
Noah berjalan menuju rooftop hotel seorang diri,langit sudah menghitam sempurna dan jam sudah menunjukan pukul 23:45 dimana pesta sudah menuju puncaknya.Benar apa yang raga katakan pesta semacam ini bukanlah dunia nya.Benar benar membosankan!Jika bukan karena netih noah sangat enggan berada disini.
Udara malam yang terasa menusuk yang pertama kali menyambut kedatangan nya,Membuat noah mendengus pria tampan itu benar benar benci kedinginan.namun apalah daya karena saat ini ia tengah membutuhkan ketenangan.
Noah menjatuhkan dirinya disebuah kursi panjang yang ada dirooftoop ini,ditemani sebatang rokok ditangan nya.Noah bukanlah perokok aktip,ia hanya akan merokok ketika suasana hatinya sedang tak baik.seperti saat ini mata biru itu menatap lurus kedepan pandangan nya terlihat kosong.
Ingatan bagaimana chelsea menangis dan tersenyum dikepala nya berseliweran saling menerobos bak kaset rusak yang ingin ditampilkan lebih dulu.Apakah keputusan nya menjauhi gadis itu salah?Meskipun gadis itu terlihat baik baik saja,akan tetapi noah mengetahui jika sebenarnya gadis itu sangat menderita.
Namun noah juga tak mau terus menjadi benteng untuk kebahagiaan orang lain.Okelah noah mengerti chelsea sedang dalam masa sulit,bahkan hidupnya sudah divonis tak akan lama lagi.Tapi noah percaya satu hal umur tak ada yang tau,bisa saja kan chelsea yang sakit tapi noah yang mati lebih dulu?...
"Sendirian saja?"
Bariton suara itu menarik perhatian nya,reflek noah berbalik yang pertama kali ia lihat adalah sepasang mata hazel dibawah bulu mata lentik itu sedang menatapnya.membuat noah mengulas senyum tipis yang entah mengapa ada getaran berbeda ketika noah berdekatan dengan gadis bernama Valencia sofia leondias ini.
Noah menyesap rokok nya dalam dalam sebelum menjawab pertanyaan yang manusia duplikat barbie itu lontarkan padanya"Tidak setelah kau ada disini baby"
"Kurasa ini bukan dunia mu"Cia sudah mengambil alih kursi untuk duduk disamping nya.
"That's right baby"
Baby?...Kenapa kata kata itu terdengar sangat menggelikan ditelinga nya,gadis yang dibalut gaun hitam itu mencebikan bibir nya seolah tak menyukai dengan julukan yang noah berikan untuk nya.Cia yakin jika bibir tipis itu pasti sudah banyak sekali mengumbar ucapan manis untuk para gadis,Ahh memikirkan nya saja sudah membuat Cia muak.
"Just Cia,Dont not baby!"Cia mengoreksi ucapan noah,Enak saja ia memanggil nya dengan ucapan sayang.Memang nya siapa kau noah?
Noah tergelak pelan mendapati tatapan tidak suka yang diberikan gadis bermata hazel itu,jujur saja gadis itu terlihat sangat cantik yang membuat noah mengharuskan menelan ludah dengan susah payah"Owh..Come on diluar sana banyak para gadis yang berjejer untuk mendapat julukan itu dariku"
Valencia berpikir keras apakah noah sedang berniat menjatuhkan nya?...Atau sedang menunjukan dimana posisi nya?Noah memang tampan dan Cia akui itu,jadi mungkin saja apa yang noah katakan itu benar adanya.Tapi ayolah noah tak semua manusia itu sama.
Cia menggelengkan kepalanya geli,Noah benar benar pria dengan kepercayaan diri yang tinggi,Dan Cia tak menyukai itu"Sorry sir but I'm not one of them(Maaf tuan tapi aku bukan salah satu dari mereka)"Ucap Cie dengan ketus nya menandakan jika gadis itu benar benar tak suka.
"Dan akan ku jadikan kau salah satu dari mereka baby"Noah terkekeh seraya menikmati raut kemurkaan diwajah Cia,menurutnya kecantikan nya semakin bertambah ketika marah.
"Dalam mimpimu"Cia memalingkah wajah nya mengenyahkan emosi yang baru saja tercipta,Ternyata noah lebih mengesalkan dari yang ia duga.membuat cia menyesal karena harus datang ketempat ini.
