
"Sayang"
Suara yang sangat familiar ditelinga netih itu mengudara ketika pintu kamar ini terbuka,menampakan seorang pria tampan dengan pakaian formalnya.Netih melirik sekilas melihat siapa yang sudah membuyar lamunan nya.
Netih berjalan dengan langkah sempoyongan tenaga nya benar benar terkuras habis setelah hampir 2 jam menangisi masalah yang tak ada habis nya ini.belum lagi nana yang mulai menunjukan sisi lemah nya,ah memikirkan nya ia sudah hampir gila.
"Kenapa malam sekali?"Ucap netih gadis itu membantu membuka jas yang masih membalut sempurna ditubuh pria yang sudah mengusai hidupnya.
Bukannya menjawab kaisar malah mendekatkan wajah menyatukan bibirnya,Saat ini ia tak membutuhkan apapun selain istrinya Netih adalah obat dari semua masalah dan rasa lelah nya.Mereka saling m****** dan m*ngecap untuk beberapa saat,netih melepaskan pangutannya karena napasnya sudah mulai terengah.Kaisar tersenyum melihat bibir seksi istrinya yang sedikit bengkak dan memerah karena ulahnya"Aku merindukanmu"
"Kau belum menjawab pertanyaanku tuan"
Membuat senyum dibibir kaisar semakin tertarik lebar,wanita ini"Dikantor banyak sekali pekerjaan maap.."Lalu jari lentik itu membuka satu persatu kancing kemeja yang kaisar gunakan"Apa kau menungguku terlalu lama sayang"Ucapnya dengan nada bersalah sembari mengecup lama kening istrinya.
"Tidak sayang"Ucapnya seraya memberikan sebuah handuk berwarna cream kepada kaisar yang tengah duduk disisi ranjang"kau sudah makan sayang?"Yang dijawab gelengan kecil oleh kaisar,bahkan belum ada satu sendok nasi pun yang masuk kedalam perutnya saking sibuknya bekerja.
Jangan kira saat kamu mendapat posisi tinggi kamu bisa berleha leha,semakin tinggi posisimu semakin besar tanggung jawabmu sedikit saja kamu lalai maka bisa dipastikan kamu akan kehilangan semuanya dalam sekejap.
"Apa uang jauh lebih penting dari pada dirimu sendiri kaisar?"Netih menatap dengan tajam sedangkan kaisar hanya bisa memberikan ceringan terbaiknya"Apakau mau aku menjadi janda diusia muda?!"
Kaisar terkekeh geli tak menyangka wanita nya sudah berpikir sampai sejauh itu,Oke sepertinya ini harus segera dibentikan atau jika tidak netih bisa meruntuhkan rumah ini karena kemarahannya"Sayang aku minta maap pekerjaan ku tadi tak bisa ditunda"Jelasnya dengan wajah memelas"Aku lapar kau harus memasakan untukku ya"Mendongak kan wajah nya untuk menatap wajah cantik nya.
Mata sembab itu menjadi pusat perhatiannya yang kaisar yakini jika gadis itu sehabis menangis"Baiklah,aku akan memasak tapi dengan satu syarat"ucapnya dengan riang membuat kaisar mengurungkan niat nya untuk bertanya.
"Syarat?"
Netih mengangguk cepat dengan senyum yang masih setia melekat indah diwajah cantiknya"Tadi nana menelpon dan mengajakku pergi keclub,apa boleh?"Pinta nya penuh harap dengan mata puppy eyes"Tapi kau juga ikut ya!"
"Kau mengajakku?"
"Memangnya aku mau mengajak siapa?Bibi fan?"Netih memalingkan wajah nya kesal"Kalau tidak mau tidak apa"
"Aku tidak bilang tidak akan ikut"
"Aku hanya bertanya apakah itu salah?"
Netih menghentakan kaki nya kelantai karena kesal,kaisar benar benar mahir membangkitkan amarahnya belum lagi gelak tawa kaisar yang membuatnya benar benar kesal"Menyebalkan".
Daripada gila sendiri meladeni kaisar gadis cantik itu memilih berlalu pergi menuju dapur,mungkin memasak lebih baik.karena berlama lama didalam sana tak baik untuk kesehatan mentalnya.bahkan sudah cukup jauh pun netih masih mendengar jika saat ini kaisar masih tertawa keras membuat nya benar benar malas.
Kaisar masih tertawa keras setelah menggoda wanitanya,salah satu hobi yang kaisar paling sukai adalah melihat wanita nya kesal dan memarahinya.itu jauh lebih baik dibanding jika harus melihatnya menangis menurutnya.
Pria tampan itu memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri setelah selama seharian penuh tubuh atletisnya bermandikan peluh..Jika saja setiap tetes keringat yang keluar dari tubuhku berubah menjadi berlian,mungkin aku tak perlu repot repot lagi bekerja.Dengan cepat kaisar menggelengkan kepala menjauhkan pikiran absurd itu dari kepalanya.
Suara daging yang sedang terpanggang diatas teflon dan aroma yang sedang menari nari setelah nya membuat kaisar benar benar kagum kepada sosok netih.Melihat caranya memasak membuat kaisar merasa menjadi pria yang paling beruntung karena mendapatkan nya.
Dari cara memotong pendamping bumbu sampai memasak sause mushroom terlihat seperti chef professional.entah sudah berapa lama dia bertopang dagu dan menonton kegiatan memasak ala kompetisi master chef hingga wanita cantik itu membawa sepiring beef steak yang diselimuti saus medium didepannya.
"Terimakasih sayang"Kaisar menerima makanan itu lalu melihatnya,dengan garpu dan pisau yang sudah siap ditangan nya.
"Cobalah tapi aku tak yakin jika itu rasanya enak"Ucap netih ketika melihat kaisar mulai memotong daging untuk ia cicipi.
Kaisar terdiam sesaat mencoba merasakan perpaduan daging dan saus mushroom didalam mulutnya"Sayang ini benar benar enak"Kaisar menatap netih dengan raut bahagia,ini adalah makanan terenak menurutnya.
"Bagaimana?"
"Bukankah aku baru saja memujinya?"
"Bukan itu!"
"Lalu?"
"Kau mengijinkanku kan untuk pergi malam ini?"Binar bahagia dimata netih menampakan jika wanita itu benar benar berharap.
Kaisar terdiam sesaat sudah diduga jika sikap baik wanita cantik itu pasti akan berakhir dengan ada maunya,Tapi tak masalah melihat raut bahagia yang terpancar dari matanya ia tak akan tega untuk mengatakan tidak"Tentu,aku juga akan ikut"
"Terimakasih sayang"