Because Only You

Because Only You
Max



Setelah melewati perdebatan melelahkan yang akan mampu membuat siapapun pingsan yang melihatnya.


Dan disini lah mereka saat ini,diruangan minimalis yang tak lain adalah apartement netih.


akhirnya kaisar mengijinkannya tinggal sendirian dengan puluhan syarat yang mungkin akan membuat netih gila dibuatnya.


Tapi dia tetap mengiyakan semuanya karna jika tidak mungkin dia masih akan tetap berdebat hingga besok pagi.


Manik mata elang itu tampak menatap mengelilingi setiap sudut ruangan yang ada disini,lalu pandangan nya tertuju pada sebuah pintu berwarna coklat yang bertuliskan kata'we'.


"Ruangan apa itu?".kaisar menunjuk pintu ruangan yang sempat menarik perhatianya.


Netih melirik arah telunjuk kaisar dan tersenyum samar.pintu kamar itu adalah ruangan yang dimana isinya adalah kenangan bersama max semua.


Harus kah ia menjelaskan semuanya?ingin rasanya gadis cantik itu menolak dan mengatakan'bukan apa apa'namun dia tau jika kaisar tak akan percaya dengan semua itu.


"Ruang rahasia".Netih tertawa hambar.


Kaisar menatap nya dia tau jika wanita disamping nya berbohong,dia bisa mendengar hanya dari tawa nya.


"Kau mau bermain rahasia rahasian dengan ku?".


Netih menggendikan bahunya"Tidak juga".


"Lalu?.


Netih menghembuskan nafas kasar sepertinya kaisar tidak akan menyerah sebelum dia memberitahukan nya.


"Kau yakin ingin tau?".


"Aku ingin tau semuanya tentangmu".Jawaban kaisar mampu membuat nya luluh,netih menarik tangan nya dan membawa nya masuk keruangan yang tadi sempat kaisar tunjuk.


Kaisar dibuat terkejut dengan isi ruangan yang baru saja dia masuki.terdapat puluhan poto seorang pria yang sangat tampan bermata biru bak dewa.



Ruangan dengan puluhan balon ini persis seperti ruangan pesta perayaan ulang tahun.



Terselip sedikit rasa cemburu dihatinya melihat wanitanya masih menyimpan kenangan masa lalu nya.


Tapi kaisar pun tidak boleh egois karna sampai saat ini pun dia juga masih memiliki sedikit perasaan pada clara.


Kaisar mengedarkan pandangan perlahan tangan nya tergerak mengambil sebuah bingkai poto,disana terlihat sepasang kekasih tengah memperlihatkan tawa bahagia nya.


Dari poto itu saja dia sudah tau siapa poto pria yang memenuhi isi ruangan ini,siapa lagi jika bukan max.


Kekasih masalalu wanitanya.


"Lama tidak berjumpa sayang".Suara lembut dan lemah itu menyita perhatiannya,dia melihat wanitanya menangis dengan memegangi bingkai poto yang ia yakini itu adalah max.


"Apa kabar?maap aku baru menemuimu lagi!aku tidak melupakanmu dan tidak akan pernah melupakan mu.kau tau max aku sudah memiliki kekasih sekarang dan sebentar lagi kami akan menikah.dia ada disini sekarang dia juga sudah melihatmu.kuharap kau tidak marah padaku karna aku tak bisa menjaga janji ku dulu.semoga kau bisa mengiklaskan ku sama seperti aku mengiklaskan mu.aku mencintaimu max sangat."


Hati kaisar mencelos ini kali pertama dia melihat sisi rapuh dari wanitanya.jujur saja dia cemburu kali ini karna wanitanya menangisi pria lain.


Hanya saja ia sadar cemburu nya tak beralasan karna meskipun mereka masih saling mencintai mustahil mereka bisa kembali bersama lagi.


Bukan karna perbedaan jarak tapi karna beda dunia.


"Apa dia adalah max?".tak perlu bertanya pun sebenarnya kaisar sudah tau hanya saja dia sedikit memastikan.


Netih melirik dan tersenyum tulus.


"Iya dia adalah max,kuharap dengan melihat semua ini sudah bisa mengobati rasa penasaran mu".


