
saat ini Netih sedang duduk manis disebuah restoran ternama dipusat kota,banyak sekali pandangan mata memuja tertuju padanya.namun ia tak menghiraukan itu semua.
"Ternyata kau datang lebih awal ya".
Netih melirik kearah gadis yang baru duduk didepannya.
"Hmm".netih hanya membalasnya dengan gumaman.
Gadis cantik itu melirik jam ditangannya,sepertinya waktu nya tidak akan cukup untuk berbasa basi.
"Kau punya waktu 15 menit untuk berbicara,aku benar benar sibuk".
"Owh..tentu".
Pandangan mata netih menatap luas kearah luar jendela,baginya itu jauh lebih menarik dari pada melihat rubah kecil didepannya.
"Kau taukan aku dan kaisar akan menikah?".
Karel mengatakan dengan nada sombong nya gadis itu menatap netih dan tersenyum mengejek seolah kali ini dia sudah menang.
"Kau sudah mengatakannya sebanyak 3 kali".
"Aku takut jika kau lupa,maka nya aku mengingatkanmu".
"Kau sepertinya sangat bangga ya".
Netih berbicara tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela kaca.baginya pemandangan kota ini jauh lebih menarik daripada pembicaraan tak mutu ini.
"aku bangga karna aku bisa,kau taukan jika banyak perempuan diluar sana yang menginginkan posisiku.termasuk kau!"
Karel tersenyum karna sudah bisa membalikan kata kata netih tempo lalu.dan menyisap secangkir kopi dengan begitu anggunnya.
"Benar,tapi sayang nya aku tak pernah menggunakan cara kotor untuk mendapatkan nya".
Oke,kali ini wajah karel yang sudah terlihat pucat pasi karna gertakannya.apakah netih sudah tau semuanya?semua rencana nya?.
Tidak itu tidak mungkin!
"Aku tidak menggunakan cara kotor untuk menggunakannya,kaisar yang datang padaku".
Netih tergelak dan menatap intens kearahnya.
"Aku tak mengatakan kalau kau menggunakan cara kotor untuk mendapatkannya".
Lagi dan lagi karel berhasil masuk dalam jebakannya,dan secara tak langsung dia telah mengakui semuanya.
Karel gelagapan sepertinya gadis itu tak cukup pintar untuk menghadapi seorang netih azura.
"Katakan apa maumu".
"Jauhi kaisar!"
"Why?".
"Karna dia milkku".
Milikku entah kenapa kata itu membuat netih tertawa keras.bahkan saking kerasnya membuat semua orang menatapnya dengan heran.
"Tapi nona dia sendiri yang datang padaku,kau taukan kalau kami saling mencintai".
"Tapi sepertinya dia lebih mencintai anak yang ada diperutku".Jelas karel yang sama sekali tak membuat netih peduli.
"hanya anakmu dan bukan dirimu".Netih menyeringai tipis,memberikan kalimat telak untuk karel.
Netih mengangkat dagunya dan menatap karel yang wajah nya sudah tampak menghitam dipenuhi kabut marah.
Karel menggebrak meja itu dengan sentakan kuat,membuat netih berjengit lalu beberapa pengunjung dan pelayan yang ada disana menoleh padanya.
"Kamu mau merebutnya dariku?"
"Tidak,aku hanya mempertahankan apa yang seharusnya aku pertahankan".Lalu netih bersindekap.
"Sialan!"
Karel berdiri dengan sentakan,hingga menimbulkan bunyi derit kursi yang bergeser kebelakang.kemudian,wanita itu menyambar gelas berisi air untuk menyiram wajah netih.
Posisi tubuh netih yang terduduk memang lebih rendah dari karel yang kini sudah berdiri.
membuat siraman air itu hampir membasahi seluruh wajahnya.netih terpejam kala air itu menerpa wajahnya,rasa dingin langsung merambat melalui serat serat kain bajunya.
"owh..ternyata benar ibu hamil itu sangat sensitif ya.aku merasa kasian karna anak itu harus tumbuh didalam perutmu".
Netih mencoba mengusai diri dan bersikap setenang mungkin,meskipun yang sebenarnya saat ini dia benar benar ingin sekali menghancurkan wanita didepannya dengan tangannya.
"Kuperingatkan kau sekali lagi,jauhi kaisar atau aku akan membuatmu menyesal karna telah mengenalku".
Sontak netih tertawa sengau,terdengar sangat meremehkan seolah kata kata karel barusan hanyalah bentuk sebuah halusinasi dari perempuan didepannya itu.
"Dan akan kubuat kau menyesal karna telah bermain main denganku".
Lalu netih berdiri,mengambil tas yang ada diatas meja.ia pandangi sesaat wajah merah karel yang menatap nya tajam.sebelum beranjak netih tersenyum sekilas.
"aku anggap pembicaraan kita selesai".
Karel mengeram mengeratkan kepalan tangannya dengan rahang mengeras.ia tidak bisa membiarkan netih memiliki kaisar.tidak akan!kaisar hanya akan menjadi miliknya,sekalipun lelaki itu tidak mencintainya.tidak boleh ada yang memiliki kaisar selain dirinya.
"Kaisar pasti tidak akan mau melihatmu lagi setelah melihat ini".
