Because Only You

Because Only You
Bersenang senang



Hari ini mereka bertiga,axellin netih dan lunetta akan menghabiskan waktu akhir pekan dengan jalan jalan.


Setelah semua yang terjadi mereka memilih untuk merefresh otak.dan disini lah mereka sekarang di retiro park.



retiro park adalah Taman peninggalan keluarga kerajaan Tempat Wisata di Spanyol ini sekarang menjadi tempat pelarian Madrilenian dari kesibukan sehari-hari. Setiap weekend taman ini diramaikan oleh musisi dan seniman jalanan, peramal, jugglers, dan beragam atraksi.


Pohon pohon berjejer dan ditata rapi yang menambah kesan asri tempat ini.


udara sejuk dipagi hari masih terasa sangat asri.mereka bertiga axellin,netih dan lunetta tak henti hentinya menghirup dalam udara pagi sampai memenuhi rongga paru parunya.


Netih berdecak kagum melihat setiap sudut keindahan negri matador ini.tak sia sia juga dia datang kenegara ini.


"Wah ini sangat indah".Netih menghirup dalam udara disana dan memutar tubuhnya layaknya penari balet.


"Dasar norak!"Cibir axellin yang sama sekali tak dihiraukan olehnya.sedangkan lunetta hanya menggelengkan kepala melihat tingkah nya.


Mereka bertiga duduk dibangku taman sambil memandangi para muda mudi yang saling sibuk dengan rutinitas pagi.


Terlihat oleh mata kepala banyak para pengunjung yang tengah melakukan jogging atau sekedar mengobrol santai.dan banyak juga anak anak yang berlarian kesana kemari saling mengejar dan bersenda gurau.


Membuat siapapun yang melihatnya akan merasa bahagia.


"Rasanya aku tidak ingin pulang".Manik mata indah itu menatap luas pepohonan asri yang ada didepannya dengan senyum yang tak pernah luntur.


"Ya kau tinggal saja disini sendiri,gampang kan?"


Netih melirik dan mendelik tajam keasal suara,tidak bisakah orang itu jangan merusak suasana?


"¡Estás loco ahora que siento haberte ayudado!"


"¡Mono, perro cerdo! Te odio, maldita sea"


Umpat netih dalam bahasa asing ia berkata dengan senyum yang mengembang diwajahnya dan nada setenang mungkin agar axellin tak tau bahwa ia sedang mengumpatinya.


Mendengar semua itu sontak tawa nya pecah seketika karna memang ia mengerti dengan apa yang netih ucapkan.lunetta memegangi perutnya yang terasa kram akibat kelelahan tertawa bahkan sampai menitikan airmata.


Sedangkan axellin menaikan alisnya tanda tak paham dengan apa yang netih ucapkan.ia menatap lunetta dengan tatapan bertanya namun gadis itu hanya membalas dengan menggendikan bahunya.


"apa yang kau katakan itu?".Axellin mencondongkan wajahnya kedepan menatap netih dengan tatapan curiga.


"Tidak ada"


"Jika tidak ada kenapa lune bisa tertawa sampai sebegitunya?".


Netih menggendikan bahunya.


"owh..kau bisa bertanya padanya sendiri".


"Kalian benar benar menyebalkan".


Axellin mengerucutkan bibirnya pria tampan itu merajuk dan membuang pandangan nya kedepan.sedangkan kedua wanita itu tampak diam tak menghiraukan nya membuat axellin semakin meradang.


"Ayo pergi".Pinta nya sembari berlalu meninggalkan dua wanita yang saling pandang dan menggigit bibirnya untuk menahan tawa.


Mereka berdua berjalan menuruti kemanapun arah axellin sambil berbisik pelan.apa yang mereka bicarakan hanya mereka dan tuhan lah yang tau.


Sesuai intruksi lunetta mereka bertiga menaiki latte bus yang akan mengantar mereka kemanapun tempat yang akan dituju.karna memang disini lunetta lah yang paling tau segalanya.itu sudah jelas!.


15 menit lattebus itu melaju kini mereka berhenti di salah satu destinasi wisata yang akan mereka kunjungi selanjutnya.


Dan disini lah mereka sekarang.



Alun alun plaza mayor yang dikelilingi tiga bangunan lantai empat.letaknya hanya beberapa blok dari puerta del sol.


Tak jauh berbeda dari retino park,disini pun sama tampak sangat ramai apalagi hari ini adalah akhir pekan.dimana para manusia berlalu lalang manghabiskan waktu dan menikmati liburannya.


Mereka bertiga berjalan jalan dan menikmati makanan yang tersedia dicafe.


"X ayo potokan kita berdua".Pinta netih sembari menarik lunetta kearah patung raja phillip III yang sedang menunggangi kuda dan perpoto disana.


Axellin menurutinya meskipun dengan wajah setengah tak iklas.netih tersenyum puas melihat hasil potonya.


