
Dengan perasaan campur aduk netih melangkahkan kaki nya,demi apapun ia benar benar benci hari ini.dimulai dari dipaksa untuk ikut kekantor dan berakhir dengan bertemu wanita sialan yang telah berhasil menghancurkan mood nya.
Gadis itu berdiri ditepi jalan menunggu taksi yang melintas dan berharap kaisar akan datang dan menahannya.namun harapan nya lebur tat kala sebuah taxsi berhenti tepat didepannya,dengan perasaan kecewa ia berlalu darisana.
Gadis itu menangis!.
Air mata nya mengalir deras,perasaan kecewa ia kembali dapatkan.tadinya ia berfikir setelah kejadian semalam kaisar akan menjadi milik nya satu satu nya,Akan tetapi dugaan nya salah sekarang ia menyesali semua yang telah terjadi.
penyeselan akan datang diakhir,jangan terlalu percaya pada orang disekelilingmu bukankah bayangan kita sendiripun akan meninggalkan didalam kegelapan?.
Pikirannya buntu ia bingung kemana ia akan pergi setelah ini,mata indah nya menatap lurus menerawang kedepan.
Tiba tiba sebuah nama melintas dipikirannya,Nana!.
Netih menekan bel apartement itu layak nya orang gila,ia tak peduli lagi tatapan orang orang yang melintas disana.beberapa saat kemudian pintu terbuka dengan seorang gadis yang menunjukan wajah kesal nya.
Gadis itu tercekat dengan mulut sedikit terbuka ketika melihat siapa yang datang,bagaimana tidak penampilan netih benar benar jauh dari kata baik atau lebih tepat nya hancur.
Tanpa menunggu persetujuan sang pemilik netih menyelonong masuk,dan melihat sarah yang sedang berbahagia dengan makanan nya.
Sarah pun sama terkejut nya dengan apa yang ia lihat,ekpresi yang ditunjukan pun tak jauh berbeda dari Nana.
"aku tau aku cantik tapi jangan terus memandangi ku seperti itu".Netih mendudukan dirinya di sofa lalu mengambil sepotong pizza dan memasukan potongan besar kedalam mulut nya.
Sarah dan nana berdecih mendengar apa yang netih ucapkan,bahkan mereka berani bertaruh jika netih adalah wanita dengan tingkat kepercayaan paling tinggi didunia.
"Cih,aku benar benar jijik mendengarnya,sebenarnya kau kenapa?lihat penampilan mu kau bahkan jauh lebih buruk dari pada gelandangan diluar sana".Sarah bersungut dengan memperlihat kan ekspesi jijik nya.
"Damn it!.".Umpat netih dengan wajah garang nya,Penampilan netih memang tidak baik,tapi ayolah bukankah seseorang jika sudah dikutuk cantik akan tetap bagaimanapun keadaannya.
"Memang nya kau ini kenapa?".Tanya nana sembari sembari menyesep wine ditangan nya.Mungkin diantara mereka bertiga hanya nana lah yang memiliki sifat paling baik,Club mabuk dan sex seolah sudah menjadi DNA nya.
What?paling baik?are you kidding me?.
"Kau tau saat tadi aku berada dikantor kaisar tiba tiba saja datang seorang wanita yang dengan muka bantal nya memeluk kaisar,demi apapun aku benar benar muak melihat nya ingin sekali rasanya aku menyumpal mulut nya dengan sepatumu nana".Netih berbicara mulut yang dipenuhi makanan dan emosi meledak ledak bahkan tak sedikit makanan ikut keluar dari mulutnya.
Sarah dan nana saling pandang tak beberapa lama tawa keduanya pecah,mereka berdua tertawa terpingkal pingkal seolah apa yang mereka dengar benar benar lucu.
Netih merengut tak suka ketika kesedihannya malah dijadikan candaan kedua temannya.
"Kenapa kalian malah tertawa,aku mengutuk kalian semoga kalian berdua berjodoh dengan sekertaris sialan itu".Netih kesal karna temannya sama sekali tak bisa melihat suasana,mendengar sumpah yang ia ucapkan tawa keduanya pun mulai reda.
"Kau cemburu".Ujar nana dengan menahan tawa nya,sedangkan netih menatap nya dengan tajam.
what cemburu?
melihat alarm bahaya yang akan netih semburkan sarah memilih diam.
"i'm not jealous".ucap netih tegas,namun sepertinya mulut dan hatinya bertolak belakang.
"Kenapa kau marah kalau memang kau tak cemburu?".Timpal nana dia mencoba memancing dan mengorek kebenaran.
"Semalam aku dan kaisar melakukan sesuatu yang seharusnya belum terjadi".demi apapun netih malu mengatakan itu semua tapi dia juga tak mau berbohong pada kedua teman yang memang sudah tau segala nya tentang nya.
"APA".dengan kompak nya sarah dan nana berteriak,mereka tak sedikitpun percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
Netih menundukan kepala layaknya seorang maling yang ketauan mencuri".Gue serius,gue nyesel".Sontak tangis nya pun pecah seketika.
