Because Only You

Because Only You
Gagal



Hari ini adalah hari dimana kedua anak manusia akan mengucapkan janji dihadapan tuhan,ini adalah pernikahan karel dan kaisar.meskipun dilandasi tanpa cinta tapi gadis itu sangat bahagia.


Karel terus meremas tangannya gugup.baju pengantin putih panjang dengan lengan atas terbuka.ditambah dengan rambut yang yang disanggul keatas memperlihatkan leher jenjang nya yang sangat cantik.


"Kamu gugup?"


Suara bunda menyadarkannya dari rasa gugup.karel tersenyum untuk mengurangi rasa gugup itu.


"Sedikit.


Rumah mewah kaisar telah disulap menjadi ruangan yang glamour dan begitu indah.



Suara dentuman piano dan biola diujung altar mulai terdengar diseluruh ruangan,karel berjalan perlahan diatas karpet merah dengan seikat bunga ditangan nya untuk menuju altar.disana sudah berdiri kaisar yang terlihat gagah dengan tuxedo hitamnya.


Tamu yang hadir diantaranya para anak muda.tamu jenis ini sudah dipastikan adalah teman teman nya kaisar.suasana begitu khidmat karel tak henti hentinya tersenyum disetiap langkahnya.berbeda dengan kaisar yang hanya menampilkan ekspresi datarnya seolah tak peduli.


Karna pernikahan ini memang bukanlah keinginannya!.


Karel dan kaisar saling berhadapan untuk mengucapkan janji suci dihadapan tuhan,mereka tampak seperti sepasang kekasih yang saling mencintai.walaupun sebenarnya tidak.



"Karelina Bella rose,saya,kaisar davino memilih engkau untuk menjadi istri saya.saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang,di waktu sehat dan sakit,dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup saya".


Karel menatap sorot mata kaisar menitikan airmata.kini giliran gadis itu yang mengucapkan janjinya.


"Tunggu!"


"Kau yakin ingin tetap menikah dengan nya?"


Bariton suara itu membuat semua mata melirik padanya.seorang wanita dengan banyak pengawal dibelakangnya berjalan menuju altar.wajahnya dingin,sangat tegang.aura hitam langsung menyelimuti sekitarnya.wanita itu bahkan tak menengok sama sekali,dia hanya pokus pada dua orang yang berdiri diatas altar.


"Kauu!!".


Karel berteriak geram,sedangkan kaisar tampak membatu dan diam ditempatnya.


"Kenapa?".


"Jika kau datang kemari hanya untuk mengacaukan acara kami lebih baik kau pergi saja!"


Suasana yang tadinya syahdu kini berubah menjadi tegang.aura hitam tampak mengelilingi setiap sudut ruangan.


"Katakan apa tujuanmu".


Kainan to the point,pria itu tampak tenang meski raut wajahnya yang sudah sedikit menegang.


"Mengambil apa yang seharusnya sudah jadi miliku".Balas netih sekenanya.


Senyum menyeringai tercetak jelas diujung bibirnya,gadis lugu dan polos itu sekarang telah berubah menjadi singa betina yang haus akan mangsanya.


Gadis itu benar benar tak pandang bulu saat sedang marah.


"Kau tidak bisa egois,karna aku sedang mengandung dan anak yang ada diperutku adalah bayi kaisar".


Karel berteriak frustasi,riasan make up ala barbie itu telah habis tersapu oleh banjir air mata.netih dan para bodyguard dibelakangnya tertawa keras ala psykopat membuat semua orang menatapnya bingung.


"Kau yakin anak yang ada diperutmu adalah anak dari kaisar nona?".


Degg


Pertanyaan sederhana itu mampu membuat wajah karel menjadi pucat pasi seperti tak teraliri darah sama sekali.lalu bunda sang pengurus menghampirinya.


"Tentu saja,kau pikir ini apa siapa huh?"


Karel mulai tampak ketakutan,terlihat dari cara bicara dan juga tubuh yang sudah tampak bergetar.


Sarah dan nana terlihat baru saja memasuki ruangan diikuti oleh ray,radith dan axellin dibelakangnya.


"Kau benar benar tidak curiga saat dia menelfonmu sambil nangis dan kau menemui nya dengan keadaan mau bunuh diri dengan alasan tak mau merusak kebahagiaanmu.kalau memang dia niat bunuh diri dan mati.kenapa dia harus menelponmu?".


Pertanyaan radith mampu membuat kaisar terdiam,dia benar benar blank kali ini.


"Apakau tidak curiga?kalau memang dia goresin pisau ketangan nya,kenapa bekas nya bisa hilang dalam satu malam?kalau dari awal kau menceritakan semua nya padaku,mungkin aku akan membantumu.tapi kau malah memutuskan untuk menikahi ******* ini".


Kaisar mengalihkan pandangan menatap radith dengan tatapan meminta penjelasan.


"Maksudnya?".


Semua yang ada disana mendengus sebal,apakah kaisar sebodoh itu sampai tak bisa menangkap maksud dari kalimat yang dikatakan radith.


"Jadi anak yang ada diperutnya bukan anak kaisar?".


Kini kainan yang bertanya seperti nya ia cukup pintar dalam menyimpulkan kata tak seperti kaisar.


"Ya".


Suara dingin wanita itu mampu membuat ratusan mata menatap nya dengan terkejutnya.


"Lalu dimana ayah anak ini?".tanya kaisar.


Radith langsung meminta beberapa orang membawa seorang pria yang sedikit diseret untuk datang kemereka.semua yang ada disana memasang wajah terkejut namun karel sudah ketakutan.


"Aku beri waktu lima menit untuk mu menjelaskan semuanya,jika jawabanmu tidak bisa diterima berdoalah agar kau bisa jalan tanpa kepala".


Netih berkata dengan dinginnya membuat pria itu meneguk saliva nya dengan wajah tegang.namun pria itu lebih memilih menjelaskan apa yang terjadi tanpa ada yang ditutupi.


Pria itu menjelaskan semua satu persatu secara rinci dan dalam bahasa yang mudah dimengerti,sedangkan karel gadis cantik itu sudah duduk bersimpuh dilantai dengan tubuh yang tak henti hentinya bergetar.


"Brengsek,kenapa kau melakukan semua ini huh!?"


Kaisar mencengkram erat dagu karel membuat wanita itu meringis kesakitan,persetan dengan bayi yang ada diperutnya toh itu juga bukan anaknya.


"Apa salah jika aku mencintaimu kai?aku sudah mencintaimu jauh sebelum aku bisa melihat.tapi yang ada dikepala mu hanya netih dan netih aku benar benar muak".


"Tentu saja salah karna kau bukan hanya menghancurkan hubunganku.tapi kau juga menghancurkan ku dan juga netih".


Kaisar berteriak murka membuat karel semakin bergetar ketakutan.


Netih yang sudah cukup jelas dengan semua langsung menggeret kakinya untuk pergi,baru beberapa langkah dia tiba tiba saja berbalik menatap karel yang sudah memucat.


"Tak perlu tegang,aku tidak akan membunuhmu anggap saja itu adalah keberuntungan dari anak yang kau kandung.pergilah sejauh mungkin jangan tunjukan wajahmu didepanku lagi karna tak akan ada lagi dewi fortuna yang menyelamatkanmu".