
Langit menghitam menandakan hari sudah malam,ditemani bulan dan milyaran taburan
bintang yang menambah penyempurnaan malam.
seorang gadis cantik tak henti hentinya memuja pemandangan yang sedari tadi terus memanjakan matanya,memang benar kota melbourne memang sangat indah jika dilihat dari ketinggian apalagi malam hari.
Dengan letusan kembang api yang yang menambah kesempurnaanya,netih tak henti hentinya berdecak kagum membuat semua yang ada disana menggeleng melihat kepolosannya.
"Sayang".Panggil kaisar yang sudah mulai kesal karna sedari tadi dia diabaikan oleh wanitanya.
"Apa".Netih menjawab tanpa mengalihkan pandangan nya.
Kaisar berdecak kesal jika dihitung mungkin ini sudah kali kesepuluh dia memanggilnya dan netih hanya menjawab tanpa memandangnya.
"Look at me".pinta kaisar.
saat netih menengok tiba tiba kaisar menciumnya tanpa menghiraukan siapa saja yang ada disana.
Netih terkejut namun dia juga menikmati nya,mereka berciuman ditengah indahnya kota dan disaksikan oleh 3 pasang mata dengan tatapan yang berbeda beda.
"Hemm apa kalian menganggap kami benda mati?".bariton suara itu membuat keduanya melirik dan melepaskan pangutannya.
"Mati saja kau!".Ketus kaisar yang merasa kesal karna suasana romantisnya harus terganggu.
Mereka bertiga tergelak namun terdengar tawa yang dipaksakan dari seseorang.meskipun bibirnya tertawa namun tetap saja wajah nya yang memerah menahan amarah tak bisa dibohongi.
Netih menyadari tawa itu meskipun terdengar keras akan tetapi kemarahan juga turut hadir disana.
"Sayang kau sudah mengantuk?".Kaisar melihat mata indah netih yang tampak sayu seperti menahan kantuk.
"Tidak".jawab nya singkat.
"Kau yakin?".Tanya kaisar lagi karna kurang puas dengan jawabannya.
"Kai berapa lama kita akan disini?".
"3 hari,kenapa?".
Netih menghela nafas kecewa berarti besok adalah hari terakhir nya,padahal dia sudah membuat list tempat yang akan dia kunjungi.tapi sepertinya itu tidak mungkin.
"Tidak".netih mengalihkan pandangan nya menghindari tatapan kaisar.
Kaisar cukup mengerti dengan apa yang gadis ini rasakan.meskipun bibir nya berkata tidak tapi mata nya tak bisa berbohong.
Meskipun belum lama mengenal nya akan tetapi kaisar cukup mengerti sikap ajaib yang dimiliki gadis ini,dia gampang sekali merajuk tapi tak susah juga untuk dibujuk.
Itulah yang membuat kaisar begitu mudah untuk mencintainya.
"Kau ingin berlibur disini?".mendengar ucapan kaisar sontak gadis itu langsung menengok kearah nya dengan mata berbinar.
"Bolehkah?".Tanya nya memastikan muka yang tadi nya ditekuk kini dipenuhi dengan binar bahagia.
Kaisar terkekeh geli melihat sifat kekanakan yang dimiliki wanitanya.
"Tentu tapi dengan satu syarat".senyum miring mulai terlihat diujung bibir kaisar,membuat netih sedikit khawatir.
"Apa?".
Kaisar mengetuk ngetuk dagunya dengan jari dan melirik netih yang tampak mulai gelisah,dia memang sangat suka menggodanya.
"Aku akan memberitahunya nanti".ucapnya pada akhirnya.
Sedangkan netih tampak sedikit gelisah karna sudah bisa dia pastikan syarat yang akan kaisar ajukan akan berbaur dengan kemesuman.
Dan dia yakin akan hal itu.
"Semoga saja syarat itu tak aneh aneh".Gumam nya pelan.namun kaisar masih bisa mendengarnya dia tersenyum seolah sudah menemukan ide yang pas dikepalanya.
"Jadi berapa lama kita akan disini?".Timpal bella yang sedari tadi sudah menyimak apa yang mereka bicarakan.
Persetan dengan syarat yang akan kaisar ajukan nanti yang terpenting baginya sekarang adalah berlibur dan bersenang senang.
"7 hari apa itu cukup untukmu sayang?".netih mengangguk dan memekik kegirangan.bahkan saking senang nya dia sampai memeluk dan mencium kaisar.
"Terimakasih".Netih tersenyum senang seolah dia memenang kan undian sebesar 2 milyar.
"Terimakasih lah dengan cara yang benar".Kaisar mengusap bibir netih dengan tangan nya membuat netih gelapan dibuatnya.
"Oh ya dan kau aku sudah memesan tiket kepulangan mu besok.kau bisa pulang lebih dulu".Kaisar menunjuk karel dengan tangan nya,dan tindakannya mambuat semua menatap kearah telunjuk nya.
