
Diruangan yang didominasi warna putih ini,terlihat beberapa pria berbincang dengan wajah serius nya.
Akan tetapi tidak untuk seseorang yang sedang dirundung cemas akan keberadaan wanitanya.
Ya,tadi pagi kaisar mendapat berita dari orang kepercayaannya bahwa keberaan gadisnya tak bisa dilacak.gadis cantik itu hilang bagai ditelan bumi.
"Aku heran kenapa wanitamu itu sangat suka menghilang kai,apakah itu menjadi salah satu hobi nya sekarang?.merepotkan saja".Seorang pria berucap tanpa menyaring perkatannya dan itu langsung membuatnya mendapat tatapan tajam dari semua orang yang ada disana.
Ayolah,saat ini kaisar sedang dalam suasana hati yang sangat buruk.beruntung pria yang berbicara tadi hanya mendapat tatapan tajam,mengingat kaisar adalah pria yang memiliki tempramen tinggi.tidak menutup kemungkinan jika dia bisa melakukan hal yang lebih dari itu.
"apa kalian bertengkar lagi?".
"Tidak,aku yakin kali ini dia pergi karna suatu hal dan itu bukan karna aku".Ujar kaisar.
"Kau sudah menemui sarah dan nana?".Timpal alvaro.
"Sudah,tapi jawaban yang kudapat tetap sama".Kata kaisar dengan nada frustasi pria tampan itu beberapa kali menjambak rambut nya karna frustasi.
"Bagaimana dengan axellin?".
Ah,ya kenapa kaisar tak ingat dengan satu nama itu?axellin,hanya dia yang belum kaisar datangi.bisa jadi saja wanitanya ada disana.
"Ck,bagaimana bisa aku melupakan nama itu".Kaisar tertawa hambar menertawakan kebodohannya.
"Karna kau sudah dibutakan oleh cinta,lihatlah karna cinta kau bahkan terlihat seperti orang lain".Cibir seorang pria yang langsung dibenarkan olah semua yang ada disana kecuali alvaro.
"Kau bisa berkata seperti itu karna kau jomblo,dasar jomblo lumutan mati saja kau".kata kata pedas itu keluar begitu saja dari mulut kaisar.
Membuat suasana sedikit lebih ramai dan dipenuhi tawa.tak mau menunggu berlama lama.mereka segera bergegas pergi dari sana.
Mobil mewah itu iring iringan memasuki gerbang mansion menjulang tinggi dengan lambang leondias ditengah tengah.
Yang tak lain adalah kediaman axellin.
Mereka tampak terkagum dengan kemegahan mansion yang didominasi warna putih dan biru ini.
"Maap tuan anda mencari siapa?".Bariton suara itu membuat mereka melirik serempak,terlihat seorang pria parubaya berdiiri dengan gunting ditangannya.yang mereka yakini dia adalah tukang kebun dirumah ini.
"Apa axellin ada dirumah?".
"Maap anda siapa tuan?saya tidak bisa memberikan informasi tanpa seijin tuan muda".tegas pria parubaya itu.
"Saya adalah temannya,jika anda tidak percaya anda bisa menghubungi axellin dan mengklarifikasi semuanya".Ujar kaisar yang mulai tampak jengah,ayolah dia datang kemari hanya untuk mencari wanitanya bukan untuk meminta sumbangan harta.
pria paru baya itu terdiam sesaat lalu mengangguk kan kepalanya membuat semua yang ada disana tersenyum lega.
"Maap tuan tapi tuan muda pergi dengan nona muda azura kemarin malam dan saya sendiri tidak tau mereka kemana".Jawab pria paru baya itu.
Azura!.
Semua yang ada disana tampak sedikit asing nama itu,mereka saling menatap bertanya tanya.
Kaisar sendiri termenung dengan nama itu,lalu ia memperlihatkan poto seorang gadis cantik dengan senyum manis yang akan membuat siapapun terpesona melihatnya.
"Apa azura yang kau maksud adalah gadis ini?".Kaisar memastikan bahwa azura yang pria itu maksud adalah wanitanya.
"Iya tuan dia adalah nona muda azura".
"Tapi kira kira kemana mereka pergi?".Timpal alvaro.
Sedangkan kaisar tampak membisu dengan seribu pertanyaan bersarang dikepalanya.kemana axellin membawa wanitanya?
"Maap tuan saya kurang tau jika soal itu".pria parubaya itu berlalu pergi dari sana,karna jika dia berlama lama dan tuan besar melihatnya pekerjaan nya yang akan jadi taruhannya.
Pria parubaya itu berlalu pergi meninggalkan seribu benak tanya untuk kaisar dan teman kaisar yang lainnya.
"Arghhh.."Kaisar mengusap wajah nya kasar ia tampak frustasi dengan situasi saat ini.
"sudahlah,kau dengar tadi netih pergi dengan axellin mungkin saja mereka melakukan perjalanan bisnis dan dia tidak mengabarimu".Salah satu teman kaisar mencoba menenangkan jika semua pasti baik baik saja.
