Because Only You

Because Only You
Aku merindukanmu



1 bulan kemudian,New york.


Dedaunan kering diatas pepohonan melambai ringan tertiup angin hingga patah dan jatuh diatas tanah dengan lembut.


Seolah angin itu tidak puas dengan membuat daun itu patah dari pohon,angin lirih berputar dan membawa daun kering terbang dengan bebas hingga menghantam kaca transparan sebuah bangunan.


Mata emas berkilauan indah menatap daun kering yang telah menghantam kaca tempat nya terduduk itu dengan sedikit penyesalan sebelum bersuara lirih"apa musim gugur akan segera tiba?"



"Tidak ada musim gugur!dan berhentilah melamun menatap keluar jendela!"suara nana terdengar dengan sindiran kearah gadis dihadapannya yang hanya terdiam menopang dagunya melihat kearah luar jendela.


"Apa hari ini kau akan melakukan pemotretan lagi?"Wanita dihadapan nana bertanya dengan suara dan nada yang terdengar sedih


"Sampai kapan kau akan diam dan terus bersembunyi ditempatku?"


"Bukankah pertanyaan itu sama seperti kau sedang mengusirku?"


Nana menghela nafas lemah karna perkataannya disalah artikan lain oleh wanita yang sedang duduk didepannya.


"Neth cepat selesaikan masalah mu dengan kaisar!aku tau kau mencintainya".


Nana berdiri mengambil tas lalu memasukan beberapa alat make up,dompet serta ponsel nya kedalam.


"Aku pergi dulu,jangan kemana mana sampai aku kembali!"Nana berlalu pergi menuju tempat dimana pemotretanya berlangsung.


Sejak kejadian dipesta waktu itu netih memutuskan untuk pergi dan menenangkan diri sementara waktu.bukan bermaksud untuk menghindari apalagi lari masalahnya hanya saja ia membutuhkan waktu untuk mencerca semuanya.


Gadis cantik itu memilih new york atau yang biasa disebut sebagai negri paman sam sebagai tempat nya mengasingkan diri sementara waktu ini.


Tentu saja gadis itu tidak tinggal sendiri,dia ditemani nana yang memang kebetulan sedang melakukan fashion week dinegara ini.


Ini sudah minggu ketujuh dia berada di negri paman sam ini,tidak ada kegiatan lain yang dia lakukan selain jalan jalan.atau jika dia bosan akan membuntuti nana seharian.


"Ahh..aku sangat bosan"Gadis itu berjalan menuju ranjang melentangkan tubuhnya ditengah tengah.


Manik mata indah menatap lekat langit langit kamar.gadis cantik bergumam dengan suara pelan dan nyaris tak terdengar"Kaisar apa kabarmu?"


Netih membalikan tubuh nya menghadap kesana kemari guna menghilangkan kebosanan.namun,bukannya kebosanan itu menghilang malah semakin melanda.


"Augghh..aku sangat bosan"Netih mendudukan dirinya dan mengacak ngacak rambutnya frustasi sesekali kaki jenjang itu menendang nendang selimut yang ada dibawahnya.


Gadis cantik berjalan menuju meja lalu mengambil ponselnya yang terletak diatas nakas"telpon radith atau axellin"


Gadis itu menimbang nimbang keputusannya,netih melirik jam waktu menunjukan pukul 7 pagi.dan kemungkinan diindonesia saat ini hampir tengah malam mengingat perbedaan waktu yang terpaut cukup jauh.


Ide jahilnya melintas sekilas dipikirannya,senyum menyeringai tercetak jelas diujung bibirnya.sepertinya akan sangat seru mendengar umpatan dari macan tidur.


Gadis cantik itu menekan sebuah nomer.panggilan berdering tapi tak ada sahutan dari nomer yang ia tuju itu.setelah beberapa saat telpon terhubung dipanggilan yang ke tujuh belas kalinya.


"Hallo"Suara disebrang telpon itu terdengar nyaring menandakan sipemilik suara benar benar marah.


Netih terkekeh geli mendengar bentakan itu.ia tertawa cekikikan karna berhasil menggoda radith"apakau sedang ketadangan tamu bulanan?"


Radith berdecak kesal disebrang telponnya"Ck,kenapa kau menghubungiku ditengah malam begini?"


"tengah malam?tapi disini masih pagi bahkan matahari sama sekali belum unjuk gigi".Netih terkekeh geli,sedetik kemudian ia menjauhkan ponselnya dari indra pendengarannya.netih tau sebentar lagi bom akan meledak.


"jelas saja bodoh!kau dimana dan aku dimana.sialan jangan menggangguku aku sedang sibuk merajut mimpi!"teriak radith lalu panggilan telfon pun terputus sepihak.


Netih tertawa keras mendengar umpatan kasar yang keluar dari radith.umpatan dan kata kata kasar itulah yang membuatnya selalu merindukan radith.


Padahal selama ini belum pernah ada yang sekasar itu padanya,kecuali radith.


Tak hanya sampai disitu netih kembali menekan sebuah nomer,telfon terhubung dipanggilan kedua.


"Hallo"Netih menyapa duluan karna meskipun telfon terhubung belum ada sahutan darisana.


