Because Only You

Because Only You
Cemburu



2 bulan kemudian


Langit biru cerah kini sudah menghitam ditemani bulan yang selalu setia menampakan sinarnya jam sudah menunjukan pukul 22:35 yang berarti sudah memasuki tengah malam.


Seorang gadis terlihat masih berkutat dengan komputer dan berkas menumpuk tiada habisnya,seolah perkerjaan nya tak kenal waktu.


15 menit berlalu ia telah membereskan semua pekerjaan nya da hendak pergi untuk pulang.namun axellin menghentikannya dan mengajak nya pergi club karna semua teman nya sedang berkumpul disana.


Apa aku ikut saja dengan X sebentar ya,lagi pula akukan tak setiap hari bertemu mereka.


Netih pun menerima ajakan axellin karna ia berfikir tak ada salah nya juga ia ikut,Toh mereka kan tak setiap hari bertemu.


______


Dentaman musik dj terdengar keras,para wanita menari meliak liukan tubuh nya dan para pria melihat dengan nafsu yang menggebu.


Netih melangkah kan kaki ditemani dengan axellin dan Nana yang berjalan didepannya.


saat kakinya hendak menaiki anak tangga tiba tiba saja seseorang memeluk tubuh nya dari belakang sembari mengecup kedua pipi nya.


Netih membalikan tubuh nya.


Degg


ia mematung setelah melihat siapa yang melakukan nya.


Pria yang melakukan itu tersenyum manis kearah nya,bahkan tak segan ia mendekat kan bibir nya dibibir netih namun secepat kilat ia mendorong tubuh pria itu.


astaga justin kenapa dia ada disini!.


"Apa kabar?semakin hari kau terlihat semakin cantik sayang".pria itu berucap dengan nada menggoda.


"Jangan menggangguku justin pergilah,Atau ku panggilkan evan sekarang juga".Tak mau berdebat panjang akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan trik yang biasa ia gunakan jika ada pria yang berani mengganggunya.


Bukannya takut justin malah tertawa dan semakin menggodanya.


"Kebetulan aku juga ingin bertemu dengannya,aku ingin meminta ijin untuk menikahi adik kesayangannya".justin berseru sembari mengedipkan matanya.


Netih merasa geram dengan tingkah nya,sekarang justin sudah berubah ia tak seperti dulu lagi.


Sesuia dengan nama nya netih ia tak akan pernah kehabisan cara untuk menghentikan lawan nya,Never!.


"Entah apa yang terjadi dengan mu justin, tapi kau sudah berubah kau bukan justin yang kukenal dan aku tak menyukai itu".netih berkata dan berlalu dari sana hanya satu cara itu yang mampu menghentikan nya.


Dan benar saja.


Justin mematung senyum menggoda yang tadi ia tampilkan sudah memudar berganti dengan tatapan sendu dan rasa bersalah.


maap karna dulu aku telah melukaimu,aku sudah kembali sekarang kuharap kau masih memberiku kesempatan.


setelah netih menghilang dari pandangan nya,justin pun berlalu dari tempat itu.menyisakan seseorang yang sedari tadi memperhatikan kedua dengan tangan mengepal dan rahang yang mengeras.


kaisar!.


Kaisar ada ditempat ini jauh sebelum netih datang,saat melihat wanita nya disini ia hendak menghampiri nya tapi langkah nya terhenti saat melihat seorang pria memeluk tubuh nya bahkan tak segan menciumnya.


Raut wajah penuh kemarahan pun terlihat jelas sorot mata dingin itu mampu membuat siapapun yang melihat nya bergidik ngeri,ia mengambil wine dan meminum nya hingga tandas.


Tadinya tempat ini selalu menjadi tempat favorit disaat hati nya yang sedang kacau,tapi hari ini ia begitu muak dan tak mau berlama lama disini.ia berlalu meninggalkan semua teman nya.


☆Ditempat lain.


Para pria sedang bercumbu dengan wanita panggilannya sedangkan 3 wanita disana menatap nya dengan tatapan jijik!.


Mereka tak menghiraukan tatapan itu karna bagi mereka itu semua hanyalah angin lalu,bukan kah slogan hidup mereka itu tidak peduli pada pandangan orang lain.


Tapi bagaimana bisa yang menatap nya itu bukanlah orang lain.


"Bisakah kalian akhiri dulu semua ini?demi tuhan aku benar benar muak".Ucap salah seorang gadis yang sedari tadi sudah menatap nya dengan jijik.


"Ya benar kau sudah menodai mata perawan ku dude".Netih memutar bola matanya dengan malas,sebenarnya ia enggan sekali datang kesini tapi axellin lah yang memaksa nya.


