
Saat matahari hampir sampai pada tempat peristirahatannya,cahaya malu malu keoranyean menghiasi setiap penjuru langit.senja menyapa dengan kenyamanan lambaian yang menggoda.
Dihamparan tanah luas ini netih turun dari mobilnya.kaki nya melangkah memasuki pemakaman pribadi,saat gadis itu memasuki area pemakaman ini,gerbang depan diukir dengan lambang M&C.begitu melewati gerbang depan matamu akan dimanjakan oleh pepohonan yang tertata rapi.
Saat sudah sampai pada lokasi pemakaman keheningan menyambut kedatangan nya,kenyamanan penuh damai menemani perjalanan mereka.
langkah demi langkah netih lewati makan demi makam seseorang yang telah usai dalam hidup nya yang melelahkan.hingga langkah nya terhenti pada sebuah batu persegi hitam mengkilap berdiri kokoh diatas permukaan tanah.
Ini adalah rumah Baru maxim crishtian sekarang yang tidur dalam keabadian.
Netih melangkah diiringi senyum penuh kerinduan,gadis cantik itu meletakan setangkai mawar putih dan seikat bunga gladiol putih yang masih sangat segar"Aku datang baby"
"How are you max? It's been a long time we haven't met. You know max I have managed to forget you thanks to someone's help, I thought I would be happy with it but apparently not. Can I be selfish dear? I want you to come back to me again. Come to me dear tell me who do cyou think appropriate for me? Ray or kaisar? say dear"
Netih menangis tersedu dihadapan batu nisan hitam itu,menumpahkan segala kegundahan yang tertahan didalam lubuk hati terdalam.
Sedangkan disisi lain ditempat yang sama,dihamparan tanah luas ini,kaisar dan nana turun dari mobilnya.
"Sudah lama aku tak kesini"Seru nana.
"Ini..?"Kaisar sedikit bingung untuk apa mereka disini?bahkan tak ada satu patah kata pun keluar dari mulut nana yang berniat untuk memberitahunya kemana dia akan pergi.
"hmm..Bukankah kau ingin bertemu wanitamu"ucap nana sembari menuntun kaisar untuk masuk dalam kawasan peristirahatan manusia.
Kaisar membisu dirundung kebingungan dia tahu betul jika tempat ini adalah pemakaman pribadi,banyak pikiran buruk berkecamuk dikepalanya tapi kakinya tetap melangkah agar cepat sampai dan menemukan jawabannya.
"Itu.."Nana menunjuk dengan dagunya kearah depan,disana terlihat seorang gadis cantik terduduk dengan memeluk sebuah batu nisan.
Kaisar melirik pada arah yang ditunjukan nana seketika senyum diwajahnya mengembang,namun itu tak berlangsung lama ketika kilat matanya melihat gadis itu menangis.
siapa yang ia tangisi?
Mereka mempercepat langkah nya untuk sampai pada tempat yang sama yang ditempatinya,dekat semakin dekat sayup sayup mendengar gadis itu menangis dengan mengatakan hal yang seharusnya tak didengar oleh orang lain.
Hati kaisar makin tercabik kuat mendengar setiap lontaran kata menyakitkan yang keluar dari bibir wanitanya,rasa bersalah langsung menyerbuk kedalam lubuk hatinya.sepertinya keputusan untuk datang ketempat ini salah dan tanpa sadar ia juga menitikan air mata.
Netih terlalu sibuk dengan dunianya sampai sampai ia tak menyadari ada dua pasang mata yang tengah memperhatikannya dengan perasaan yang campur aduk.
"Net.."Lirih kaisar dengan suara pelan namun netih masih bisa mendengarnya,gadis itu mendongak mata indahnya mendapati nana dan kaisar yang berdiri tepat tak jauh darinya.
"Kau baik baik saja kaisar?"Tanya nana yang khawatir karna kaisar telah mendengar apa yang seharusnya tidak ia dengar.
Kaisar tidak menjawab pria itu berjalan cepat menghampiri wanitanya,sontak ia langsung memeluk netih erat menumpahkan segala kerinduan yang selama ini tertahan.
"Maap ini semua salahku,karna aku kau harus menempuh hidup menyedihkan ini"Suara kaisar terdengar parau seperti menahan tangis,bahkan netih bisa merasakan punggung nya teraliti cairan hangat.
Pria itu menangis!
Nana menitikan air mata melihat kejadian didepannya,gadis itu berbalik arah dan berlalu pergi seakan mengerti jika saat ini mereka membutuhkan privasi.
"Jika saja saat itu aku tak tertipu oleh wanita itu,mungkin saat ini kau tak akan ada ditempat ini dan menangis seperti ini"
Netih melepaskan rengkuhan nya ia menggeleng seolah tak setuju dengan apa yang baru saja kaisar ucapkan,tidak ada yang salah disini semua yang terjadi bukanlah keinginan mereka.tidak munafik mereka hanya manusia biasa yang mudah tertipu oleh permainan takdir.
"Adakah sedikit maap untukku neth?aku berjanji akan memperbaiki semuanya,aku mencintaimu sangat"Kaisar berucap mantap meskipun terdengar serak dari suara nya namun tak ada raut bercanda yang ditampilkan wajahnya.
Netih mengangguk sebagai jawaban,dan itu membuat senyum dibibir kaisar semakin tertarik lebar.pria itu mendekatkan wajahnya namun bukan memeluk melainkan menyatukan benda kenyal yang selama ia rindukan.
Mereka berciuman disaksikan oleh ribuan manusia tak kasat mata yang telah hidup dalam keabadian.
Kaisar melepas pangutannya mata mereka saling menatap pada satu titik lurus yang sama,mereka saling melempar senyum seolah hanya itu yang saat ini biss mengapresiasikan kebahagiaannya.
"Apakah dia max?"Tanya kaisar sembari melirik nisan hitam yang berdiri kokoh dibelakang wanitanya.
"Ya"