"Saya pulang besok pak?".Karel gelapan bahkan saat ini ekspresi nya pun sangat sulit diartikan.
"Tentu saja pekerjaan kita kan sudah selesai,jadi untuk apa kamu masih disini".balas kaisar dengan enteng nya.
wajah karel tampak memerah menahan marah,dia datang bersamanya tapi bagaimana bisa dia yang malah diasingkan disini?
Dalam hatinya dia mengumpat kepada seseorang yang bahkan tau apa apa bahkan sama sekali tak mengenalnya,siapa lagi jika bukan netih.
Dasar gadis sialan,harusnya kau tak datang kesini dan mengacaukan semua rencanaku.awas saja kau aku akan melakukan sesuatu dan akan merebut kaisar darimu.kau tak pantas dengan nya hanya aku yang pantas dengan nya.
"Ba..ik pak".Jawab nya gelapan.bibir nya bergetar ingin sekali dia mengumpat dan mencakar wajah wanita itu saat ini juga.tapi dia sadar dia tak bisa melakukan itu karna kaisar ada disini.
Dia lebih memilih cara yang halus namun menyenangkan,seperti nya dia akan memulainya dengan hal kecil.
"Kalau begitu saya permisi mau berkemas".ucap karel dingin dia berlalu dari sana dengan amarah yang bergejolak.
Karel menghilang dari pandangan menyisakan 2 pasangan yang tengah memadu kasih.
"dia kenapa?".Tanya netih khawatir sebenarnya dia tau dari gelagat karel bahwa gadis tak menyukainya.
Tapi dia menyembunyikan nya sebisa mungkin dan tak mau bertindah bodoh.
Kaisar menggedikan bahunya.
"Tidak tau mungkin sedang datang bulan".
Netih mendengus kesal mendengar jawaban kaisar yang selalu kemana saja.dia berdiri dan melangkah kan kaki nya dari balon kamar tersebut.
Tindakannya tersebut membuat mereka bertiga menatapnya.
"Mau kemana?".
"Tidur".kalimat singkat itu mampu membuat kaisar terbangun dari duduk nya dan mengikuti langkah wanitanya.
Netih menyandarkan tubuhnya disisi ranjang dan diikuti kaisar yang melakukan hal yang sama.
"Kai syarat mu yang tadi itu apa?".Tanya netih dia menatap kaisar yang tengah menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
"Kau yakin ingin tau?".
"Tentu saja aku ingin tau,aku sudah membuat agenda tempat yang akan aku kunjungi besok apa kau mau ikut?sarah dan nana memesan boneka kangguru sebagai oleh oleh.radith dan X juga menginginkan cendera mata menurutmu apa hadiah yang pantas untuk mereka?".Kata netih panjang lebar membuat kaisar gemas dan ingin sekali melahapnya.
"Kau belikan saja mereka boneka koala".
"Apa mereka akan menyukainya?.tanya netih dengan polosnya.
Kaisar terkekeh bagaimana bisa dia percaya dengan ucapan nyeleneh nya.mana ada seorang lelaki menyukai boneka koala tapi biarlah netih bertarung dengan isi kepalanya.
"Mungkin".
"Baiklah tapi apa syarat mu yang tadi?".
Kaisar menatap nya dan tersenyum miring.ada sebuah arti tersembunyi dibalik senyumnya dan netih yakin akan hal itu.
"Kau harus memberiku 2 ronde dalam sehari.satu kali dipagi hari dan juga malam hari bagaimana?".
Benarkan,syarat yang kaisar ucapkan benar benar sesuai dengan apa yang sempat netih pikirkan tadi.
Netih memijat pelipisnya heran,apa yang ada dikepala kaisar hanya mengenai hal kemesuman saja?tidak bisakah dia mengajukan yang lain.
"Apa tidak ada syarat yang lain?".Netih mengerucutkan bibir nya karna baginya syarat ini hanya menguntunkan kaisar saja.
"Kau mencoba bernegosiasi dengan ku".
"Tentu saja,syarat mu itu memberatkan ku".keluhnya sembari menyenderkan kepala nya dibahu kekar milik kaisar.
"Yasudah gampang aku tinggal memesan tiket dan kita akan pulang besok".kaisar mengambil posen hendak menghubungi seseorang yang buru buru dihentikan olehnya.
"Baiklah aku menyetujuinya".netih pasrah dia berkata dengan menyimpan ponsel kaisar ketempat semula.
"Dimulai dari malam ini sayang".Kaisar merangkak naik keatas tubuhnya.
Netih menatap manik mata kaisar yang sudah dipenuhi gairah.kaisar menatap lekat netih seolah dia adalah mangsa nya kali ini.
Dingin nya pendingin ruangan tak terasa akibat betapa panasnya permainan mereka.kini diruangan itu hanya terdengar jerit kenikmatan dan desahan penuh cinta.