
Terlihat mobil ferrari laferrari berwarna merah mentalik dan lamborgini gallarado black berhenti didepan sebuah gedung menjulang tinggi.mobil sport itu berhenti tepat didepan
pintu utama dan ada dua orang valet yang menunggu.
Dari lamborgini keluar dua orang pria tampan dengan pakaian formalnya,pria tampan itu adalah kaisar dan alvaro.
Kaisar davino.
Alvero Dananta.
sementara dimobil ferrari terlihat kainan dengan pakaian casualnya.Ya pria itu memang seorang CEO tapi ia lebih suka berpenampilan apa adanya setelah formal bukan gayanya.
Bagaimana dengan tatapan para wanita?tentu saja mengarah pada ketiga pria tampan dan mapan tersebut.tak ada satupun wanita yang mampu menundukan pandangan nya dari ketiga pria tampan itu.
Seperti biasa kainan dan alvero selalu tebar pesona disetiap kesempatan.kedua playboy cap kadal itu selalu mengumbar senyum manis mematikan mereka.
Sementara kaisar pria tampan itu sudah lama resign dari dunia keplayboyan,sejak menemukan dunianya.ia tampak acuh dan terus terpokus pada ponselnya dengan sesekali melihat kearah depan.
Lift mengantar mereka pada lantai paling atas pencakar langit.lorong itu terlihat sepi karna lantai ini memang didesain khusus untuk pemilik apartement yaitu radith.
Kainan sudah menekan bel berkali kali namun tak kunjung ada jawaban.dua detik kemudian pintu terbuka menampakan radith dengan wajah kesalnya.
"Ada apa?"Radith menyandarkan tubuhnya pada dinding pintu dengan mata nya terpejam. bahkan pria itu menguap berkali kali menandakan ia masih ingin melanjutkan tidur pagi.
"Apa tak sebaiknya kau mengijinkan kami masuk?"Ujar kaisar.
Radith menghela nafas pria tampan itu membuka pintu lebar lebar.mereka berjalan kearah ruang santai.dan mata mereka disambut oleh sepasang anak manusia yang sedang bercumbu panas.
Mereka semua mengalihkan pandangan dari kearah yang berlawanan,radith berdehem keras membuat pasangan itu saling melepas pangutannya.
"Ck,kau sudah mengotori rumah ku yang suci ini"
Radith mendudukan dirinya disofa yang sama dengan axellin,diikuti oleh kaisar,kainan dan alvaro yang duduk disofa yang berlawanan.sementara axellin pria tampan itu berdecak kesal karna kedatangan mereka mengganggu aktivitasnya.
"Kalian benar benar mengganggu kesenanganku"Kesal axellin,ia benar benar tak habis pikir untuk apa mereka datang ketempat ini sepagi ini.
"Owh..ayolah X ini masih pagi"radith tergelak kencang ia tak menghiraukan axellin yang menunjukan wajah kesalnya.
"Bisakah kita bicara?"Suara kaisar menghentikan gelak radith.kini pria tampan itu terdiam dengan ekspresi datarnya.
Axellin menatap satu persatu diantara mereka,pria tampan itu tampak berfikir sepertinya ia akan berada disituasi rumit.dan axellin tak mau mengalami posisi itu apalagi wanitanya mulai terlihat tak nyaman.
Axellin berdiri menarik tangan lunetta untuk ikut bersama nya,tindakannya itu membuat semua mata tertuju padanya.
"Kemana?"Tanya radith.
"Pulang!"Itulah yang axellin ucapkan sebelum ia benar benar berlalu darisana.
"Dimana wanitaku?"Kaisar to the point,pria itu tak punya waktu hanya untuk sekedar berbasa basi.
"Kenapa kau bertanya padaku?"Bukannya menjawab radith malah membalikan pertanyaan,membuat ketiga pria tampan itu kesal dibuatnya.
"Hei!ayolah jangan berpura pura tidak tau".Timpal alvaro.
"kenapa kau mencarinya?apa belum puas dengan kau menyakitinya?"tanya radith sembari mengambil sebatang rokok yang terletak diatas meja.
"Aku ingin menebus semua kesalahan yang sudah kuperbuat"Kaisar menjawab dengan nada yang bersungguh sungguh.
"Kau juga pernah mengatakan hal yang sama,tapi ternyata itu tak menjamin semuanya"
Radith menghembuskan setiap hisapan rokok itu keudara,bisa saja ia memberitahunya dimana keberadaan netih.hanya saja masalahnya apakah netih mau atau tidak?radith tak mau netih menanggung banyak beban sampai pada akhirnya itu bisa membahayakan nyawa nya.
"Aku yakin hal yang sama tak akan terjadi lagi"Balas kaisar.
"Bagaimana jika sampai dia terluka lagi karnamu?".
"Nyawa ku yang menjadi jaminannya".
Radith tersenyum tipis mendengar kalimat yang baru saja kaisar ucapkan.setelah semua yang terjadi bisakah ia percaya padanya lagi?
"Bisakah kau tak mempersulit kami?kami tak punya banyak waktu hanya untuk sekedar berbasa basi"Ketus kainan yang tampak sudah tersulut emosi,jangan lupakan jika pria tampan ini adalah salah satu manusia paling tidak sabaran didunia.
Radith tertawa sumbang menanggapinya"aku bisa saja memberitahumu keberadaannya tapi--?".Radith menggantungkan kalimatnya membuat semua mengkerut kebingungan.
"Apa?"Desak kaisar yang sudah mulai tampak tak sabar,karna sedari tadi radith terus saja memancing emosinya keluar.
"Aku tak yakin jika dia masih mau bertemu dengan mu setelah semua yang terjadi".
Kaisar menghela nafas lemah"Justru karna itu aku harus memastikan semuanya"
"Baiklah,tapi jangan memaksanya jika dia sudah tak mau dengan mu lagi.bicarakan dengan baik agar kau tak menyakitinya".
"Tentu,jadi dimana dia sekarang?".balas kaisar dengan nada dan raut muka yang bersungguh sungguh.
"Dia dibawa oleh Ray ke newyork,kau bisa menemuinya disana".
Radith menyandarkan dan melentangkan tangan nya disofa,pria tampan itu sedang meresapi setiap hisapan ketenangan yang berasal dari asap rokok yang ia hembuskan.
"Ray?"Kaisar balik bertanya,pria tampan itu mengkerutkan alis bingung seolah tak asing dengan nama yang baru saja disebutkan.
"Kakak dari max".radith menghisap asap rokok itu lalu menghembuskannya"Cepatlah pergi sebelum kau kehilangan segalanya"
Lagi dan lagi semua yang ada disana menatap radith bingung dengan kalimat terakhir yang ia ucapkan.
"Maksudmu?"
Radith tak membalas hanya dengan mengendikan bahunya dan menatap kaisar seolah tatapan itu mengatakan'kau cari tau saja sendiri'.