"Baiklah tak apa,aku akan menemanimu agar kebosanan mu sedikit hilang".Clara tersenyum tulus,sepertinya dia adalah gadis yang baik karna tak sedikitpun dia menunjukan sikap buruk disini.
Ingin sekali netih menolak karna ia benar benar tak terbiasa harus beramah tamah dengan orang lain selain sarah dan nana.akhirnya dengan terpaksa dia menganggukan agar gadis itu tak kecewa.
Netih mengambil tas nya diatas meja,ia membuka ponsel dan memasukannya kembali.gadis itu berdiri dan bersiap tapi justru tindakan nya membuat semua orang menatap nya.
"Kemana?".tanya clara.
Netih enggan sekali menjawab,rasanya dia ingin sekali mengatakan bukan urusan mu.tapi untung nya dia masih punya sedikit sopan santun untuk tak melakukan itu.
Daripada menjawab ia lebih memilih dan menunjukan ponsel nya sebagai jawaban,clara mengangguk pertanda mengerti.
Saat hendak berlalu langkah nya terhenti saat seseorang mencekal tangan nya.
"Mau kemana?".Tanya kaisar
Netih menoleh dan tersenyum sekilas.
"Menemui nana nikmatilah pesta nya,aku akan pergi".Balas netih dengan senyum yang dipaksakan.
"Jadi kau lebih memilih menemui nana daripada menemaniku".kaisar berbicara dengan nada marah yang dibuat buat.
Netih berdecak malas mendengar ucapan kaisar,menemani?dari pertama kali mereka datang kaisar hanya sibuk dengan teman teman nya.alhasil netih merengut sendiri.
bersyukur lah kai karna disini banyak teman mu.karna jika tidak sudah bisa dipastikan kau akan mendapat umpatan dari bibir sensual nya.
Netih berdecih dan mendelik tajam.
"Menemanimu?cih,kau bahkan lebih sibuk dengan teman mu sedangkan aku merengut sendiri.biarkan aku pergi aku akan pergi ke club dan akan pulang pagi".
"Jadi kau marah padaku?".
"Tidak".Netih mengelak cepat.
"Duduklah dan jangan kemanapun aku tak menerima penolakan".Kaisar berkata tegas seolah ia benar benar tak mau dibantah.
Netih menghentakan kaki nya kelantai dia benar benar kesal kepada kaisar.
"aku sangat bosan"rengek netih dengan mata popeyes dan wajah memelas yang sudah menjadi andalan nya.
Siapapun yang melihat nya pasti tak akan sanggup untuk menolak nya,tapi jangan salah karna kaisar lebih keras kepala dari nya.
"Tidak".Kaisar tetap tak membiarkan nya pergi,ia memalingkan wajah untuk menghindari kontak mata dengan nya.
"Kai".Netih sempat protes,demi apapun ia benar benar benci situasi saat ini.jika saja ia punya kantung ajaib milik doraemon dia pasti tak akan susah untuk pergi dari tempat ini.
Kaisar tak menghiraukan nya seolah menulikan telinga nya,ia menggenggam tangan wanita nya dan mendudukan disebelahnya.
Netih menurut dan tak melakukan penolakan karna ini bukan waktu yang pas untuk berdebat.
"kau ini apa susah nya tinggal duduk dan nikmati".ujar alvaro,pria tampan dengan pakaian casual nya terlihat menahan tawa melihat perdebatan pasangan didepannya yang tiada habis nya.
Oke,Kaisar dan netih memang sering kali berdebat bahkan untuk hal kecil sekali pun.mungkin keromantisan mereka hanya pada saat diatas ranjang saja.
"ini bukan dunia ku".Balas netih dengan ketus nya,Persetan dengan etika atau semacam nya yang jelas ia benar benar bosan.
"Karna kau wanita nya kaisar jadi kau harus terbiasa dengan ini".Ucap alvaro,ia benar benar tak mengerti memang nya seperti apa dunia nya itu?Ingin sekali ia menanyakan itu namun bibir nya kelu ketika melihat gadis itu sedang naik tensi.
"Aku tak peduli".ucap netih enteng dengan nada ketus nya.
Netih benar benar tak peduli dengan keadaan sekitar ,tak ada sepatah kata pun keluar dari bibir nya.mulut nya benar benar tertutup rapat.
Kaisar sesekali melirik kearah nya dia sebenarnya tak tega melihat netih seperti itu,bukan tanpa sebab kaisar tak mengijinkan nya pergi.
hanya saja netih pun perlu bergaul dengan orang disekitarnya agar dia terbiasa dengan dunianya.
"Selamat malam semuanya,maaf saya datang terlambat".Bariton suara itu memacah pokus semua orang dan membuat semua yang ada disana menatap nya.
Netih tampak tak asing dengan suara yang baru saja ia dengar,dia mengangkat kepala nya dan matanya tertuju pada asal suara tersebut.
Dia membelalakan mata nya tak percaya,bagaimana bisa dia bertemu dengan wanita ular itu lagi dan lagi.
Milena!.
Entah ini kebetulan atau disengaja yang jelas netih benar benar muak,dan ingin sekali pergi dari tempat itu.
"Kau!!!!".Milena menunjuk netih dan menatap nya dengan tatapan sulit diartikan.
Kaisar menatap keduanya,dia jadi teringat hari dimana mereka berdebat dan seperti nya tidak lucu jika mereka menghancurkan pesta ini hanya karna dendam masalalu.
"Kenapa?".Ucap Netih datar.
Netih Tampak mengendalikan dirinya,rasanya akan tidak sopan jika.pesta ini hancur karna kemarahan nya.
"Kenapa kau disini?".raut muka milena sedikit menegang.jelas ia ingat betul saat terakhir kali ultimatum yang netih luncurkan.
Dan dia juga ingat satu hal netih tak pernah main main dengan ucapan nya,never!.
Netih tampak tenang,meskipun sebenarnya setan dalam dirinya terus meronta ingin memaki siapa saja yang ada disana.
Namun dia dapat mengendalikan diri dengan sangat baik.
"Kau bertanya padaku?bukankah seharusnya pertanyaan itu untukmu nona?".netih menjawab tanpa memandang nya,ia berbicara setenang mungkin.
Tenang tapi mematikan!.
Semua yang ada disana diam menyaksikan,termasuk kaisar.suasana yang tadinya tampak membosankan kini terlihat menegangkan.
"Aku disini karna aku adalah sekertaris pak mattew jadi sudah jelas aku ada disini,dan kau?.
Netih tersenyum miring kini ia tau alasan gadis liar itu kembali,benar yang sarah ucapkan tak ada hal baik jika gadis itu kembali.
Memang tak baik berasumsi apalagi hanya menduga duga,namun ia yakin apa yang ia pikirkan tentang nya sesuai dengan kenyataan.
"Tentu saja karna kaisar".netih tersenyum menyeringai baginya ketegangan milen sudah menjawab semuanya.
"Nikmatilah pestamu aku tak kan mengganggu mu".Itulah kata terakhir yang netih ucapkan sebelum ia berlalu menghampiri meja dan mengambil makanan untuk menghilangkan kebosanan.
Kaisar tersenyum lega karna wanitanya tak menunjukan sifat aslinya disini.ia cukup senang untuk hal itu.
Kaisar menghampiri dan memeluk tubuh nya dari belakang.tanpa sadar seseorang tengah menyaksikan nya dengan hati tak rela.