Because Only You

Because Only You
Edelwais hospital



Rintik hujan membasahi bumi terlihat Supercar dengan warna merah metalic itu melaju dengan kecepatan tinggi.


Setelah mengetahui keberadaan gadisnya tanpa pikir panjang Kaisar langsung melajukan mobil nya tanpa memikirkan nyawa nya.


Pria tampan itu mengendarai mobilnya layaknya orang gila,terdengar beberapa orang mengumpati nya seolah menulikan telinga nya dia terus saja melaju tak menghiraukan semuanya.


Edelwais hospital hanya satu kata itu yang ia dengar dari orang kepercayaannya,Felling nya benar jika wanitanya sedang tak baik baik saja.


raut Kekhawatiran terpancar jelas dari mata elang nya.saat ini dia tak memikirkan apapun selain gadisnya.


Hanya gadisnya.


Pria itu memarkirkan mobil secara asal dan meminta valet memarkirkan mobil nya dengan benar.lalu ia tergesah gesah memasuki gedung rumah sakit itu.


Manik mata elang itu menangkap sosok wanita mungil yang terbaring lemah diranjang pasien ditemani dengan selang infus dan tabung oksigen.


Hati nya berdesir hebat melihat itu semua,pria itu mengutuk dirinya sendiri yang tidak pernah mau tau keadaanya dan selalu menganggap semua baik baik saja.


Kaki nya melangkah memasuki ruangan,tanpa sengaja mata nya menatap seseorang yang tengah berbaring disofa rumah sakit,timbul rasa cemburu dihatinya.


Ya,orang itu adalah radith.


Kaisar menghampiri wanitanya,tak lupa dia juga mencium setiap inti bagian wajah nya.dari mulai pipi,kening hingga bibir membuat siempunya mengeliat tapi tidak ada niat membuka matanya.


"Radith ish".Netih menempis kasar tangan yang meraba raba wajahnya dengan mata yang masih terpejam.


Ada sedikit rasa tidak suka mendengar netih mengucapkan nama radith,entah kaisar harus marah atau berterima kasih saat ini padanya.


marah karna netih harus mengucapkan nama radith disela tidur nya.atau berterimakasih karna sudah menjaga nya saat dirinya tak ada.


"Sayang".Bisik kaisar tepat ditelinga nya,.


"Radith ihh".Lagi dan lagi netih tak terusik dia hanya mengeliat dengan mata yang terpejam.


Tak kehabisan cara kini kaisar menggunakan cara terakhir yang sudah pasti akan membuat nya membuka mata.yaitu dengan membungkam mulut netih dengan mulutnya.


Dan benar saja!.


Merasakan benda kenyal sedang ********** netih langsung membuka mata.gadis itu tampak terkejut melihat siapa yang kini tengah mencumbunya.


Kaisar tersenyum puas melihat wanitanya.


"Akhirnya kau bangun juga".Kaisar mengusap bibirnya yang basah akibat sesi ciuman yang baru saja dia lakukan.


"Kauuu!!".


Lihat,wanita ini memang tak bisa berubah disaat keadaan seperti ini pun dia masih bisa marah meskipun suaranya terdengar sangat lemah.


"Kau bilang tadi merindukanku".pertanyaan sederhana itu mampu membuat netih blusing dan menjadi salah tingkah.


"Kau terlalu percaya diri tuan".balas netih dengan ketusnya.


"Benarkah?".


"Tentu saja".sengit netih


"Tapi kenapa wajah mu bisa merah seperti itu".Gelak kaisar.


"A..ku hanya malu".Jawab netih terbata dia menundukan kepalanya mencoba menyembunyikan wajah yang sudah semerah tomat meskipun sebenarnya sudah sangat terlambat.


Kaisar terkekeh melihat netih yang nampak salah tingkah karna ulahnya."Aku merindukan mu"Kaisar merentangkan tangannya"Kemarilah beri aku pelukan!.


Tak banyak bicara netih menurut dan masuk dalam dekapannya.gadis cantik itu menghirup dalam aroma tubuh pria yang selama ini dia rindukan.


Netih mendongak diiringi dengan air mata yang sudah mengalir deras"Maafkan aku kai ini semua salah ku aku sudah egois dan hanya memikirkan kemarahan ku sendiri.tadinya aku berpikir dengan aku pergi semua akan baik baik saja tapi ternyata semuanya malah semakin rumit.maapkan aku".


Kaisar tersenyum dan mencuri ciuman nya sekilas"Jangan menangis dan jangan minta maap sayang,kau tidak salah ini semua salahku aku juga sama egoisnya disini".


Netih mengangguk patuh dia mendekap erat tubuh kaisar menyembunyikan wajah nya didada bidang nya.


"Sepertinya aku bangun disaat yang tidak tepat".Bariton suara itu menarik perhatian keduanya,sipemilik suara tampak mengucek matanya dan meregangkan tubuh nya.