Netih mengernyit,sedikit bingung.didalam poto itu ada wajah radith dan dirinya yang terlihat sedang memasuki gedung apartement mewah,dan satu lembar poto lainnya menunjukan radith yang sedang membuka salah satu unit apartement itu.
"Kau lihat,ini adalah poto ketika kau memasuki kamar apartement dengan selingkuhanmu itu"
Jika tadi nya netih bingung,kali ini gadis cantik itu tampak tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putih nya.
Sepertinya karel mencoba untuk menggertaknya,akan tetapi dia sangat bodoh dalam menggunakan senjata nya.
Jika dia berpikir kaisar akan berpaling hanya dengan melihat poto itu maka dia salah!tentu saja salah,karna itu adalah radith seseorang yang memang kaisar sendiri sudah kenal.
"Kau sedang mengancamku?"
Karel memggendik santai,tersenyum licik seraya menjauhkan tubuhnya.
"Aku memberimu dua pilihan"Karel menjeda"Lepaskan kaisar,atau aku akan memberikan poto ini padanya".
Netih menopang pipinya diatas meja dengan kedua tangannya"Apakau pikir kaisar akan berpaling dariku hanya dengan melihat poto itu?".
Netih berdiri menatap sejenak pada karel dengan penuh cemooh,ia melangkahkan kakinya tapi dua detik kemudian tiba tiba dia berbalik diiringi dengan senyum liciknya.
"Kau bisa berikan poto itu sebanyak yang kau mau".Netih mengedipkan sebelah matanya seolah mengejek.
Gadis cantik itu benar benar berlalu meninggalkan karel yang larut dalam kemarahan.jika saja saat ini dia sedang tidak berada ditempat umum rasanya ia ingin tertawa keras saat ini.
________
"Hahahahahha".
Gelak tawa Itu begitu mengudara memenuhi seluruh ruangan.
Netih menceritakan apa saja yang terjadi padanya hari ini.setelah beberapa saat ia menutup mulut sontak saja tawa semua yang ada disana pecah seketika.
"Ini benar benar lucu".
Mereka semua tertawa terpingkal pingkal. bahkan radith dan nana sampai bergelung dibawah lantai begitupun dengan axellin.
"Berhenti lah tertawa,astaga"Pinta netih,padahal ia sendiri juga tertawa kencang.
"Aku sudah bisa membayangkan bagaimana wajah nya saat itu".
Lagi dan lagi mereka kembali tertawa,seolah hari ini memang tercipta hanya untuk mereka.
"Permainanmu benar benar menyenangkan".Kata evan disela sela tawanya.
"Huh diamlah!perutku sudah sangat sakit".Nana memegang perutnya yang terasa keram akibat kelelahan tertawa.
"Ck,bahkan aku harus menjadi korban disini".
Radith mengerucutkan bibirnya seolah tidak terima jika namanya harus dibawa bawa,membuat semua kembali tertawa.
"Apakau akan datang keacara pernikahannya besok?".tanya axellin
"Tentu saja".balas netih sekenanya,tentu dia harus datang karna dia sudah menyiapkan sebuah kejutan kecilnya.
"Bagaimana persiapannya?".
Ada maksud lain dibalik kata persiapan itu,dan tentu saja bukan persiapan acara pernikahannya.karna netih bukanlah malaikat berhati selembut kapas yang rela ikut serta menyiapkan acara pernikahan mantan tunangan nya.
Yang benar saja!
"Orang orang ku bahkan sudah mengepung diseluruh sudut gedung,dan semua sudah siap termasuk lelaki itu".
Netih berucap santai,dia menatap mereka semua dari tatapan nya terbaca seolah dia mengatakan'tak ada yang perlu dikhawatirkan'.
"Bagaimana dengan ray?".kini radith lah yang bertanya.
"Apa ray akan datang?".timpal nana
"Aku akan datang bersamanya besok".
"Apa ray yang kau maksud adalah adik dari max?".
Pria bermata hijau yang tak lain adalah evan bertanya dengan sedikit bingung,dia tak tau jika ternyata netih masih memiliki hubungan dekat dengannya.Karna memang mereka tak pernah membicarakan nya.
"Ya"balas netih singkat.
"Sangat disayangkan karna aku tak bisa melihat pertunjukan seru besok".
"Kenapa?".
sarah mendongak menatap evan dengan tatapan meminta penjelasan,besok adalah hari bersejarah bagaimana bisa evan melewatkannya?
Bukannya menjawab evan malah memperlihatkan ponselnya.terdapat ratusan miscall dan juga pesan teks didalamnya dari sang daddy tercinta.dan sudah dipastikan evan tidak akan selamat dari amukan nya.
Baru saja ponsel itu dimatikan,ponsel itu kembali menyala dan tertera nama mommy disana.evan menggeser ikon hijau pria itu menloadspeaker agar semua teman mendengarnya.
"Pulang!"
Dugaan evan ternyata salah,itu memang nomer ponsel ibunya tapi yang berbicara saat ini adalah ayahnya.hanya james yang bisa berbicara sesantai dan sedatar itu namun terdengar mengerikan bagi lawan bicaranya.
Evan hanya bisa mendesah pasrah lalu mematikan panggilannya.
"Aku sangat berharap jika uncle james itu tinggal disini dan bukan dispain".
Radith mengutarakan pendapatnya karna perbedaan jarak membuat mereka sulit sekali bertatap muka.
"Dan itu hanya harapanmu".ketus evan