Semua yang ada disana tergelak dan menuruti permintaan nya,para wanita itu pergi diakhira kecupan manis pada masing masing pria nya.


Tidak ada ponsel tidak ada wanita saat meraka sedang berkumpul,mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan berbicara dan saling melempar hinaan.What hinaan?ya benar tapi tak ada satu pun yang merasa jatuh karna yang sebenarnya mereka saling menjatuhkan.


tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 1 pagi mereka semua memilih mengakhiri obrolan receh nya dan pulang mengistirahatkan tubuh nya.


Netih pulang diantarkan oleh axellin,ia belajar menjadi pria yang bertanggung jawab karna memang axellin lah yang membawa nya ketempat itu.


Netih melangkah kan kaki nya menaiki anak tangga,saat masuk kedalam kamar ia disambut oleh tatapan dingin seorang pria yang kini tengah duduk ditepi ranjang dan menatap tajam kearah nya.


Netih meneguk saliva nya dengan keras,ia menundukan kepala nya dan tak berani menatap manik mata kaisar.


"kau tau ini jam berapa?dari mana saja kau?".kaisar bertanya dengan datarnya namun siapapun tau tersirat kemarahan didalam nya.


"maaf kai aku tadi kerja lembur terus pas mau pulang X ngajak aku ke club kumpul sama temen".netih masih menundukan kepala nya ia tak berani menatap kaisar sedikit pun.


kaisar menghela nafas inilah jawaban yang ia inginkan,tadinya ia akan marah tapi setelah wanita nya berkata jujur ia tak punya alasan apapun lagi.


"Berhentilah bekerja kau tau kan aku sangat mampu untuk membiayai hidup mu".ucap kaisar kini nada bicara nya sudah terdengar sangat tenang.


Netih mengangkat kepala nya dan tersenyum sumringah.


kaisar tidak marah padanya.


"jika saja waktu itu aku tak bersumpah pada paman aku bisa saja meninggalkan axellin sekarang,aku akan berhenti bekerja pada saat X berhasil menemukan wanita yang ia cintai itu adalah sumpah yang aku penuhi kai".Netih berusaha meyakinkan kaisar bahkan ia sekarang berbicara dengan jurus popeyes.


"aku hanya tak suka kau dekat dengan pria lain bahkan axellin sekalipun".kaisar mendekat dan memeluk tubuh nya lalu mengecup semua bagian wajah nya tak lupa juga bibir sexy nya.


"maaf tapi aku tak pernah dekat dekat dengan axellin sumpah".Ucap nya sembari memperlihatkan kedua jarinya.


kaisar terkekeh melihat itu.


"Lalu bagaimana dengan tadi aku bahkan melihat seseorang memelukmu seperti ini dan menciummu seperti ini".Kaisar memperagakan setiap gerakan yang ia lihat di dalam club tadi.


Netih terkejut mendengar apa yang kaisar ucapkan berarti tadi dia melihat semua yang ia lalukan dengan justin.


astaga.


"Dia justin kai mantan kekasih ku dia tiba tiba saja datang dan memelukku seperti itu".Netih berkata dengan nada bersungguh sungguh dan meyakinkan kaisar untuk percaya padanya.


"Aku tau aku sudah melihat semua nya tadi tapi tetap saja aku cemburu".Kaisar berbicara dengan nada ketus nya tapi menurut netih tingkah nya itu benar benar lucu.


Netih tak berkata apapun ia tersenyum dan mencium bibir kaisar sekilas.


saat hendak berlalu kaisar menarik nya dan sekarang netih sudah duduk dipangkuannya.kaisar mencium bibir nya secara brutal.


Tak dapat menolak karna tenaga kaisar bukanlah tandingannya,ia menerima bahkan membalasny dengan sukarela.


netih mengakhiri ciuman panas itu karna nafas nya sudah terengah engah bibir nya pun sudah membengkak.


ia memandangi wajah tampan kaisar lalu tanoa sadar ia tersenyum.


"Cepat mandi dan pakai pakaian yang sudah kusiapkan disana,Aku akan menjadikan mu seutuh nya malam ini".Kaisar berkata sembari menunjuk sebuah paperbag yang ada diatas meja rias.


Glekkk


netih menelan ludah nya yang sekeras batu.


"K,,ita kan belum menikah kai".netih menjawab dengan terbata bata.


"Kita tak perlu menikah untuk melakukan itu,cepatlah kumohon sayang aku tak bisa menahan nya lagi bantu aku pleasee".kaisar berkata dengan suara seksi dan wajah yang memelas.


Netih tak menjawab apapun ia hanya menganggukan kepala nya pertanda ia setuju.kaisar tersenyum puas melihat itu.


ini yang pertama untukku neth,kuharap aku tak akan menyakitimu.gumam kaisar