Noah semakin terkekeh pria tampan itu melipat kedua tangan nya diatas kepala,mata biru itu mendongak menatap langit hitam yang sudah berganti menjadi rembulan.setelah puas memandangi wajah kemurkaan Valencia,sorot mata itu berubah menjadi sendu antara takut dan bingung terlihat jelas bahkan cia pun bisa melihat nya
"Kau kenapa?".Tanya Cia ketika menyadari kebungkaman noah.
Hening!.
Kediaman noah membuat kening Cia semakin berkerut bingung,Apa pria seperti ini ketika sedang dalam masalah?Memilih diam dan merenungkan semuanya?...Tapi ahh sudahlah memang apa peduli mu Cia?
"Kau sedang ada masalah dengan chelsea?"
"Sebenarnya aku hanya sedang memikirkan bagaimana cara mendapatkan hati mu baby"Ucap Noah diiringi seringai jahil nya,jangan lupakan jika noah tetap lah noah.
Valencia berdecih tak seharusnya ia bertanya kepada pria seperti noah.yang tentu saja jawaban nya akan mampu membuat nya mati muda,hingga Cia merasa seseorang telah menarik dagunya.siapa lagi jika bukan Noah!
"Ku akui harga dirimu cukup tinggi baby"Ucap noah lagi,benar memang benar hanya cia lah satu satunya gadis keras kepala yang tak jatuh dibawah kaki nya.Karena sekali saja noah mengedipkan mata maka sudah siap wanita yang berjejer hanya untuk mendapat perhatian nya.
Luar biasa bukan?Tapi tak heran karena rupa dan uang dapat merubah segalanya.
"Karena uang dan rupa tak akan membuatku menurunkan harga"
"Sangat kri---Sebentar"Noah merogoh ponsel nya didalam saku celana ketika nada dering itu memecah suasana,Dilihatnya nama netih yang tertera mambuat pria tampan itu segera menggeser ikon hijau untuk menyambungkan panggilan.
"Kau dimana?"
Dugaan noah salah itu bukan netih ibunya,karena hanya kaisar lah yang bisa berbicara to the point dan dengan datar nya seperti itu"Dirooftop dad,ada apa?"
"Bersama siapa?"
Noah menolehkan kepala nya untuk menatap Valencia,yang juga sama sama tengah menatap nya dalam diam.Gadis cantik menggeleng seolah mengatakan tidak"Tentu saja sendiri"Valencia menganggukan kepalanya,itu yang terbaik menurutnya daripada disangka yang tidak tidak.
"Cepat turun Dad tunggu dalam 10 menit"
"Hemm"Noah hanya bergumam dengan hati sedikit tak rela,entah mengapa ia ingin sekali berlama lama dan terus menggoda valencia.lalu sambungan telepon terputus yang membuat layar benda pipih itu menghitam tiba tiba.
"Kau sudah mau pulang?"Tanya Cia yang memang sudah mendengar semua percakapan nya,Bukan nya menguping hanya saja ia mendengarnya dengan tidak sengaja jadi sah sah sajakan?
"Iya,aku pergi dulu"
****
"Sayang kau sudah mau pulang?"
Suara cempreng itu melengking memenuhi ballrome hotel luas ini,yang lagi lagi membuat gadis berambut pirang itu menjadi pusat perhatian.Noah menghentikan langkah nya seraya berdecak kesal ketika melihat chelsea berlari lari dan tak hati hati.
Noah tak suka melihat chelsea terluka.
"Sudah kubilang jangan lari lari kau bisa terluka nanti nona muda!"Ucap noah yang tak bisa lagi menyembunyikan rasa gemas nya,apa gadis ini tak bisa bersikap serius sehari saja?
Chelsea tergelak pelan melihat raut marah yang ditampilkan noah"Tidak masalah dear,karena aku hanya akan merasakan sakit ketika kau yang melukaiku"Chelsea membekap satu tangan nya menahan tawa gadis cantik itu sangat menyukai jika noah marah padanya,karena pada saat itu ia bisa tau jika noah benar benar menyayanginya.
Astaga"Dari mana kau mendapat kata kata receh seperti itu?"Tangan noah naik keatas kembali menyentil kening gadis cantik itu untuk kesekian kalinya,Hanya chelsea lah satu satu nya manusia yang benar benar hobi membuatnya naik pitam.
"Bahkan sentilan itupun tak terasa sakit karena kau melakukan nya dengan penuh cinta"
Noah benar benar tak habis pikir disaat ia sedang menunjukan kemarahan nya,gadis ini malah bersikap biasa biasa saja.Hebat!"Aku akan membencimu jika sampai kau terluka,kau harus ingat itu"