
"Hai namaku Chelsea giovanni job,kekasih dari noah jeasus davino"
Suara chelsea terdengar disalah satu sudut meja bundar,Seorang gadis berambut pirang terlihat bergeser ketika chelsea duduk disamping nya.seraya membalas uluran tangan itu dengan kaku.
"Darsa"
Gadis yang darsa liat tak bisa diam mulut nya ini ternyata adalah gadis yang baik,meskipun dia sudah sangat jengah sebab gadis bermata hijau itu terus saja mengekorinya.Dengan alasan yang sama sekali tak bisa masuk dikepalanya,yaitu takut noah nya menyukai nya karena menurut chelsea ia jauh lebih cantik darinya.klise bukan?Meskipun pada kenyataan nya itu benar.
"Oh ya apakau sudah memiliki kekasih?...Lihat raga sangat tampan jangan menyukai--"
Ucapan Chelsea terhenti ketika nana berdehem dengan menggerakan jarinya seolah mengatakan--Jangan mengatakan yang tidak tidak--Nana tau putri nya itu sangat menyukai noah dan nana tak pernah melarang semua itu selama chelsea bahagia.
"Dengan siapa kau datang?Apa uncle evan datang?Dimana aunty jesslyn?Aku tak bisa melihatnya!"Chelsea memberondong darsa dengan banyak pertanyaan,hingga membuat axellin yang duduk tak jauh darinya merasa sangat gemas.
Darsa memutar bola matanya malas apa tuhan tak memberi rem dibibirnya saat menciptakan gadis ini?Kenapa mulut nya tak bisa berhenti berbicara?Fiks,mulai sekarang darsa akan mencap nya sebagai manusia paling tak bisa diam didunia.
"Itu"Darsa menunjuk meja yang tak jauh darinya dengan dagu,dimana evan dan jesslyn duduk tenang disamping netih dan kaisar yang darsa tau adalah orang tua dari noah.pria yang membuat gadis cerewet ini tergila gila.
Axellin terkekeh geli melihat interaksi keduanya,mereka terlihat sempurna sebab kedua gadis berambut pirang itu memiliki sifat yang sangat bertolak belakang.Darsa gadis yang terkenal dingin dan tak banyak bicara sangat cocok bila disandingkan dengan Chelsea yang cerewet dan tak bisa diam.
"Oh..."Balas chelsea sekenanya"Apakau punya kelainan?"Ucap chelsea lagi dengan menampilkan wajah polosnya,darsa menatap nya tajam bukan nya takut gadis itu malah terkekeh apalagi ketika axellin tertawa keras.
Darsa mendelik tajam"Apa maksudmu?"
"Dari pertama kau datang aku tak melihatmu tersenyum sekalipun"Chelsea memiringkan wajah nya menatap darsa"Tak salah kan jika aku berpikir seperti itu?"
Darsa tak habis pikir bagaimana gadis yang umurnya hampir menginjak dua puluh tahun bisa berpikir seperti itu?...Jika ia tak tersenyum itu artinya tak menyukainya!Bukan memiliki kelainan astaga yang benar saja.
"Dia tak tersenyum karena wajah nya sudah tersetting seperti itu baby"Axellin terkekeh seraya mengacak gemas rambut pirang chelsea hingga sungutan dari bibir mungil itu tak terelakan lagi.
"Jangan rusak rambutku uncle!Noah belum mengakui kecantikan ku"
Chelsea merapikan kembali rambutnya yang berantakan karena ulah axellin,Teriakan chelsea itu membuat darsa memejamkan mata nya menetralisir suara gadis cantik itu berdecak selain tak bisa diam gadis juga begitu berisik.bahkan chelsea tak yakin jika ada orang yang mau menjadi teman dengan sifat yang dimilikinya.
"Ish...aku tak mengerti"
"Dije que eras ruidoso(Aku bilang kau berisik)"Ucap darsa dalam bahasa asing lagi,membuat chelsea menatap axellin yang hanya mengendikan bahu tak mengerti.
Chelsea menjatuhkan kepala nya diatas meja,membiarkan rambut panjang nya tergerai indah jatuh kebawah"Ya tuhan cobaan apalagi ini"keluhan chelsea membuat darsa dan axellin mati matian menggigit bibirnya untuk tak tertawa"Apa selain tak bisa tersenyum dia juga tak bisa bahasa manusia?"
Darsa merengut masam,Hell....Kau saja yang tak bisa bahasa manusia chelsea,kenapa tuhan harus memberikan nya otak sebesar biji kacang?Berbicara memakai bahasa biawak pun darsa yakin chelsea tak akan mengerti.
Mengenal chelsea dari kecil membuat axellin bisa memaklumi setiap tingkah ajaibnya,axellin benar benar harus menahan tawa ketika berusan dengan gadis duplikat nana ini.
"Kau saja yang tak mengerti baby"Ucap axellin membuat chelsea menolehkan kepalanya dengan tatapan tajam.
"Tak usah diperjelas uncle!"
"Dia mengatakan jika kau sangat cantik dear"Lunetta berjalan mendekat lalu duduk tepat disamping axellin,membuat darsa mencelos masam karena kebohongan itu bisa membuat chelsea besar kepala.
"Matamu berpungsi dengan baik,kau memuji orang yang tepat"
"Kebohongan yang unfaedah aunty"Darsa mengerucutkan bibirnya,hingga membuat lunetta dan axellin tergelak.
Percakapan mereka mengundang perhatian netih yang duduk dimeja bundar tak jauh dari chelsea"Dia persis seperti dirimu nana,menyebalkan"
"Tentu karena dia adalah putriku"Ucap nana tanpa mengalihkan pandangan nya dari chelsea.
"Tapi ada sedikit perbedaan diantara kalian"Timpal radith seraya meneguk wine didepan nya,Pria dalam balutan tuxedo hitam itu terlihat sangat tampan belum lagi rambut yang ditata rapi semakin menambah kharisma seorang radithya Putra Consina.
"Apa?"Tanya nana tanpa mengalihkan pandangan.
"Dia tidak tumbuh menjadi pemain kuda kudaan profesional seperti mu dulu"Celetuk radith yang membuat netih tersedak minuman nya,nana menatapnya tajam apakah radith harus dengan gamblang mengatakan nya?sekali pun itu benar.
Tutup mulutmu radith itu benar benar merusak reputasiku!.
"Brengsek!Tentu saja aku tak akan membiarkan itu terjadi!"