Because Only You

Because Only You
Jangan hidup dalam bayanganku



Sinar matahari perlahan menembus tirai tipis yang menutupi jendela kamar.dua insan manusia yang masih bergumul didalam satu selimut,dan dalam keadaan tubuh polos tanpa sehelai benang pun masih berpelukan.


Semalam entah sudah berapa kali mereka melakukannya,karena mereka berhenti ketika sudah memasuki dini hari.dan sudah tidak memiliki tenaga lagi,barulah mereka tertidur.


Perlahan netih menggerakan tubuhnya dengan sangat hati hati,ia tidak ingin pergerakannya membangunkan kaisar yang masih terlelap tidur.dari jarak sedekat ini,Netuh bisa melihat wajah suaminya yang begitu tenang dan sangat tampan.


Ia bersyukur pada akhirnya setelah melewati berbagai rintangan dan cobaan,akhirnya mereka bisa bersatu dalam ikatan yang sah baik dimata negara maupun dimata tuhan.kini natih bisa tidur dan terbangun dengan senyum bahagia,karena ia bisa merasakan pelukan serta sentuhan kaisar secara nyata.


"Sudah bangun?"Netih mengerjapkan matanya berkali kali ketika tersadar dari lamunannya.


"Aku tidak tidur dengan mata terbuka,kai"Ucapnya seraya menyembunyikan wajahnya didada bidang kaisar.


Kaisar mendengus geli wanita nya telah berubah,netih jauh lebih menyebalkan dari sebelumnya,astaga"Apakah itu kode karna kau menginginkan ronde lagi?"Kaisar mengelus punggung polosnya menghembuskan nafas berat seolah saat ini ia sedang menahan gairah"Mari lakukan lagi sayang!"


Mendengar kalimat horor itu netih langsung mendudukan dirinya,sudah cukup kaisar menyiksanya semalaman penuh ia tak mau pagi yang cerah ini harus diawali tubuh yang dipenuhi peluh"Aku lelah"Netih mengeluh mengerucutkan bibirnya"Aku lapar"


Kaisar terkekeh geli"Aku juga lapar"Kaisar terdiam sesaat dengan tangan yang sudah mulai bergerilya menyentuh'benda terlarang'nya"Adikku juga lapar"


Netih menempis tangan itu perlahan menjauhkan tangan kaisar dari tubuhnya"Kai..!"Rengek nya yang membuat kaisar tergelak kencang karena telah berhasil menggodanya.


Seperti kebiasaan manusia pada umumnya netih mengambil ponsel dan mengaktipkan nya karena sudah beberapa hari ini ia tak bertukar kabar dengan siapapun.Ada beberapa pesan masuk dan panggilan dari nana,sarah,axellin,evan dan radith,seperti biasa mereka pasti memiliki niat mengganggu malam pertamanya.beruntung lah netih karena tak mengaktipkan ponsel nya


Mengambaikan itu semua netih membuka sosial media melihat lihat barang kali ada berita yang sedang hangat didunia maya,dan benar saja dia benar benar terkejut dengan apa yang saat ini sedang menjadi tranding topic didunia maya,Ralat!.dan yang membuat nya semakin terkejut siapa yang berada disana.


Netih menutup mulutnya dengan kedua tangan seakan tak percaya jika gadis yang sedang dihujat dunia adalah dirinya,ia tak menyangka hal spele seperti itu bisa membuat hidupnya jungkir balik dalam sekejap bahkan netih yakin setelah ini ia tak akan mendapatkan ketenagan dalam hidupnya.


Perlahan senyum diwajah kaisar memudar seiring dengan raut wajah netih yang berubah seketika"Kai..iini--"Netih tak sanggup lagi berkata dan dengan senang hati air mata mulai mengambil suara.


Sedetik kemudian raut wajah kaisar pun berubah menjadi khawatir dan itu terdengar jelas dari suaranya"Baby,kenapa?"


Netih tak menjawab ia menangis sejadi jadi nya dengan tangan yang masih menggenggam erat ponsel itu,netih bukan selebriti yang mungkin sudah terbiasa dengan hujatan dan komentar miring para netijen dunia maya.dia hanya gadis biasa yang akan jatuh ketika orang lain menyeretnya.


Kaisar merebut ponsel itu secara paksa mencari tau alasan dibalik perubahan istrinya,dia pun sama terkejutnya melihat apa yang ada didunia maya.tak menyangka hal yang menurutnya sepele bisa berakibat sampai sebesar ini.


"A-Ku takut"


Kaisar memalingkan wajahnya kesamping untuk meredam emosi satu hal yang paling ia benci adalah melihat wanitanya menangis!dan kaisar benar benar tak menyukai situasi saat ini.


"Aku disini baby tak ada yang perlu kau takutkan!"


****


"Hallo"


Hening beberapa saat dan hanya terdengar helaan nafas disebrang telpon sana"Kau baik baik saja baby?"


"Ray!"Lirih nya pelan bahkan bibirnya tampak bergetar"Its okey i'm fine"


Ray tergelak pelan netih masih saja tak berubah,seperti biasa gadis itu selalu ingin terlihat kuat padahal sebenarnya ia begitu rapuh"Kau pasti ketakutan"menarik nafas panjang"aku tidak tau semua akan menjadi seperti ini,tak seharusnya aku menarik mu dalam dunia--"


"Ray..!"Sela netih cepat"aku menelponmu bukan untuk hal itu"Netih terdiam sesaat mengatur napas yang memburu akibat rasa takut dan khawatir yang bercampur jadi satu"Are you okey?"


Dibenua yang berbeda dan waktu yang berbeda pula netih tak tau jika saat ini sudut bibir ray tertarik lebar membentuk senyuman karena ucapannya,wanita itu masih peduli terhadapnya"I'm fine baby itu sudah dunia ku,dan aku terbiasa akan hal itu"


Entah mengapa deretan kalimat sederhana itu seolah membuat semua beban dipundak netih terangkat habis,netih akan merasa bersalah jika scandal itu sampai memperngaruhi hidup dan karir nya.sampai sampai netih melupakan suatu hal penting,jika pada dasarnya ray memang sudah terlatih untuk hal itu.


"Aku senang mendengarnya"


"Aku tau kau pasti ketakutan,jangan khawatir aku akan segera menangani semua nya kupastikan kau hidup aman dan bahagia setelah ini"Suara ray melemah diiringi dengan helaan nafas prustasi yang keluar dari bibirnya,meskipun pelan tetapi netih masih bisa mendengarnya.


Netih tau Ray sangat menderita dan itu karena ulahnya,tapi apakah harus netih mencintainya hanya karena ray mencintainya sedangkan ray berhak memiliki gadis sempurna dan itu bukan dirinya"Ray..!"Netih menarik nafas dalam dalam suara gadis itu bergetar"Kau sudah berjanji padaku untuk bahagia!"


"Aku hanya melakukan apa yang pernah max katakan"Suara pria itu terdengar serak menahan tangis"aku bahagia"


"Kumohon jangan hidup dalam bayangan ku ray!"