
Hingar bingar dentaman musik malam,dengan lampu kerlap kerlip dan bau alkohol menyengat dimana mana dimana mana.
Sepulang dari rumah sakit menjemput sarah,netih dan teman temannya memilih untuk berkumpul dan menghilangkan penatnya.
Kemarin radith membuat keributan dengan memberitahu semua orang bahwa sarah mengalami kecelakaan dan terluka parah.padahal sarah hanya terkena diare dan sekarang dia baik baik saja.
Itu semua hanya alibinya saja,agar semua orang berkumpul.karna radith merasa mereka sudah terlalu diperbudak oleh uang.
Dan disini lah mereka sekarang.diruang VVIV disebuah club malam.
"Kau benar benar keterlaluan".
Netih memukul keras kepala radith dengan tas yang ada ditangannya,karna keusilannya kali ini benar benar melebihi batas.
"itu karna kalian terlalu diperbudak oleh uang".
Radith mengaduh kesakitan ia membela diri karna saat ini semua orang tampak menyalahkannya,padahal ia hanya ingin mengembalikan kebersamaan yang sempat hilang.apa itu salah?
"Tapi bukan seperti ini juga caranya dude".
Pria bermata hijau itu bersungut kesal,ia bahkan harus membatalkan semua meeting dan acara penting nya hanya untuk datang ketempat ini.
"Tapi jika aku tidak seperti itu kalian tidak mungkin bisa berkumpul ditempat ini,Harusnya kalian berterimakasih"
Radith berucap bangga bahkan pria berkulit putih itu menyisir rambut kebelakang dengan so cool nya membuat semua yang ada disana berdecih jijik.
"Ya terimakasih".
Mereka berbicara serempak namun dari nada nya pun terdengar sangat tidak santai dan terkesan tidak iklas.
"Hmm".Radith dan membalas nya dengan bergumam.
"Kau yakin sudah baik baik saja sarah?"
Axellin bertanya tanpa mengalihkan pandangan dari gadis disebelahnya,membuat semua yang ada disana menatapnya jijik.karna sekarang axellin siarogan itu sudah menjadi budak cinta.
"Bukankah seharusnya pertanyaan itu lebih pantas untukmu?"
Sarah mencibir axellin pasalnya kali ini pria itu tampak berbeda apalagi sejak kehadiran wanita itu.axellin jadi lebih banyak tersenyum dan selalu memancarkan aura positif nya.meskipun terkesan bagus tapi bagi mereka yang sering melihat axellin mengomel rasanya malah sedikit aneh.
"Dasar payah,aku benar benar takmenyangka
kau akan menjadi budak cinta"
Cibir nana bahkan gadis berlesung pipi itu tak segan menertawakan nya.
"Daripada kau yang sampai saat ini masih terus saja berkelana,kapan kau akan berhenti?"
Axellin selalu pintar dalam menyudutkan orang lain,karna memang ia sudah dilatih untuk itu apalagi pria bermata biru itu adalah seorang pewaris perusahaan besar.
"Ck,akan ada saatnya aku berhenti berkelana.menemukan rumah ku untuk pulang selamanya.tapi tidak sekarang,aku masih perlu menyeleksi pria mana yang benar benar menginginkanku seutuh nya bukan hanya tubuhku semata".
Ucap nana panjang lebar yang dibalas anggukan oleh mereka semua.
"Lupakan masalahku,mari pokus pada masalah netih saja".Ucap nana sukses membuat semua menatap netih.
"Aku..?"
Netih menunjuk dirinya sendiri,sebenarnya ia sedang dalam kondisi hati yang buruk apalagi jika itu membahas perihal masalahnya gadis itu benar benar enggan.
"Bagaimana hubungan mu dengan kaisar,bukahkah dua minggu lagi adalah hari pertunanganmu?".Tanya evan.
"Aku tidak jadi menikah".Ucap netih malas.
"Owh..ayolah bukankah disini kalian adalah korban?kau bahkan sudah tau jika anak itu bukan anaknya lalu kenapa kau malah berkata seperti itu?".
"Aku hanya ingin kaisar jujur padaku tapi nyatanya dia tak melakukan itu.baginya lebih baik mengucapkan seribu maap daripada menjelaskan semuanya.apa itu adil untukku?"
Bola mata hitam itu menatap lekat segelas minuman yang ada didepannya.
"Dan aku juga ingin sedikit bermain main,gadis ular itu harus tau siapa yang sedang ia hadapi saat ini".Senyum menyeringai tercetak jelas diujung bibirnya.
Flashback off.
"Katakan!."
Netih menatap ketiga bodyguart yang ia suruh untuk mengawasi kaisar dengan tatapan dingin yang mematikan.meminta penjelasan
"Nona muda,kami sudah menel--?".
Netih menggebrak meja nampak taksuka dengan jawaban yang diberikannya membuat mereka semua terkejut.
"Jangan bertele tele".kata netih setengah berteriak.
"Nona muda anak yang ada didalam perut wanita itu bukanlah anak dari tuan kaisar.kami sudah menyelidikinya dan kami sudah menemukan siapa ayah dari anak itu.sepertinya ini sudah direncanakan dengan sangat rapih"jelas salah seorang pria paru baya itu.
"Bagus terus awasi setiap gerak geriknya dan tahan pria itu sampai hari pernikahan tiba!".
flashback onn.
"bukankah kita datang kesini untuk bersenang senang?".
Evan membuka suara dan mencairkan suasana.
"apa kau mau kupanggilkan seorang wanita X?".
gurau radith yang yang langsung mendapat tatajam dari axellin.baginya pertanyaan itu sudah seperti bom waktu yang akan meledak kapan saja.sedangkan radith hanya terkekeh dengan wajah tanpa dosa nya.
"Aku sudah memilikinya".
Axellin mencium wanita disamping nya seolah membuktikan jika wanita ini miliknya.
"Kau tidak mau memperkenalkan nya pada kami X?".
Sarah memperhatikan gadis itu dengan seksama pasalnya dari awal wanita itu datang dia hanya diam saja dan menyimak semuanya.padahal disini dia bukan orang lain.
"Jangan memperhatikannya seperti itu dia akan ketakutan dan mengira kalau kau itu orang jahat".Ucap nana memperingati.
Sarah mengabaikan cibiran nana dan kembali bertanya"Siapa namanya?"
"Sayang dia bertanya siapa namamu".ujar axellin
"Saya lunetta,kalian bisa memanggilku senyaman nya saja".Lunetta berucap sopan.
"Selamat datang didunia pertemanan kami lunetta".Nana mengulurkan tangannya yang langsung dibalas sopan oleh lunetta.
"Kau tidak berniat melupakan siapa yang berhasil membawanya kesini kan X?"
Netih mendelik kearah axellin seolah memberitahu bahwa disini ialah yang paling berjasa.
"Aku akan memberikanmu bonus 2kali lipat".balas axellin entengnya.
"Dan kau juga tidak berniat melupakan perjuangan ku yang harus menghafal bahasa spanyol dalam 3 hari".
Netih mengungkit satu persatu penderitaan yang axellin berikan selama ia berada dibenua eropa sana.yang langsung dibalas kekehan olehnya.
"Aku akan menambahkan bonus mu 5 kali lipat".Axellin menambahkan jumlah dengan begitu enteng nya.
"Good".Netih mengangkat 2 jempol nya keatas.
"Dasar mata duitan".cibir evan yang sontak membuat semua tergelak.