
"Bella ayolah temani aku!".seorang gadis kini tengah merengek jika dilihat ia persis seperti seorang anak kecil yang terus merengek karna tak dituruti keinginannya.
"Tidak".sudah hampir 1 jam netih merengek pada bella namun jawaban nya tetap saja sama.
kemarin kaisar mengabarinya bahwa dia akan melakukan perjalanan bisnis dengan alvaro ke melbourne.
Dan disini lah netih sekarang diapartement bella yang tak lain dan tak bukan adalah kekasih dari alvaro.
Dia terus merengek kepada bella agar dia ikut dengan nya menyusul kesana.namun bella keras kepala dan tak mau memenuhi keinginannya.
Bukan tanpa sebab dia melakukan itu,netih mendapat kabar bahwa kaisar juga pergi bersama dengan seorang sekertaris yang selama ini selalu berusaha mendekatinya.
Dan dia tak akan membiarkan siapapun mendekati miliknya apalagi menyentuhnya.never!.
"Bella,kumohon!."
"dia tak akan dekat dekat dengan wanita itu net,kaisar tak mungkin tertarik padanya".Bella memijat pelipisnya dia sudah kehabisan cara untuk menenangkan gadis didepannya.
"Dari mana kau tau?apa kau seorang cenayan?".
"Bagaimana jika dia juga mendekati alvaro?
Bella menghela nafas frustasi,oke sepertinya dia harus menyerah saja kali ini.
"Tunggu aku berkemas!".pinta bella
Netih mengangguk dan tersenyum senang seperti nya pertanyaan terakhirnya mampu membuat batu keras dihati bella luluh.atau entah karna mulut bella sudah hampir berbusa melawan rengekan netih yang tiada ujungnya.
"Perjalanan kita akan sangat panjang kau sudah makan?".Bella memasukan beberapa pakaiannya kedalam koper,sedangkan netih duduk menunggunya disiisi ranjang.
Sebenarnya bella masih sedikit kesal padanya karna pagi pagi sekali dia sudah datang dan mengganggu tidurnya.
"Sudah apakau belum makan bella?".tanya netih.
"Jawabannya ada pada pertanyaanmu".
"Kau mau kumasakan?".
"Kau bisa?.
"Tentu saja".Netih mengangguk semangat.
"Baiklah,tolong buatkan aku makanan yang enak".Netih tersenyum dan langsung berlari kearah dapur.bella hanya menggelengkann kepala melihat sifat netih yang menurut nya sangat kekanakan.
Setelah selesai dengan semua urusannya mereka berdua langsung berlalu menuju bandara.
Selama dalam perjalanan bella hanya diam tanpa suara sedangkan netih tertidur dengan sangat pulasnya bahkan saat pesawat baru beberapa menit lepas landas.
________
Senyum netih merekah ketika mereka sudah sampai ditempat tujuan nya,dia meregangkan otot nya yang terasa kaku akibat perjalanan panjang yang baru saja mereka lakukan.
netih dan bella mematut dirinya dicermin meskipun sangat lelah tapi mereka sama sama tak mau terlihat lusuh didepan pria pujaannya.
Mereka melangkah kan kaki kedepan pintu hotel mewah untuk kalangan sekelas mereka.
Netih menekan bel kamar beberapa kali yang ia yakini itu adalah ruangan kaisar.
Ceklek
Pintu terbuka terlihat seorang pria dengan wajah terkejutnya sedangkan kedua wanita itu tergelak melihatnya.
"Kalian disini?".Tanya kaisar bingung.
Bukannya menjawab keduanya malah masuk dan mengeret kopernya meninggalkan seorang pria tampan yang sedang bertarung dengan pikirannya.
Alvaro pun sama terkejutnya ekspesinya pun tak jauh berbeda dari kaisar.bella dan netih mengangguk serempak dan tersenyum.
"Bella coba lihat ini indah sekali".Netih berjalan kearah jendela menatap luas pemandangan kota dari ketinggian.
Gadis cantik itu tampak terkagum dengan pemandangan kota yang saat ini sedang dilihatnya.
"Kau benar benar nakal".Ucap seorang pria dengan memeluk tubuhnya dari belakang.
Netih tak menghiraukan kaisar ia masih sibuk memandangi hal yang menurutnya jauh lebih indah daripada pria disebelahnya.
Sedangkan alvaro dan bella tampak terkekeh geli melihat kaisar yang menjadi orang lain saat bersama netih.
