
"Kai ayo bangun".Netih mengguncangkan tubuh kaisar sedikit keras karna sedari tadi kaisar tak kunjung membuka matanya.
Bukannya bangun pria itu malah mengeliat dan merubah posisinya membelakangi nya.membuat netih meradang karna panggilan nya tak dihiraukan.
"Kaisar!".Netih berteriak kencang,membuat kaisar langsung mengerjapkan mata saking kaget nya.
Kaisar mendudukan dirinya dia mengucek matanya menetralisir cahaya.pria tampan itu menghela nafas kasar ingin sekali dia marah dan mengumpat karna seseorang mengganggu tidurnya.
Namun melihat siapa yang melakukannya dia mengurungkan niat nya.karna jika dia marah padanya itu sama saja dengan membangunkan macan betina yang sedang tidur.
"Ada apa".Kaisar bertanya dengan suara malasnya.
"cepat mandi,kalo tidak aku akan meninggalkan mu sendiri disini".Ketus netih yang sudah benar benar kesal dengan kaisar.
"Kau mau kemana?".
"Aku mau pergi jalan jalan dengan bella".
Kaisar membulatkan mulutnya membentuk hurup O.kaisar tersenyum miring mendengar pernyataan yang netih ucapkan dan itu mengingatkannya pada syarat yang kemarin sempat ia ajukan.
"memang nya siapa yang mengijinkan mu pergi?".
"Aku tak perlu ijin darimu untuk pergi".
"Ah baiklah,penuhi dulu kewajibanmu padaku".Senyum miring tercetak diujung bibir kaisar,sebenarnya kaisar juga sedang malas melakukan itu tapi sepertinya akan seru menggoda nya dipagi hari seperti ini.
"Kai aku lelah,apakau tak ingat seperti apa kau menyiksaku semalam".netih kesal karna kaisar selalu saja ingat mengenai hal kemesuman.tak bisakah kaisar libur dulu sehari saja?
"kau mengingkari janjimu sayang".Kaisar mengerucutkan bibirnya seolah ia benar benar kesal.
"Terserah".
Gadis cantik itu lebih memilih berlalu dari sana karna jika tidak sudah dipastikan jika dia akan mandi keringat saat ini juga.
Bahkan netih sempat heran dengan kaisar yang sama sekali tak pernah bosan melakukan cocok tanam dengannya.
Hampir setiap hari mereka melakukan nya seolah tak ada puas untuk kaisar.dan terkadang itu membuat netih kewalahan mengimbanginya karna kaisar begitu perkasa.
Gadis cantik itu melangkahkan kakinya menuju balkon kamar yang semalam dia dan yang lainnya tempati.menunggu semua orang yang masih sibuk dengan rutunitas paginya.
Tanpa sengaja netih berpapasan dengan seorang gadis yang selama ini dia awasi.
"Kau akan pulang hari ini?".Netih bertanya karna melihat karel sudah siap dengan koper ditangan nya.
Karel menatap dingin kearah nya bahkan ia tersenyum sinis yang bisa membuat siapapun yang melihatnya bergidik ngeri.tapi tidak dengan netih.
"Ya dan semua ini karna kau".Karel mendorong bahu netih dengan tangan nya,membuatnya bergerak tapi tak berpindah posisi.
Merasakan serangan dingin mencekam bukannya takut netih malah tersenyum.ketakutannya selama ini menjadi kenyataan gadis ini bukanlah seseorang yang bisa diremehkan.
"Aku?".Netih menunjuk dirinya sendiri dia tergelak seolah menemukan hal yang menurutnya lucu.
"Kau tau gara gara kau aku jadi diasingkan disini,harusnya kau tak perlu datang kesini dan mengganggu kami".Ucap karel berapi api seolah ia benar benar emosi kali ini.
"Harusnya kau itu sadar kau itu siapa,perlu aku tunjukan dimana posisimu yang sebenarnya".netih membalas dengan nada setenang mungkin.
Karel tampak mengepalkan tangan nya wajah nya memerah menjelaskan bahwa saat ini dia benar benar marah.
"Apakau sekarang kau merasa tinggi hanya karna menjadi calon istri dari kaisar?".
"Tentu karna mungkin jutaan wanita ingin sekali menggeser posisiku termasuk kau".