"Kau adalah orang pertama yang masuk keruangan ini,aku tidak tau apa pendapat mu setelah melihat semua ini.tapi aku ingin kau tau satu hal aku tak bisa hidup tanpa ini semua.sebelum bertemu dengan mu inilah yang menjadi semangat ku untuk hidup.aku sangat mencintainya kai tapi kau juga jangan berfikir kalau aku tak mencintaimu.aku sangat mencintaimu kai.mustahil aku melupakannya aku juga tak mau kau hidup dalam bayangan nya karna cinta untuk kalian berbeda".


Kaisar tertegun mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulutnya,sebegitu cintanya kah dia pada max?


"Aku mengerti aku juga tak meminta mu untuk sepenuhnya mencintaiku.aku tau luka mu tak akan bisa sembuh dalam hitungan hari bahkan mungkin akan membekas seumur hidupmu.kenangan manis yang dia tinggalkan pasti akan berbekas sampai kapanpun jadi jangan buat semua usaha nya untuk membuat mu bahagia sia sia hanya karna aku".


Netih mengangguk dan tersenyum tulus dia merasa tersentuh dengan sikap dewasa kaisar,tadinya dia berfikir kaisar akan marah padanya akan tetapi reaksi kaisar jauh dari semua perkiraanya.


"Terimakasih,aku mencintaimu".Netih memeluk kaisar erat menyalurkan duka yang saat ini sedang memupuk dihatinya.


Kaisar tersenyum dan membalas pelukannya.


"Aku juga mencintaimu,jangan menangis lagi".


mereka saling memeluk untuk waktu yang lama,seolah memperlihatkan pada puluhan poto yang terpajang disana bahwa saat ini mereka sudah bahagia.


Demi apapun netih sangat bahagia dan berterima kasih pada ayahnya karna sudah mempertemukannya dengan pria seperti kaisar.yang mau menerima baik buruknya dia.


Bicara soal ayah,gadis cantik itu tiba tiba saja merindukan ayahnya yang berbeda kota dengannya.sejak kematian max dia tak pernah pulang dan selalu mengubur diri dengan pekerjaan.


Kaisar menangkup kedua pipi wanitanya membersihkan sisa airmata yang melekat diwajah cantik nya dan tersenyum.


"Ayo kita keluar,kau harus istirahat".Kaisar menggandeng tangan wanitanya menuju kearah ranjang.


"Kau tidak pulang kai?".


"Kau mengusirku?".Ketus kaisar yang tak suka dengan pertanyaan yang baru saja netih lontarkan.


"Bukan begitu maksudku".netih mengelak cepat.


"lalu?".


Netih memutar bola matanya malas akan tingkah kaisar.


"Ayo tidur aku mengantuk".daripada buang buang suara ia lebih memilih menarik kaisar untuk tidur disebelahnya.


Kaisar tersenyum penuh kemenangan karna memang inilah yang dia inginkan.tidur bersama dengan wanitanya.


Harusnya saat ini dia menjamahnya tapi dia harus menahannya mengingat wanitanya baru saja sehat dari sakitnya.


"kau tidak mau berolah raga dulu?".Ucap kaisar menggoda dia juga berharap semoga jawabannya'ya'karna demi apapun saat ini dia begitu merindukan tubuh wanitanya.


Netih mendengus sebal mendengar perkataan kaisar yang selalu berujung dengan kemesuman.dia hanya mengajak nya tidur tapi arti kata tidur disalah artikan lain oleh kaisar.


"Aku lelah".balasnya singkat.


"Tapi aku ingin membuatmu semakin lelah".


"Kai ini masih sangat pagi".Netih sangat gemas dengan kaisar kali ini.


"Kau tau melakukan nya dipagi hari akan menghasilkan bibit yang sangat bagus".ucap kaisar nyeleneh.


Oke,sepertinya kali ini netih menyerah saja kaisar benar benar rese ketika sedang lapar.


"Satu kali jangan lebih".Ketus netih.


Kaisar tersenyum penuh kemenangan mendapat lampu hijau dari wanitanya.


"Dua kali".


Kaisar memulai pergulatan panasnya,sesi olahraga yang tadinya hanya akan dilakukan 2 kali kini menjadi berkali kali.


Seolah tak ada kata puas kaisar terus menjamah wanitanya tak peduli sudah berapa kali ia mendengar wanitanya nya memohon untuk berhenti.


Entah sudah berapa lama mereka berperang yang jelas kini matahari sudah mulai merangkak naik diatas kepala.


kaisar menghentakan tubuhnya dalam dalam dan menyiram rahim wanitanya nya dengan benih cinta.


Keduanya mulai terlelap dengan tubuh yang dipenuhi peluh.