
Madrid,spanyol.
Netih mengerang frustasi,saat harus berhadapan dengan atasannya yang keras kepala ini.dia adalah manusia tersegala macam tidak baik yang pernah dia kenal.
Menjengkelkan,konyol nya selalu membuat nya meringis menahan amarah,dengan tingkah absurdnya.yang selalu saja membuat nya merasa tak dianggap sebagai sekertaris.
dengan tingkah nya yang selalu ingin menang sendiri,tanpa memperdulikan orang lain.itulah gambaran yang bisa dijelaskan olehnya.
Sebagaimana sifat arogan seorang axellin leonidas,yang sudah melekat jelas pada perawakan nya yang besar dan juga tinggi.menjadi sekertarisnya tidak lah mudah apalagi harus merelakan waktu bersantai untuk memenuhi permintaan gilanya.
Namun,satu hal yang membuat kepala nya kepalang bukan main.dimana dia sekarang,sedang duduk didalam sebuah cafe sambil memperhatikan seorang gadis layaknya penguntit.
Pada malam itu axellin menelponnya dan meminta tolong atau lebih tepat nya memaksa untuk menemaninya menemui gadisnya.Tidak ada acara mohon memohon daat netih menolaknya yang ada axellin malah mengancamnya.
Benar benar definisi orang yang tidak tau diri.
Bahkan netih harus merelakan liburan berharganya dan melupakan kaisar yang dalam satu bulan akan segera menjadi pendamping hidupnya.
Hanya untuk seorang axellin.
Mereka berada ditempat ini selama hampir 2 minggu kurang 3 hari.dan selama itu juga lah yang mereka lakukan hanya memperhatikan seorang gadis cantik dari kejauhan.tanpa melakukan apapun.
Dengan alasan axellin tak mau membuat nya tertekan,dan alasan itu membuat netih ingin sekali menenggelamkan nya kerawa rawa.saking frustasinya.
"Neth".Panggil axellin.
"Apa".
jawab netih malas matanya menatap lekat jalanan kota madrid yang tampak tenang dan damai.udaranya pun terasa sangat sejuk,berbeda dengan jalanan ibukota yang yang selalu dipenuhi polusi udara.
"sudah lama kita disini tapi tak membuahkan hasil apapun".Axellin mendesah frustasi,sedangkan netih memutar bola matanya malas.
Bukankah ini memang keinginan nya?tak membuat wanita itu tertekan tapi sekarang malah dirinya sendiri lah yang tertekan.
"Bukankah ini memang keinginanmu".Jawab netih enteng.
"Lalu apa yang harus aku lakukan".axellin menatap nya dengan tatapan meminta saran.
Saat mereka sedang berbincang hangat,tanpa mereka sadari gadis yang mereka awasi itu pergi melarikan diri.
Dia adalah lunetta rodiles gadis yang selama ini menjadi incaran seorang axellin leondias.gadis berambut pirang itu terlihat memakai topi hitam dan masker untuk mengelabui mereka berdua.
"Kita culik saja da--?"
Ponsel axellin berdering menandakan sebuah panggilan masuk.axellin mengangkat tangan nya memberi kode agar netih berhenti berbicara.
Pria tampan itu menggeser ikon hijau dan mengangkat panggilannya.
"Tuan gadis itu melarikan diri,dia berhasil mengelabui kami.tapi seseorang sudah berhasil mengejarnya".pria disebrang telpon sana berucap tanpa basi basi dan langsung saja pada inti.
"Apa".Teriak axellin kaget,dia tak menyangka jika gadis itu memiliki keberanian untuk lari darinya.
Buru buru netih mengambil alih ponsel nya dan meletakan disebelah telinga nya.
"Bawa dia keapartement ku tanpa melukainya,sedikit saja dia cedera nyawa mu sebagai gantinya".tegas netih langsung mematikan telpon nya sepihak.
"Kita pulang sekarang".netih menepuk pundak sopir didepan seolah memberi perintah.
Supercar yellow metalic itu melaju dengan kecepatan sedang.meskipun jalanan tampak lenggang tapi tak membuat mereka menambah kecepatan.
Kaki mereka melangkah memasuki sebuah kawasan apartement elite,apartement yang axellin siapkan selama ia berada dimadrid.
axellin berjalan dengan langkah tergesa gesa untuk memastikan wanitanya baik baik saja.terlihat senyum diwajah nya terpatri apik ketika melihat wanita nya tertidur diatas ranjang miliknya.
