
Langit menghitam seolah menyeret semua kebahagiaan,dengan petir menggelegar yang menambah kesan menakutkan.
Ditengah suasana mencekam itu seorang pria tengah duduk sembari memperhatikan satu persatu rintik hujan yang membasahi bumi.
Pikiran yang berkecamuk kemana mana,wajahnya terlihat sangat kusut tapi tak sedikit pun mengurangi kadar ketampanan nya.
Dan sesuatu yang menjadi masalahnya kali ini adalah seorang gadis yang kini tengah duduk disamping nya,dan itu membuatnya sangat jengah.
Gadis itu adalah karel,sekertaris yang menemani nya mengecek beberapa proyek disekitar tempat yang saat ini mereka pijaki untuk berteduh.
Harusnya alvaro lah yang menemani nya,namun sialnya pria itu pergi keluar kota untuk menemani wanitanya.
Sedari tadi karel tak henti henti nya mengoceh,membicarakan hal yang menurut kaisar tak bermutu untuk didengar.
"Pak ap--?".
Kaisar melirik tak suka dan menyela cepat perkataan kaisar sebelum ia menyelesaikannya.
"Bukankah sudah kukatakan,jangan panggil aku kaisar jika diluar jam kerja".
"Maap kaisar aku lupa".bahkan wajah karel memerah hanya karna kaisar menatap nya.
Bukan tatapan suka melainkan tatapan benci.hanya saja karel tak bisa membedakan itu.ternyata benar cinta bisa membuat seseorang buta!.
"Hem".Kaisar hanya membalas nya dengan bergumam,demi apapun suasana hatinya benar benar buruk kali ini.
Ditambah dengan karel yang sedari terus berbicara membuat kuping nya memerah dibuat nya.
Hari sudah mulai memasuki malam,tapi hujan tak kunjung reda membuat kaisar meradang dibuatnya.pria tampan itu beberapa kali mengumpat mengeluarkan kata kata nerakanya.
"Damn!sampai kapan aku menunggu ditempat ini".Umpat kaisar sembari melayangkan tinju keudara.
Sedangkan karel tampak biasa saja bahkan sedari tadi ia tak henti hentinya tersenyum.menikmati setiap waktu kedekatannya dengan kaisar tak peduli umpatan umpatan yang keluar dari bibir sensual kaisar.
Gadis cantik itu menyeringai tiba tiba muncul sebuah ide gila yang akan membuat nya mendapatkan kaisar dalam sekejap mata.
Dia tak mungkin melepaskan kesempatan emas ini,memang nya kapan lagi dia bisa berdua dengan kaisar seperti ini?
Karna kemanapun kaisar akan ditemani oleh alvaro.ah mengingatnya pun sudah bisa membuat amarah nya timbul.
"Kaisar,apa tidak sebaiknya kau menginap dipanti asuhan saja?".Karel melirik kaisar yang tengah sibuk dengan ponsel nya.
Kaisar melihat jam ditangannya dan waktu menunjukan pukul 18:54 malam.dia tampak menimbang nimbang keputusan nya beberapa saat.
sepertinya itu tidak buruk.
Sampai akhirnya kaisar mengangguk membuat karel tersenyum senang.
Mereka berdua berlalu memakai sebuah payung.sekilas terlihat seperti adegan yang sering muncul didrama korea.namun disini hanya karel yang menikmati nya tidak dengan kaisar.
Kaisar sendiri mulai merasa risih karna sedari tadi karel terus menatapnya dan tersenyum seolah dia adalah kekasihnya.
"Jangan terus menatapku seperti itu".Ucap kaisuar tanpa memandang nya.manik mata itu menatap luas jalanan yang tampak sangat sepi.
Karel gelagapan karna sudah tertangkap basah oleh kaisar.dia tak menjawab dan hanya menunduk menyembuyikan wajahnya yang sudah dipenuhi semburat merah.
Saat mereka berdua masuk langsung disambut oleh bunda yang tak lain adalah orang yang pengurus panti.
Kaisar sendiri tak heran dengan semua itu karna memang dia sudah beberapa kali dia datang ketempat.tentu saja itu dengan netih.
Netih lah yang membawa nya ketempat ini. dia juga pernah bercerita jika dulu ia dan max selalu menghabiskan waktu ditempat ini bersama.
Ah netih,kaisar jadi merindukannya.bagaimana kabarnya?apa dia baik baik saja?semoga saja jawabannya iya.
"Kau datang kemari lagi anak muda".muda tersenyum dan menghampiri keduanya.
"Jangan panggil saya anak muda,bunda".Kaisar mengerucutkan bibirnya dia merajuk persis seperti anak kecil.
Gelak tawa terdengar disana karna tingkah kaisar,mereka semua menghabisakan waktu dengan bercengkrama dan sesekali tertawa.
Jam sudah menunjukan pukul 21:45 tapi tak ada tanda tanda bahwa hujan akan reda.kaisar beberapa kali menghela nafas karna demi apapun dia benar benar lelah hari ini.
Dia ingin tidur dan bermimpi berharap saat bangun wanita nya sudah kembali,pria tampan itu melirik keluae jendela berharap hujan sudah mulai reda.
"Kau pasti lelah kai istirahat lah dulu bunda akan membangunkan mu saat hujan mulai reda".ujar bunda,melihat wajah kaisar membuat naluri keibuannya muncul.wanita parubaya itu tau jika kaisar kelelahan saat ini.
Sedangkan disudut kursi lain terlihat seorang wanitanya menyeringai dengan senyum liciknya.
Bagus,memang inilah yang aku inginkan.
"Baiklah bunda".Kaisar tak menolak apa yang bunda katakan karna memang saat ini itulah yang dia butuhkan.
"bunda akan mengantarmu kekamar,karel tolong kau buatkan sup hangat untuknya".pinta bunda yang langsung diangguki oleh karel.
Terimakasih bunda aku mencintaimu.
Bunda dan kaisar berjalan melenggang sedangkan karel melangkahkan kakinya kedapur membuat sesuatu yang diminta bunda sembari melancarkan aksinya.
"Tak sia sia aku mengajaknya kesini,sekarang aku akan menunjukan kepada wanita itu bahwa hanya akulah yang pantas menjadi wanita nya kaisar".gumam karel sambil bersenandung ria dia juga menambahkan sesuatu kedalam masakan.
Entah apa yang dia masukan,hanya dia dan tuhan lah yang tau.
Hampir 15 menit berlalu sup ayam yang ia masak pun jadi,gadis cantik itu berjalan menuju kamar dimana kaisar berada.
Karel masuk tanpa mengetuk pintu dilihatnya kaisar yang sudah terlelap.wajah nya tenang nafasnya pun terdengar sudah teratur.
"Kaisar aku membawakan sup,ayo makan dulu".Karel membungkukan badan nya dia berbicara tepat ditelinga kaisar.
Sedangkan kaisar terlelap pulas tanpa mempedulikan sekelilingnya.
"Netih,kau dimana?aku merindukan sayang".Racau kaisar ditengah tidur nya.
Wajah karel tampak memerah dipenuhi semburat marah.bahkan ditengah tidurnya kaisar masih bisa mengingatnya.
dan itu semua membuatnya meradang.
Karel menghela nafas oke,cara pertama nya sudah gagal kini ia akan menggunakan cara kedua dan dia yakin kali ini hasilnya tak akan sama.