
Hari ini sesuai janji nya pada sang ibu netih akan pulang kerumah yang sudah lama ia tinggalkan,perasaan senang dan takut bercampur menjadi satu.
Senang karna bisa bertemu dengan keluarga tercinta nya dan takut karna sudah pasti akan mendapat semprotan kemarahan dari sang ibu tercinta.
Masih ingatkan ancaman sang ibu,jika dia tidak pulang ibunya akan datang dengan membawa sapu?.
Ck,mengerikan!.
Demi tuhan ia harus benar benar menyiapkan mental dan hati nya saat ini juga!.
Netih tampak sedang mengemasi pakaian nya tapi,Pergerakannya terhenti saat ponsel nya berdering,dengan malas dia melangkah mengambil ponsel yang terletak diatas nakas.
Dengan cepat dia menggeser layar ketika melihat nama ibu tertera dilayar ponselnya.
"Ibu aku akan pula----?".Kata kata nya menggantung,ibunya menyela cepat pembicaraannya.
"Ibu tau kau akan pulang,Tapi sebelum itu ibu mau memberitahumu bahwa ibu akan ikut dengan ayahmu keluar kota jadi kau tak perlu pulang".Netih membuka mulutnya hendak berbicara namun panggilan telepon terputus tiba tiba.
Ia mendengus karna ibu nya selalu saja bersikap seenaknya.
Ibu benar benar menyebalkan kemarin saja mengancam dan menyuruhku pulang,lah sekarang malah membatalkan nya seenaknya.ck nyokap gue tuh.
Gadis itu menggerutu dan menekuk wajah nya,sepertinya kekesalannya berada pada puncak nya.
Mari kita lihat kali ini siapa yang akan terkena imbas nya.
"Sayang ayo kita be---?".dan benar saja Belum sempat menyelesaikan kalimat nya,netih sudah menyela dengan nada ketus nya.
"apa?kau berangkat saja sendiri".Netih berkata setengah berteriak.
Kaisar mengernyitkan kening,demi apapun ia tak mengerti dengan perubahan sikap nya yang begitu tiba tiba.
cobaan apalagi ini tuhan.
Kaisar menghela nafas panjang.
"Ada apa?".Kaisar bertanya dengan nada lembut,dia memang tak tau apa yang terjadi tapi dia cukup mengerti bahwa gadis itu sedang dalam suasana hati yang tidak baik.
Hening!.
"Apa yang terjadi sayang?".
"Kita tak jadi pergi,ibu akan keluar kota".
"Lalu mengapa kau sedih?".Kaisar menangkup wajahnya dan mencuri ciuman sekilas pada bibirnya.
"Kau tau kemarin ibu mengancam ku jika aku tak pulang dia akan datang kedepan gedung grup leon dengan membawa sapu,sekarang dengan seenaknya dia menyuruhku untuk tak pulang.apa dia tidak tau betapa susah nya aku meminta cuti pada axellin".Netih berkata dengan tenang,namun siapapun tau tersirat kemarahan didalam nya.
Kaisar tersenyum mendengar keluhan yang keluar dari bibir wanitanya,ia cukup mengerti apa yang sedang dia rasakan.
"Bukannya alasan yang ibu berikan sudah cukup jelas,jangan dipikirkan lagi,oke?".
"Baiklah".Netih menempiskan senyum tipisnya,jujur ia benar benar kesal sekarang namun ia juga tak punya alasan untuk marah.
*Ternyata benar buah tak jatuh dari pohonnya,sekarang aku mengerti kenapa singa betina ini sangat buas.
What singa betina?coba katakan itu didepan nya kai,dan lihat apa yang terjadi*!.
"Sekarang ikut lah dengan ku kekantor dan nanti malam temani aku ke acara pesta temanku".Setelah mendengar kata'pesta'Wajah yang tadinya tertekuk kini berubah manjadi binar bahagia.
Kaisar terkekeh melihat tingkah netih,menurut nya lebih susah membujuk anak tk daripada wanitanya.
Netih menganggukan kepala nya mantap sebagai jawaban.
______
Beberapa karyawan menyapa dan membungkuk dengan sopannya,saat pertama kali netih datang ketempat ini dia mendapatkan kesan yang buruk.
Dia berdoa dalam hati agar kejadian waktu lalu tak terulang kembali.akan tetapi tuhan tak berbaik hati padanya saat ini.
Saat ia melangkah kan kaki nya kedalam ruangan kaisar,netra indah itu menangkap sosok wanita yang tidak dia harapkan.
Kejadian yang sama terulang kembali,tapi ia tak bisa kali ini.seorang netih tidak boleh kalah oleh siapapun,Never!.
"Hai bicth kau datang lagi,aku kira kau sudah tak punya muka sejak saat itu".Netih berkata dengan tenang,sejujurnya ia sudah benar benar muak.namun sepertinya wanita ini belum jengah juga.
Raut muka zia memerah menahan marah,namun dia tetap terlihat tenang.
"Tentu aku datang karna ini adalah kantor calon suami ku".Zia berkata dengan diiringi senyum devil nya.
Sepertinya kata kata zia tak membuat netih ciut,justru malah membuat nya tergelak.
"Seperti nya kau belum bangun dari mimpimu,haruskah aku menyiram mu dengan air agar kau bangun?".Gelak tawa netih mengudara diruangan itu,sedangkan kaisar tampak menikmati adegan ramah tamah yang sedang dilakukan kedua wanita didepannya.