Lalu sedetik kemudian mata indah itu terbuka lebar dengan wajah terkejutnya.gadis cantik itu terduduk dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Qué estás haciendo aquí?".teriak lunetta dalam bahasa spanyol membuat axellin mengernyit tak mengerti.
Axellin menatap netih yang tak jauh dari tempatnya membuat gadis cantik itu menghela nafas.
Netih menatap axellin dengan tatapan kesal karna selain menjadi penguntit axellin juga menjadikannya penerjemah untuknya.
pada saat itu dengan kejam nya axellin memberikannya waktu 3 hari untuk menghafal bahasa yang membuat lidah nya hampir keseleo.
tapi beruntung netih diberkati dengan otak yang cerdas jadi tidak susah untuknya melakukan semuanya.
"Dia bilang apa yang kau lakukan disini".Sambar netih cepat seolah sudah mengerti dengan tatapan axellin.
Lunetta tampak ketakutan,bagaimana tidak selama ini mereka berdua selalu mengikutinya.entah apa alasannya.
"No tengas miedo de que no seamos malas personas, pero esta sigila está obsesionada contigo(jangan takut kami bukan orang jahat,hanya saja sigila ini terobsesi padamu".Netih membungkukan badan nya mencoba menenangkan nya agar tidak perlu takut padanya.
Gadis itu beringsut mendekat,membuat netih tersenyum penuh kemenangan sepertinya tak sia sia netih belajar bahasa asing itu.
"Quiere decir?".tanya lunetta dia menatap netih dan axellin secara bergantian.
Axellin menatap netih dengan tatapan meminta penjelasan.netih mengangkat satu tangan nya memberi kode axellin untuk diam dan nanti dia akan menjelaskan semuanya.
"¿Me escucharás? Si es así, te contaré todo!(apa kau mau mendengarkan ku?jika iya,alu akan menceritakan semuanya)".
Gadis itu memperbaiki duduk nya,seolah sudah siap mendengar apapun yang akan netih ucapkan.
Netih membuka suara menceritakan semuanya termasuk maksud kedatangan nya ketempat ini.membuat lunetta menangis seketika setelah mendengar apa yang ia ucapkan.
Gadis berambut pirang itu langsung berdiri dan berlari berhambur masuk kedalam pelukan axellin.
Gadis itu mendongak menatap manik mata axellin.
"Lo siento, no quise engañarte, es solo que me temo que jugarás conmigo como ese hombre".ucapnya disela tangisnya.
Axellin membalas pelukannya dan diam seribu bahasa karna memang dia tak mengerti dengan apa yang diucapkannya.
Axellin menatap netih dan menaikan alisnya seolah bertanya.
"Dia bilang maaf bukan maksud menyakiti mu hanya saja dia takut kau akan menyakiti sama seperti pria diluar sana".Netih menjelaskan apa yang dimaksud lunetta pada axellin.
Mendengar semua itu senyuman dibibir axellin mengembang.apakah ini akhir dari semua penantiannya?
"Can you speak english?".
Gadis itu mengangguk membuat axellin tersenyum senang.
"Maap selama ini aku mengikuti mu bukan untuk menyakitimu,aku menyayangimu dan ingin memiliku tapi rasanya sangat sulit dan kau juga selalu menjauh dariku.terlebih lagi aku tak mengerti bahasamu".Axellin mengerucutkan bibirnya kesal dengan situasi yang terjadi pada saat itu.
membuat tawa kedua wanita yang ada disana pecah.
"Te amo axellin".ucap Gadis itu sembari memeluk axellin gemas.lagi dan lagi axellin mengernyit dan menatap netih dengan tatapan bertanya.
"Dia mencintaimu".kata netih cepat seolah sudah mengerti dengan tatapan axellin.
Axellin bersorak gembira kini penantiannya tak sia sia.memang siapa yang tak bahagia mendapatkan cintanya?apalagi yang diperjuangkan dengan segenap jiwa.
"Deal kata kata itu tidak bisa ditarik lagi,aku mencintaimu".Axellin mengangkat tubuh lunetta dan melayangkan nya diudara.membuat gelak tawa disana mengudara.
Melihat semua itu senyum netih mengembang,satu persatu masalah telah usai.sekarang ia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi seseorang.
Siapa lagi jika bukan kaisar!.
Gadis itu tampak berfikir memikirkan alasan apa yang ia gunakan untuk menjelaskan pada kaisar.