"Uggh..Cantiknya".Netih menggeser satu persatu poto nya dan tanpa sadar ia memuji dirinya sendiri.


Axellin memicingkan matanya dan berdecih mendengar penyataan yang netih lontarkan.


"Dasar gila,bagaimana bisa ada manusia yang memuji diri nya sendiri".axellin menggerutu tidak jelas.


"Arggghg..".Teriak axellin saat tiba tiba netih menggigit lengannya.


"Kenapa kau menggigitku?".Seru axellin sembari menggosok tangannya yang digigit netih.


"Memang siapa yang mengataimu gila?".axellin mengelak.


"Apa kau pikir pendengaranku sudah tidak berpungsi lagi huh?!Jelas jelas aku tadi mendengar kau mengataiku gila".seru netih dengan sewotnya.


Lunetta hanya menggelengkan kepala nya melihat perdebatan keduanya.tak jarang percekcokan kecil antara netih dan axellin selalu bisa menjadi hiburan kecil untuknya.


Lunetta sangat bersyukur karna tuhan senantiasa menempatkan nya diantara mereka.


"Apa kalian akan terus berdebat sampai besok pagi?".Lunetta bertanya dan melerai percekcokan yang tiada habisnya itu.


Mereka berdua menggeleng kan kepalanya serempak layaknya anak kecil membuat lunetta gemas.


"Ayo kita pergi ketempat selanjut nya".


Gadis cantik itu menggandeng tangan keduanya.disisi kanan ia menggandeng axellin dan disisi kiri netih.


waktu berlalu begitu cepat tak terasa kini hari sudah mulai petang.terlihat burung burung berlarian dan kembali masuk kedalam sangkarnya.


akan tetapi waktu tak menjadi penghalang untuk para manusia yang masih terhanyut dengan kesenangannya.


Saat ini netiih,axellin dan lunetta tengah berburu barang barang bekas langka dan unik.di pasar tradisional El Rastro Flea Market yang terletak dimadrid,tepatnya dikawasan Ambassador’s Neighborhood (Barrio de Embajadores.



Netih membeli banyak souvenir untuk dijadikan oleh oleh.bahkan saat diperjalanan dia sudah menata apa saja yang akan dia beli bahkan sampai uang yang akan dia keluarkan pun dihitung.


Meskipun yang membayar semuanya tetap saja axellin.gadis cantik itu hanya tinggal memilih dan menunjuk apa yang ia inginkan.


Terlihat jelas dikedua sisi tangan nya dipenuhi dengan barang belanjaan.setelah memilih banyak sekali kiasan.kini mereka berburu makanan yang sama sekali belum pernah mereka temui.


Meskipun beberapa kali axellin mengumpat dan mengajak mereka kembali tapi tak ada satupun dari mereka mau mendengarkan nya.baik itu netih ataupun lunetta.


"Apa kalian tidak lelah?".Tanya axellin


"Tidak".Jawab netih dan lunetta berbarengan.


Membuat axellin menghela nafas pasrah,ia heran dengan para wanita yang masih saja kuat meskipun sudah seharian penuh berjalan jalan bahkan dengan memakai hells yang tinggi nya hampir menyamai pegunungan sierra nevada.


Ternyata benar jika wanita adalah mahluk ajaib,bahkan saat ini kakinya terasa hampir patah karna lelah.


Terdengar dering ponsel yang seketika menarik perhatian axellin.


Pria tampan itu pergi sedikit menjauh meninggalkan kedua wanita yang masih sibuk dengan dunianya.


Axellin merogoh ponselnya disaku celana dan melihat siapa yang memanggilnya.ternyata dia adalah radith.


Dengan cepat dia menggeser ikon berwarna hijau.


"Hallo".sapa axellin dengan malasnya.


"....".


"Apa?".


"....".


"Bagaimana bisa?lalu dia menyetujuinya?".


"...."


"Bodoh!kami akan kembali sekarang!".


Axellin mumutuskan panggilan nya sepihak.buru buru dia menghampiri netih dan memberitahu semuanya.


"Neth..kaisar".


Netih menatap raut wajah axellin yang dipenuhi dengan kekhawatiran.kaisar?ada apa dengan kaisar?.


"Kenapa".netih menatap kosong kedepan,perasaanya mulai berubah tidak enak saat ini.


"Kaisar kecelakaan".


Jderrrr


Bak disambar petir disiang bolong.air mata nya mengalir deras seketika bahkan belasan kantong plastika ditangannya pun ikut ambruk dilantai.


"Kita pulang sekarang".


Axellin menarik tangan lunetta dan netih secara bersamaan dalam perjalanan ia sudah menjelaskan apa saja yang radith katakan tadi dan tidak ada kebohongan.


"Sialan".Umpatnya setelah mendengar semua yang axellin katakan padanya.


Netih tak henti hentinya menangis membuat lunetta kewalahan menenangkannya.