Setelah mengucapkan itu netih berlalu tak menghiraukan karel yang masih mematung dengan amarah yang bergejolak.
__________
Manik mata itu menatap luas sejauh mata memandang,gadis cantik itu bersorak gembira melihat pemandangan yang menurutnya sangat memukau.
Sedangkan ketiga orang disana hanya menggeleng melihat sifat netih yang lebih pantas disebut norak.
Tapi dengan syarat,syarat tak masuk akal dan tak bisa dijelaskan dengan detail.
Dan disini lah mereka sekarang di sydney opera house salah satu bangunan terunik dan destinasi terkenal di sydney.
Siapapun yang melihatnya pasti akan terkagum melihat keindahan dan keelokan bangunan ini.
Mereka berempat berkeliling melihat setiap sudut keindahan nya tanpa terkecuali.setelah puas berkeliling tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 6 yang berarti sebentar lagi hari mulai memasuki malam.
Mereka memutuskan untuk kembali kepenginapan setelah merasa tubuh nya cukup pegal akibat seharian beraktivitas.
"sayang apakau sakit?".Netih menghampiri kaisar yang tengah duduk disofa dia meraba kening dan leher kaisar memastikan apakah dia panas atau tidak.
Kaisar menurunkan tangan nya dari keningnya lalu menggeleng seolah mengatakan tidak.
"Kau yakin?".Tanya netih lagi yang merasa kurang puas dengan jawaban yang diberikan kaisar.
"Aku tidak sakit sayang aku baik baik saja.aku hanya lelah".Kaisar tersenyum manis,meyakinkan wanita keras kepala bahwa dia baik baik saja.
"Istirahatlah".
Netih menuntun kaisar merebahkan tubuhnya diranjang dan menutup setengah tubuhnya dengan selimut.
Saat hendak berbalik melangkah tiba tiba sebuah tangan menariknya membuat ia terjingkat kebelakang dan jatuh dalam pelukan kaisar.
"Temani aku tidur sayang".Pinta kaisar sembari menyembunyikan wajah nya diceruk leher wanitanya.
Ingin sekali netih menolak karna demi apapun saat ini dia benar benar ingin mandi dan membersihkan diri.karna tubuhnya sudah sangat terasa lengket akibat seharian terkena matahari.
Namun apalah daya,karna saat ini ada bayi besar yang akan merengek jika tidak ia temani.
Gadis cantik itu mengelus lembut kepala kaisar layaknya seorang ibu yang menidurkan anak kesayangan nya.
Setelah dirasa kaisar sudah tidur dengan nafas teratur.dia beranjak menuju kamar mandi untuk memberasihkan diri.
Suara gemercik air terdengar menandakan ritual mandi yang sedang dilakukan.Setelah beberapa saat gadis itu keluar memaki nightgown 10 cm diatas lutut.netih terlihat sangat seksi dan menggoda.
Beruntung karna kaisar sudah terlelap dan tidak melihat itu semua.karna jika tidak sudah dipastikan mereka akan melakukan olahraga malam seperti biasa.
Netih berjalan menuju meja rias yang ada disana.saat hendak melangkah tiba tiba dering ponsel mengurungkan niat nya.
Drtttt Drttt
Dengan langkah malas netih mengambil ponsel yang terletak diatas nakas.lalu menggeser ikon hijau untuk mengangkat panggilan.
"hallo".
"....".
"*kau gila,aku tidak sedang diindonesia sekarang".
"....".
"aku tid*--".panggilan terputus sebelum netih menyesaikan kalimatnya.
Terdengar umpatan tak mengenakan yang keluar dari bibir seksi wanita itu.setelah mendapat panggilan telpon tadi tiba tiba saja kekesalannya memuncak.
Netih melirik kaisar sekilas yang tengah tertidur pulas dia benar benar tak tega jika harus membangunkan kaisar dan memberitaukan niat nya.
Alhasil dia lebih memilih mengemasi seluruh barang nya sendiri meninggalkan kaisar yang masih terlelap dalam mimpi.
Netih menulis sebuah note book yang disimpan diatas nakas.meninggalkan pesan singkat untuk kaisar agar saat dia bangun kaisar tak akan mencarinya dan mengkhawatirkannya.
Dengan langkah malas gadis itu melangkah pergi dari sana.