"ahh..eung..umhh iya!?"Pria itu membalas disertai desahan dan nafas yang memburu.


"Apa kau sedang sibuk?apa aku mengganggumu X?".Tanya netih pada axellin.


"ummh..yah..tidak aku tidak..eurggh".


Netih mengernyitkan dahi mendengar jawaban dari sahabatnya itu.suara desahan seperti sedang melakukan kuda kudaan.


"apa yang sedang kau lakukan?"Desak netih.


"Shit!ugh..aku sedang bermain kuda kudaan netih sayang..!"balas axellin.


"Shut up!lanjutkan kegiatan olahraga panasmu.dasar bicht!kau mengotori telingaku dengan suara desahanmu,axellin sialan!"Netih mematikan telfon saat menyadari ia menelfon sahabatnya diwaktu yang salah.


"Menyebalkan"gumam netih.


Netih berjalan kesana kemari memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.ditengah tengah rasa bosan nya yang melanda tiba tiba saja gadis itu merindukan seseorang.


Seseorang yang selama beberapa waktu kebelakang sempat jauh dari nya.ia tampak ragu untuk menekan nomer telfonnya.tapi rasa rindunya jauh lebih besar daripada rasa gengsinya.


Dengan ragu ragu ia menekan logg panggilan itu.panggilan langsung tersambung didering pertama.


Keduanya hening membisu tak ada yang membuka suara lebih dulu.


Terdengar helaan nafas berat disebrang telpon sana"Aku merindukanmu"


Netih tersenyum mendengar suara itu seketika merasakan jantung nya berdebar cepat dengan desiran hangat yang menjalar masuk bersama aliran darahnya.


"Hei,neth kenapa diam saja?apakau tak merindukanku?"lirih kaisar.


"aku merindukanmu".


"Kau juga merindukanku?"tanya kaisar tidak percaya.


Ada hening beberapa detik sebelum kemudian netih membuka suara"tidak!aku hanya mengikutimu saja".ledeknya


Kaisar mendengus geli,disaat seperti ini malah netih yang bisa becanda,sedangkan ia masih dalam mode takut jika benar benar ditinggalkan perempuan itu.


"Kau dimana?"


"Disuatu tempat".


"Aku menunggumu pulang calon pengantinku,lusa aku akan menunggumu dialtar"


Netih menghela nafas lemah,ia pikir kaisar akan melupakan hari itu.bahkan setelah kejadian itu netih tak pernah memikirkan lagi soal pernikahan.


Ada rasa bahagia dan takut yang menyelimuti hatinya secara bersamaan.haruskan ia datang?demi apapun ia benar benar menginginkannya,menginginkan pernikahan itu.tapi disisi lain netih takut terjadi hal yang sama.


"Aku takut"Netih mengutarakan isi hati yang sebenarnya,ia berharap kaisar bisa memberikan sedikit dukungan untuk menghilangkan itu semua.


Kaisar menghela nafas lemah"aku berjanji hal yang sama terulang kembali"kaisar mengatakan tanpa ada raut bercanda diwajahnya


"apakau tau apa kesalahanmu?"


"Maafkan aku".


"Kesalahanmu adalah karna kau bisa dengan mu percaya pada gadis itu dan mengabaikanku,jika dengan gadis ular seperti itu saja kau tertipu bagaimana bisa kau menghadapi licik nya orang orang yang berada didunia hitam"


"Kau benar dan aku minta maaf"


"Ini sudah larut,tidurlah disana pasti sudah larut malam!"Pinta netih lalu memutuskan panggilan nya sepihak.sejujurnya ia masih sangat merindukan kaisar,tapi rindu itu melebur seketika saat kaisar mengucapkan kata maaf.


Netih kesal karna kaisar tak pernah mau menjelaskan apapun padanya.sejak awal masalah itu dimulai pria itu hanya mengucapkan kata maaf disertai penjelasannya.dan itu membuatnya benar benar jengah.


Gadis itu berjalan menuju balkon kamar,ia berdiri diujung batas,manik matanya menatap pada pemandangan pagi hari dikota new york yang terasa begitu menenangkan untuknya.



****


"Siapa yang menelfonmu?kenapa wajahmu tiba tiba berubah?"Tanya kainan yang terheran melihat melihat perubahan kaisar.kini ia terlihat lebih baik dari sebelumnya.


"Wanitaku"Balasnya dengan mata yang masih tak lepas dari ponselnya,kaisar sedang melihat potret seseorang yang selama ini ia rindukan.



Pria tampan dengan pakaian casual itu tersenyum melihat tingkah konyol netih yang ada dipoto itu.apalagi setelah beberapa saat mendenger suara wanita itu hatinya jadi semakin lebih baik dari sebelumnya.



"Dimana dia?"


Kaisar menggendikan bahunya"Aku tidak tau"


"Kau tidak ingin menemuinya?"


"Aku akan menjemputnya pulang bagaimanapun caranya,dia adalah milikku dan harus menjadi milkku.harus!"


Tanpa sadar kainan tersenyum dia menepuk bahu kaisar"kerja bagus"sampai akhirnya pria itu berlalu dari sana.