
mentari muncul malu malu dibalik awan,seolah matahari hari ini ingin mengatakan pada seluruh makhluk bumi,tersenyum lah karna masih ada aku yang menemanimu,tapi nyata nya pesan itu tak tersampaikan pada hati yang tengah gundah.
Bagaimana tidak semalam dia mendapat kabar bahwa hari ini dia akan tinggal satu atap dengan seseorang yang bahkan belum resmi menjadi milik nya,menolak pun tak ada guna nya karna yang meminta nya adalah sang ibu tercinta.
Wanita itu sedang mempacking baju baju nya dia kembali terdiam menatap satu pintu ruangan yang selama ini menjadi alasannya untuk tinggal.
haruskah ia membawa kenangan itu?
wanita itu sedang dirundung kebingungan yang mendalam ia tak mungkin meninggalkan semua itu begitu saja tapi juga mustahil untuk membawa nya bersama nya.dia butuh teman berbagi sekarang dia ingin membagi sedikit keluh kesah nya hari ini.
wanita itu menelpon seseorang dan meminta nya untuk datang kekamar nya,tak lama setelah itu munculah seorang pria tampan dengan pakaian santai nya.tanpa kata dia langsung mendudukan dirinya bersebelahan dengan wanita yang tadi memintanya untuk datang.
"Ada apa?aku sedang ada masalah?".pria itu bertanya bukannya menjawab wanita itu malah memeluk nya dan menangis sejadi jadi nya menumpah kan segala beban nya.
Ya pria itu adalah radith sahabat netih.radith membalas pelukannya dia tau saat ini temannya sedang dalam suasana hati yang tak baik.dia memilih untuk diam membiarkannya menangis karna manusia yang sedang dalam kondisi seperti itu hanya membutuhkan ketenangan bukan pahlawan penenang.
setelah beberapa saat tangis nya mulai mereda radith pun bertanya sekali lagi dan berkata ada apa?.
"Dith gue bakal pindah dith".jawab nya dengan sesenggukan.
"kemana?".tanya radith dengan wajah bingung nya.
"kerumah kaisar".ucap nya singkat,mendengar hal itu radith sedikit tersentak pasalnya mereka belum resmi menikah bagaimana bisa langsung tinggal satu atap.
"Kenapa buru buru,lo kan belum resmi neth".tanya radith.
"Ibu yang maksa gue dith,lo tau kan kalo gue gabisa nolak permintaan ibu".netih menjawab dan kembali terisak melihat itu radith sedikit meringis karna tak tega pada gadis kecil itu yang sedari dulu selalu menanggung beban berat dihidupnya.
"Terus kenapa lo nangis?lo yang milih jalan itu neth lo udah ngelangkah cukup jauh dan lo gabisa mundur lagi,lo bisakan percayakan hidup lo sama kaisar setelah ini?".kata radith dia sedikit meyakinkan sahabat nya bahwa langkah yang dia pilih bukanlah sebuah hal yang buruk.
"Gue bingung dith,disatu sisi permintaan ibu yang gabisa gue tolak dan disisi lain gue juga belum bisa sepenuhnya lupain max.gue udah belajar iklasin dia dith gue mau belajar buka lembaran baru,tapi apa harus secepat ini dith?apa gue harus bawa kenangan masa lalu max ketempat itu?".tanya nya dengan terisak demi tuhan dia benar benar terpuruk sekarang.
"neth dengerin gue saran gue mending lo simpen aja masa lalu lo sama max sendiri,cukup lo dan kita semua yang tau penderitaan lo selama ini jangan bawa max kerumah itu karna belum tentu mereka bisa peduli sama rasa sakit lo,belum tentu mereka bisa nerima masa lalu kelam lo.kalo lo bawa kenangan lo ketempat itu,itu sama aja boong neth.satu hal yang harus lo tau lo berhak bahagia max pasti bahagia liat lo bahagia".radith berusaha meyakinkan nya dia berbicara dengan nada selembut mungkin agar itu tak menyakiti hati nya.
"tapi dith apa boleh gue bawa dia ketemu sama max,gue mau kenalin dia sama max gue juga mau minta maap karna gabisa pegang janji untuk selalu setia sama dia."netih berbicara dengan pandangan yang menerawang kedepan.
"Itu pilihan yang bagus,lo juga harus kenalin dia sama Ray,mom and dad."ucap radith
"apa mereka bisa terima kaisar dith?"tanya netih meyakinkan ucapan radith.
"mereka pasti terima keputusan lo neth,mereka pasti bahagia karna lo udah mau bangkit dari keterpurukan lo.yakinkan max bilang sama dia kalo lo udah bahagia biar dia bahagia juga disana".Kata radih sontak netih langsung berhambur kepelukannya dia kembali menangis seakan itu adalah cara yang membuat nya merasa tenang.
dia menangis untuk waktu yang lama sampai beberapa saat dia mulai melepas rengkuhan nya dari tubuh radith dia tersenyum kearah radith dan mengucapkan terimakasih.