Dia akan bersikap acuh dan sombong dihadapan orang tapi ternyata tidak dengan netih.
"Kau cemburu pada hal sekecil ini sayang". netih bahagia dengan sikap manis padanya dan sepertinya tak sia sia dia datang jauh jauh menyusulnya kesini.
"Kenapa kau menyusulku sampai kesini?".
"Kau sudah tau jawabannya?".
"Kau merindukanku?".
Netih menggeleng polos,karna memang bukan itu tujuannya datang ketempat ini.meskipun seharusnya kata itu juga masuk dalam tujuannya.
"Jadi kau tak merindukanku?".Kaisar merajuk dan melepaskan pelukannya.
"tidak".
"Lalu kenap--?".
"Aku lapar".Netih menyela cepat,tolong kai dia sangat lelah sekali kali ini ditambah dengan perut yang terasa perih karna belum terisi makanan sama sekali.
"Aku sudah memesan makanan".Timpal alvaro.
"pesankan satu kamar lagi untukku dan juga bella".Pinta netih yang langsung dibenarkan oleh bella.
"Tidak".Jawab kaisar dan alvaro berbarengan.
Netih dan bella mengernyit kan alis pertanda tak paham dengan jawaban mereka berdua.
"Maksudnya?".
"kau akan tidur bersamaku sayang,dan bella akan tidur dengan alvaro".
Netih menganggukan kepalanya karna baginya tidur dengan kaisar bukanlah sebuah hal salah.mengingat mereka juga sering melakukan hal yang lebih dari itu.
Alvaro dan bella keluar menuju kekamar yang beberapa saat mereka pesan.meninggalkan dua orang dalam satu ruangan.
"Kau tau sayang biasanya terjadi sesuatu jika pria dan wanita berada ditempat sepi seperti ini".Kaisar menghembuskan nafas berat tepat ditelinga nya,dan mencuri ciuman bibirnya sekilas.
Netih mendengus sebal seolah dikepala kaisar hanya diisi dengan hal kemesuman.
"Jangan macam macam nya aku sangat lelah".kaisar mengerucutkan bibir nya karna tak mendapat apa yang sebenarnya dia inginkan.
"Sekali saja ya!".bukan kaisar namanya jika dia menyerah.tanpa menunggu persetujuannya kini kaisar mulai menjelajahi tubuhnya.netih tak melakukan penolakan seolah memberi lampu hijau pada kaisar.
Saat sedang melakukan pemanasan tiba tiba pintu terbuka.
"Maap pak saya kira bapak sedang sendiri".muncul seorang gadis dengan secangkir kopi ditangan nya.
Mereka berdua terkejut dan sama sama melirik kearah suara,netih mendorong tubuh kaisar pelan untuk beranjak dari tubuhnya.
"Sekalipun saya sedang sendiri harusnya kamu masih memiliki sopan santun untuk tak masuk seenaknya sendiri".Bentak kaisar,kali ini dia berada dipuncak amarah karna wanita itu sudah berani mengganggu aktivitasnya.
Wanita itu tak tau betapa susahnya kaisar menaklukan wanitanya,bahkan dia yakin setelah ini netih tak akan mau lagi dia sentuh sentuh.
ck,menyebalkan.
Gadis itu terjingkat kaget dan menundukan kepalanya"maap pak kalo begitu saya permisi".
wanita itu keluar dengan amarah yang memuncak.dia adalah karel seorang wanita yang pernah kaisar bantu mendapatkan donor mata.
Karel jatuh cinta karna kebaikan kaisar sejak saat itulah dia selalu menghalalkan segala cara untuk dekat dengan kaisar.bahkan dia sudah tak peduli lagi dengan harga dirinya.
"Sial,harusnya wanita sialan itu tak datang ketempat ini dan menghancurkan semua rencanaku."umpat karel sembari berlalu dari sana dan memasuki kamarnya.
Netih terdiam tampak memikirkan sesuatu bahkan dari gelagat karel saja dia sudah membaca bahwa dia punya maksud yang tidak baik.
"Sayang bisa kita lanjutkan".Kaisar menunjukan wajah memelas.ingin sekali saat ini netih meledakan tawa nya karna baginya ini benar benar lucu.
"Aku mengantuk".Netih menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut tak peduli dengan kaisar.
Kaisar menghela nafas frustasi dia mengutuk habis habisan karel dalam hatinya.karna nya dia harus mandi untuk meredam hasratnya.