
Netih mematut dirinya didepan cermin memperhatikan penampilannya yang tampak sangat sempurna.
Gadis cantik itu memakai dress tanpa lengan yang memperlihatkan leher jenjang nya.rambut yang dibiarkan setengah terurai dengan lipstik berwarna pink merona yang menambah kesan seksinya.
hari ini netih akan menghadiri sebuah pesta di club malam.dia tak datang sendiri netih juga mengajak sarah dan nana untuk ikut serta bersamanya.
Bel berbunyi lantas netih buru buru membukanya,didepan pintu sarah dan nana sudah terlihat mempesona dengan gaun cantiknya.
Sarah terlihat sangat cantik memakai dress putih abu dengan rambut disanggul yang menambah kesan dewasanya.
Sedangkan nana gadis berambut pirang itu memakai dress hitam yang menjutai panjang sampai kekakinya dengan bagian setengah terbuka diatas dadanya.lipstik merah merona membuat nya terlihat sangat seksi.
Mereka melangkah kan kakinya masuk kedalam sebuah ruangan khusus dimana pesta itu berlangsung.semua mata tertuju pada mereka membuat ketiga gadis cantik itu menjadi pusat perhatian.
Netih,sarah dan nana tampak biasa saja melihat tatapan kekaguman semua orang yang tertuju padanya.karna memang itu bukan lah hal yang aneh lagi.
Sedangkan seorang pria tampak mengepalkan tangannya tampak tak terima semua mata pria tertuju pada salah satu diantara mereka.
"Happy birthday clara, I kept my promise as a gift I brought this super ugly model of your beloved"
Netih menyenggol pelan lengan nana menunjukan bahwa orang dia tuju adalah dirinya.
"Cih,jadi kau mengajak ku kesini hanya untuk ini.dasar wanita tidak mau rugi"
Umpat nana tanpa memperdulikan sekelilingnya,tapi gadis cantik itu langsung berubah manis saat berhadapan dengan clara sipemilik pesta.
"Selamat ulang tahun untukkmu,Semoga kau selalu bahagia".
Netin dan sarah melongo takjub mendengar doa doa baik itu keluar dari bibir seorang nana.mengingat selama ini tak pernah ada kata baik yang menyembur dari mulutnya terlebih untuk orang lain.
"Neth apa aku tidak salah dengar".
"Kita harus merayakan ini semua"
Sindir sarah dan netih yang langsung dibalas dengusan kecil dari nana.
"Jangan berlebihan".Ketus nana yang membuat mereka tergelak.
Banyak para muda mudi menyapa bahkan tak segan mengelilingi nana membuat nana semakin besar kepala dan menyombongkan nya kepada mereka berdua.
"Bisakah kau percepat meet and great mu ini bicth,sigila itu sudah mengeluarkan asap dari hidungnya karna menunggumu".
Sarah berteriak membuat semua mata menatapnya,namun gadis cantik itu tampak mengendikan bahunya pertanda tak peduli.
"Kau benar benar menyebalkan".
"Permisi"
Suara bariton ini!benar suara bariton ini membuat ketiga wanita cantik itu menoleh dan terlihat seorang pria tampan dengan didampingi senyuman khasnya menatap kearah mereka.
Dia penghuni tetap room VVIV black devil salah satu club malam terbaik didunia,dengan ruangan yang berbeda dan music yang berbeda.tak tanggung tanggung club malam ini hampir club malam terbesar dengan luas hampir tiga belas ribu kaki.fantastis
Semua yang ada disana tau pria tampan dan seorang pewaris perasahaan besar ternama di spain.tapi ada hal yang berbeda,biasanya pria ini tak akan mau turun hanya untuk mencari wanita.
Netih yakin saat ini banyak wanita yang berbunga bunga karena dari dulu banyak sekali wanita yang mengidamkan bermain dengan salah satu penghuni ruangan itu'ons' pun tak menjadi masalah bagi mereka.
Sinting!.
"Bisakah kita keatas sayang".
Evan menatap ketiga wanita didepannya,kalimat sederhana tak terlalu romantis membuat siapa saja membelalakan matanya ketika mendengarnya?
"Jangan keterlaluan".Kata netih pada evan,turun dari bar stolee menyentuh lengan clara sebagai tanda perpisahan.mereka bertiga melangkah meninggalkan evan dibelakang.
"Sampai jumpa cantik".evan mengedipkan sebelah matanya pada clara sebelum menjauh dan mengikuti langkah para wanita itu.
Netih berjalan diikuti sarah dan nana disampingnya,tak sengaja mereka berpapasan dengan 2 orang yang saat ini sedang netih hindari.
Netih berjalan tenang dan menganggap tak melihat siapapun saat ini.namun sebuah suara tiba tiba saja mampu menghentikan langkahnya.
"Netih".
Sebuah suara menghentikan langkah nya dengan menyebut namanya.membuat netih mau tak mau meliriknya.