"kuharap juga begitu".
Mereka berlalu pergi dari mansion itu menuju kediaman kaisar.
***
Dentaman music dj terdengar keras ribuan wanita menari meliuk liukan tubuh indah nya.dan saling menghimpit tubuh masing masing.
Sedangkan para pria melihatnya dengan nafsu yang menggebu.tapi itu tidak berlaku untuk seseorang meskipun raga nya disana tapi jiwanya melayang entah kemana.
"Hei ayolah kita kemari untuk bersenang senang".Seseorang menepuk pundak nya memecah lamunan nya.
Kaisar hanya melirik sekilas tak mengucapkan sepatah katapun seolah ia benar benar enggan.
"Ini".
Tak menyerah kini pria tadi menyerah kan gelas goblet dengan cairan brandy dan es batu didalamnya.pria itu jika saat ini kaisar sedang dirundung masalah besar.
"Tidak..itu terlalu berat".
"Aku tau masalah mu lebih berat ini".Aldi menggeser gelas itu tepat didepan kaisar.
Kaisar tak menyentuhnya bahkan melirik pun tidak.menunjukan bahwa ia benar benar tak tertarik.tapi bukankah tidak baik menolak niat baik seseorang?
"aku ada meeting besok pagi,aku tak mau pergi dengan keadaan mabuk".Tolak kaisar halus karna memang itu benar adanya.
"Baiklah".
Aldi berlalu dari sana menuju kelantai dansa dimana banyak para mudi saling menghimpit dan bertukar saliva.untuk mencari kenikmatannya.
Kaisar kembali termenung banyak para wanita datang dan menawarkan dirinya.tapi kaisar hanya membalasnya dengan mengibaskan tangan nya pertanda saat ini ia tak butuh ditemani.
Karna baginya tak ada yang lebih nikmat selain tubuh wanitanya.dan dia juga tidak mau bermain dengan bicht.
"sepertinya kau sedang bahagia ya".bariton suara itu membuat kaisar melirik tanpa suara.
"Benarkah?".Balas kaisar sekenanya,seolah tofik kali ini benar benar tak penting untuknya.
"Ya karna wajah jelek mu itu menjawab semuanya".
Pria yang mengucapkan kata kata pedas itu adalah radith,yang baru tiba beberapa saat yang lalu.dan wajah kusut kaisar berhasil menartik perhatiannya.
"Bisakah kau pergi dan jangan menggangguku?".ucap kaisar dingin,tolong!siapapun beritahu radith jika saat ini kemarahannya sedang berada dipuncak.
Bukannya takut radith malah tergelak,ini baru satu sejak netih menghilang tapi kaisar sudah bersikap layaknya dia pergi menemui sang pencipta.
Oke,baginya itu sangat berlebihan.
Tak bisakah kaisar sedikit berfikir dengan otak dan jangan menggunakan hati.mungkin saja wanitanya itu sedang melakukan perjalanan bisnis mengingat dia adalah wanita yang gila kerja.
"apa seperti itu caramu memperlakukan seseorang yang bisa membantumu menemukan wanitamu".Ujar radith dengan wajah galak dan kesal yang dibuat buat.
Pernyataan radith mampu membuat perhatian kaisar teralih padanya seketika.
"Dimana dia?cepat beritahu aku!kemana axellin membawanya".Kaisar mendesak radith dengan pertanyaannya.sedangkan radith memutar bola nya dengan malas.
Lihat singa arogan yang tadi menggertaknya kini berubah menjadi kucing yang haus belas kasihan.
"Cih,kau sangat buruk dalam memperlakukan ku jadi jangan salahkan aku yang tak mau memberitahumu".Radith merajuk dan berlalu dari sana menuju ketempat dimana pada pemuja nya menunggu dengan setia.
Baru beberapa langkah ia berbalik dan mengatakan sesuatu.
"Dia baik baik saja,jangan khawatirkan dia.dia ada disuatu tempat dan mungkin akan cukup lama berada disana.pesanku adalah bersabarlah".
"Dan satu lagi perbaiki wajah jelekmu itu".Itulah pesan yang radith berikan sebelum akhirnya dia pergi menaiki anak tangga dan berlalu darisana.
Kaisar memijat pelipisnya kepala nya terasa pening.oh shit!apalagi ini baru saja beberapa hari wanitanya kembali sekarang dia harus pergi lagi dan lagi.
Tapi setidaknya dia sedikit tenang karna alasan wanitanya pergi bukanlah dirinya dan yang terpenting adalah wanitanya baik baik saja.
"Al kita pulang".Kaisar mendekatkan bibirnya ditelinga alvaro untuk memperjelas suara karna mustahil bisa berbicara normal dengan music sekeras ini.
Setelah mengatakan itu kaisar berlalu melenggang dari surga dunia itu ditemani dengan alvaro yang berjalan santai dibelakang nya.