
Hingar bingar dentaman music dj terdengar begitu keras ditambah bau alkohol meyengat dimana mana.
Segerombol anak muda sedang berbincang ditengah lautan manusia.mereka tampak santai seakan mereka sudah berteman baik dengan suasana saat ini.
Suara gelak tawa mengudara dimana mana seolah mereka benar benar bahagia,namun kebisingan saat ini ternyata tak mengusik seseorang yang hatinya tengah gelisah.
"Kau belum menemuinya sampai saat ini?".Seseorang berbicara tepat ditelinga nya,mustahil ditempat seperti ini dia bisa berbicara dengan normal.
Kaisar melirik sekilas dengan wajah datarnya.
"Dia masih butuh waktu".
"sampai kapan?".
"Entah lah".
"Kau tak takut jika dia kembali menjadi ladykiller seperti yang kau pernah ceritakan waktu itu?".
Kalimat sederhana itu mampu mengenggut perhatian kaisar seketika.benar!.kenapa selama ini dia tidak pernah berfilkir sampai kesitu?.
Pria tampan dengan pakaian casual itu lupa jika sekarang gadis nya memiliki hobi yang baru.
Apalagi jika bukan mematahkan hati pria.
ck,apa itu pantas disebut sebagai hobi kai?.
Kaisar merutuki kebodohan nya sendiri,bagaimana jika gadis nya melakukan hal hal gila lagi?.
Dia bersumpah siapapun yang berani menyentuh gadis nya akan langsung ia kirim keneraka tanpa terkecuali.
"Bagaimana jika dia melakukan hal hal gila lagi?".menyadari kebisuan kaisar alvaro bertanya untuk yang kedua kalinya.
"Tidak mungkin".Hanya kalimat singkat itu yang keluar dari bibir nya.
"Bagaimana kau bisa tau?".
"ak--?".
"Kukira setelah wanita mu meninggalkan mu kau akan terlihat kusut seperti gelandangan.ternyata tidak ya".Belum selesai kaisar menyesaikan kata katanya bariton suara itu datang dengan cepat menyela kalimatnya.
Kaisar dan alvaro melirik serempak keasal suara,nada bicara nya mungkin terdengar bersahabat tapi tidak dengan raut wajah nya.
Raut wajah pria itu penuh dengan kemarahan seolah siap menghajar kaisar saat ini juga.
Pria itu adalah axellin yang sedang berada di surga dunia yang sama dengan kaisar.dia datang beberapa saat dan melihat kaisar sedang duduk dimeja batrender dengan gagah nya.
Sorot mata nya begitu dingin yang mampu membuat siapapun bergedik ngeri yang melihatnya.
"kau,sedang apa kau disini?".Kaisar bertanya dengan nada bingung.
Sedangkan axellin menatapa kaisar dengan tatapan cengo.bagaimana bisa itu disebut pertanyaaan?.tentu saja dia kesini untuk bersenang senang dengan wanita panggilannya.
"Dan kau?".Bukannya menjawab axellin malah membalikan pertanyaan nya.
"Apa dia baik baik saja?".Kaisar sengaja mengalihkan topik karna dia tau pembicaraan nya dengan axellin hanya akan berakhir dengan perdebatan yang tak bermutu.
Saat ini axellin ingin sekali menghajar wajah tampan kaisar habis habisan.bagaimana bisa dia baru menanyakan hal itu sekarang?kemana saja dia selama ini?.
Tapi dia harus menahan semuanya karna ini belum sepenuhnya kesalahan kaisar.
"Kenapa kau tidak melihat dan bertanya padanya sendiri?".
"Aku sudah membuat nya kecewa dan dia pasti butuh waktu".kaisar berucap dengan tenang dan tanpa beban seolah masalah kali ini bukanlah hal yang besar.
"Dia ada ditempat dimana manusia datang dan pergi,jika kau tak menemuinya dalam satu hari maka aku bersumpah aku yang akan menikahinya".ketenangan kaisar membuat axellin meradang.
Bagaimana bisa pria seperti ini menjadi calon suami dari orang terdekatnya?.disaat wanitanya terbaring lemah dia malah dengan tenang nya dan bersantai disurga dunia ini?ck,sulit dipercaya.
Kaisar mengernyitkan alis tanda tak mengerti dengan apa yang axellin katakan,tempat dimana manusia datang dan pergi?.
Apa saat ini axellin sedang mengajak nya bermain teka teki?entah lah demi apapun itu bukan pokusnya saat ini.
"Hei,apa maksudmu?".Kaisar bertanya dengan bingung nya.
Malas bercengkrama panjang axellin hanya membalas dengan menggendikan bahu nya dan berlalu dari sana menuju ketempat dimana kenikmatan nya menanti.
dia mengabaikan kaisar yang berteriak teriak memangilnya.persetan dengan kaisar mau dia berteriak hingga pagi pun dia tak peduli.