"Makasih ya dith lo selalu ada buat gue selama ini,gue selalu nyusahin lo gue gatau bakal jadi apa gue kalo gaada lo,evan,X,nana, sarah dan juga arnold kalian udah baik banget sama gue selama ini,makasih ya".ucap nya dengan senyum tulus dan dibalas anggukan oleh radith.
sedari tadi mereka berdua hanya fokus pada saru pembahasan sampai mereka tak menyadari bahwa ada seseorang yang sudah berdiri mendengarkan pembicaraan mereka sejak awal.
Beberapa menit kemudian pria itu mengetuk pintu,dia tetap melakukannya agar tak menimbulkan curiga karna yang sebenarnya dia sudah tau semuanya.
tok tok tok
"Masuk".ucap nya singkat.
Pria itu adalah kaisar dia datang bersamaan dengan radith yang masuk keapartement netih,dia sengaja mengulur waktu karna ingin tau apa yang sebenarnya mereka bicarakan.
"Kai kamu udah dateng?udah dari tadi?".netih bertanya dan menyuruh kaisar duduk disebelah nya.
kaisar menurut dia duduk bersebelahan dengan netih sedangkan matanya sedari tadi terus memperhatikan radith.netih mengerti dengan tatapan kaisar dan dia mulai ambil suara dan menjelaskan semuanya.
"Kai kenalin ini radithya dia temen aku,apartement nya bersebelahan sama apartement aku".netih menjelaskan nya agar kaisar tidak salah paham dengan radith.
Ohmaygat emang sejak kapan kau peduli pada kaisar,netih!.
"aku mengerti".Jawab kaisar dengan senyum tipis nya.
"Neth gue berangkat mau kekantor dulu jaga diri baik baik kalo ada apa apa jangan nelpon gue ngerepotin".Radith berkata dengan nada mengejek nya sedangkan netih langsung menatap nya dengan tatapan tajam.
tanpa sadar melihat adegan itu membuat bibir kaisar tertarik membuat sebuah senyuman yang sangat indah.
"pergi lo dith ngeselin banget sih,emang lo gamau nahan gue buat pergi gtu?kalo gue pergi siapa yang bakal masakin buat lo lagi hah?siapa yang bakal gangguin lo lagi?siapa yang bakal bangunin lo pagi pagi?terus lo ga sedih gtu setiap hari bakal berangkat kerja sendiri?".netih bertanya volume suara 15 okatav sedangkan radith dan kaisar menutup kedua telinga nya karna jika tidak bisa dipastikan mereka akan berakhir di THT.
_ternyata kalian sedekat itu_gumam kaisar
"berisik lo,lagian lo pergi kaya yang mau pergi kemana aja".ucap nya sambil menggosok telinga yang sedikit berdengung.
"lo tuh ya kaya yang seneng gtu kalo gue minggat dari sini,ngaku lo ngaku dith".netih bertanya dengan sedikit mencondongkan wajah nya kedepan.
melihat perdebatan itu kaisar hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala nya.
"iyalah gue seneng lagian ya selama ada lo gue itu sering banget ke dokter THT gara gara suara lo tuh yang makin hari makin berisik heran gue sama lo".radith menggerutu dan memprotes sikap netih selama ini sedangkan netih hanya terkekeh geli mendengar keluh kesah radith padanya.
"Maap".jawab netih sambil cekikikan.
"udah lah gue mau berangkat kerja dulu,poor you kaisar lo harus siap siap denger polusi suara tiap hari atau kalo engga mending lo siapin dokter THT dari sekarang."radith memberi saran gila itu kepada kaisar,sedangkan kaisar hanya membalas nya dengan senyuman.
"Kaya nya lo bener dith".Ucap kaisar dengan nada menggoda.
sedangkan netih langsung menatap nya dengan tajam dan langsung membuat nyali kedua nya menciut.
tak ingin berlama lama disana radih langsung pamit undur diri dan menghilang dari pandangan keduanya.menyisakan dua orang yang tampak diam dengan posisi canggung.
"Udah selesai beres beres nya?semua udah siap?".kaisar bertanya dan netih dia langsung menyambar 2 koper berukuran cukup besar dia tersenyum dan menganggukan pertanda sudah siap
mereka berjalan beriringan keluar dari apartement,netih tampak ragu melangkahkan kaki nya keluar dia masih belum iklas melepas kenangan yang melekat ditempat itu.dia diam sampai akhirnya dia mau membuka suara dan menanyakan sesuatu.
"kai emang gapapa yang kalo kita tinggal serumah padahal kan kita belum nikah".tanya netih dengan nada yang sedikit ragu.
"Kita bukan hanya satu atap tapi juga satu kamar".Jawab kaisar dengan santai nya sedangkan netih tampak membelalakan mata nya seakan tak percaya dengan apa yang didengar nya.
"APA?".netih berteriak dan kaisar langsung membungkam mulut nya dengan tangan nya karna suara cempreng netih itu membuat mereka jadi pusat perhatian.