What ramah tamah?sepertinya hanya kaisar yang mengijinkan wanitanya saling melemparkan hinaan seperti itu.
Zia mulai jengah,pertahanan nya mulai runtuh
"Aku?bermimpi?...Kau salah nona aku tidak sedang bermimpi apapun yang aku inginkan akan aku dapatkan termasuk kaisar".Zia menunjuk dirinya sepertinya dia sudah mulai kehilangan kata kata nya,tapi dia menyembunyikan nya sebisa mungkin.
Jangan lupakan jika netih azura adalah wanita yang pandai sekali berkelit,mulut seorang zia sudah pasti bukan tandingan nya.
"Kau yakin ingin bersaing dengan ku?".Lagi dan lagi netih tak bisa menghentikan gelak nya,Demi axellin yang diotaknya hanya ada ************ ini benar benar lucu menurutnya.
Seorang wanita ingin bersaing dengan netih?mungkin jika nana dan sarah ada disini gadis itu akan diolok olok oleh mereka habis habisan.
"Berhenti tertawa karna aku sedang tak bercanda".Zia mulai jengah dia menggebrak meja dengan setengah berteriak.
Kaisar terkesiap sepertinya bencana akan segera datang.
What bencana?
"Bertarung lah nona dan lakukan apapun yang kau mau,karna seorang netih tak akan pernah kalah.Never!."Netih tampak mulai serius dia menatap tajam kearah wanita dihadapannya.
"Apa ini sebuah peringatan?".Zia tampak mulai tenang seperti nya kemarahan nya sudah mulai hilang.
"Anggap saja begitu".
"Oh ya dan satu lagi,jangan pernah kau berani menyentuh milikku karna bisa kupastikan hari itu akan menjadi hari dimana kau menghirup udara segar".Ultimatum telak dia ucapkan,jangan anggap main main karna netih tak pernah main main dengan ucapannya.
"Dengan senang hati,tunggu saja apa yang bisa kulakukan padamu,siapkan dirimu".Zia tersenyum menampilkan deretan gigi putih nya,tapi siapapun tau bahwa senyuman itu palsu.
"Kau tau jalan keluar kan?".Timpal kaisar,dia mengusir secara halus.jika saja orang waras yang diperlakukan seperti itu mungkin orang itu akan mengamuk dan menghancurkan gedung pencakar langit ini.
Tunggu!.
Apa kalian baru saja bilang zia tidak waras?
Anggap saja begitu memang wanita mana yang rela menjatuhkan harga dirinya demi seorang pria?tidak ada!.
"Sampai jumpa sayang".Zia hendak mendaratkan ciuman dipipi kaisar,namun sebelum itu terjadi tubuh nya sudah terpental ke sisi meja akibat perbuatan seseorang.
"Jangan sentuh milikku".Netih berteriak,sepertinya kesabarannya benar benar habis.
Bukannya takut zia malah tergelak dia berlalu dari tempat itu dengan hati puas,karna sudah membangunkan singa tidur.
Tunggu dan lihat apa yang bisa netih lakukan padamu zia.
"Kau benar benar seksi saat sedang marah sayang".Kaisar tergelak disaat seperti ini dia masih sempat sempat nya menggoda nya.
Tolong kai,ini bukan saat nya becanda kau tidak lihat wanitamu sedang berada dipuncak kemarahan.Rasakan saja kemarahannya!.
Dan benar saja!.
Netih mendelik tajam dia tidak habis pikir dengan kaisar,saat melihat kekasih nya adu mulut dengan rival nya.bukannya membela dia malah menjadi penonton setia.
Keterlaluan!.
"Kauuuuu!!!."Netih merasa sangat geram, emosi nya semakin memuncak saat kaisar menggodanya.
Saat hendak meluapkan kekesalannya pintu terbuka,melihat siapa yang datang netih mengurungkan niat nya.
Dia berlalu meninggalkan semua yang ada disana dan masuk kekamar pribadi milik kaisar.
Netih masih memiliki etika untuk tak mengumpati kaisar didepan orang lain.
"ada apa dengan nya".suara bariton itu mengudara Terlihat beberapa orang pria masuk dan mendudukan diri disofa yang tersedia disana.
"Wanita tak tau diri itu datang lagi".Ucap kaisar datar,seperti nya kaisar sudah malas hanya dengan menyebut nama nya saja.
"Dia belum jengah juga".alvaro tergelak,ia mengerti siapa orang yang dimaksud kaisar.
Tentu saja mengerti karna selama ini dimana ada alvaro disitu ada kaisar,bahkan dia lebih sering bertemu dengan kaisar dibanding ibunya sendiri.
"Rambut ku bahkan hampir rontok karna memikirkannya".Kaisar mengacak rambut nya frustasi,semua yang ada disana tergelak melihat kaisar saat ini.
"Kau datang nanti malam".Aldi bertanya sembari menghembuskan asap rokok keudara.
"Tentu aku akan datang bersama wanitaku".Balas kaisar sekenanya,mata elang itu menatap keluar jendela bagi nya pemandangan kota jauh lebih menarik daripada menjawab pertanyaan itu.
"Kau mencintainya kai?".
"Kau pasti sudah tau jawabannya".
"jawaban mu lebih pantas disebut teka teki".
Tak perlu ditanya karna jawabannya sudah pasti'iya"sepertinya alvaro tidak cukup pintar untuk mengartikan semua itu.