Radith memutar bola matanya malas tubuhnya atletisnya terasa remuk akibat tidur disofa yang tak sesuai dengan ukuran tubuhnya.


Dia tak mengubris perkataan kaisar dan malah berbaring diranjang yang sama dengan netih.


Kaisar meradang dan mendelik tajam kearah nya"Hei apa yang kau lakukan?siapa yang mengijinkanmu tidur disebelah wanitaku".Desis kaisar sepertinya kemarahan nya sedang dalam mode darurat saat ini.


Radith tak mengubris dan tak mendengar karna mungkin dia sudah larut dalam mimpinya.


Sedangkan netih menggelengkan kepalanya heran,baginya ini bukan hal yang aneh jika radith seperti itu hanya saja saat ini situasi nya berbeda karna kaisar ada disini.


"Sudahlah biarkan saja!Dia memang selalu seperti itu".Ujar netih menenangkan,namun nyatanya kaisar malah meradang mendengar semua itu.


"Sudah biasa?jadi selama kau sakit dia yang menemanimu?".Protes kaisar yang dijawab anggukan olehnya.


Benar,selama dia sakit radith lah yang selalu menemaninya disini setiap malam,meskipun sangat sibuk dengan pekerjaan nya tapi netih bersyukur karna radith masih berbaik hati mau mengurusnya disini.


"Memang nya jika bukan radith mau siapa lagi?harus nya aku berterimakasih lo karna dia mau repot repot mengurusku".Ucap netih dengan setenang mungkin tanpa menghiraukan pria yang kini tengah dirundung amarah.


Persetan dengan kaisar yang cemburu toh,siapa suruh saat dia sedang sakit kaisar tak ada?


"bagaimana dengan ku?aku harus tidur dimana?".Rajuk kaisar


Netih terkekeh dan menunjuk sofa dengan dagu nya.sedangkan kaisar mendengus sebal.


_________


Dinginnya udara pagi terasa menusuk hingga ketulang rusuk,sinar matahari pun masih terlihat malu menampakan sinarnya.


Bagaimana tidak jam masih menunjukan pukul 6:45 yang berarti hari masih sangat pagi.


seolah perdebatan nya tak kenal waktu terlihat sepasang kekasih tengah beradu argumen yang sama sekali tak bermutu.


Hari ini netih sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dan keadaannya pun sudah sangat membaik.


Netih tetap bersikeras akan pulang keapartement nya sendiri.kaisar pun tetap keukeuh netih harus pulang kerumahnya dengan alasan yang sama sekali tak masuk menurutnya.


Sudah hampir 30 menit mereka berdebat dan sama sekali belum ada yang menemukan ujung nya.


"Kai aku akan pulang ke apartement saja aku sudah sehat dan bisa melakukan semuanya sendiri".


"Tidak".kata itulah yang sedari tadi terus kaisar ucapkan yang membuat netih meradang.


"sarah dan nana sudah berjanji akan menginap diapartemen ku malam ini".Netih menghentakan kaki nya kelantai persis seperti anak kecil yang merajuk.


Kaisar semakin gemas melihat tingkahnya,jika saja ini bukan rumah sakit ingin sekali kaisar melahapnya habis habisan.


"Suruh saja nana dan sarah datang kerumah ku malam ini,gampang kan?".Ucap kaisar dengan entengnya,netih mendelik tajam kearahnya seolah mengatakan'are you kiidding me?'.


Kaisar menggigit bibirnya mati matian untuk tak tertawa saat ini.


"Kaii".ucapnya pelan.


"Lagipula kan kita belum menikah,kenapa juga aku harus mau pulang kerumah mu".kali ini netih menggunakan mode darurat karna dirasa dia sudah kehabisan kata kata.


"Kau sudah menjadi istriku tanpa menikah".


"Dalam mimpimu".Cibir netih yang sebenarnya tak mengerti dengan apa yang kaisar ucapkan.


"Kau bahkan sudah menjalankan kewajibanmu sebagai istri tanpa menikah,apa kau lupa?".


"Maksud mu?".Netih bertanya,tentu saja gadis itu bingung kali ini.


"Kewajiban apa?.tanya nya lagi


"Tentu saja diranjang apakau lupa dengan 5 ronde yang kita lakukan malam itu?kau bahkan sampai meminta ampun padaku.bukankah itu disebut kewajiban?".Balas kaisar nyeleneh,mendengar apa yang kaisar ucapkan wajah netih langsung dipenuhi semburat merah.


Gadis cantik tak habis pikir dengan kaisar apakah yang ada dikepala nya hanya ada hal seperti itu saja?


"Kauuuu!!!".Netih menyikut perut sispax kaisar karna gemas.membuat kaisar mengaduh tapi tetap tertawa keras karna berhasil menggoda wanitanya.