
"Ray"
Suara lembut itu menarik Perhatian Seorang Rayshiva crishtian yang sedang menatap keindahan senja di langit brooklyn bridge.
Tempat dimana untuk pertama kalinya ia menyatakan cinta pada seorang wanita dihadapan ribuan manusia.dan tempat yang sama dimana Ray harus mengakhiri semuanya.
Ray menoleh melampirkan senyum tipis pada wanita yang berdiri tak jauh darinya.
"Kemarilah!"
Netih menghampiri ray dan berdiri tepat disamping nya,gadis cantik itu menghela nafas berkali kali mencari ketenangan sebelum melampirkan kata yang mungkin akan menyakitkan.
"Ray..aku--"
"It's okay dear,aku bahagia jika kau bahagia"Ray menyela cepat seakan sudah tau apa yang akan dikatakan netih padanya.
"Apa kau marah padaku ray?"tanya nya lirih bahkam nyaris tak terdengar,apakah keputusan nya kali ini adalah hal yang benar?sekalipun netih tak mencintainya Ray tapi tetap saja,gadis cantik itu juga tak mau bahagia diatas penderitaan dan rasa sakit nya.
Netih menatap Ray yang terdiam dengan wajah polos nya,mata berkaca kaca seperti puppy eyes yang membuat ray sangat gemas melihatnya.jadi bagaimana bisa dia marah padanya dengan wajah yang menggemaskan seperti itu?
"Kenapa aku harus marah?"
"Kenapa kau tidak marah?"bukannya menjawab netih malah membalikan pertanyaan membuat ray semakin gemas melihatnya.
Saat ini ia sedang mati matian untuk tak memeluk tubuh mungil wanita itu dan memohon agar tak meninggalkan nya,sekarang dia tau alasan kenapa max bagitu mencintai gadis ini.
Ray pun tidak menduga jika dia akan mencintai wanita yang sama dengan kakak nya,apakah itu termasuk sebuah kesalahan?jika iya tolong jelaskan!dimana letak kesalahannya.
"Bukankah mencintai tak harus memiliki baby?"
Netih terdiam membisu tak tau apa yang harus ia katakan selanjutnya,gadis cantik yang terkenal pandai berkelit itu diam bagaikan batu jika sudah bicara mengenai cinta.
"Kau mau tau sejak kapan aku mulai tertarik padamu?"Tanya Ray dengan pandangan lurus kedepan,menerawang waktu yang telah berlalu.
Ray menarik nafas pelan mencari kata yang tepat untuk mengeluarkan semuanya"Sejak saat aku melihat mu menangis dihari kematian max,sejak saat itu aku berniat untuk melindungimu namun siapa sangka semakin lama mengenalmu aku semakin tertarik dengan mu"
"Awalnya kukira rasa ini hanya sementara yang akan hilang dengan sendiri nya,tetapi selama 1 bulan kau bersama ku.aku baru menyadari jika ini cinta.Aku bahagia jika kau bahagia dear,aku rasa itu sudah cukup untukku"
"Tidak Ray,Itu tak cukup untukmu.kalaupun itu cukup untuk mu tapi itu tidak cukup untukku.aku tidak mau kau tak bahagia ray,kumohon kau harus bahagia"Netih menangis merasa bersalah dengan apa yang terjadi,andai saja dia tak datang ketempat ini mungkin semuanya tidak harus berakhir seperti ini.
Lagi dan lagi keegoisannya menghancurkan orang lain.
"Bagaimana jika sampai akhirnya aku hanya bisa menyukai dan mencintaimu saja?apa yang akan kau lakukan?kau tak bisa mencegahku dan hatiku kan?"Tanya Ray membuat Netih menunduk menangis dalam diam,seharusnya sejak awal dia tak membuat ray merasa seperti ini.
"Aku tidak akan bahagia jika orang yang berperan penting dalam kehidupanku tidak bahagia"Jawab netih lirih,rasanya sesak melihat Ray yang sesungguhnya.Ray yang rapuh dan terlalu mencintainya,disaat dia sudah mencintai orang lain.
"Kau tenang saja memang nya wanita mana yang tidak akan tertarik padaku?Aku kan tampan dan sangat kaya"Ucap Ray mencoba mencairkan suasana membuat netih kesal dan tertawa.
Netih menghapus sisa air mata diwajah cantik nya dia tak mau mengakhiri semua nya dengan tangisan,ia ingin semua berakhir bahagia"Berjanjilah padaku Ray kau harus bahagia apapun yang terjadi"Netih mengajukan kelingking nya dihadapan radith,awalnya pria itu tampak ragu namun akhirnya mengangguk.
"Aku berjanji"Ray menautkan kelingking nya dijari netih,Ray tertawa bukankah janji seperti ini yang sering dilakukan anak tk?bagaimana bisa orang dewasa masih melakukannya?sulit dipercaya
Mata mereka bertemu disatu garis lurus,ray dan netih saling menatap dalam diam melampirkan senyuman perpisahan.Ray bahkan yakin jika setelah hari ini dia tidak akan bisa menikmati senyuman indah gadis didepannya.
"Bisakah aku meminta sesuatu untuk terakhir kalinya?"Pinta Ray dengan wajah memohon.
"Katakan!"Ucap netih dengan senyum indah yang tak lepas dari bibir nya.
"Bolehkah aku memeluk dan menciummu?"Nada suara ray terdengar ragu,Ray tidak akan siap jika sampai netih mengatakan tidak.
Netih tersenyum dan mengangguk membuat sudut bibir ray tertarik lebar membentuk sebuah senyuman.
Ray menarik tenguk nya perlahan menyatukan bibir nya dan menikmati manis nya bibir wanita itu,lalu setelah itu mereka berpelukan hingga tanpa sadar keduanya menangis dalam diam.