Jawaban alvaro sama dengan axellin dia menggendikan bahunya pertanda tak mengerti.
Kaisar menghela nafas dia tampak merenung untuk beberapa saat.lalu tiba tiba saja pemikirannya tertuju pada satu tempat.
bandara.
Bukankah bandara adalah tempat dimana orang datang dan pergi?bisa jadi bukan?.
"Bandara".Satu kata itu mampu mengengut perhatian alvaro dan membuatnya menatap kaisar dengan tatapan bertanya.
"Bukankah bandara tempat dimana orang datang dan pergi?misalnya pergi keluar negri atau pulang dari luar negri?".Kaisar berkata dengan semangat karna hanya itu yang ada dikepala cantiknya saat ini.
Alvaro mangut mangut sedikit membenarkan apa yang kaisar ucapkan.
"Kita pergi sekarang".
"Tunggu!.".Pinta alvaro.
"Apalagi?".
"Coba kau telpon dulu siapa tau axellin hanya bergurau saja".
Kaisar menganggukan kepalanya dengan patuh,Dia merogoh ponsel disaku celananya.dan mengetik satu nomer yang saat ini sedang dia tuju.
Satu kali panggilan tak terjawab,dua kali masih tetap sama dan dipangilan ketiga seseorang mulai mengangkatnya.
"hallo".terdengar Suara serak nan lemah disebrang telpon,gadis itu menjawab dengan suara malasnya seperti seseorang yang terbangun dari tidurnya.
"Kau kenapa?".kaisar menyadari suara lemah gadis itu,dia tau wanitanya tak baik baik saja.
Terdengar kekehan disebrang telpon itu"aku baik baik saja.bagaimana dengan mu?".Meskipun dia mengatakan'baik''tapi tetap saja suara lemah nya tidak bisa berbohong.
"cepat katakan kau dimana?kau tak bisa berbohong padaku!".Kini suara kaisar terdengar benar benar khawatir,dia takut terjadi sesuatu pada wanitanya.
Netih tertawa menyembunyikan keadaannya"maap ya belakangan ini aku sangat sibuk,aku tak punya waktu hanya untuk sekedar menghubungimu".mengalihkan pembicaraan.semua itu bohong!.meskipun netih sangat merindukannya tapi entah mengapa dia belum siap menemui kaisar sekarang.
"Aku bukan anak tk yang akan terpengaruh jika kau mengalihkan pembicaraan".Terdengar helaan nafas dari kaisar"Aku tanya sekali lagi kau dimana neth?".
"Aku merindukanmu".Suara kaisar melemah disaat mengatakan hal itu.
"aku juga" .netih berkata diiringi tawa tapi kaisar tetap tau jika gadis itu sedang menahan tangis saat ini.
"kau merindukanku?".Kaisar pura pura tidak tau padahal dia sendiri sangat tau dengan jelas jika wanitanya sangat merindukannya.karna dia pun merasakan hal yang sama.
"tentu".
"Kalau begitu cepat katakan kau dimana?".Kaisar membalas dengan lirihan.
"kalau aku tidak mau mengatakan nya bagaimana?".
"Aku akan membuatmu menyebut namaku sepanjang malam dan membuat mu memohon padaku".
Terdengar gelak tawa disebrang telpon sana"cepat temukan aku baru setelah itu kau bisa menyiksaku.dasar mesum!."
"Aku akan menemukan mu,dan aku akan menyiksamu dengan kenikmatan".Kaisar mengatakan itu diiringi dengan tawa nya.
"Tak akan kubiarkan kau menyentuhku lagi ingat itu,dasar pria hidung belang apakau tidak lihat sekarang jam berapa?kau benar benar menggangguku".Ketus netih
Kaisar tertawa lirih mendengar umpatan kaisar dari wanitanya inilah yang membuatnya selalu merindukan wanita duplikat singa betina itu.
Ingin sekali rasanya kaisar menerkam habis wanita itu saat ini juga.
"Dasar tidak tau malu kau sudah menggangguku dan kau malah tertawa.luar biasa".Gadis itu mengumpat dengan air mata berderai meskipun sebenarnya kaisar tidak akan tau hal itu.
Kaisar terkekeh"Aku mencintaimu sangat".
Kata terakhir itu menutup pembicaraannya,kaisar mematikan telpon sepihak tanpa menunggu jawaban wanita disebrang telpon sana.
Kaisar tertawa membayangkan jika saat ini wanitanya sedang mengumpati nya habis habisan karna mematikan sambungan telpon nya ditengah jalan.
"al,tolong lacak posisi nya saat ini.aku memberikan mu waktu 30 menit".Kaisar melemparkan ponselnya kearah alvaro,baru saja alvaro mau membuka mulutnya tiba tiba saja kaisar berlalu secepat kilat.
Persetan dengan alvaro,toh uang akan menjawab semuanya.