"Aku ingin minta maap karna aku dan kaisar harus menikah,saat ini aku sedang mengandung anaknya".
Karel mengusap perut yang belum ketara besarnya,membuat netih menatap jijik.pantaskah itu disebut sebuah permintaan maap?
Bukankah itu lebih baik disebuat sebuah sindiran untuknya?
"Kau yakin ingin meminta maap padaku?".
Netih menunjuk dirinya,senyum menyeringai licik tercetak jelas diujung bibir seksinya.
Karel mengangguk mantap lalu mengatakan.
"Aku akan melakukan apapun asal kau mau memaafkan ku dan juga kaisar".
Walaupun dengan ekspresi bersungguh sunggu namun tetap saja karel terdengar tidak tulus saat mengatakan nya.
"Berlututlah jika kau memang mau aku memaafkan mu".
Netih mengucapkan semua itu dengan wajah tanpa dosanya,dan tanpa sadar membuat sarah dan nana tergelak kencang dengan kata katanya.
"Bukankah katamu kau akan melakukan apapun,cepat lakukan!".
Nana dan sarah tergelak kencang karna kali ini rubah kecil itu masuk dalam perangkap sendiri.jangan lupakan jika wanita yang saat ini karel hadapi adalah ratunya para rubah yang pandai sekali berkelit.
Wajah karel merah padam antara marah dan menahan malu,gadis itu melirik kaisar meminta pertolongan.namun pria tampan itu mengalihkan pandangan nya seolah tak melihat.
"Kau tidak berani yah,kau benar benar payah".
Lagi dan lagi sarah dan nana tak bisa menghentikan gelaknya.netih menyeringai licik melihat karel gelapan dengan keringat bercucuran diwajahnya.
"Sepertinya bayi didalam perut mu sangat gengsian ya".
Kali ini bukan sarah dan nana yang tergelak namun netih sendiri,gadis cantik itu tampak menikmati permainannya.
"Aku dan kaisar akan menikah lusa nanti,kau datanglah".
Itulah kalimat yang karel gunakan untuk mengalihkan perhatiannya.dan malah membuat mereka semua tertawa lepas dan tanpa beban.membuat karel benar benar meradang.
"Benarkah?kau akan menikah dengan kaisar?sayang apakau lupa apa yang telah kita lakukan semalam?kau bahkan tak membiarkan aku istirahat 1 menit pun.tapi kau malah akan menikah dengan nya!apa aku kurang memuskanmu?".
Netih bergelayut manja dilengan kaisar dan mencuri ciumannya sekilas membuat kaisar membeku tapi tak menolaknya.tindakan nya itu lagi dan lagi membuat sarah dan nana tertawa lepas.
"Cukup!!jangan sentuh milikku wanita penggoda".
Karel berteriak murka melihat netih dengan lancangnya menyentuh milikknya,bukankah saat ini kaisar sudah menjadi miliknya?meskipun belum sepenuhnya.
"Owh..Kau tidak boleh marah marah tidak baik untuk ANAKMU".
Nana menekan kan kalimat anak untuk memperjelas.barang kali karel mendadak tuli saat ini.
"Bukankah kata itu lebih pantas disandang olehmu nona?".
Netih tertawa mengejek membalikan pertanyaan pada tempat yang seharusnya.
"Sepertinya sedang ada bencana disini".Evan datang diiringi dengan senyuman khasnya.
Oke,sepertinya sekarang kaisar lah yang harus bertindak.memang benar kaisar tidak mencintai karel,jangan kan mencintai menatap pun rasanya jijik.tapi kaisar masih mempunyai hati nurani untuk tak terus membuatnya disudutkan.
"Neth kumohon berhentilah".
Kaisar menatap manik mata netih dengan tatapan penuh harap,sekarang gadis itu bukan lah netih yang dia kenal.kaisar makin merasa bersalah karna sudah membuat kepribadian nya berubah.
"Baiklah sayang,aku pergi dulu tolong jaga istri dan juga calon anakmu"
Netih berkata manja dan mencium bibir kaisar sekilas,buka tanpa sebab ia melakukan itu dia sengaja membangunkan amarah gadis didepannya.
Karel melotot tak terima sedangkan netih tertawa penuh kemenangan.
"Tepati janjimu untuk berlutut dikemudian hari setidaknya untuk anak yang ada diperutmu".
Itulah kata terakhir yang sarah ucapkan sebelum akhirnya mereka benar benar berlalu dari sana.kalimat itu cukup biasa namun jika orang pintar yang mengartikan nya tersirat peringatan didalamnya.
Sialan.umpat karel dalam hati.
"Ayoo pulang!"
Pinta kaisar dingin,demi apapun ia benar benar muak dengan situasi hari ini.tapi kecupan singkat yang netih tinggalkan benar benar berbekas untuknya.