Sarah dan nana mematung seketika,sampai beberapa saat ia kembali pada kesadarannya.Sarah memeluk tubuh netih erat sedangkan nana ia nampak acuh tak acuh.
Bukan karna nana tak peduli hanya saja ia sudah terbiasa mendengar hal seperti ini,bahkan ia pun sudah tak perawan sejak dulu tapi dia tak pernah menyesal.
"bukankah itu semua sudah terjadi?menyesal pun tak ada guna nya sekarang.jangan menangis karna itu tak akan merubah apapun?".sarah mengusap air mata yang melekat diwajah cantik temannya ia bertanya dengan begitu lembutnya.
"Aku bingung aku harus apa sekarang sarah".Ujar netih dengan sesenggukan,sarah adalah wanita yang baik tapi kebaikan nya hanya kepada keluarganya untuk selebihnya ia tak pernah peduli.
Bukankah netih sudah termasuk keluarganya?
"Apa kau merasa ada getaran aneh saat melihat wanita lain memeluk pria mu?.Ucap sarah dengan mengusap puncak kepala nya dengan sayang.
"....."Hening tak ada jawaban.
"Kau mencintainya?"
"....."Netih tetap bungkam.
"jika kau mencintainya pegang dia erat erat jangan sampai kau kehilangan untuk kedua kalinya".Kini sarah menatap netih yang berada disampingnya.
Netih terkejut dengan pertanyaan dari gadis berambut panjang tersebut.Ia mengernyitkan alis dan menatap sarah seolah ia bingung.
"Aku bingung sarah,akupun tak mengerti dengan apa yang aku rasakan sekarang".Ucap netih dengan nada rendah,demi apapun ia benar benar lelah dengan semua ini.
Andai saja melupakan masa lalu semudah membalikan telapak tangan,mungkin netih tak akan sekacau ini sekarang.
Gadis itu kembali menangis,bukan karna mengingat masa lalu nya dengan max tapi karna kaisar.
Sepertinya ia sudah jatuh pada kaisar.
Bahkan ia lupa kapan terakhir kali ia mengingat max setelah hari hari nya dipenuhi dengan kaisar.
kaisar benar benar menepati janji nya,dia berhasil membawa netih keluar dari kubangan masa lalu nya.Namun ternyata kaisar pun menjatuhkan nya dia menyakiti nya sekarang.
Gadis itu terisak keras seolah semua bebannya jatuh bersama air mata yang keluar dari mata lentik itu.
"Tenang kan dirimu dulu neth,yakinkan dulu perasaan mu jika memang benar itu cinta kau tak boleh melepaskannya.dan semua yang kau lihat tadi belum tentu semuanya benar.apa kau tidak mau mendengar penjelasan kaisar terlebih dulu?".Sarah memberikan asupan positif padanya,karna dia pun tak mau sampai netih membuat keputusan yang salah yang akan dia sesali dikemudian hari.
Netih bungkam dia tampak menimbang nimbang apa yang baru saja sarah ucapkan.
"Aku ingin menenangkan pikiranku dulu aku juga ingin memastikan perasaan ku,aku ingin pergi kesuatu tempat dimana aku akan lupa masalah ku sejenak bantu aku dan jangan beritahukan pada siapapun keberadaan ku tanpa terkecuali".itulah keputusan yang akhirnya netih ambil,tapi tenang saja dia hanya akan pergi sementara bukan selamanya.
sarah dan nana menganggukan kepala nya serempak.mereka tak akan mencegahnya pergi bukan berarti tak peduli hanya saja netih sudah cukup dewasa untuk tau mana yang baik dan buruk untuknya.
"Aku tau tempat yang cocok untuk mu sementara waktu".Timpal na dengan senyum yang mungkin sedikit mencurigakan.
"Aku percaya padamu kuharap saran mu tak macam macam".Netih menyindir seolah sudah hafal dengan apa yang ada dikepala cantik nana.
______
Hari menjelang sore seorang pria termenung lesu karna seharian penuh mencari wanitanya yang sekarang entah dimana.
Kaisar duduk ditemani beberapa temannya,penampilan nya sangat lusuh,wajah tampan nya pun terlihat sangat kelelahan.ia mengacak rambut nya frustasi karna ini sudah kali kedua wanita nya menghilang entah kemana.
Dia sudah menghubungi semua orang yang terhubung dengan wanita nya Termasuk nana dan sarah.namun jawaban nya tetap sama tidak!.
Kemahiran nana dan sarah dalam berdrama memang patut diacungi jempol,saat kaisar menelpon dengan semangat nya mereka memaki dan mengeluarkan semua sumpah serapah nya pada kaisar.hebat bukan
Bahkan saat ia datang menemui kediamaan axellin bukannya menemukan wanita nya ia malah mendapat bogem mentah darinya,radith pun sama.
"Kerahkan semua orang dan cari wanita ku sampai dapat".Kaisar berlalu dari sana menaiki anak tangga menyisakan para pria yang saling menatap dengan tatapan tanda tanya.
"Sepertinya kaisar sedang jatuh cinta,dan aku berani bertaruh untuk itu".Ucap salah seorang temannya dengan nada penuh keyakinan.